
"Apa?!! Mereka ditangkap? Ini tidak mungkin, jika tidak ada Dark soul kita tidak akan bisa mengalahkan para Undead dan ras sialan di Dunkelheit. Bagaimana bisa kalian membiarkan mereka ditangkap!!!" Teriak Ratu Maria
"Yang Mulia, itu...Kami tidak tahu apa yang terjadi, banyak sesuatu yang aneh saat di wilayah perang. Tiba-tiba saja kami semua kembali ke ras, kami juga terkejut dengan hal itu"
"Apa!!! Katakan kepadaku semuanya!"
"Di wilayah perang saat faksi Alliance sudah mulai di ambang kematian, tiba-tiba saja wilayah itu bercahaya hijau dan membuat pasukan Alliance yang terluka kembali seperti semula. Para mayat hidup yang dikendalikan Undead juga tak dapat digerakkan sama sekali, serta Titan yang berlutut kepada langit. Lalu....Dark soul dan Cenora entah kenapa mereka berdua seperti dikalahkan oleh sosok wanita misterius, wanita itu bahkan mampu menendang tubuh Dark soul dan melukainya. Kami hanya melihat sampai saat itu dan kemudian kami kembali ke ras secara tiba-tiba, saya juga tidak tahu apa yang terjadi Yang Mulia"
Ratu Maria mendengarkan semua itu dengan cermat, ia menyipitkan matanya mencoba memikirkan sesuatu.
"Wanita misterius itu, apa saja yang ia lakukan?"
"Saya...Saya tidak begitu tahu, yang saya lihat dia mampu melawan Dark soul bahkan Dark soul juga kewalahan melawannya"
"Cahaya hijau, kalian kembali secara tiba-tiba dan kekuatan pemulihan secara luas. Ini....Apakah wanita itu membohongi ku?" Geram Ratu Maria
"Yang Mulia?"
"Kalian semua tangkap wanita bernama Cenora dan bawa Dark soul kehadapan ku, jangan pernah kembali sebelum membawa mereka atau kepala kalian menjadi taruhannya" Teriak Ratu Maria
"Baik Yang Mulia"
...----------------...
Kini Cenora masih terbaring lemah di dalam sebuah kamar, Vincent melihat tabib kerajaan sedang memeriksa tubuh Cenora. Raut wajah Vincent tidak terlihat khawatir ataupun sedih sama sekali, wajahnya sangat datar tak menampilkan ekspresi apapun.
"Tuan sepertinya nona hanya mengalami shock saja, dia akan baik-baik saja selama beristirahat"
"Baiklah aku mengerti, berikan dia formula itu. Suntikkan saja ke dalam tubuhnya" Ungkap Vincent
"Tuan? Apakah anda yakin?"
"Ya, lakukan saja"
Sang tabib menyuntikkan sesuatu kedalam nadi Cenora, Vincent menyeringai dan segera melangkah pergi meninggalkan kamar Cenora.
"Leon segera mengobati pasukan dan bersiap-siap untuk memperketat keamanan kerajaan"
"Tuan.. Tapi pasukan kita dalam keadaan baik-baik saja"
Ahh benar wanita itu telah melakukan nya.
"Baiklah kembali dan laksanakan perintahku"
"Baik Tuan"
"Diana! Kamu tahu tugas mu selanjutnya bukan?"
"Ya tuan akan saya laksanakan"
Diana pun segera pergi meninggalkan Vincent menuju ke suatu tempat.
Diana menuruni tangga penjara bawah tanah, ia berjalan ditemani seorang pelayan sambil membawa nampan makanan. Ia pun berhenti di sebuah jeruji besi dan menatap nona yang pernah ia rawat selama beberapa Minggu ini.
"Nona Aafreda"
__ADS_1
Aafreda mengadahkan kepalanya dan terkejut melihat sosok Diana didepannya, ia pun tersenyum dan mendekat ke arah Diana.
