Dark Soul

Dark Soul
Roh Alat Aafreda


__ADS_3

Aafreda memasuki kelasnya untuk pagi ini, dia berada di kelas yang berbeda dengan Sex dan Achiel. Setelah kelas selesai Aafreda berjalan menuju arah hutan tempat ia pernah berlatih dengan gurunya, disana gurunya telah terlihat sedang menunggu Aafreda. Aafreda tersenyum manis dan mendekati sosok gurunya.


Malam Sebelum nya


Aafreda sedang tertidur nyenyak di atas tempat tidurnya, tiba-tiba sebuah sentuhan menyadarkan dia. Aafreda mengucek matanya yang masih setengah sadar, dia melihat seekor kucing manis duduk di atas perutnya sambil menjilat tangannya yang mungil. Aafreda melihat sesuatu ada di punggung kucing itu, ia pun mengambil sebuah surat yang telah di ikatkan pada kucing manis tersebut.


Hutan tempat kita latihan setelah kelas pagi mu selesai. Salam gurumu


Ahh ini dari guru, seperti nya aku akan berlatih lagi dengannya. Tidak buruk melatih tubuhku menjadi lebih kuat dengan pria itu, dia juga pria yang sangat baik.


Selesai


"Guru apakah aku datang terlambat? Apakah kamu sudah lama menunggu?"


"Tidak aku baru saja tiba"


Aafreda menganggukkan kepalanya sambil tersenyum, dia tidak ingin membuat gurunya menunggu dirinya. Tiba-tiba gurunya mengeluarkan cahaya dari telapak tangannya dan terlihat sebuah gambaran palu besar yang begitu indah di mata Aafreda.


"Apa itu guru?"


"Ini adalah roh alat ku"


Wah sangat luar biasa, roh alat guru adalah palu. Ternyata roh alat itu bermacam-macam juga jenisnya, baru pertama kali aku melihat roh alat selain pedang dan tombak.


"Kelihatannya milik guru sangat berbeda dari punya teman-teman ku di akademi"


"Tentu saja berbeda, roh alat ini aku dapatkan dari mengumpulkan cincin roh. Pada saat itu lah roh alat ku semakin berkembang dan berubah menjadi lebih kuat"


"Cincin roh?"


"Yah, aku rasa kamu pernah mempelajari tentang cincin roh di kelasmu. Cincin roh merupakan alat yang digunakan oleh orang-orang seperti kita untuk mengembangkan teknik roh kita sendiri, kamu adalah pengguna roh tanaman maka kamu harus mengumpulkan sebanyak mungkin cincin roh tanaman tapi tidak semua bisa kamu gunakan karena kebanyakan cincin roh tanaman sangatlah berbanding terbalik penggunaannya dari yang kita harapkan"


"Apa maksudnya guru?"


" Lebih jelasnya, cincin roh tanaman rata-rata memiliki kekuatan untuk merusak tubuh pengguna nya. Roh tanaman adalah roh yang sangat sulit untuk dipelajari, mereka selain tidak berguna juga dapat membuat kematian kepada pengguna roh nya. Jadi kamu harus mengetahui cincin roh mana saja yang sangat aman untukmu Aafreda"


Apa-apaan ini!! Aku sudah menjadi pengguna roh yang tak berguna sekarang malah menjadi pengguna roh yang akan mati karena roh nya sendiri. Apakah hidupku tidak bisa lebih baik lagi ?

__ADS_1


Aafreda menatap sang guru yang mengambil sesuatu dari kantongnya, gurunya pun melemparkan sesuatu ke udara. Di atas udara terlihat beberapa benda yang seperti cincin dengan bentuk dan cahaya yang berbeda-beda.


"Ini adalah cincin roh yang aman untukmu"


"Kenapa aku harus mempelajari ini guru? Bukankah cincin roh berada di tingkat yang lebih tinggi, aku bahkan belum menaklukan kekuatan roh ku sendiri. Aku saja belum bisa untuk mengeluarkan nya dengan baik da sempurna"


"Apakah kamu tidak tahu?"


Aafreda menggelengkan kepalanya dengan bingung, memangnya ada sesuatu yang tidak ia ketahui sama sekali? Gurunya memasang wajah penuh dengan kegusaran, Aafreda penasaran dengan hal itu.


"Ada apa guru?"


"Sebentar lagi dalam setahun ke depan akademi akan mengadakan pencarian cincin roh kepada para siswanya. Kalian akan dilepaskan ke hutan antah berantah, disana terdapat banyak cincin roh tapi..."


"Tapi?"


"Kamu seperti nya benar-benar tidak tahu, Aafreda aku akan mengatakannya kepadamu dan dengarkan baik-baik. cincin roh yang akan kalian dapatkan bukanlah sebuah benda tapi sebuah mahkluk hidup, kalian harus membunuh mahkluk itu untuk mendapatkan cincin roh kalian."


