
Aafreda bingung harus menjawab apa, tidak mungkin dia mengatakan bahwa mereka menculik dirinya untuk dipersembahkan kepada para Titan. Kalau Aafreda menjadi putri Cenora dia mungkin akan pingsan ditempat jika diberitahu seperti itu. Untungnya Achiel yang menjawab pertanyaan dari Cenora.
"Aku Dark soul dan dia Aafreda"
"Kenapa aku berada disini? Dimana ini? Apa yang kalian lakukan kepadaku?" Tanya Cenora panik
"Kami...." Ucapan Aafreda dipotong oleh Achiel yang menjawab secara terang-terangan
"Kami menculikmu"
"Kenapa kalian menculik ku? " Tanya Cenora bingung
"Karena kamu adalah orang yang kami incar" Jawab Achiel yang kemudian berlalu pergi meninggalkan ruangan itu
Cenora gemetar ketakutan karena tekanan dari Achiel, tatapan mata orang itu membuatnya tak dapat bergerak sama sekali. Tiba-tiba sebuah sentuhan di tangannya membuat Cenora menatap wanita bertudung itu, dia melihat wanita itu dengan kebingungan.
"Semua akan baik-baik saja jika kamu bisa diajak bekerjasama. Kami tidak akan membunuhmu" Ungkap Aafreda lembut
Namun Cenora menarik tangannya yang disentuh oleh Aafreda dan membersihkannya dengan sapu tangan yang ia punya, Aafreda kaget dengan hal itu. Apakah putri Cenora penggila kebersihan?
Apa-apaan itu? Memangnya aku bakteri, aku sedang mencoba menenangkan nya tapi diperlakukan seperti itu. Apakah putri Cenora bersikap seperti ini di dalam novel? Entahlah di novel jarang sekali Cenora dan Aafreda berinteraksi. Pikir Aafreda
Aafreda pun berdiri dan melangkah keluar, ia melihat sosok Achiel yang sedang mengasah pedangnya. Aafreda pun mendekatinya dan duduk disampingnya tanpa mengganggu kegiatan Achiel.
"Apakah kamu baik-baik saja?" Tanya Achiel
"Hah? Apa? Memangnya aku terluka?" Tanya Aafreda bingung
"Kamu kelihatan tidak suka dengan tempat ini, haruskah kita ke tempat lain yang lebih dingin?" Tanya Achiel lembut
Dia memikirkan ku? Itu aneh? Apakah dia benar-benar mempedulikan diriku? Pikir Aafreda
"Tidak perlu, aku baik-baik saja. Mungkin aku harus menggunakan tudung yang lebih lembut warnanya. Seperti warna putih" Jawab Aafreda
"Baiklah aku akan mencarikannya untukmu"
Aafreda tersenyum, entah kenapa dia merasa senang jika Achiel memperhatikan dirinya. Disamping itu putri Cenora melihat Achiel dan Aafreda dibalik pintu, dia akan membuat rencana kabur dari tempat ini.
__ADS_1
Aafreda memasuki kembali rumah tua tersebut sambil membawa beberapa makanan yang telah diburu oleh Achiel. Aafreda menatap putri Cenora yang masih tertidur lelap, sepertinya putri itu masih kelelahan setelah semua yang terjadi. Aafreda pun mendekat dan meletakkan makanan yang ia bawa di samping Cenora, tiba-tiba saja Cenora terbangun dan menghunuskan pisau kecil yang sering ia simpan di dalam pakaiannya kepada Aafreda. Pisau itu hampir melukai leher Aafreda, untungnya hanya sebuah goresan kecil yang terlihat disana. Aafreda tidak berteriak sama sekali, dia tahu kondisi sang putri yang masih tidak tenang karena penculikan ini, siapapun yang diculik pasti akan merasa ketakutan.
