Demon Emperor

Demon Emperor
Ch.14 - Teman Masa Kecil Anna


__ADS_3

Cyrus menyadari kedatangan Anna dan Buldog yang sekarang sedang melihat dia membunuh wanita itu, dan hanya keadaan hening tanpa suara saat ini.


Anna memahami situasi seperti apa yang sedang di alami wanita itu dengan melihat keadaannya yang sangat menyedihkan bagi kaum wanita.


Di dalam lubuk hati Cyrus merasa bersalah kepada Anna karena tidak dapat memenuhi permintaan budaknya.


Setelah memandangi wanita tak bernyawa itu beberapa saat, Cyrus berusaha merubah raut wajahnya seperti semula. Seperti iblis berdarah dingin, yang semula larut dalam keadaan sedih sekarang berubah menjadi tenang seakan – akan sedang tidak terjadi apapun.


Diwaktu yang sama, tanpa mereka duga kini Buldog mencium bau busuk yang sangat mengganggu.


Buldog memiliki indra penciuman yang sangat tajam sebagai serigala pada umumnya. “Tuan tolong ikut denganku, saya mencium bau yang sangat mengganggu di dekat sini.” Ucap Buldog dengan suara telepati.


Mendengar perkataan Buldog, Cyrus segera pergi meninggalkan mayat wanita bersama Anna yang hanya terdiam di depan pintu dan segera bergegas mengikuti Buldog dari belakang.


“Bau apa yang kau maksud?” tanya Cyrus.


“Grrrhh… Aku tidak berani memastikan sebelum melihatnya langsung, Bau ini sungguh tidak nyaman tuan.” jawab Buldog.


Karena Cyrus penasaran dengan bau yang mengganggu penciuman Buldog, tanpa berfikir panjang dia meminta bantuan Qwerty.


“Qwerty, deteksi semua keadaan di sekitar sini.”


[ Mendeteksi keadaan sekitar… 10%.... 35%.....75%... 100% ]


[ Mendeteksi semua dalam jarak 2 Kilometer.


-         Terdeteksi bangkai manusia di dalam ruangan bawah tanah tempat tuan berada,


-         Terdeteksi manusia hidup di dalam ruangan arah utara dalam jarak 100 meter.


-         Terdeteksi Sejumlah harta di sisi barat daya dalam jarak 70 meter. ]


“Bangkai manusia? Goblin sialan...” ucap Cyrus dalam hati.


Setelah Cyrus dan Buldog mencari asal dari sumber bau busuk, kini mereka menemukan sebuah pintu masuk rahasia yang mengarah ke bawah tanah.


Karena Cyrus mengerti apa yang ada di dalam sana, kini mereka memasuki ruang bawah tanah yang di bangun oleh para goblin. Mereka menemukan tumpukan mayat manusia sesuai apa yang di sebutkan Qwerty.


Cyrus melihat banyak sekali tumpukan tulang belulang, dan ada juga mayat yang masih baru.

__ADS_1


Tanpa di duga oleh Cyrus, dia melihat sesosok wanita muda yang sedang sekarat dan masih bernafas terbaring diantara tumpukan mayat baru itu.


Cyrus segera menghampiri gadis itu dan berusaha menolongnya, “Apa kau ingin hidup?” ucap Cyrus.


“To..long.. a..ku..” Gadis itu menganggukkan kepalanya, dan hanya berkata dua kata saja.


Tanpa berfikir panjang Cyrus meminta bantuan Qwerty untuk menyembuhkan wanita tersebut dengan menukarkan 1.000 poin kehormatan.


“Qwerty, apa kau punya cara untuk menyelamatkan gadis ini?.”


[ Menyelamatkan wanita dihadapan tuan membutuhkan 1.000 poin kehormatan, karena wanita dihadapan tuan akan mati dalam beberapa menit lagi. Apakah anda ingin melanjutkannya? ]


Cyrus yang telah membantai banyak goblin, kini tidak perlu khawatir lagi dengan masalah poin kehormatan. “Baiklah, aku menukarkan 1.000 poin kehormatan, lakukan dengan cepat!”


[ Anda telah menukar 1.000 poin kehormatan dengan penyembuhan tingkat tinggi. Tersisa 14.894 poin kehormat. ]


[ Penyembuhan tingkat tinggi sedang dalam proses… ]


Terlihat jelas kabut hitam menyelimuti seluruh tubuh gadis itu, dan gadis tersebut merasakan kehangatan yang nyaman di seluruh tubuh penuh luka.


[ 5%... 15%... 25%... 50%....75%... 100%.. Proses penyembuhan sukses ]


Gadis itu kini dapat melihat dengan jelas wajah sesosok yang telah menyelamatkannya, “Terim… tunggu kau adalah iblis?” terkejut setelah melihat Cyrus.


“Benar, aku adalah iblis yang telah menyelamatkanmu.” jawab Cyrus yang segera beranjak pergi meninggalkan gadis itu.


