Dark Soul

Dark Soul
Penculikan Sang Putri (2)


__ADS_3

Aafreda mengendap-endap menuju kamar milik putri Cenora, dia menduga bahwa sekarang sudah terjadi pertemuan dengan Achiel dan Cenora.


Ahh apakah begini rasanya cinta dalam diam, tapi aku tidak mencintai Achiel, yang cinta padanya adalah Aafreda yang dulu. Aku tidak boleh sedih dengan hal ini. Pikir Aafreda


Aafreda menghilangkan pemikiran anehnya, intinya dia menculik sang putri biarkan hidup tenang dengan Achiel dan ia akan menemukan cara untuk mendapatkan tanaman penyembuh sang ibunya tanpa pertolongan Achiel sama sekali.


...----------------...


Achiel menatap wanita yang kini sedang melihat ke arah jendela dengan wajah sedih, Achiel meyakini bahwa wanita itu adalah putri Cenora.


Aafreda kini sudah berada di lokasi kamar Cenora, dia mencoba mencari cara ke atas tiba-tiba dia menemukan Achiel yang kini duduk di atas pohon sambil mengamati sesuatu. Aafreda meyakini bahwa Achiel sedang menatap Cenora dan jatuh cinta pada pandangan pertama kepadanya.


Lagipula putri Cenora dikatakan sangat cantik dan mempesona, siapa yang tidak takluk dengan wajah seperti itu. Pikir Aafreda sedih


Bahkan Achiel tak memikirkan dirinya sama sekali, dia pasti tidak mengetahui jika dirinya tadi hampir kehilangan dia. Benar-benar pria ini hhh...


Dia bahkan tidak tahu jika aku sudah berada disini, hah pasti menyenangkan memandangi wajah cantik sang putri bukan? Yah begitulah cerita dalam novel, seorang penculik yang jatuh cinta dengan korbannya, haruskah ini dijadikan sebagai drama di televisi? Hah menyebalkan. Pikir Aafreda kesal


"Tunggu disini, jika aku sudah keluar kamu harus cepat pergi. Mengerti?" Ungkap Achiel kepada Aafreda


Ehh dia tahu aku ada disini? Aku kira dia hanya fokus dengan kecantikan sang putri.


"Hmm Baiklah"


Achiel segera melompat dan memasuki kamar putri Cenora, dia tak mendengar ada suara teriakan sama sekali. Yah Aafreda mempercayai bahwa Achiel memiliki kemampuan yang hebat, tiba-tiba Aafreda melihat sosok Achiel yang telah melayang di udara sambil menggendong sosok wanita dengan gaun putih panjang nya. Dari bawah saja sudah terlihat bahwa mereka adalah pasangan yang sangat serasi.


Aafreda pun mengikuti mereka namun seseorang menarik tangannya dan membawa ia kepelukannya. Aafreda memegang hidungnya nya yang kesakitan karena dada bidang orang itu.


Apakah itu dada atau batu sih? Hidung ku seperti nya akan patah.


Aafreda mendongak dan menatap wajah orang yang menarik tubuhnya, dia tidak punya waktu untuk melayani orang lain sekarang. Dia harus kabur, tapi setelah melihat wajah didepannya. Aafreda meyakini dirinya akan sulit untuk kabur dari tempat ini.


Wahh...Dia...di..dia...Tidak mungkin bukan? Seharusnya tidak ada pernah orang muncul disini. Di dalam novel tidak pernah disebutkan bahwa pemeran lain yang akan muncul ditempat kejadian. Siapa orang ini?

__ADS_1


Aafreda mengetahui siapa pria dihadapannya ini, dia dapat merasakan bahwa orang ini adalah ras Origin. Tapi dia ingat bahwa tidak ada satupun orang yang berada di tempat kejadian penculikan sang putri.


"Siapa kamu?" Tanya pria itu


"A..aku? Siapa aku? Ahh maksudku siapa kamu?"


"Aku bertanya lebih dulu, siapa kamu?" Geram Vincent


Aafreda merasakan pergelangan tangannya sakit, ia mencoba untuk memberontak namun pria itu memeluk pinggang nya dengan erat. Aafreda dapat merasakan hawa napasnya yang begitu dekat, tanpa Aafreda ketahui bibir miliknya hampir mendekati bibir milik Vincent.


Sebelumnya


Vincent kini sedang melangkah menuju kamar milik Cenora, namun ia berhenti dijalannya dan mencium aroma darah yang sangat segar. Aroma darah seperti ini sangatlah langka, aromanya bahkan lebih kuat daripada milik Cenora.