"Letakkan pisaumu, kami tidak memiliki niat untuk membunuhmu sama sekali"
"Kenapa kalian tidak membunuhku? Apakah kalian ingin menjualku? Kenapa?" Bisik Cenora
"Kami membutuhkanmu untuk menyembuhkan ibuku yang sakit, aku dengar kamu diberikan kekuatan berkah oleh dewa, aku ingin kamu menyelamatkan ibuku karena kamu adalah seorang putri, kami tidak bisa meminta tolong hal ini kepadamu. Tolong maafkan kelancangan kami Yang Mulia" Ungkap Aafreda bohong
Setidaknya aku pintar berakting selama ini, aku harus meyakinkan wanita ini untuk ikut dengan kami.
"Apakah kamu serius tentang hal itu? Kenapa tidak pergi dan meminta ke kerajaan ku saja?" Tanya Cenora curiga
"Bagaimana bisa kami meminta Yang Mulia menyelamatkan rakyat kecil seperti kami, para penjaga selalu mengusir kamu, pada akhirnya kami hanya bisa melakukan hal ini" Ungkap Aafreda lemah
Jatuhkan dengan akting sedihku ini Cenora haha
Cenora menurunkan pisau kecilnya, Aafreda menghela napas lega dan segera menjauh dari Cenora. Siapa tahu wanita ini tidak percaya dan akan menusuknya, Cenora pun menundukkan kepalanya dengan lemah.
"Apa penyakit ibumu? Bagaimana kamu tahu bahwa aku bisa menyembuhkannya?" Tanya Cenora
"Aku tidak tahu ibuku terkena penyakit apa, tapi keadaannya sudah semakin parah. Ibu ku tidak bisa berjalan lagi, aku sudah mengeluarkan semua uangku untuk memanggil dokter hebat tapi tidak ada yang bisa menyembuhkan ibuku"
"Ahh maksudku tabib" Jawab Aafreda cepat
"Jadi kamu menculikku karena aku adalah anak yang diberkahi dewa begitu?" Tanya Cenora
Aafreda menganggukkan kepalanya dengan cepat, sebuah seringai muncul di wajah Cenora. Cenora pun dengan cepat menancapkan pisau kecil itu ke perut Aafreda, untungnya Aafreda cukup gesit dan menghindar walaupun perutnya tergores oleh pisau itu. Melihat Aafreda masih panik, Cenora memanfaatkan hal tersebut dan kabur dari dirinya. Cenora segera keluar dari rumah itu melewati jendela yang rusak, ia melompat dan berlari sekuat tenaganya.
Achiel yang mendengar keributan didalam segera masuk dan menatap Aafreda yang terluka, dia panik dan mendekati Aafreda. Achiel melihat sebuah goresan di leher dan perut Aafreda, dia menggeram penuh kemarahan dan menatap tempat tidur yang sudah kosong.
Achiel dengan cepat berlari mengejar wanita itu sebelum Aafreda dapat mencegah nya, Aafreda memaklumi sikap Cenora yang seperti itu karena berada di bawah tekanan penculikan. Aafreda melupakan luka goresnya dan segera mengejar Achiel, dia takut Achiel akan membunuh gadis muda itu.
Cenora berlari cukup jauh, dia terkejut setelah keluar dari hutan dihadapan nya adalah sebuah Padang pasir yang luas. Cenora tak pernah melihat hal ini seumur hidupnya, dia ketakutan dan gelisah. Cenora pun memutuskan untuk melewati Padang pasir itu, setidaknya dia menjauh dari kedua penculik.
Cenora sudah mulai menjauhi daerah hutan tempat dia disekap sebelumnya, namun tiba-tiba sebuah cahaya jauh didepan bersinar. Cenora penuh semangat memanggil orang-orang tersebut untuk menyelamatkan nya, dia ingin keluar dari Padang pasir ini.
Perlahan cahaya tersebut semakin mendekat, dan terlihat seorang pria bersama kelompoknya sedang menunggang mahkluk bergigi tajam dan mengeluarkan liur segar, mahkluk-mahkluk itu menatap Cenora seperti kelaparan dan ingin menyantapnya.
