Demon Emperor

Demon Emperor
Ch.62 - Hukum Rimba


__ADS_3

Eliza sengaja memberi mereka bertiga nama seperti itu, meskipun Eliza sudah berubah menjadi ratu ular tetapi ia tidak ingin melihat seseorang yang ia cintai memalingkan perhatiannya ke makhluk lain, meskipun itu adalah makhluk summon.


Disisi lain ketiga makhluk itu tetap menerima pemberiannya dengan senang hati, mereka tersenyum bahagia tanpa membantah atau menolak atas pemberian nama yang Cyrus berikan.


“Terima kasih, Yang mulia Raja.” Ucap mereka bertiga secara bersamaan.


“Tidakk, kenapa kalian malah berterima kasih…” Jawab Cyrus tetap dengan raut wajah kesal sekaligus gelisah karena nama yang tidak benar itu.


“Tentu saja. ini semua karena Yang mulia raja telah memanggil dan menciptakan kami,”


“Kami semua bisa hidup di dunia ini dengan tujuan melayani anda, Yang mulia.”


“Benar, Yang mulia raja. Sekarang kami memohon belas kasih Yang mulia untuk memberikan nama kepada yang lainnya…”


Ucap mereka bertiga secara bersaut-sautan sembari melontarkan perasaan kagum dan bahagia karena Cyrus telah Men-summon mereka semua.


“Ah aku sekarang tidak bisa berfikir!! Untuk masalah nama makhluk yang lainnya, aku serahkan tugas ini kepada kalian…”


Ketiganya terkejut mendengar ucapan pemberian nama yang diserahkan kepada mereka, hingga membuat Gadis jelek membantahnya, “Tapi Yang mulia…” Ucapan Gadis jelek itu dipotong langsung oleh Cyrus, “Tidak, ini perintahku!” Jawabnya dengan nada cepat.


Eliza tersenyum melihat percakapan ini tak kunjung berhenti dan kemudian berusaha membantu Cyrus sekali lagi, “Rajaku, biarkan aku membantumu sekali lagi untuk memberi nama…”


“Tidakkk!!!” Cyrus menjawab ucapan Eliza dengan cepat. Tanpa merasa bersalah Eliza tersenyum bahagia melihat raut wajah Cyrus yang semakin frustasi.


Setelah beberapa saat, kini Cyrus kembali berkata ke ketiga makhluk summonnya itu. “Pergilah, lakukan tugas kalian untuk memberi nama bawahan kalian, lalu lakukan tugas kalian dikerajaan ini.”


“Sesuai perintah anda, Yang mulia…”


Akhirnya Pria tua dan Wanita tua itu pergi kembali ke kerumunan makhluk summon untuk memberikan nama para bawahannya masing-masing, sedangkan hanya gadis jelek yang tetap berada dihadapan Cyrus sambil berlutut.


“Kenapa kamu masih disini?” Tanya Eliza dengan nada sedikit kesal.


“Hamba adalah pelayan pribadi Yang mulia raja Cyrus, Ratu.” Jawab Gadis jelek dengan hormat.


“Apakah yang dia ucapkan itu benar, Raja?” Tanya Eliza ke Cyrus sambil menunjuk kearah Gadis jelek.


“Benar, mulai saat ini dia yang bertanggung jawab atas semua kebutuhanku…” Jawab Cyrus dengan senyuman yang ia berikan kepada Eliza.


Mendengar jawaban Cyrus sambil tersenyum, membuat Eliza semakin kesal dan ia berkata, “Oh begitu… bukankah tadi kamu ingin secangkir kopi? Cepat perintahkan dia untuk membuatkan kopi!!” Eliza membalasnya juga dengan senyuman manis, selang beberapa detik kemudian ia melipat kedua tangannya sambil memasang raut wajah ketus.

