
Para pesertapun akhirnya pergi meninggalkan arena pertandingan, luka di tubuh mereka akhirnya menghilang secara perlahan karena kemampuan meregenerasi ikatan kontrak Troops Leadership dengan Cyrus.
Kini luka bakar ditubuh kelompok 3 kembali pulih seperti sedia kala, Mana dan Stamina milik Nemesis juga kembali pulih, hanya ada satu korban jiwa yaitu prajurit yang menyangkal keputusan Gadis Jelek dan kemudian dibunuh oleh Cyrus dengan sihir darah.
Ketika mereka berjalan pergi meninggal arena, Cyrus bertanya ke Eliza. “Sebelumnya dia dibawah pimpinan siapa?” Tanya Cyrus ke Eliza sambil menatap kearah Nemesis.
“Siapa!? Nemesis? Dia adalah bawahan Julius dari kerajaan Black Fire.” Jawab Eliza sambil membaca buku biodata identitas peserta turnamen.
“Oh, tak heran… dia dari golongan api hitam ya…”
“Benar, Raja…”
pertandingan gelombang pertamapun akhirnya berakhir, pemenangnya adalah kelompok 1, 2 dan 1230.
Pertandingan-pertandingan selanjutnya berjalan dengan sangat sengit dan seru, tetapi tidak ada yang berhasil menarik perhatian Cyrus selain Nemesis.
Cyrus tertarik dengan Nemesis karena ia satu-satunya prajurit yang memiliki elemen ganda, sedangkan prajurit lainnya hanya memiliki satu elemen saja dan itu merupakan hal yang umum.
Waktupun terus berlalu, matahari perlahan-lahan mulai terbenam dan langitpun mulai gelap, kini Cyrus dan Eliza sedang melakukan perjalanan kembali ke dalam istana kerajaan.
Ditengah-tengah perjalanan kembali ke istana, Cyrus dan Eliza di sambut oleh para prajuritnya dengan sebuah pemandangan tubuh menggigil gemetar, selama seharian penuh seluruh prajurit masih tidak bisa melupakan kejadian mengerikan yang terjadi di dalam kelompok 3.
Akhirnya kini prajurit-prajurit planet Allstar itu mengetahui, kehebatan sihir darah yang melegenda tersebut, bahkan membuat mantan kerajaannya dulu bersedia tunduk dibawah naungan raja iblis Cleo Charlotte, pemilik sihir darah generasi ke-11.
Setelah kejadian ini seluruh prajurit pasti lebih bangga dan hormat kepada Cyrus, karena mereka semua sudah melihat dengan mata kepalanya sendiri, bahwa mereka memiliki Raja yang benar-benar kuat.
“Lihatlah mereka… mereka semua menggigil ketakutan ketika melihatmu…” Bisik Eliza ke Cyrus sambil memasang senyuman manisnya.
“Aku tidak peduli, anggap saja ini sebagai pelajaran bagi mereka bahwa dunia ini kejam…” Jawab Cyrus dengan cepat.
Cyrus memberikan mereka sebuah pelajaran bagi prajurit-prajuritnya, bahwa makhluk lemah akan selalu ditindas dan makhluk yang kuat adalah pemenangnya, ini adalah dunia dimana hukum rimba berlaku.
*
*
__ADS_1
Hari-hari telah berlalu, dari 1232 kelompok yang ikut serta kini telah menjadi 616 kelompok yang melanjutkan ke babak selanjutnya.
Tentu saja kelompok berhasil lolos ke babak selanjutnya adalah kelompok yang tergolong kuat, kekuatan mereka tidak hanya dibidang fisik maupun sihir, tetapi ada juga sebagian kelompok yang mengandalkan strategi-strategi perang yang sangat patut diacungkan jempol.
“Rajaku, kenapa kau tampak bersemangat hari ini?” Tanya Eliza sambil menghampiri Cyrus yang sedang bersiap-siap pergi ke arena turnamen.
“Benarkah? Bukankah sama saja seperti biasanya?”
“Aku tahu!! Pasti karena Nemesis, bukan?” Tanya Eliza dengan gaya yang sedikit menggoda.
Cyrus tidak menjawab pertanyaan Eliza dan langsung bergegas pergi untuk segera menonton pertandingan.
Hari ini adalah hari kelompok 1230 bertanding, membuat Cyrus sangat bersemangat dengan kejutan apa lagi yang akan ia pamerkan kepadanya.
