
Aafreda membuka matanya secara perlahan, Achiel menatap mata yang selama ini ia coba sembunyikan dari dunia nya namun ia terlambat saat mengambil kain mata Aafreda kembali. Aafreda menendang tubuh Achiel hingga terpental sangat jauh, Achiel merasakan tubuhnya seperti dihunus seratus pedang.
Aafreda melihat sekitarnya dengan mata yang memancarkan cahaya hijau, ia melihat mayat hidup faksi Alliance yang masih berusaha untuk membunuh faksi Alliance, dan beberapa Titan yang kini hampir menguasai seluruh wilayah perang. Aafreda pun menghentakkan kaki kanannya dalam sekali hentak, di saat itulah sinar kehijauan memenuhi seluruh wilayah perang.
Para Titan tiba-tiba tak dapat menggerakkan tubuh mereka, mereka seperti dipaksa untuk berlutut. Mayat hidup faksi Alliance juga dimatikan selayaknya mayat mati, dan suatu keajaiban melanda faksi Alliance.
"Akhh.. kepalaku"
"Kau...Kau bukankah kau tadi terluka parah? Bagaimana bisa kau berdiri tegak seperti itu!!" Teriak teman nya
"Cahaya apa ini ditubuhku?"
Semua faksi Alliance yang terluka parah kembali pulih dalam sekejap, begitupula dengan sosok Vincent yang terbangun dan melihat apa yang terjadi. Ia menyeringai melihat Aafreda yang kini sudah membuka jati dirinya sebagai anak yang diberkahi dewa, dengan kekuatan ini mereka akan menang.
Achiel merintih kesakitan, ia melihat dari kejauhan sosok yang selama ini ia cari tapi kenapa Aafreda menatap nya penuh kebencian, apa yang terjadi kepadanya? Apa yang telah dilakukan ras Origin kepada Aafreda?
Aku harus menutup matanya sebelum dunia ini tahu siapa dia, dia tidak boleh membuka matanya. Pikir Achiel
Achiel melesat ke arah Aafreda dan akan memasang kain mata yang kini ia pegang namun Aafreda lebih gesit darinya dan menendang kembali tubuh Achiel hingga terpental jauh, Achiel memuntahkan darah segar. Kekuatan Aafreda bukanlah kekuatan yang bisa dilawan di dunia ini.
Dia kehilangan kesadarannya atau dia memang ingin membunuhku? Pikir Achiel
Pada saat itulah suara seseorang terdengar oleh Achiel, ia tiba-tiba tersadar dengan panggilan ini.
"Dark Soul" Teriak Cenora
Cenora berlari menuju Dark soul, ia pun membantunya untuk berdiri. Cenora memeluk Dark soul dengan ketakutan, ia tak ingin kehilangan seorang pelindung nya.
Cenora berpura-pura menangis sambil menatap seorang wanita yang kini diselimuti cahaya kehijauan, Cenora memicingkan matanya penuh kemarahan. Ia tahu bahwa kekuatan itu adalah berkah dewa, tapi anak yang diberkahi dewa tidak mungkin anak itu? Harusnya kekuatan itu adalah miliknya?!!
"Dark Soul kamu harus bunuh dia, bunuh anak yang diberkahi dewa" Bisik Cenora
Dark Soul dalam sekejap menerjang Aafreda sambil mengayunkan pedangnya, namun Aafreda tidak tinggal diam ia membuat pedang baru dengan kekuatan miliknya. Mereka berdua pun beradu kekuatan dengan pedang masing-masing.
Kedua orang yang harusnya saling mencintai dan melindungi harus dimanfaatkan oleh orang-orang yang memiliki keegoisan tinggi. Mereka berdua harus saling membunuh untuk melihat siapa yang paling kuat dan akan membawa kemenangan.
Pertarungan antara Achiel dan Aafreda tampak seimbang, Vincent menikmati pertarungan mereka berdua sambil melirik ke arah Cenora. Sepertinya wanita human itu tak menyadari bahwa ia disini sedari tadi, ahh teman masa kecilnya masih cantik seperti biasanya.
Aafreda terkena sayatan pedang Achiel, namun sayatan di tangannya kembali menutup sempurna. Aafreda melihat wajah Cenora dari kejauhan, ia merasakan kemarahan pemilik tubuh sebelumnya dalam sekejap ia meraih wajah Achiel dengan tangannya dan membawa tubuh besar itu menghantam tanah dengan keras.