Vincent berbalik dari tujuannya dan mengikuti aroma tersebut, dia menemukan sosok wanita bertudung merah sedang melihat ke atas langit. Vincent menatap langit biru yang tak menunjukkan apapun, apa yang dilihat oleh wanita itu?


Vincent mendekati wanita itu yang sepertinya akan kabur, ia menariknya kedalam pelukannya dan melihat bahwa wanita tersebut buta. Entah kenapa Vincent merasakan dirinya bergairah, dia tidak tahu apakah ini karena darah wanita itu atau karena sosoknya yang misterius.


Rambutnya sangat mirip dengan Cenora. Pikir Vincent


End


Sebuah tusukan pedang terasa di punggung Vincent, Vincent menyeringai dia tahu bahwa ada seseorang yang telah menyerang dia dari arah belakang. Tapi kenapa orang ini menyerang nya?


"Lepaskan wanita itu" Geram Achiel


"Hahh...Jadi begitu karena wanita kecil ini"Gumam Vincent yang didengar oleh Aafreda


Hah kecil, darimana bagian ku yang kecil. Tubuhku sangat seksi hanya mata ku saja yang tidak terlihat, mungkin aku bisa mengalahkan pemeran utama wanita jika aku bisa membuka kain mata lusuh ini. Pikir Aafreda


"Bagaimana ini aku tidak mau melepaskan buruanku" Ungkap Vincent


"Lepaskan atau mati" Ungkap Achiel dingin

__ADS_1


Wah kalau aku jadi pria ini aku akan melepaskan diriku, hawa tekanan Achiel sangat menakutkan sekali.


Vincent pun tiba-tiba menghilang dari hadapan Achiel dan berpindah tempat ke belakangnya. Dia semakin mengeratkan pelukannya di pinggang Aafreda, Aafreda tidak menyukai sentuhan fisik dengan pria yang tak dikenalnya.


Apakah dia mesum, kenapa dia memeluk ku erat sekali sih?!!


Achiel tertawa sumbang, mendengar tawa Achiel membuat Aafreda merinding ketakutan. Pria ini tak pernah tertawa selama hidupnya, tapi untuk pertama kalinya dia tertawa melihat Aafreda ditangkap oleh seorang pria yang tak dikenal. Apakah hal itu lucu?


Sialan apakah dia menertawai ku karena muda ditangkap?!! Awas saja kamu Achiel, aku akan memperlihatkan kepadamu jurus Aafreda.


Aafreda dengan kesal kembali memeluk Vincent, Vincent menaikkan alisnya dengan bingung. Disisi lain Achiel yang menatap kejadian itu semakin penuh dengan amarah, ia bergerak dengan cepat dan menyerang Vincent. Vincent terkejut dengan taktik seranganya dan dalam sekejap Aafreda kini berada di gendongan Achiel.


Ehh apa itu? Aku seperti bertelepotasi saja. Apakah anak ini memiliki kemampuan itu? Pikir Aafreda


Aafreda merintih kesakitan karena Achiel menekan pelukannya, ia hampir tak bisa bernapas karena hal tersebut. Sebenarnya apa yang terjadi dengan pria ini?


"Hah sayang sekali aku sangat menginginkan wanita itu" Ungkap Vincent


Achiel diam, dia mengeratkan tangannya yang kini berada di pinggang Aafreda, dia membawa Aafreda kedalam pelukannya dan menatap Vincent dengan dingin.


Aafreda merasakan jantungnya berdegup dengan cepat karena tindakan Achiel, Aafreda pun menggelengkan kepalanya ini bukan hatinya tapi hati Aafreda yang dulu masih mencintai achiel.


"Baiklah aku akan pergi, sekarang aku punya sesuatu yang menarik"


Dalam sekejap Vincent menghilang dihadapan mereka berdua, Achiel pun menggendong Aafreda ala bridal style dan membawanya pergi dari tempat tersebut.


Sesampainya di tengah hutan, Achiel tetap diam tak menurunkan Aafreda. Aafreda bingung kenapa Achiel menjadi marah seperti ini


"Turunkan aku"


Achiel sama sekali tak mendengarkan Aafreda ia malah membawa wajah Aafreda mendekat ke wajahnya. Aafreda merasakan hawa napas Achiel yang sangat dekat.


"Kamu tahu bukan kalau kamu milikku" Geram Achiel

__ADS_1


Hah?!!! Pikir Aafreda bingung


__ADS_2