
Aafreda kini menatap wajah Vincent yang terlihat pucat, tabib kerajaan mengatakan bahwa luka nya yang ia dapati setelah perang terbuka kembali. Tabib kerajaan sudah mengingatkan berkali-kali kepada tuannya untuk tak bekerja terlalu keras, tapi tuan nya tak mendengarkan apa yang ia katakan dan sekarang inilah yang terjadi.
Apa yang terjadi sebenarnya? Kenapa Cenora menyerang faksi nya sendiri? Aku tidak tahu apa yang terjadi di luar sana.
"Ahh...Sialan"
Aafreda melihat Vincent yang mulai meraba pinggangnya, kemudian tatapan Vincent mengarah kepadanya dengan dingin. Kenapa pria ini selalu tidak menyukai dirinya? Padahal dia baru mengenal pria ini saat penculikan saja.
Apa yang salah?!! Kenapa melihatku dengan tajam begitu, aku akan tusuk matamu dengan garpu hhh
"Hei kau, kapan kau mau membuka kain itu? Jangan bermain-main banyak nyawa dikorbankan disini"
"Main-main?? Menurutmu aku main-main selama ini. Bisakah kamu mengatakan sesuatu yang baik dari mulutmu itu"
"Hah....Yah kamu hanya tenang makan dan tidur di tempatku, apakah kamu tidak tahu apa yang dihadapi oleh prajurit ku!! Kalau kamu memang peduli tunjukkan kekuatan itu kepadaku sekarang!"
Vincent menekan bahu Aafreda dengan kuat membuat Aafreda kesakitan, dia tidak tahu apa yang terjadi. Tapi Aafreda dapat merasakan Vincent terpukul dengan kematian para prajurit nya.
"Aku...Aku juga ingin melihat apa yang terjadi! Aku tidak bisa melihat warna maupun rupa kalian semua! Aku juga ingin membuka kain ini tapi kamu juga tahu bahwa aku tak dapat melakukannya!" Teriak Aafreda
Benar hanya Achiel yang mampu membuka kain mata ku, tapi aku takut cerita ini sudah terlalu melenceng jauh dari novel aslinya.
"Pergilah, jangan menggangguku"
Aafreda segera berdiri dan keluar dari ruangan Vincent, dia tak mengerti kenapa semuanya tak bisa sesuai dengan rencana yang telah ia buat. Aafreda pun melangkahkan kakinya memasuki kamar miliknya namun dia melihat para pelayan yang berlalu-lalang di lorong kerajaan.
Aafreda memberhentikan seorang pelayan dan menanyakan apa yang terjadi.
"Hei sebentar, apakah ada sesuatu yang terjadi?"
"Nona?!! Anda sebaiknya masuk ke dalam kamar anda sekarang"
"Tunggu jawab dulu pertanyaan ku"
"Itu..umm...Para prajurit terkena wabah nona, hamba tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya tapi kami sedang mengobati mereka."
Wabah? Kenapa sekarang ada wabah? Ini semakin aneh saja.
"Wabah apa?"
__ADS_1
"Hmm mereka...mereka muntah-muntah dan mengeluarkan seonggok lintah nona lalu mata mereka berubah menjadi ungu gelap dan mereka mulai membunuh diri mereka sendiri. Sebaiknya nona masuk sekarang!"
Pelayan tersebut segera berlari meninggalkan Aafreda, Aafreda tak bisa berdiam diri ia pun mengikuti kemana pelayan itu pergi.
Ketika dia melihat bahwa pelayan itu menuju barrack para prajurit, ia banyak mendengarkan suara jeritan para pria gagah tersebut. Diluar barrack Aafreda menatap puluhan prajurit yang penuh dengan luka, Aafreda pun melangkah menuju tenda dan terkejut dengan apa yang ia lihat.
Apa-apaan ini!! Apa yang terjadi?!! Kenapa menjadi seperti ini
Banyak para prajurit yang muntah darah dan mengeluarkan lintah, kemudian sebagian dari para prajurit mencoba bunuh diri untungnya yang masih sadar mencoba menahan mereka. Aafreda melihat ada seorang prajurit didekatnya yang memuntahkan lintah, Aafreda mendekati prajurit tersebut dan menepuk pundaknya pelan.
Apakah ada sesuatu yang bisa aku lakukan?!! Kenapa aku lemah sekali sih, tidak punya kekuatan dan kepintaran tentang hal seperti ini.
Prajurit itu menatap Aafreda dan tersenyum tanda berterimakasih, Aafreda membantu prajurit itu untuk duduk di atas tempat tidur. Ia memberikan minum dan mengelap mulut nya yang masih penuh dengan darah.
"Apakah masih terasa tidak enak?"
"Terimakasih atas kebaikan hati anda nona, tapi saya memang tidak enak sedari tadi. Kami tidak tahu apa yang terjadi dengan tubuh kami"
Aafreda menarik tangan pria itu dan memeriksa nadinya, masih berdetak sesuai kecepatan manusia. Kemudian ia menyentuh wajahnya masih hangat sesuai suhu tubuh manusia, Aafreda pun meminta pria itu membuka mulutnya dan bau busuk keluar dari mulut itu. Aafreda bertindak seperti biasa saja agar pria itu tak tersinggung tapi aroma yang keluar dari mulutnya seperti aroma bangkai.
