
Aafreda memeriksa tubuh pria ras human yang sudah tak sadarkan diri, tubuhnya penuh luka. Pria ini sudah kehabisan roh pikiran, melawan kadal roh sangatlah sulit untuk ras manapun apalagi ras human memiliki tipikal kekuatan fisik jarang menggunakan cincin roh. Aafreda merasakan bagian dalam energi roh pria ini sudah tak ada, jika dia tak menyelamatkannya mungkin saja pria ini sudah menjadi santapan roh kadal.
Aafreda memasukkan sedikit energi rohnya, ras manapun jika tidak memiliki energi roh mereka akan mati dalam hitungan detik. Energi roh adalah inti dari kekuatan para ras, ia menyelamatkan pria ini karena ingin mengetahui darimana asalnya dan bagaimana bisa muncul di lapisan benua tengah yang sangat sulit dimasukin ras manapun apalagi ras terlemah yaitu ras manusia.
Aafreda sibuk hingga matahari tenggelam, dia membuat tempat perlindungan untuk dirinya dan pria yang tak diketahui namanya itu. Dia juga tak yakin untuk melanjutkan perjalanan jika memang ada ras human memasuki benua tengah, Aafreda takut jika sesuatu terjadi dengan teman-temannya disini terutama kakek dan Fly yang tak tahu apapun tentang kekuatan ras lain.
Pria itu merintih, dia membuka matanya perlahan dan melihat langit-langit gua yang remang-remang. Dia mencoba menggerakkan tubuhnya namun rasa sakit menghantam nya membuat ia kembali mendesah. Pria itu mencoba mengingat apa yang terjadi, dia mengepalkan tangannya saat mendapat kejadian yang hampir menghilangka hidupnya.
“Kamu sudah bangun?” Tanya Aafreda mendekati pria itu saat mendengar rintihannya
Pria itu melirik dingin Aafreda, kemudian ia tersadar kembali dan menatap sosok gadis bertudung hitam. Walaupun wajah dan seluruh tubuhnya ditutupi, dia dapat mengenal bagaimana suara seorang gadis. Dia bertanya-tanya, kenapa seorang wanita muda bisa berada di tempat mengerikan ini? Apakah dia tidak mengetahui bahaya dari benua tengah?
“Bagaimana kamu bisa ditempat ini? Apakah kamu tidak tahu ini tempat apa?” Tanya Pria itu
“Sebelum aku menjawab, bukankah kita harus berkenalan dulu? Kamu yang pertama, bagaimanapun aku telah menyelamatkanmu jadi bersikaplah lebih baik” Jawab Aafreda
__ADS_1
“Ehem maafkan aku dan terimakasih telah menyelamatkanku, aku Hermon dan kamu?”
“Aku…Lucia” Jawab Aafreda
“Lucia kenapa kamu bisa berada di tempat berbahaya ini? Kamu tahu bukan ini tempat apa?”
Aafreda mencoba mencari jawaban yang tepat untuk pertanyaan Hermon, kenapa jadi dia yang diadili seharusnya dia yang menanyakan pertanyaan ini kepada Hermon.
“Bagaimana denganmu? Kenapa kamu berada di tempat ini? Kamu juga tahu kan ini tempat apa?”
“Tuan? Apakah semua ras human berada ditempat ini? Apakah kalian ingin ras human binasa?!! Roh binatang di tempat ini bukanlah lawan kalian” Tekan Aafreda
“Kamu benar tapi bukan saja ras human berada disini tapi semua ras, kami membuat sebuah kelompok untuk menemukan seseorang di benua ini”
Aafreda terus mengalirkan roh kedua nya “kebenaran”, saat dia mengaktifkan roh ini siapapun orang berada didepannya harus mengungkapkan kebenaran. Hermon bisa ia kuasai karena level roh mereka sangat jauh, dan hermon sama sekali tidak menyadari kekuatan roh kedua Aafreda.
__ADS_1
“Wanita? Tidak ada satupun seseorang di tempat berbahaya ini” jawab Aafreda
Hermon menatap Aafreda, aafreda tersenyum kecil dan berkata “Aku disini karena terlempar dari portal, kamu tahu kan portal bisa melempar kita kemana saja jika kekuatan roh kita tidak tinggi”
Hermon menemukan jawaban kenapa Aafreda berada disini, portal sihir memang suka melempar seseorang kemana saja jika kekuatan roh orang itu tidak lebih dari 80. Hermon berpikir Aafreda sangat tidak beruntung, ia pun berkata “Kamu sangat luar biasa bisa bertahan hidup di lapisan terdalam benua tengah, apalagi kamu seorang gadis”
“Kamu tahu aku wanita?” Tanya Aafreda terkejut
“Suaramu mirip wanita dan aroma mu tidak seperti pria”
“Kamu cukup memiliki indra penciuman yang kuat untuk seorang ras human” Balas Aafreda
“Jadi…kamu bukan ras human? Sedari tadi kamu membawa ras human dalam percakapan ini”
Bersambung
__ADS_1