"Mahkluk seperti kita?"


Kalau manusia aku tidak yakin bisa membunuh nya. Mengerikan !!


Sepertinya ini terlihat lebih sulit daripada yang aku perkirakan, aku harus melewati semua ini. Aku harus tetap hidup.


"Lihat didepanmu Aafreda, cincin dengan warna merah itu adalah tingkat dasar dari roh tanaman. Cincin ini memiliki lambang bunga mawar didepannya, kalau kamu mendapatkan cincin ini itu cukup bagus untuk meningkatkan pertahanan roh tanaman mu walaupun tidak seberapa"


"Disampingnya dengan cincin berwarna kuning, tidak memiliki lambang sama sekali. Cincin ini cukup untuk menambah pengetahuan tentang tanaman"


"Yang ketiga cincin dengan warna hijau, memiliki lambang bunga melati. Ini adalah cincin yang berguna untuk penyembuhan"


"Keempat adalah cincin berwarna biru dengan lambang bunga anggrek, ini adalah cincin yang sangat berguna untuk meningkatkan kekuatan pengguna roh dalam hal kecepatan"


"Terakhir cincin dengan aura ungu gelap, memiliki lambang lavender. Ini adalah cincin yang dapat membuat lawanmu terpengaruh hipnotis, sangat berguna untuk pertempuran dalam lawan banyak. Aafreda semakin pekat warna ungu dalam cincin tersebut, maka semakin pekat pula kekuatan yang mereka miliki, jika kamu menemukan cincin yang tidak memiliki lambang seperti aku katakan jangan pernah mengambil cincin itu karena akan membunuh dirimu sendiri nanti"


"Aku mengerti guru, tapi apakah hanya lima cincin ini yang ada di seluruh dalam hutan. Aku rasa mungkin ada banyak"


"Memang banyak tapi yang sesuai dengan roh tanaman mu adalah kelima cincin ini, sudah aku katakan sebelumnya roh tanaman sangat sulit menemukan roh cincin yang cocok untuk mereka. Aku sudah meneliti lebih dalam roh tanaman mu, dan menemukan kelima cincin yang cukup cocok untukmu"

__ADS_1


Astaga dia sangat baik sekali, tidak sia-sia aku memilih nya sebagai guruku


"Terimakasih guru atas ilmu yang kamu berikan"


"Tidak, aku merasa bersalah kepadamu karena aku harus kembali hari ini ke faksi. Aku bahkan belum memberikan ilmu ku kepada mu sama sekali"


"Guru akan kembali?"


" Benar ada sesuatu yang mendesak"


"Kapan guru akan ke akademi lagi?"


"Entahlah, aku tidak bisa menentukan kapan kembali ke tempat ini jika sudah berada di kumpulan faksi. Aafreda guru harap kamu menjadi lebih kuat dan mengubah semua yang terjadi di dunia ini, aku merasakan sesuatu itu dari dirimu. Kamu berbeda di antara yang lainnya namun kamu istimewa secara bersamaan."


Aafreda tersenyum manis kepada gurunya, kata-kata seperti itu tak pernah ia dengar sama sekali oleh siapapun. Gurunya adalah orang pertama yang memerhatikan dan melihat dia dalam sisi yang berbeda, Aafreda sangat mensyukuri hal tersebut.


"Terimakasih guru, kamu adalah orang pertama yang melihatku secara istimewa"


Guru nya pun mendekati Aafreda dan mengelus kepalanya dengan lembut. Gurunya tiba-tiba berjongkok dan mengeluarkan sesuatu dari tangannya, itu adalah roh alat panahan. Aafreda tak mengerti maksud gurunya mengeluarkan roh alat itu.


Tidak heran jika dia mempunyai dua roh alat, dia adalah dewan tertinggi di faksi Dunkelheit


Tentu saja dia memiliki kekuatan yang kuat.


"Ini ambillah"


"Ha?"


"Ambillah roh alat milikku ini, aku sudah lama tidak menggunakan nya. Kamu memiliki bakat untuk menguasai tiga roh, jadi kamu bisa mempelajari untuk menggunakan roh alat. Ini dapat melindungi mu di luar sana"


"Tapi guru, aku tak memiliki bakat di roh alat sama sekali"


"Tidak, kamu memiliki nya tapi kamu belum mengasahnya Aafreda. Guru harap kamu dapat menguasai roh alat ini dengan baik"


Aafreda mengambil panahan itu dalam sekejap panah itu menghilang menjadi serpihan cahaya dan memasuki tubuhnya. Aafreda merasakan sensasi aneh di dalam dirinya.


Aafreda menatap gurunya yang kini sudah berdiri dan berjalan menjauh, perlahan gurunya menghilang ditengah hutan yang cukup gelap itu.

__ADS_1


"Luar biasa" Teriak Aafreda


__ADS_2