
Aafreda dan Hermon bertahan selama beberapa hari di gua, akhirnya mereka memutuskan untuk pergi keluar dari tempat ini setelah banyak rayuan Aafreda untuk Hermon. Aafreda merasa pria ini terlalu merepotkan, apakah dia tinggalkan saja?
“Ayo pergi”
“Ahh ohh ayo” Jawab Aafreda
...----------------...
Aafreda berjalan di belakang Hermon, tak ada satupun diantara mereka saling berbicara. Bagaimanapun Aafreda harus mencari informasi lebih banyak dari pria ini sayangnya Hermon sangat berjaga hingga dia sulit untuk membaca isi kepala Hermon.
“Apakah kamu lapar?” Tanya Hermon
“Tidak, bagaimana dengan tubuhmu? Apakah masih sanggup untuk berjalan? Kita masih dipadang pasir pasti sangat sulit untukmu”
“Tidak masalah, kita harus keluar atau kita akan menjadi makanan roh monster. Setidaknya aku ingin mati diluar perut roh monster haha”
Aafreda tersenyum kecil, seharusnya ia mengatakan bahwa tempat mereka sebelumnya sama sekali tak ada roh monster. Tapi, dia tak mungkin mengatakan hal sebenarnya pasti Hermon akan mencurigainya dna bertanya-tanya akan hal itu.
“Apa yang kamu lamunkan?” Tanya Hermon menatap Aafreda heran
“A..apa yang terjadi?”
“Aku memanggilmu sejak tadi karena aku menemukan hutan tak jauh dari sini”
__ADS_1
“Hutan?”
Bagaimana ada hutan ditengah gurun? Apakah dia berhalusinasi?
Aafreda melihat tempat yang ditunjuk Hermon dan disana terdapat hutan yang memanjang di gurun pasir. Bagaimana bisa ada hutan disana? Apakah ini semacam fatamorgana? Atau ini pengaruh sihir roh monster?
“Tunggu sebentar, ada sesuatu yang tak beres” Ungkap Aafreda
Akhhh
Suara teriakan dari jauh terdengar begitu dekat oleh mereka, Hermon dan Aafreda saling berpandangan bingung. Sangat jelas suara itu berasal dari hutan didepan sana tapi kenapa suaranya sangat terdengar jelas.
“Aku rasa ini adalah jebakan salah satu roh monster”
“Roh monster merupakan pemilik sihir tingkat tinggi, mereka mampu menciptakan apa saja dengan sihir mereka termasuk menciptakan gambaran orang yang kamu cintai”
“Kenapa tiba-tiba mengatakan tentang cinta?” Tanya Hermon heran
“Ahh… kenapa aku mengatakan hal itu?” Tanya Aafreda juga bingung dengan dirinya sendiri
Apakah aku butuh kasih sayang? Apakah karena aku sudah terlalu lama sendiri?
“Ayo kita kesana, mungkin saja ada seseorang yang memerlukan bantuan kita” Teriak Hermon
__ADS_1
Aafreda dengan cepat menarik tangan Hermon dan mengingatkannya kembali “ Sudah aku bilang bisa saja itu sihir dimana roh monster menciptakan teriakan manusia. Kamu tidak bisa pergi kesana begitu saja!”
“Kita kan belum tahu apakah itu benar-benar sihir atau manusia kan? Jika itu adalah makhluk hidup dan di benar-benar kesulitan apakah kamu akan tetap berdiri teguh dengan prinsip itu?”
Aish pria yang menyebalkan!
“Jika terjadi sesuatu kepadamu, ingat aku tak akan pernah menyelamatkanmu sama sekali” Ungkap Aafreda dingin
Hermon menatap tatapan dingin Aafreda sambil mengepalkan kedua tangannya, dia tahu maksud gadis didepannnya ini baik hanya saja dia yakin disana ada seseorang yang hidup. Mungkin saja itu adalah teman seperjuangannya
Aafreda dan Hermon berlari menuju arah hutan tanpa mengetahui apa yang akan mereka hadapi didepan sana.
...----------------...
“Akhh”
Roh monster terus menarik makhluk-makhluk berbagai ras didekatnya, roh itu membuka mulutnya lebar-lebar dimana darah telah melumuri wajahnya. Dia terus mengeluarkan sihir penariknya kepada makhluk-mahkluk lemah yang kini ia hadapi
“Tuan, pasukan kita hanya tinggal sedikit. Kita harus segera pergi”
“Sial, disaat kekuatanku seperti ini. Para roh monster ini mengejar kita…”
“Sepertinya mereka mengetahui bahwa tuan melemah saat bulan penuh. Mari kita pergi tuan”
__ADS_1