"Achiel" Bisik Aafreda
Achiel tiba-tiba tersadar, ia menatapi Aafreda dengan raut sedih. Aafreda berpikir ada sesuatu yang aneh dengan Achiel, pria ini sadar siapa dirinya dan melihat nya dengan lembut saat dipanggil tapi kenapa saat Cenora memanggilnya ia juga menuruti perintahnya. Achiel bukan orang yang mau menggubris orang lain memanggilnya.
"Aafreda? Apakah itu kamu?"
"Ini aku, kamu....Apakah kamu mengikuti perintah Cenora?" Tanya Aafreda
"Cenora? Siapa?" Tanya Achiel bingung
Ha?? Dia tidak tahu siapa Cenora? Ada yang tidak beres disini
"Dark Soul bunuh wanita itu!" Teriak Cenora
Achiel tiba-tiba mencekik leher Aafreda dan kini posisi mereka terbalik, Achiel berada di atas tubuh Aafreda dan mencekik Aafreda hingga wajah wanita itu memucat, Aafreda mencoba menarik tangan Achiel dari lehernya tapi kekuatan pria itu tiba-tiba menjadi lebih kuat.
Untungnya Vincent datang tepat waktu, ia menendang tubuh Achiel. Aafreda menarik napasnya dengan serakah, ia merasakan sakitnya berada di kematian.
Ha?? Dia benar-benar ingin membunuhku tadi? Tapi dia tidak tahu siapa Cenora, lalu kenapa dia melakukan perintah Cenora?
Aafreda melihat dari kejauhan Cenora membantu Achiel untuk berdiri, wanita itu berteriak histeris karena Achiel terluka.
"Dark soul?!! Apakah kamu baik-baik saja?"
__ADS_1
Dark soul? Kenapa wanita itu selalu memanggilnya Dark soul? Ahh benar di dalam novel diceritakan bahwa Cenora tidak pernah tahu nama Dark soul sebenarnya, dia terus memanggilnya Dark soul. Ketika aku memanggilnya Achiel, dia seperti sadar siapa aku tapi ketika wanita itu memanggil nya Dark soul dia seperti terpengaruh oleh sesuatu. Ada yang aneh?
"Merepotkan kalau tidak bisa bertarung kenapa harus datang kesini?" Sinis Vincent
Hei, aku telah menyelamatkan hidupmu tapi ini balasan yang aku terima, entah kenapa aku merasa menyesal telah menyelamatkan pria kasar ini.
"Jangan menatapku tapi tatap musuhmu, dia yang harus kamu awasi. Sepertinya dia sudah terkena sesuatu, antara wanita itu telah melakukan pray of God atau pria itu benar-benar mencintainya"
"Pray of God?" Tanya Aafreda bingung
"Itu kekuatan yang paling kuat dimiliki anak berkah dewa, aku menyadari bahwa pria itu seperti nya dalam kebingungan. Dia tahu siapa kamu tapi ketika wanita itu berteriak untuk membunuhmu dia tiba-tiba berubah, menurutmu apa yang dilakukan Cenora kepadanya?"
Aneh sepertinya dia mencoba memberitahukan ku sesuatu yah walaupun sikap nya kasar. Cenora apa yang dilakukannya terhadap Achiel?
"Bagaimana jika kamu mengurus Cenora dan buat dia mengeluarkan kekuatannya, aku akan meladeni pria itu. Kalau Cenora tidak bisa berbuat apa-apa di saat terdesak berarti dia telah menggunakan pray of God nya, dia tidak memiliki kekuatan apapun lagi"
Apakah aku harus melakukan apa yang dikatakan Vincent? Tapi aku harus tahu penyebab Achiel seperti ini. Aku awalnya sangat membencinya karena mencoba membunuh secara brutal tapi melihat dia menatapku sedih, aku tahu dia mengetahui siapa aku. Aku harus menyelamatkan nya.
"Baiklah, aku ikuti rencana mu"
Aafreda tiba-tiba muncul dibelakang Cenora dan menarik tubuhnya menjauh dari Achiel. Cenora kembali berterima nama Dark soul dan itu membuat Achiel seperti terpengaruh panggilannya, namun Vincent mencegah Achiel untuk menyelamatkan Cenora. Kedua pria itu bersaing sangat sengit.
Aafreda melempar tubuh wanita itu ke tanah, ia menahan kedua tangan wanita itu dan menatapnya dengan kesal. Apakah ini benar-benar pemeran utama wanita yang baik dan penuh kasih?