"Diana kamu disini? Tapi kenapa kamu kesini, tempat ini tidak baik"
"Nona...Saya meminta izin kepada tuan untuk menemui nona bagaimanapun nona adalah seseorang yang saya layani. Saya merasa sangat sedih nona mengalami hal seperti ini"
"Jangan menangis Diana, ini adalah salahku. Maafkan aku"
"Nona tidak perlu minta maaf, ini adalah salah saya andaikan saja saya waktu itu tidak lengah, pasti nona masih berada di kamar"
Apakah dia tahu bahwa aku meracuninya?
"Tidak, ini adalah keinginanku jangan seperti itu"
"Hiks hiks nona sebagai tanda permintaan maaf saya, tolong terimalah makanan buatan saya ini."
"Tapi aku tidak berhak menerima ini, aku adalah musuh kalian"
"Tidak! Nona adalah nona yang pernah saya layani anda bukan musuh saya, nona saya harap nona menerimanya. Saya ingin meminta maaf"
Diana menangis hingga terisak membuat Aafreda terpaksa menerima makanan yang diberikan kepadanya. Diana pun berbincang-bincang dengan Aafreda sebentar dan segera pergi karena dipaksa oleh para pengawal untuk pergi.
"Nona tetaplah hidup"
Apa maksud perkataannya itu? Tetaplah hidup?
"Aku mengerti, aku akan tetap hidup. Terimakasih atas makanannya"
Aafreda kembali ke posisi awalnya, dia meletakkan makanan yang diberikan Diana kepadanya. Dia merasa curiga tentang sesuatu, Aafreda menggunakan roh tanamannya untuk mengecek apakah makana n ini aman dan hasilnya adalah aman
"Siapa dia? Kenapa dia memanggilmu nona?"
"Aahh dia adalah pelayan yang disiapkan Vincent untukku namanya Diana"
"Hmm Dia terlihat mencurigakan. Apakah kamu sudah memeriksa makanannya?"
"Sudah dan aman"
"Apakah kamu akan memakannya?" Tanya Achiel
"Selama ini aman aku akan memakannya"
Aafreda memakan makanan pemberian Diana, ia juga menawarkan kepada Achiel namun Achiel menolak.
Hari mulai menjelang malam, suara langkah kaki di penjara bawah tanah sangatlah kelam. Sosok yang sangat misterius bagi Aafreda kini berada didepan penjara mereka.
"Besok adalah hari penentuan kematian dan kehidupan kalian, kalian akan dihakimi didepan semua rakyatku. Bersiaplah"
"Apa maksudmu? Dihakimi? Kami tidak melakukan apapun!" Teriak Aafreda tak terima
"Hei kalian adalah musuh faksi, semua faksi akan berada di kerajaanku. Mereka ingin melihat kematian kedua musuh dari faksi Dunkelheit, bagaimana aku bisa menolak permintaan seluruh faksi ini"
Vincent sebenarnya apa yang diingkan dirinya?
Vincent pun meninggalkan Aafreda dan Achiel, Aafreda meratapi kesalahannya sedangkan Achiel menatap dingin semua yang ada dihadapannya.
__ADS_1
Keesokan paginya, para pengawal kerajaan Origin membangunkan Aafreda dan Achiel, hanya saja pengawal yang membangunkan Aafreda merasa marah karena Aafreda tak kunjung bangun. Achiel mencoba melepaskan diri dari para pengawal dan mencoba memeriksa Aafreda namun para pengawal origin melakukan kekuatan roh aneh kepadanya. Achiel sedikit kesakitan dan hampir kehilangan kesadaran.
Pengawal yang ingin membawa Aafreda memeriksa denyut nadi dan napasnya, ia pun menggelengkan kepalanya. Achiel terkejut dan berteriak mencoba untuk melepaskan diri.
"Tidak!! Aafreda!! Bangunlah!"
"Hei lakukan sesuatu dengan orang ini!"
"Aafreda!! Tolong bangunlah!! Apa yang kalian lakukan kepada nya!! Aku tahu kalian membunuh nya, aku tidak akan membiarkan hal ini!!!" Teriak Achiel
"Dia sudah mati bawa mayatnya ke tempat pembakaran" Ungkap salah satu pengawal
"Tidak!! Kalian mati, kalian akan mati ditangan ku!! Lepaskan aku!! Aafreda!!"
