
Aafreda menatap Cenora dingin, dia pun melihat pasukan yang dibawa Cenora. Aafreda melirik ke arah belakang kemungkinan Vincent sudah berhasil mengobati dirinya dari racun yang telah ia berikan. Aafreda pun memantapkan kakinya dan berlari menuju Cenora dan pasukannya.
"Serang dia!!" Teriak Cenora
Aafreda melompat tinggi dan mengeluarkan tanaman julur nya, tanaman itu dia ubah menjadi sebuah senjata berbentuk cambuk yang mengeluarkan cahaya jingga, dia mengarah kan cambuk tanamnya ke arah pasukan Cenora dan menarik mereka menjauh dari portal.
Cenora tidak tinggal diam, ia menarik pedang salah satu pengawal disampingnya dan melangkah mendekat Aafreda yang sibuk melawan beberapa orang. Cenora pun menjelang Aafreda, mendengar teriakan Cenora, Aafreda pun mengalihkan pandangannya dan melakukan salto saat pedang itu akan mengarah ke bagian punggungnya.
Tangan Aafreda menyentuh permukaan tanah, dalam sekejap tanaman julur nya menarik semua kaki orang-orang disekitar nya termasuk Cenora. Cenora di tarik ke atas dengan tinggi, Aafreda mengambil napas panjang kekuatan rohnya sudah hampir diambang batas, dia sudah terlalu banyak menggunakan roh nya sejak tadi.
Aku harus pergi sekarang, aku tidak akan bisa bertahan lebih lama lagi.
__ADS_1
Aafreda pun berlari kencang menuju portal namun seorang pria menyerangnya dari samping, Aafreda terguling ke permukaan tanah dia merintih kesakitan saat melihat tangan kanannya sudah terluka parah.
Lahbrain? Dia disini pasti karena Cenora!
"Aku tidak akan mengizinkan mu keluar dari wilayah ini, kamu adalah tahanan faksi Alliance" Ungkap Lahbrain
"Tahanan? Aku bukan seorang penjahat, aku tidak pernah membunuh siapapun tuan"
"Tapi kamu adalah musuh"
Aafreda mengalihkan matanya ke arah Cenora yang kini sudah terlepas dari jeratan julurnya. Aafreda menelan liurnya dengan kasar, tetesan keringat tanpa henti mengalir di dahinya. Dia tidak punya pilihan selain melalukan hal itu.
__ADS_1
Aafreda pun mengeluarkan tanaman julurnya dari permukaan tanah, tanaman itu begitu besar dan menyerang semua orang. Cenora berteriak ketakutan yang membuat Labhrain kehilangan fokus kepada Aafreda, Aafreda memuntahkan seteguk darah segar. Ia pun tertatih-tatih berjalan ke dalam portal yang semakin menyempit saat dirinya hampir masuk, sebuah panah menancap ke punggungnya. Aafreda membalikan tubuh kecilnya dan melihat si pemanah yang tidak lain adalah Vincent, dari kejauhan Vincent terlihat sangat pucat sepertinya racun yang Aafreda berikan cukup berdampak kepada pria itu. Aafreda menyeringai dan memasuki portal, dalam sekejap portal tersebut menghilang.
"Akhh"
Aafreda terjatuh ke permukaan tanah, ia merintih kesakitan saat panah di punggungnya semakin menancap begitu dalam. Dia tidak tahu portal ini membawanya kemana, portal faksi selalu berubah-ubah jika dia berada dalam faksi Dunkelheit mungkin dia akan mati juga. Aafreda pun menutup matanya saat dia sudah tak bisa menahan apapun lagi.
Aafreda merasakan seluruh tubuhnya sangat sakit, dia membuka matanya dan menatap langit ruangan yang begitu asing. Aafreda melihat sekitar ruangan tersebut namun dia tak menemukan petunjuk dimana dirinya berada. Aafreda mencoba untuk duduk, namun dia merasa sangat lemah saat ini
"Benar-benar menyakitkan, kenapa aku harus menjadi seperti ini sih!"
"Ohh..sudah bangun!" Ungkap seorang anak kecil yang kini berlari keluar dengan cepat.
__ADS_1
"Siapa lagi anak itu? Apakah aku dipenjara sekarang?"
Suara langkah kaki seseorang dengan cepat mendekati tempat Aafreda, saat mata mereka saling bertemu Aafreda termangu menatap orang didepannya.