"Kamu!!! Apa yang kamu lakukan kepada kakakku!"
"Apa urusanmu! Sekarang kakakmu akan menjadi milikku!"
"Aku tidak akan segan-segan kepadamu, ingat aku seimbang dengan Dark soul, aku tidak akan mati bodoh!" Teriak Aafreda
Cenora menyadari hal itu, kekuatan milik Aafreda seharusnya adalah kekuatan miliknya. Dia adalah anak yang diberkahi dewa tapi kenapa wanita buta itu memiliki apa yang harusnya ia miliki.
"Kamu pencuri, anak yang diberkahi dewa adalah aku. Aku seharusnya memiliki kekuatan itu dan bersanding dengan Dark soul, bukan kamu wanita buta!!"
"Hei, apa yang kamu lakukan kepada kakakku sialan!" Aafreda menarik rambut Cenora dengan kasar, ia tak tahan lagi dengan wanita bermuka dua ini.
"Selalu saja Dark soul dan Dark soul, apa yang kamu lakukan kepadanya!!"
"Hahaha kamu ingin tahu? asal kamu tahu kakakmu telah menjadi pria yang akan mencintaiku selamanya."
"Apakah kamu telah menggunakan pray of God?" Tanya Aafreda menyelidik
Cenora memalingkan wajahnya menjauh melihat hal itu Aafreda kini menyadari sesuatu, ada sesuatu yang salah di dalam novel dan yang ia jalani sekarang. Achiel bukanlah pria yang mau dekat dengan orang lain, tapi ketika Achiel menyerahkan Cenora kepada para Titan ia menyadari bahwa Cenora mengatakan sesuatu.
“Bukankah kamu mengatakan kepadaku bahwa kamu mencintaiku? Kenapa kamu menyerahkan ku kepada ras yang berusaha menghancurkan alam semesta. Jadi, kamu tahu siapa aku dan menculikku untuk dibunuh oleh mereka”
Perkataan itu adalah perkataan dalam novel yang ia baca, kalau Achiel benar-benar mencintai Cenora dia mungkin sudah kabur bersama wanita itu dan meninggalkan nya. Namun Achiel tetap menyerahkan Cenora, jadi selama ini aku yang salah mengartikan nya? Sebenarnya Achiel di dalam novel tidak pernah mencintai Cenora tapi terpengaruh oleh kekuatan pray of God dan tidak ada satupun orang yang menyadari hal itu.
Kini aku tahu dengan jelas sekarang siapa yang seharusnya menjadi penjahat dalam novel ini. Cenora dia adalah wanita yang licik bermuka dua.
Aafreda melepaskan Cenora, ia pun berdiri dan menatap Vincent dan Achiel yang masih bertarung sengit. Namun Cenora masih saja memprovokasi dirinya.
"Asal kamu tahu kamu tidak akan bisa menanggung beban anak yang diberkahi dewa, seluruh dunia akan memburu dirimu. Mungkin mereka akan mencongkel mata hijau mu itu!!! Jadi berikan saja kepadaku kekuatanmu, biarkan aku yang menggantikan nya, bukankah aku baik?"
Aafreda menyeringai, ia pun melirik Cenora dengan sinis.
"Asal kamu tahu juga aku tidak takut dengan dunia ini, seharusnya kamu yang takut kini nasib kita berbalik. Kamu harus tahu perasaan yang dirasakan oleh Aafreda yang dulu, dia tak pernah bersalah sama sekali."
"Apa yang kamu katakan sialan"
Aafreda melangkah menjauh dari Cenora dan mengabaikan teriakan wanita itu. Ia pun melihat wilayah perang yang masih saja tetap saling bertarung, Aafreda menyatukan kedua tangannya sambil memejamkan mata miliknya.
" Aku Aafreda meminta kepada para dewa untuk menarik doa Cenora kepada Dark soul"
__ADS_1
"Hentikan!!" Teriak Cenora
"Aku Aafreda meminta kepada para dewa untuk.... Menyudahi perang ini"
"Tidak!! Hentikan sialan"
Cenora berlari ke arah Aafreda dan menutupi mata serta mulutnya, Aafreda mencoba memberontak, ia tak ingin melukai Cenora sama sekali. Tiba-tiba suara teriakan Cenora membuat Aafreda terkejut.
"Wanita sialan" Ungkap Achiel dingin
"Ti...Tidak, dark soul! Ini aku wanita yang kamu cintai!" Teriak Cenora
"Dark soul bunuh wanita ini!"