__ADS_1


Lagi-lagi Cyrus tak kuasa menahan ekspresinya, ia menggelengkan kepalanya sambil menutup matanya dan memberikan isyarat kepada Gadis jelek untuk segera pergi membuatkan secangkir kopi untuk dirinya dan juga Eliza.


Akhirnya Gadis jelek pergi meninggalkan Cyrus dan Eliza, ia melakukannya dengan perasaan bahagia, bagi makhluk summon bisa mendapatkan tugas dan melayani Rajanya adalah sebuah kebahagiaan serta kehormatan yang tidak ternilai harganya.


Setelah beberapa saat kepergian gadis jelek, kini Mino kembali ke ruangan singgasana dengan raut wajah bersemangat karena ia dapat merasakan hawa kehadiran para juniornya.


Dengan tubuh besarnya Mino berjalan melewati kerumunan para juniornya dan bergegas menghampiri Cyrus.


“Yang mulia, hamba telah menyampaikan kabar kepada para jendral bahwa kerajaan ini akan mendapatkan tamu…”


“Bagus, kemarilah!! Aku akan memperkenalkan dirimu kepada yang lainnya…”


Akhirnya Mino dan makhluk summon yang baru saja Cyrus ciptakan kini telah saling kenal satu sama lain dan Cyrus juga tidak lupa memperkenalkan Shadow yang sedang menjalankan tugas, ia berharap mereka saling bersahabat dan menyayangi satu sama lain agar memiliki ikatan yang kuat layaknya sebuah keluarga.


*


*


Tiga hari kemudian, dipagi pagi hari yang cerah didalam istana kerajaan Quiet Night, terlihat dengan jelas pemandangan ratusan pelayan sedang melakukan tugasnya masing-masing.


Terdengar dengan keras teriakan ketakutan salah satu pelayan, menghiasi pagi cerah bersama burung-burung berkicauan.


“Tidak!! Tolong!! Ada ularrrr…” Suara teriakan keras itu terdengar hingga sebagian istana kerajaan, mengundang banyak perhatian dari pelayan-pelayan lainnya.


“Kenapa bisa ada ular besar yang masuk ke istana ini? kenapa para prajurit diam saja dan tidak melakukan tindakan apapun!?”


“Cepat bunuh dia sebelum menghancurkan sesuatu!! Cepat!!”


“Tunggu, sepertinya dia jinak… atau jangan-jangan ular ini adalah hewan peliharaan raja?”


Teriakan pelayan lainnya juga ikut terkejut ketakutan serta kebingungan setelah melihat ular besar dan panjang berwarna perak itu dengan mudahnya memasuki istana kerajaan.


Mereka semua belum mengerti bahwa ular itu adalah ular bawahan ratu Eliza.


Teriak-teriakan itu terus berlanjut melalui mulut-kemulut para pelayan hingga terdengar sampai ke telinga Cyrus dan Eliza.


Kegaduhan itupun terus berlanjut, membuat Cyrus tersenyum menggelengkan kepala, kemudian ia memberikan perintah kepada Gadis jelek.


“Biarkan ular perak itu masuk, dia adalah tangan kanan Ratuku…” Ucap Cyrus dengan tenang, ia sudah mulai terbiasa dengan keadaan seperti ini karena hampir setiap hari di dalam istana selalu saja ada keributan.

__ADS_1


“Sesuai perintah anda, Yang mulia raja.”


Tanpa membutuhkan waktu lama, kini Gadis jelek segera bergegas memberitahu para pelayan untuk tidak melakukan sesuatu kepada ular perak itu dan memberitahunya bahwa ular tersebut adalah bawahan ratu Eliza.


Hingga sampai beberapa saat setelah Gadis jelek berhasil memberi tahu dengan tepat waktu, akhirnya seluruh penghuni istana kerajaan Quiet Night mengerti tentang asal-usul ular perak bernama Que tersebut.


