Demon Emperor

Demon Emperor
Ch.75 - Latihan Khusus


__ADS_3

[Cuci otak sedang dalam proses…]


Seketika cahaya hitam muncul mengelilingi para prajurit, membuat seluruh prajurit kerajaan Quiet Night panik terkejut melihat cahaya hitam yang tiba-tiba muncul disekitarnya.


“Ada apa ini!? Kenapa ada cahaya hitam tiba-tiba muncul disini…”


“Ini sihir Yang mulia raja… tenanglah, kita pasti mendapatkan kekuatan yang sangat dahsyat dari Yang mulia…”


“Benar… mungkin ini hadiah yang beliau maksud…”


Teriak penuh tanya sekaligus kebingungan itu pun menghiasi proses terjadinya Cuci otak para prajurit kerajaan Quiet Night.


[25%]


Detik-detik para prajurit mulai terasa pusing dan kesadaran mereka mulai terganggu.


[50%]


Seluruh prajurit kini merasakan rasa sakit yang menusuk ke dalam sel-sel saraf otaknya, membuat sekujur tubuh ikut merasakan rasa sakit yang sangat mengerikan.


“Hentikan…”


“Apa ini… Tolong hentikan…”


“Arghh… Sakit…”


…….


…….


Teriak kesakitan para prajurit terdengar sangat jelas, mereka semua tidak mampu menahan rasa sakit itu meskipun mereka telah terikat oleh kontrak budak dengan Cyrus.


Meskipun mereka sebelumnya tidak dapat merasakan rasa sakit karena kontrak budak, tetapi kali ini mereka dapat merasakan rasa sakit karena proses ini dilakukan oleh system Qwerty, karena pada dasarnya kontrak budak tersebut juga berasal dari Qwerty.


[75%]


Beberapa pelayan yang ikut serta dan juga yang menyaksikan kejadian tersebut secara langsung, mereka semua hanya bisa berdiam diri dengan kaki yang gemetar.


Mereka juga ikut merasakan rasa sakit meskipun hanya melihat dan mendengar suara teriakan rasa sakit dari mulut para prajurit kerajaan.

__ADS_1


Sedangkan dengan Eliza, ia hanya kebingungan dengan apa yang dilakukan oleh Cyrus, sambil sesekali memandangi raut wajah para prajurit.


“Sayang, apa yang kamu rencanakan!? Apa yang akan kamu lakukan kepada para prajuritmu sendiri? “ Tanya Eliza sambil memandangi raut wajah Cyrus.


Eliza memandangi raut wajah Cyrus dengan raut wajah kebingungan, karena Cyrus saat ini sedang memasang raut wajah bergairah dan tersenyum lebar sambil memandangi pemandangan para prajuritnya yang sedang kesakitan.


[100%]


[Proses Cuci otak berhasil… Saat ini para prajurit tidak akan membantah apapun yang anda perintahkan, tidak memiliki perasaan dan tidak mengenal siapapun bahkan dirinya sendiri kecuali Tuannya, yaitu Anda.]


Mendengar penjelasan dari Qwerty membuat Cyrus tidak sabar untuk menggunakan mereka sebagai alat mesin pembunuh.


Setelah beberapa menit kemudian dan semua prajurit kembali tenang, seakan-akan tidak terjadi apapun pada dirinya, kini Cyrus berkata dengan lantang di hadapan para prajuritnya.


“Selamat datang prajuritku… Apa kalian ingat siapa aku?”


Serentak ratusan prajurit terpilih itu menjawabnya secara bersamaan, “Anda adalah Raja kami dan kami telah bersumpah melayani anda sampai anak keturunan kami…”


Cyrus tersenyum manis, ia sangat puas dengan hasil cuci otak yang telah ia rencanakan, sedangkan dengan Eliza dan beberapa pelayan lainnya hanya bisa tercengang melihat para prajurit kerajaan yang sedang bersikap aneh.


“Baiklah, aku akan memulai latihan khusus untuk kalian… hanya ada satu latihan kali ini, yaitu membunuh demi bertahan hidup!” Ucap Cyrus dengan penuh semangat.


Kini Cyrus kembali berkata, “Masuklah ke dalam ruangan itu dan lakukan latihan tersebut dengan baik… Dan jangan membuat aku kecewa!” Ucap Cyrus sambil menunjuk kearah ruangan bawah tanah yang telah disiapkan dengan matang-matang.


Tanpa menunggu waktu lama dan tanpa ada pertanyaan apapun, kini ratusan prajurit itupun langsung mematuhi perintah Cyrus dan satu persatu mulai memasuki ruangan bawah tanah tersebut.