Achiel menatap wajah Cenora dengan dingin, ia pun mencekik leher Cenora dan membawa tubuhnya ke atas. Cenora tak bisa bernapas dan mencoba meminta pertolongan, ia tak ingin mati seperti ini.
"Hei, lepaskan dia" Ungkap Vincent
Aafreda menaikkan alisnya bingung, Vincent sebenarnya berada di pihak nya atau pihak Cenora. Tadi ia telah membantu dirinya sekarang ia membantu Cenora, apa yang dilakukan pria ini?
Ia sangat aneh, aku tidak tahu karakternya sebenarnya jahat atau baik. Dia kadang baik kadang tidak bisa diketahui sama sekali, aku harus hati-hati dengan Vincent
Kedua pria itu bertatapan dingin, Vincent menggenggam pergelangan tangan Achiel dengan kuat. Disisi lain Achiel tak terpengaruh oleh kekuatan Vincent, Aafreda pun meminta Achiel untuk melepaskan Cenora.
Bagaimanapun wanita ini...Entah kenapa aku tidak bisa membunuhnya. Aku atau Aafreda yang dulu yang sama sekali tidak mau membunuh wanita ini, entahlah hati ku terasa tidak nyaman.
"Lepaskan dia Achiel"
Achiel melepaskan Cenora hingga tubuh Cenora jatuh ke tanah dengan keras, Achiel pun mengalihkan pandangannya kepada Aafreda dan menyentuh wajahnya dengan lembut.
Dalam sekejap kain mata yang telah terbuka kembali terpasang kembali. Aafreda yang tidak siap akan itu, tiba-tiba penglihatannya menjadi menggelap. Achiel menggendong tubuhnya dengan bridal style dan membawanya pergi dari wilayah perang.
"Maaf tapi sandera ku tidak bisa dibawa begitu saja"
Vincent menghalang kepergian Achiel dan Aafreda, Aafreda menghela napas lelah sebenarnya pria ini mau apa?
"Menyingkir" Dingin Achiel
"Tapi dia adalah sanderaku"
Achiel melewati Vincent, Vincent pun menyeringai dan menusukkan jari-jarinya ke dalam leher miliknya. Aafreda tiba-tiba berteriak kesakitan.
"Akhhh"
"Aafreda? Ada apa?" Ungkap achiel khawatir
"Tubuhku rasanya sangat sakit dan panas"
Aafreda melihat Vincent yang kini sedang menghunuskan jari-jarinya panjangnya ke leher miliknya. Aafreda merasa apa yang ia pikirkan semoga tidak benar
"Jangan pergi membawa sanderaku, dia sudah terikat denganku loh... jika aku menusuk leherku seperti ini, dia akan kesakitan. Aku telah mengalirkan darahnya kedalam tubuh ku, aku bisa membuatnya mati dalam sekejap" Ungkap Vincent
Sialan jadi pria ini sowan ini sudah merencanakan semuanya dengan matang, jika aku terikat dengannya, aku tak bisa melakukan apapun. Tidak...Aku masih mempunyai pray of God.
"Hei gadis manis, asal kamu tahu saja kalau kamu melakukan pray of god untuk lepas dariku itu tidak akan bisa. Karena apa? Karena kutukan darah ini adalah pemberian dari para dewa, kalau kamu meminta untuk mematahkan kutukannya maka kamu akan mati"
Apa? Vincent pria ini sepertinya tahu banyak tentang kekuatanku, dia bukan lawan yang mudah dikalahkan. Achiel pasti terpancing kemarahan, kami tidak boleh terpancing olehnya.
"Achiel tenanglah, kita ikuti saja dia. Lagipula aku tidak ingin kembali ke faksi Dunkelheit lagi, kamu tahu bukan? Tapi...Kita harus menyelamatkan ibu dari sana setelah ini"
Achiel menghela napasnya dan mengangguk mengerti, selama Aafreda berada ditangannya dia akan mengikuti wanita nya.
"Keputusan yang bagus jika kalian menuruti ku" Ungkap Vincent
__ADS_1
Wilayah perang yang hancur hanya ditempati oleh keempat orang itu, pasukan Dunkelheit dan Alliance telah kembali ke tempat mereka semula. Ini adalah doa yang dilakukan oleh Aafreda, para dewa telah mengembalikan para ras itu kedalam faksi mereka masing-masing kecuali bagi ke empat orang yang memiliki keterikatan dengan para dewa.
"Sekarang kalian berdua sanderaku"