Disaat bersamaan dengan peristiwa ini, karena Eliza sebagai ratu ular sekaligus ia sangat menyayangi ras ularnya, tentu saja membuatnya khawatir kemudian ia menghampiri para pelayan dan ia berkata, “Aku adalah ratu ular!! Jangan pernah menyakiti ras ularku…” Ucapnya dengan tatapan tajam.


Semua pelayan terkejut mendengar ucapan Eliza, mereka semua terpaku melihat tatapan tajam yang terpampang jelas diraut wajah Eliza.


Keadaan menjadi hening senejak dan kemudian Eliza dikejutkan oleh sosok tangan yang tiba-tiba meraih dan menggendong tubuhnya dari belakang, sosok tangan tersebut tidak lain adalah milik Cyrus.


Cyrus menggendong Eliza sambil berkata, “Apa kau tidak bisa sehari saja tidak membuat ulah?” Ucapnya dengan lembut sambil membawa Eliza kembali keruang singgasana.


Eliza hanya tersenyum dan sesekali memalingkan wajahnya keaarah lain karena merasa malu, bagaimanapun juga baru pertama kali ini Eliza merasakan kejadian seperti ini.


*


*


Tujuh hari telah berlalu, kini Shadow dan para manusia kerajaan Xavier telah berada di perbatasan dan sebentar lagi tiba di kerajaan Quiet Night.


Selama tujuh hari melakukan perjalan panjang, para manusia ini tidak pernah tersenyum ataupun bercanda satu sama lain, melainkan mereka merasakan sensasi yang tidak pernah terlupakan sepanjang hidup.


Sensasi tersebut terjadi karena ketegangan yang tak kunjung berhenti, setiap berjarak beberapa meter mereka selalu menjumpai ras ular sepanjang jalan hutan terlarang.


Raut wajah kelelahan karena tidak bisa beristirahat dengan baik juga tertera jelas di wajah mereka, entah siang ataupun malam mereka selalu diawasi dan dikelilingi oleh ras ular yang menakutkan, hal tersebut membuat perasaan tak nyaman dan mental mereka semakin terganggu.


Peristiwa ini merupakan salah satu keuntungan bagi Cyrus dan juga Quiet Night karena bagaimanapun juga semakin hilangnya mental para manusia, maka semakin besar keuntungan yang akan didapatkan ras iblis.


Setelah melewati hutan terlarang selama 7 hari 7 malam yang membuat bangun bulu kuduk alias merinding, kini penderitaan mereka belum berhenti disini.


“Apa ini!?”


“Ini seperti hawa keberadaan makhluk dalam jumlah banyak dan juga kuat…”


Keluh kesah para prajurit yang sedang mengawal rajanya sambil berusaha menahan sekuat tenaga dampak negatif yang mereka terima dari hawa keberadaan iblis-iblis kuat dalam jumlah banyak.


Setiap makhluk yang jauh lebih lemah mendekat ke makhluk yang lebih kuat, semakin tercekik leher dan pernafasan mereka karena perbedaan level yang sangat jauh, kecuali makhluk kuat itu mengontrol dan menyembunyikan aura yang terpancar keluar dari dalam tubuhnya, seperti Cyrus yang berhasil mengontrol aura mengerikannya dengan bantuan Qwerty ketika berada di dalam makam leluhur.

__ADS_1


Kejadian ini terjadi karena Cyrus dengan sengaja memerintahkan semua prajuritnya untuk mengeluarkan aura mengerikan ketika manusia-manusia itu datang ke kerajaannya, sambutan hangat ini memang disengaja oleh Cyrus yang diberikan kepada kerajaan Xavier sebagai serangan mental dan juga menunjukkan kepada mereka bahwa kerajaan Quiet Night adalah kerajaan yang sangat kuat.


Ini semua merupakan salah satu contoh dari dunia yang menggunakan sistem hukum rimba, makhluk kuat yang selalu berdiri diatas makhluk lemah.


__ADS_2