Tetesan air mata mengalir di pipi Achiel, dia mencoba melepaskan dirinya namun para pengawal sangat banyak mengerubungi dirinya dan menyentrum tubuhnya. Tiba-tiba salah satu pengawal menyuntikkan sesuatu kedalam tubuhnya dan Achiel pun kehilangan kesadaran, ia menatap tubuh Aafreda yang semakin menjauh
Tidak!! Jangan bawa dia jauh dariku lagi!! Aku akan membunuh kalian semua!!
Achiel dibawa ke tempat penghakiman dalam keadaan setengah sadar, ia menatap semua lingkungan yang mulai meneriakinya sebagai pembunuh dan berbagai macam hal lainnya. Vincent kini sedang duduk di altar kerajaannya sambil meminum minumannya dengan Cenora yang sudah sadar berada di sampingnya.
"Ahh hari yang indah, bukankah begitu Cenora?" Tanya Vincent
"Kamu tidak boleh membunuhnya, dia adalah orang yang aku cintai"
"Cenora sayang, dia adalah musuh kita. Apakah kamu ingin aku mengungkapkan semuanya kepada dewan faksi Alliance bahwa kamu telah berkhianat, apa yang akan mereka lakukan kepadamu nanti? Mungkin mereka akan membuatmu mati seperti pria yang kamu cintai itu" Bisik Vincent
Cenora bergetar ketakutan, dia tak ingin mati. Dia pun mengalihkan pandangannya dari Achiel
"Semuanya hari ini aku sudah menangkap musuh kita sang Dark soul, pahlawan dalam perang faksi Dunkelheit. Hari ini kita akan melihat penghakiman untuknya, dia akan dihukum mati" Teriak Vincent lantang
Cenora meremas pakaiannya, ia ingin menangis. Ia tak ingin melihat kematian orang yang ia cintai namun dia harus menyelamatkan dirinya juga sekarang.
"Dark soul kamu tahu ini adalah hari kematian mu"
Achiel tetap diam, dia menatap Vincent dengan penuh amarah dan wanita disampingnya, dia tak merasakan orang-orang yang melempari dirinya dengan batu dan berbagai hal lainnya. Tatapannya hanya tertuju kepada kedua orang itu, karena mereka lah dia dan dirinya Aafreda terpisah dan menjadi seperti ini dan karena merekalah dia kehilangan wanita yang ia cintai
Aku akan membunuh kalian
"Hukum dia" Teriak Vincent
Pengawal origin mendorong Achiel untuk naik ke atas kursi, hukuman Achiel adalah gantung diri. Achiel pun menaiki kursinya dan memasukkan kepalanya ke dalam tali
Tiba-tiba Achiel kehilangan pijakannya, dia menggantung kehilangan napas. Achiel menatap dengan dingin wajah Vincent yang tertawa tanpa henti serta orang-orang faksi Alliance yang kini berkumpul melihat kematian nya.
Entah kenapa Achiel melihat wajah Aafreda didepannya dalam bentuk bayangan, Aafreda tersenyum sambil menyentuh pipi nya dengan lembut. Achiel meneteskan air matanya
"Kamu merasakan apa yang telah aku rasakan, itu sudah cukup bagiku. Sekarang perlakukan aku dengan baik Achiel" Bisik bayangan Aafreda
Achiel membulatkan matanya terkejut, ia menatapi bayangan Aafreda yang semakin memudar. Entah kenapa Aafreda yang didepannya sangat berbeda terkesan penuh kesedihan dan keputusasaan
Aku akan kembali membalaskan dendam mu dan aku, aku akan melindungi mu Aafreda.
Tangan Achiel terkulai, kini matanya telah terpejam begitu erat. Sorak suara kemeriahan datang dari faksi Alliance, kematian Dark soul kini sudah terjadi.
Vincent memberhentikan tawanya, dia pun meninggalkan tempat itu dengan cepat. Sedangkan Cenora menatapi tubuh Achiel yang telah terbujur kaku.
__ADS_1
Di sisi lain Aafreda telah membuka kedua matanya...