__ADS_1
"Apakah ada yang bisa kutolong gadis muda?" Tanya pria yang memimpin kelompok tersebut
"Ahhh...Tolong aku, aku diculik oleh dua orang yang jahat. Aku ingin kembali ke kerajaanku, kalau kalian memulangkan ku aku akan memberikan imbalan apapun kepada kalian semua" Ungkap Cenora
"Kerajaan? Siapa anda?" Tanya pria itu kembali
"Aku adala putri Cenora dari kerajaan human, kalian pasti mengenalku bukan?"
"Yah kami mengenal anda, tapi kami tidak ingin memiliki hubungan dengan anda."
"Tolong selamatkan aku" Isak Cenora
Pria itu menatap Cenora dan turun dari mahkluk yang membawanya, dia mendekati Cenora dan menarik tangannya dengan lembut. Pria itu menyeringai sambil membisikkan sesuatu kepada Cenora
"Baiklah kalau begitu, saya harus mengikuti perintah sang putri bukan?"
Cenora mengangguk bahagia, pria itu menarik Cenora menuju hewan bergigi tajam miliknya. Dia kemudian membuat Cenora berlutut dihadapan hewannya, agar hewan tersebut memakan Cenora hidup-hidup.
"Saya tidak suka wanita yang lemah dan berisik, jadi lebih baik membunuh nya saja bukan?" Ungkap Pria itu dengan dingin
"Aku adalah putri human Cenora, kamu tidak bisa melakukan hal ini kepadaku!" Teriak Cenora
"Maaf tapi saya tidak peduli, karena faksi kalian tidak bekerjasama dengan faksi ku. Jika kamu mati pasti semua orang menduga bahwa kamu mati karena penculikmu" Sinis Pria itu
Sebentar lagi kepala Cenora akan memasuki mulut hewan itu, pria tersebut terus mendorong kepala Cenora untuk memasuki mulut hewannya. Cenora memejamkan matanya dengan ketakutan.
Tiba-tiba pria itu berteriak penuh kesakitan, Cenora membuka matanya secara perlahan dan betapa terkejutnya dia melihat penculik pria yang bersikap kasar kepadanya tadi, kini Cenora berada di pelukan pria itu. Cenora dapat merasakan kehangatan dari tubuh pria bernama Dark soul ini. Cenora teringat oleh perkataan penculik wanita bernama Aafreda tersebut, dimana mereka menculik dirinya bukan bermaksud jahat tapi untuk menyembuhkan ibunya yang sedang sakit. Jika mereka penculik yang ingin membunuh nya seharusnya pria ini membiarkan dia dimakan hewan buas itu tapi ternyata dia menyelamatkan dirinya.
"Pegang yang erat" Ungkap Achiel
Cenora memeluk erat leher Achiel, dalam sekejap Achiel menghabisi orang-orang dalam kelompok tersebut. Achiel pun membawa Cenora kembali ke rumah tua tersebut.
Aafreda yang menyusul mereka melihat pemandangan tersebut, Aafreda tidak tahu harus berekspresi seperti apa. Dia melihat Achiel menggendong Cenora ala bridal style, hati Aafreda entah kenapa sakit melihat hal tersebut.
Ini bukan hatiku tapi hati Aafreda yang dulu, aku tidak mencintai Achiel sama sekali. Pikir Aafreda untuk menguatkan dirinya
Aafreda mencoba bertanya kepada Achiel tentang apa yang terjadi, namun Achiel melewati dirinya begitu saja. Aafreda termangu dan kaku, baru kali ini dia merasakan perasaan seperti ini.
__ADS_1
Aafreda menatap punggung Achiel dan Cenora yang masih memeluk erat leher Achiel, hatinya sakit melihat hal itu. Aafreda pun mengikuti mereka berdua dalam diam.