Setelah semuanya berada di dalam ruangan dan tiba-tiba pintu ruangan bawah tanah tersebut tertutup rapat, sihir pelindung yang bertujuan untuk meredam dampak pertarungan itu mulai aktif, kini terdengar suara Cyrus yang memberikan perintah melalui sihir.


“Kalian harus saling membunuh satu sama lain… Aku tidak akan menerima siapapun yang memberikan belas kasih!! Aku hanya menerima 10 dari 400 prajurit dan aku juga akan mengawasi kalian dari sini!! Latihan dimulai!!” Suara Cyrus terdengar sangat lantang di telinga para prajurit kerajaan yang berada di dalam ruangan bawah tanah.


Setelah Cyrus berkata demikian dan berkata latihan telah dimulai, kini 400 prajurit yang berada di dalam bawah tanah tersebut telah memulai pertarungan untuk membunuh demi bertahan hidup, dengan tujuan melakukan perintah Rajanya sekaligus untuk menjadi prajurit pribadi Raja kerajaan Quiet Night.


Mereka bertarung dengan sungguh-sungguh dan tidak ada satupun diantara mereka yang menunjukkan ekspresi apapun karena telah membunuh rekannya sendiri.


Mereka semua hanya memasang raut wajah datar untuk saling bertarung dan berusaha sekuat tenaga untuk membunuh satu sama lain, sesuai perintah Cyrus.


Sedangkan disisi lain, diluaran ruangan bawah tanah. Terlihat tatapan tertegun beberapa pelayan sambil berkeringat dingin melihat kejadian tersebut melalui sihir yang berbentuk seperti layar monitor, layar tersebut menunjukkan kejadian dan aktifitas yang berada dalam ruangan bawah tanah.


Tidak lama setelah kejadian itu terus berlangsung, kemudian Cyrus berkata. “Kalian tetap disini, aku akan pergi beristirahat…” Ucapnya sambil berjalan pergi meninggalkan tempat tersebut.

__ADS_1


“Baik, Yang mulia.”


“Aku akan tetap disini… sepertinya ini hal yang menarik.” Saut Eliza sambil memandangi layar monitor yang terbuat dari sihir tersebut.


“Terserah, tapi jangan membuat keributan…” Jawab Cyrus tetap dalam posisi berjalannya.


“Siap… hehehe.”


*


*


Dibenua selatan, tepatnya di perbatasan kerajaan Xavier. Terlihat pasukan iblis yang dipimpin oleh Brush dan Buldog kini telah berusaha bertahan dari gempuran serangan kerajaan-kerajaan manusia yang berusaha menghancurkan kerajaan Xavier.


“Ketua… kapan bala bantuan kita datang?”


“Iya benar ketua… meskipun kita tidak bisa mati, tapi jumlah mereka terlalu banyak!”


Teriak panik bawahan Brush yang sedang kuwalahan melawan banyaknya jumlah manusia-manusia.


Dalam beberapa hari ini, pasukan brush dan pasukan kerajaan Xavier telah mencoba untuk bertahan dari serangan ketiga kerajaan manusia. Mereka semua sedang menunggu bala bantuan dari kerajaan Quiet Night, tetapi saat ini Cyrus belum juga melakukan persiapan apapun untuk mengirimkan bala bantuan tersebut.


“Buldog, apa yang harus kita lakukan? Apa aku harus menghubungi Yang mulia!?” Tanya Brush ke Buldog sambil menahan serangan dari ras manusia.


“Lebih baik kau segera menghubungi Yang mulia… meskipun kita dapat ber-regenerasi dan tidak akan bisa mati, lama kelamaan pertahanan kita akan tertembus…”


“Baiklah.” Jawab Brush dengan singkat sambil menganggukkan kepalanya.


Tanpa waktu lama dan ditengah-tengah medan perang, kini Brush menghubungi Cyrus melalui telepatinya.


“Yang mulia…” Ucap Brush dengan hati-hati karena ia takut mengganggu ketenangan Cyrus.


Dengan terkejut Cyrus mendengar suara Brush yang lama tidak ia dengar.


“Ada apa?”


“Mohon izin bertanya Yang mulia… Kapan bala bantuan datang!? Kami sudah kuwalahan menahan gempuran ras manusia dengan jumlah mereka yang tidak ada habisnya.”


“Ahhh… Tenang, sebentar lagi pasti akan datang…” Jawab Cyrus sambil menggaruk rambutnya yang tidak gatal. Secara bersamaan dengan menjawab pertanyaan Brush melalui telepati, Cyrus berkata dalam hati. “Sial, aku benar-benar lupa…”

__ADS_1


__ADS_2