Dark Soul

Dark Soul
Origin Vincent


__ADS_3

Aafreda membuka matanya secara perlahan, dia menatap langit-langit ruangan yang asing baginya. Aafreda mencoba untuk duduk namun kakinya telah diberi borgol besi, Aafreda mengerutkan keningnya. Sebenarnya apa yang telah terjadi? Dia hanya ingat sentruman listrik yang mengalir ditubuhnya sebelum kehilangan kesadaran


Suara pintu terbuka mengalihkan pandangan Aafreda, dia melihat seorang pelayan mendekatinya dan tersenyum kepadanya. Mata pelayan itu bewarna merah seperti darah, giginya terlihat seperti gigi vampir begitu runcing. Aafreda menatap pelayan itu dengan sengit.


"Dimana aku? Siapa kamu?"


"Selamat pagi nona, perkenalkan saya Diana pelayan pribadi anda. Anda kini berada di perlindungan tuan Vincent."


"Vincent? Siapa dia?"


Suara langkah kaki mendekati Aafreda, Aafreda menatap pria yang terasa familiar baginya. Pria itu menyeringai lebar dan berdiri di samping Aafreda.


"Sudah bangun wanita cantik?"


"Siapa kamu? Apa maksud kamu menculik ku?"


"Aku adalah Vincent, dan aku menculikmu untuk diriku."


"Ahh jadi kamu Vincent, lepaskan aku sekarang!"


Vincent menyentuh surai putih Aafreda dengan lembut, dia pun berbisik lembut ditelinga Aafreda.


"Aku tidak akan melepaskan mu, kamu akan kujadikan milikku."


Aafreda menarik tubuhnya menjauh, dia merasakan lidah Vincent menjilat telinganya. Menjijikan bagi Aafreda, dia tidak menyukai pria ini sama sekali.


"Kenapa kamu melakukan ini kepadaku? Aku tidak mengenalmu!"


"Tentu saja kamu kenal aku, kita pernah bertemu mesra di sekitar kamar Cenora bukan? Apakah kamu sudah melupakannya padahal hanya dalam beberapa minggu saja"


Aafreda terkejut karena perkataan pria itu, apakah pria ini mengenal Cenora. Berarti dia adalah origin yang ia temui, pasti dia sedang mencari keberadaan Cenora. Aafreda merasa sangat bodoh karena bisa tertangkap oleh mereka, pasti dia akan dieksekusi mati.


Seperti kata wanita tua itu takdir kematian ku tidak akan pernah berubah. Apa yang harus aku lakukan sekarang.


"Kamu ketakutan? Jangan takut, aku tidak akan melakukan apapun kepadamu. Aku hanya menginginkan darah mu dan kekuatan mu untuk bergabung dengan ku"


"Darah ku dan kekuatan ku? Aku tidak memiliki kekuatan apapun"

__ADS_1


"Kamu... Tidak tahu siapa kamu?"


"Apa maksud mu?"


"Kain yang menutupi matamu memiliki tanda dewa, kamu menyembunyikan kekuatan berkah dari dewa dimatamu bukan?"


Aafreda terkejut dengan ucapan pria ini, kekuatan berkah dewa berada dimatanya? Matanya memang bisa melihat tapi itu tidak pernah menunjukkan kekuatan apapun sama sekali.


"Aku buta, apakah kamu tidak bisa melihatnya"


"Kamu tidak buta, kamu hanya tidak bisa melihat warna. Apakah kamu hanya bisa melihat dalam warna gelap? Kamu kini hanya bisa melihat bayangan ku"


"Aku tidak mengerti apa yang kamu katakan"


Vincent menarik dagu Aafreda ke arahnya dengan paksa, membuat Aafreda merintih kesakitan. Vincent menyentuh kain matanya dengan lembut, Vincent mencoba untuk membuka kain mata itu namun tangannya terkena sebuah sengatan, dia menatap tangannya yang sudah terbakar akibat menyentuh kain mata tersebut.


"Para dewa melindungi mu ternyata. Kamu adalah anak yang disayang oleh mereka, jika dunia tahu tentang mu, apakah kamu ingin tahu apa yang akan terjadi?"


"Kamu gila, aku bukan anak yang diberkahi dewa. Anak itu adalah putri Cenora"


"Kamu tahu ternyata aku siapa?"


