
"Unnn" Gumam seseorang
Aafreda segera melepaskan diri dari gendongan Achiel, dia pun menatap seorang gadis muda yang memiliki aura murni disekitarnya, Aafreda meyakini bahwa putri Cenora sangatlah cantik dan mempesona.
Bagaimana bisa ada seseorang semurni ini? Apakah dia tidak pernah memiliki pikiran atau perbuatan negatif sama sekali. Pikir Aafreda
"Dia sepertinya akan bangun, kita harus pergi jauh dari tempat ini. Aku takut pasukan kerajaan human akan mencari kita"
"Hah... Menyebalkan" Ungkap Achiel sambil meremas Surai hitamnya
Aafreda bingung dengan sikap Achiel, kenapa achiel sama sekali tidak terlihat khawatir dengan putri Cenora yang kini terbaring di tanah yang kotor itu. Gaun putihnya bahkan sudah terkena kotoran tanah, dan Aafreda menyadari bahwa posisi putri Cenora kini terlungkup.
Apakah aku salah lihat, wajahnya mencium tanah bukan? Wajah paling cantik di dunia mencium sebuah tanah!! Apa yang sebenarnya dilakukan oleh Achiel sih!!
"Kak... Kenapa dia menelungkup seperti itu. Seharusnya kamu meletakkannya di tempat yang bersih, dia adalah anak yang diberkahi dewa"
"Ahh ini...Aku melempar dia karena aku tahu bahwa kamu sedang disentuh oleh pria lain." Ungkap Achiel santai
Haha...Kamu melemparnya?!! Kenapa kamu melempar tubuh cantik ini sialan, bocah ini benar-benar tidak tahu diri! Apakah dia tidak tahu bahwa wanita ini akan menjadi istrinya nanti, jika wajah cantik itu lecet kamu harus tanggung jawab bodoh.
Suara terompet terdengar jelas oleh mereka berdua, sepertinya ras human sudah mengetahui bahwa sang putri telah menghilang. Mereka harus cepat pergi dari tempat ini.
"Ayo pergi kak"
Achiel dengan malas menggendong tubuh Cenora, tangannya pun menggenggam tangan milik Aafreda dalam sekejap mereka menghilang.
Aafreda membuka matanya secara perlahan, ia merasa sedikit pusing dan mabuk. Apakah Achiel melakukan teleportasi? Bagaimana bisa dia memiliki kekuatan ini tapi Aafreda sama sekali tidak mengetahuinya.
Apakah dia sengaja menyembunyikan nya, selama ini dia tidak pernah menggunakan kekuatan hebat itu. Apakah roh tanaman bisa melakukan hal ini?! Hah aku lupa dia kan pemeran utama, sialan penulis novel kenapa bukan aku saja yang memiliki kekuatan itu agar aku menjauh dari kedua tokoh ini! Kesal Aafreda
Author : Maaf Aafreda tapi kamu hanya pemeran pembantu wkwkwk
Aafreda : Sialan
Aafreda menatap bangunan didepannya, dia melihat Achiel yang membawa masuk tubuh putri Cenora yang masih belum sadarkan diri. Aafreda pun mengikuti Achiel, dia tidak tahu dimana mereka berada sekarang
__ADS_1
"Dimana ini?" Tanya Aafreda
"Menurutmu ini dimana?"
Aafreda mengangkat bahunya tanda tidak tahu, Achiel pun melempar kembali tubuh Cenora di atas sebuah tempat tidur. Aafreda sangat terkejut dengan tingkahnya itu, untunglah dia dilempar di atas tempat tidur bukan di tanah seperti tadi.
Kenapa Achiel terkesan tidak menyukai putri ini sama sekali yah? Apakah aku salah? Tidak mungkin, Achiel adalah tipe tsundere dia pasti malu untuk melakukan hal romantis didepan ku karena aku adiknya. Iya pasti karena itu, mungkin lain kali aku akan menjauh jika mereka berdua saja.
"Apa yang kamu pikirkan?" Tanya Achiel
"Hah..apa?Ahh aku memikirkan tempat ini?Dimana kita sekarang ?"
"Hah kamu ini bodoh sekali, kita di perbatasan dengan faksi Neutrum."
"Maksudnya kita perbatasan dengan faksi itu??? Apakah kita akan diterima oleh mereka, mereka sangat sensitif dengan kedua faksi Alliance dan Dunkelheit dan tidak akan ikut campur kedalam pertumpahan darah dengan kita" Ungkap Aafreda
Faksi Neutrum adalah faksi ketiga yang bersifat netral, mereka tidak ikut dalam pertempuran darah yang dilakukan oleh kedua faksi. Faksi Neutrum tinggal di sebuah wilayah paling Timur tepatnya wilayah yang penuh dengan Padang pasir, faksi ini hanya terdiri dari beberapa ras saja. Ras mereka terdiri dari wolf, Draine dan Orc, Shura, Askati, humanoid. Ke enam ras ini hanya ingin hidup tenang di tempat yang begitu mengerikan seperti Padang pasir yang begitu panas ini.