Dengan spontan gadis itu menarik baju Cyrus yang pergi meninggalkannya, “Tunggu.. Aku minta maaf dan mengucapkan terima kasih karena telah menyelamatkanku.” Gadis tersebut menundukkan kepalanya karena malu dengan perkataan sebelumnya.


Kemudian dia berusaha menjelaskan, “Aku terkejut ternyata ada iblis yang baik hati. Aku mendengar cerita dari kakekku yang telah lama mati bahwa iblis itu memiliki sifat yang kejam. Aku sungguh minta maaf dengan perkataanku sebelumnya.”


Dia berfikir Cyrus pasti tersinggung karena perkataan yang menyinggung perasaannya, tetapi sebenarnya Cyrus ingin segera pergi karena tidak kuat menahan banyak tumpukan mayat disekitarnya.


“Baiklah, lupakan yang terjadi barusan dan segera ikuti aku.” Jawab Cyrus sambil melirik wanita tersebut.


Disaat mereka berjalan keluar, wanita yang baru saja diselamatkan Cyrus itu berkata, “Apa kau memakai sihir kegelapan? Aku melihat dengan jelas kabut hitam tadi… tapi sekali lagi terima kasih telah menyelamatkan nyawa ku.”


Tanpa memalingkan badan atau berkata apapun, Cyrus hanya terus berjalan ingin segera keluar dari tumpukan mayat itu.


Karena merasa terabaikan oleh penyelemat hidupnya, gadis itu semakin penasaran dan sesekali melirik kearah iblis berdarah dingin itu, dan Cyrus pun menyadarinya.

__ADS_1


“Kalau kau ingin berbicara dengan seseorang, setidaknya perkenalkan dirimu.” ucap Cyrus dengan nada datar.


“Ahh.. maafkan aku, aku lupa memperkenalkan diri… Namaku Berliana Juliet, aku sering dipanggil berlin. Salam kenal.”


Setelah Berlin memperkenalkan dirinya, mereka terus melanjutkan perjalanan untuk pergi dari ruang bawah tanah tersebut.


Disisi lain Anna berdiri mendekati mayat wanita yang penuh luka, dia mencoba membersihkan mayat tersebut dengan merobek kain bajunya.


Disaat bersamaan telihat Cyrus dan berlin keluar dari ruangan bawah tanah, kini mereka melihat Anna yang sedang membersihkan mayat yang tergeletak di atas tanah. Sampai ketika seseorang memanggilnya, “Anna… Anna Violet..” ucap Berlin.


Anna mendengar suara yang memanggil namanya terdengar tidak asing, dengan terkejut dia menoleh kearah gadis itu.


“Kau… Berlin..”


Berlin berlari kearah Anna melewati Cyrus karena merindukan masa kecilnya bersama Anna. Berlin adalah teman kecil Anna di desa kecil perbatasan benua selatan dan hutan terlarang.


“Kenapa kau ada disini? Aku sangat merindukan mu.” ucap Anna dengan raut wajah terkejut.


“Aku juga merindukanmu Anna… itu sebenarnya desa kit...”


Ketika Berlin ingin menjelaskan sesuatu masalah di desa tempat mereka tinggal, tiba-tiba Cyrus mendatangi dan menepuk punggung Anna dan Berlin.


“Percakapan kalian saat ini tidak tepat waktu, ada sesuatu yang sangat penting yang harus kita lakukan. Ikuti aku...” ucap Cyrus sambil berjalan mengarah keluar bangunan tersebut.


Kini mereka pergi menuju ke tempat para tahanan manusia di bagian utara yang berjarak 100 meter dari bangunan besar itu.


Selama perjalanan menuju tahanan, Anna dan Berlin berjalan bersama sambil bergandengan tangan untuk melepas kerinduan karena bertahun tahun lamanya tidak berjumpa.


Disisi lain, Berlin masih penasaran dengan sosok iblis yang menyelamatkan hidupnya.


“Anna, siapa iblis itu? Kenapa kau mengikuti perkataannya?” tanya Berlin sambil berbisik pelan.


“Dia adalah tuanku, namanya Cyrus Alexander.”


“Selama ini kau menjadi pengawal iblis? Kenapa kamu tidak pernah meminta izin libur untuk pulang ke desa beberapa hari? ayahmu sangat merindukanmu Anna.” Berlin bertanya penasaran dengan kehidupan Anna.


Anna hanya menundukkan kepala dengan raut wajah sedih tanpa berkata apapun.


Tanpa mereka berdua sadari, ternyata Cyrus mendengar percakapan mereka berdua, “Dia adalah budakku.” ucap Cyrus yang terus berjalan tanpa memalingkan wajah.

__ADS_1


Perkataan Cyrus tersebut membuat Berlin terkejut dan sedih, bagaimanapun juga Anna adalah teman masa kecilnya yang sangat berharga.


__ADS_2