Apakah mereka makan sesuatu yang aneh?
"Umm...Kami hanya memakan makanan dari hutan saat perang seperti buah-buahan, kemudian memakan makanan yang dibawa dari kerajaan. Hanya itu saja"
Pasti ada yang melakukan sesuatu dengan makanan mereka, tidak mungkin mereka seperti ini...Atau mereka terkena ilmu aneh seperti sihir? Tapi sihir tak ada di dunia ini, hanya ada kekuatan roh.
Tiba-tiba pria itu mulai menggeram dan matanya berubah menjadi keunguan, pria itu mengambil pedang yang berada di pinggangnya dan akan menusuk nya ke tubuh pria itu. Untungnya Aafreda mencegah pria tersebut dengan menggunakan roh tanaman julurnya, pedang itu berhenti dan ditahan oleh tanaman julur Aafreda.
Semua orang yang melihat hal itu sangat terkejut karena ada seseorang dengan kekuatan roh tanaman disini. Mereka menatap wanita dengan Surai silver nya serta matanya yang tertutup. Aafreda tak menyadari bahwa dirinya sudah menjadi tontonan, dia kemudian memeriksa mata pria itu dan pada saat itulah sesuatu memasuki penglihatannya.
"Gunakan kekuatanmu untuk menyerang mereka Achiel, kekuatan para Titan. Kamu adalah pemimpin mereka sekarang" Ungkap Ratu Maria sambil menyeringai
"Kekuatan apa maksud anda yang Mulia?"
"Hipnotis, buat mereka kesakitan dan membunuh diri mereka sendiri lalu jadikan mayat mereka menjadi mayat hidup dan menyerang bagian dalam faksi Alliance. Kita akan menang dengan hal itu"
Achiel terdiam, namun seseorang memeluk lengannya dan tersenyum manis. Achiel pun ikut tersenyum karena nya.
"Dark soul aku akan berada di sampingmu" Ungkap Cenora
__ADS_1
"Baiklah aku akan melindungi mu, jangan menjauh dariku"
Apa itu?!! Apa yang terjadi? Aku melihat Cenora dan Achiel bersama? Ratu Maria apakah dia dalang dibalik semua ini? Pikir Aafreda bingung
Tanpa Aafreda sadari pria yang ia sentuh tadi perlahan mulai membaik, matanya mulai kembali seperti semula dan wajahnya sudah kembali seperti sedia kala. Pria itu menatap sekitarnya dengan bingung dan melihat Aafreda dengan aneh, dia pun menyentuh tangan Aafreda agar wanita itu sadar akan keberadaan nya.
"Nona?"
Aafreda menarik tangannya dari wajah pria itu, entah apa yang terjadi tapi Aafreda dapat melihat pria tersebut kelihatan lebih segar dan berenergi. Ia menatap sekitarnya dan baru menyadari semua orang melihat dirinya.
Aafreda tidak mempedulikan tatapan mereka dan memikirkan apa yang ia lihat saat menyentuh pria ini.
Jadi Achiel menggunakan kekuatan titannya untuk menghipnotis mereka, ketika mereka mati dia akan menggunakan mayatnya untuk menyerang bagian inti faksi Alliance. Sudah aku duga Achiel dan Cenora akan bersama, tapi entah kenapa aku merasakan ada sesuatu yang janggal? Dia tidak seperti Achiel yang biasanya.
"Nona!! Kenapa anda disini?!" Teriak Diana
"Ahh Diana aku sedang membantu disini"
"Tapi nona anda harus..."
"Tunggu Diana, apakah ini nona Aafreda? Diana biarkan nona ini membantu disini, dia tadi sudah menyembuhkan salah satu prajurit. Lihat prajurit itu kini dalam keadaan sehat"
Semua orang menatap pria yang masih bingung dengan apa yang terjadi, ia mendengar bahwa dirinya telah disembuhkan dan berterimakasih banyak kepada Aafreda walaupun dia tak mengingat secara detail.
"Terimakasih nona atas pertolongan anda"
Perasaan aku tidak melakukan apapun, aneh sekali.
"Haha yah..umm sama-sama?"
"Nona ayo bantu yang lain, anda pasti roh tanaman penyembuh bukan? Pasti anda berada di tingkat atas"
Aku memang penyembuh hanya saja aku kan berada di level paling bawah, bagaimana bisa aku menghilangkan kekuatan hipnotis milik Titan yang luar biasa ini.
Aafreda pun kembali mendekati pria yang sudah kehilangan kesadaran dan mengamuk ingin membunuh dirinya, ia pun menyentuh mata pria itu. Dia tak tahu apa yang ia lakukan, tapi sebelumnya dia melakukan hal ini kepada pria sebelumnya dan benar saja pria itu perlahan melemah dan pingsan.
Oho apakah aku manusia super sekarang?!! Aku bisa menghilangkan hipnotis Titan ini?!! Apakah aku sangat kuat? Jadi penasaran.
Malam itu Aafreda menghabiskan waktunya untuk menyembuhkan dan membantu para prajurit tanpa ia sadari kegiatannya telah diketahui oleh pria bermulut kasar yang ia benci Vincent
__ADS_1