Pantas saja aku merasa panas sedari tadi, ternyata karena berada di faksi Neutrum. Pikir Aafreda
Achiel segera melangkah pergi, Aafreda kemudian melirik putri Cenora yang masih belum sadar sedari tadi. Apa yang dilakukan Achiel hingga putri ini belum sadar sama sekali?
Aafreda pun tak ingin memusingkan hal itu, dia pergi ke sisi lain dari tempat tidur dan menjatuhkan dirinya. Aafreda merasakan tempat ini sangatlah panas, dia pun memutuskan membuka pakaiannya dan pergi tidur.
Lagipula Achiel sudah pergi, dan disini hanya ada putri Cenora yang tidak sadar.
Aafreda pun menutupi bagian terpenting dengan selendang miliknya, selendang itu bewarna hitam dan tipis membuat ia tidak akan kepanasan. Aafreda pun terlelap dalam tidurnya.
...----------------...
"Telusuri semuanya, jangan kembali sebelum menemukan sang putri!" Teriak komandan pasukan human, Labhrain Le Ilario Jagustin.
"Baik" Teriak seluruh pasukan human
__ADS_1
"Ahh Labhrain teman lama ku, sudah lama tidak bertemu" Ungkap Vincent yang mendekati Labhrain
"Yang Mulia Vincent, maafkan atas kejadian ini. Kami harap anda dapat memaklumi nya"
"Yah..Aku memahami hal ini, lagipula ras human memang paling banyak diincar oleh ras manapun. Jadi tidak salah jika putri Cenora yang akan dinobatkan menjadi Ratu harus diculik aku dapat memaklumi nya tapi...Aku tidak dapat memaklumi kenapa tidak ada satupun ras human menyadari hal ini sama sekali. Aku menjadi penasaran kenapa faksi Dunkelheit sangat takut dengan kalian? Apa yang spesial dari itu?" Tanya Vincent sinis
Labhrain hanya tersenyum kecil, dia pun menatap Pangeran Vincent dengan dingin. Dia sudah tahu bahwa ras mereka hampir memiliki tabiat sama dengan faksi Dunkelheit tapi mereka tidak ingin disamakan dengan faksi buruk itu.
"Maafkan hamba Yang Mulia, hamba harap anda dapat kembali dengan selamat ke ras anda"
"Hmm benar, aku harus kembali. Ahh sebelumnya aku harus memberitahukanmu sesuatu, aku bertemu dengan ras Elf di lokasi kamar putri Cenora. Aku ingin tahu kenapa elf itu mengetahui lokasi kamar putri Cenora? Aku hanya ingin memberitahukan mu tentang ini, baiklah aku pergi"
Labhrain menatap kepergian Vincent dengan dingin, dia pun kembali ke dalam kerajaan untuk melakukan panggilan dengan ras NightElf.
...----------------...
"Umm...Lelah sekali rasanya" Gumam Aafreda yang baru terbangun dari tidurnya
Aafreda pun segera duduk betapa terkejutnya Aafreda melihat sosok gelap Achiel didepannya. Achiel kini sedang menatap Aafreda dengan aneh.
Apa..apa yang kamu lihat!!! Apakah kamu batu pertama kali melihat seorang wanita setengah telanjang seperti ini! Yah lagipula dia tidak pernah dekat dengan wanita lain sih selain aku. Pikir Aafreda
"Ad...Ada apa kak?" Tanya Aafreda
Kenapa aku gugup!! Aku seharusnya bersikap biasa saja, ish memalukan sekali
Achiel masih tetap diam, dia pun memajukan bangku yang ia duduki dan mendekatkan wajahnya ke wajah Aafreda. Wajah mereka berdua semakin dekat dan dekat, Aafreda gugup karena hal itu.
Tiba-tiba suara rintihan seseorang terdengar, Aafreda membalikkan tubuhnya dan menatap putri Cenora yang sepertinya akan terbangun. Aafreda dengan cepat mengambil pakaian nya di pinggir tempat tidur, tapi dia sedikit ragu untuk memakai pakaiannya didepan Achiel.
Ahh terserahlah, lagipula dia tidak akan tertarik dengan tubuh ini. Pikir Aafreda
Setelah memakai pakaiannya, putri Cenora membuka matanya secara perlahan. Ia menatap langit-langit yang asing, putri Cenora pun perlahan bangun dan melihat bingung ke arah Aafreda dan Achiel
"Siapa kalian?" Tanya Cenora
__ADS_1