"Tentu bau darah kalian sangatlah kental"


"Walaupun begitu dia bisa dibilang anak yang diberkahi oleh para dewa"


"Haha kamu ini masih saja tidak mengerti, kalau dia hanya bisa melakukannya nya satu kali dengan kekuatan itu. Maka kamu bisa melakukannya berkali-kali karena kamu adalah anak yang diberkahi dewa sebenarnya, mata yang kamu sembunyikan selama ini adalah kekuatanmu. Kamu bahkan bisa menghancurkan satu faksi dalam satu malam"


"Aku bukan anak yang diberkahi dewa!" Geram Aafreda


"Asal kamu tahu, kamu akan diburu oleh semua orang di dunia ini jika mereka tahu siapa dirimu. Apalagi kamu berasal dari faksi Dunkelheit, mereka tak akan segan-segan membunuh mu"


Aafreda terdiam, dia masih tidak mempercayai perkataan Vincent. Bagaimana bisa dia adalah anak yang diberkahi dewa, jika itu benar dia maka dia sudah membunuh Cenora yang bukan anak yang diberkahi dewa. Jika begitu dia adalah pengganti Cenora, dan dia akan mati di tangan para Titan.


"Ini tidak mungkin, bagaimana kamu mengetahui semua ini!"


"Aku tahu karena dari kain mata mu yang berlambang kaum dewa. Sedangkan Cenora tidak pernah memiliki nya sama sekali"

__ADS_1


"Kamu seperti tahu saja siapa Cenora"


"Tentu saja dia adalah teman masa kecilku, aku tahu semuanya tentang dia"


Aafreda mengalihkan pandangannya ke arah lain, dia masih shock dengan ucapan Vincent. Dia menjadi mengingat perkataan nenek tua yang ia temui di kedai makanan.


"Kehidupan mu dipenuhi dengan ketidakberuntungan, kamu akan selalu mengalami takdir yang sama. Takdir itu tidak akan berubah walaupun kamu mencoba untuk mengubahnya."


"Ahh jadi begitu hidupku benar-benar mengenaskan, apakah kamu ingin membunuhku?"


"Tidak, aku sudah mengatakan nya bahwa aku ingin darahmu dan kekuatan mu untuk membuatku menguasai ketiga faksi di dunia ini."


"Aku tidak tertarik dengan hal seperti itu, kamu bunuh saja aku"


"Aku akan membuat mu tertarik dengan semua itu, jika kamu tidak mau aku bisa membuat mu terikat denganku"


"Apa...Akhhh"


Vincent menarik leher Aafreda dan mengigit lehernya dengan dalam, Aafreda kesakitan dan mencoba melepaskan diri namun gigitan Vincent sangat dalam di lehernya, dia hampir kehilangan kesadaran nya.


Vincent tidak berhenti menghisap darah Aafreda dan Aafreda pun jatuh pingsan, Vincent segera melepaskan gigitannya. Darah sudah menetes dan melumuri pakaian Aafreda, Vincent menjilat bibirnya sambil tersenyum.


"Sangat lezat"


"Berisikan sisanya, pastikan dia makan setiap hari" Tambah Vincent kepada pelayannya


"Baik Tuan"


...----------------...


Keesokan pagi nya Aafreda terbangun, lehernya sudah diberikan perban untuk menutupi lubang gigitan Vincent. Aafreda terlihat sangat pucat, dia baru saja mengalami mimpi buruk


Sudah keluar dari kandang singa sekarang aku memasuki kandang naga. Di dalam novel tidak pernah diceritakan hal-hal seperti ini, kenapa alur ceritanya banyak berubah. Kenapa jadi aku anak yang diberkahi dewa!! Kenapa jadi aku yang harus mati sekarang!!!


Aafreda ingin mengumpat sekarang, namun tubuhnya sangat lemah dan tak mampu bergerak banyak. Rasa sakit di lehernya membuat dia sadar kejadian kemarin, pria vampir itu menghisap darahnya hingga dia kehilangan kesadaran. Benar-benar sangat menyakitkan, kini dia harus menjadi hewan ternak


Aku harus keluar dari tempat ini, dia lebih berbahaya daripada Achiel.

__ADS_1


__ADS_2