Beberapa saat kemudian, kini Cyrus telah sampai di dalam hutan terlarang, tempat pertandingan Nemesis berlangsung.
Tetapi sungguh sangat disayangkan, kedatangan Cyrus sedikit terlambat karena pertandingan sudah di mulai dan sudah dibagian akhir pertandingan.
“Gadis Jelek, kelompok 1230 melawan siapa kali ini?” Tanya Cyrus ke Gadis Jelek yang sedang memimpin jalannya pertandingan.
“Salam Yang mulia… Saat ini kelompok 1230 melawan kelompok 393.”
Cyrus sudah menebak dari akhir pertandingan ini pasti pemenangnya adalah kelompok 1230, karena kelompok yang mereka lawan sudah babak belur dan pertahanan musuh sudah sangat berantakan.
Tetapi anehnya ada satu prajurit musuh yang hanya berdiam diri di barisan paling belakang, ia tidak melakukan apapun sejak awal pertanding di mulai dan sejak awal ia selalu dilindungi oleh rekan-rekannya.
Terlihat jelas di mata Cyrus, bahwa prajurit tersebut sedang merapalkan sebuah mantra.
“Hm… Golem tanah kah!? Atau badai pasir!? Sepertinya ada kejutan yang menantimu, Nemesis.” Gumam Cyrus dengan nada pelan sambil menebak kejadian apa yang akan terjadi selanjutnya.
Cyrus menebak-nebak apa yang akan di lakukan oleh prajurit barisan paling belakang tersebut, ia menebak-nebak setelah melihat Aura milik prajurit tersebut adalah elemen tanah.
Tak lama setelah Cyrus bergumam, tiba-tiba muncul sebuah ombak pasir yang sangat tinggi sedang mengarah kearah benteng kelompok 1230.
“Cepat lindungi benteng dengan tubuh kalian…” Teriak Nemesis dengan cepat sambil berlari mundur ke tempat bentengnya berada.
__ADS_1
“Gunakan cara apapun untuk melindungi benteng!! Cepat!!” Perintah Nemesis sekali lagi.
Ombak pasir itu bagaikan ombak di dalam lautan yang sedang diterjang badai, sebuah ombak besar dan tinggi yang menerjang apapun tanpa pandang bulu.
*Kresss… ssss… ssss…* Suara pasir yang menghujani tubuh prajurit kelompok 1230.
Puluhan anggota kelompok 1230 yang terseret kocar-kacir akibat benturan dengan ombak pasir, mereka semua terbawa arus pasir karena berusaha menahan terjangan ombak pasir.
“Mataku… Ketua… apakah benteng kita baik-baik saja?”
“Mataku… tidak bisa melihat…”
Teriak panik beberapa anggota kelompok 1230 yang sedang terseret arus ombak pasir.
Tidak hanya terseret arus saja, tetapi pasir-pasir itu tanpa sengaja masuk kedalam mata dan membuat kelompok 1230 tidak bisa melihat dalam beberapa saat.
Ada juga sebagian prajurit yang tertimbun pasir bersama benteng, salah satunya Nemesis.
Nemesis dengan sekuat tenaga menahan terjangan ombak pasir tersebut, ia menahan tubuhnya agar tetap berada di dekat benteng sekaligus menahan terjangan ombak pasir agar bentengnya tidak runtuh karena terjangan ombak pasir.
“Ketua, bagaimana ini!? Aku tidak kuat menahannya terlalu lama, aku juga akan kehabisan Mana, jika terlalu lama menahannya…” Ucap salah satu rekannya yang juga ikut tertimbun pasir.
Nemesis dan beberapa rekannya yang tertimbun pasir saat ini, mereka semua masih bisa berbicara dan bernafas dengan baik, karena salah satu dari mereka mengeluarkan sihir udara yang berwujud angin.
Terlihat di mata Cyrus saat ini, seperti bukit kecil yang terbentuk karena pasir tetapi di dalamnya terdapat beberapa prajurit, mereka yang berada di dalam bukit itu dilindungi oleh sihir udara, sihir tersebut mengelilinginya sekaligus membantu menahan beban beratnya pasir agar tidak menimpa rekan-rekannya.
“Tenangkan dirimu!! Tahan sihirmu selama mungkin, aku akan mencari cara agar kita bisa keluar dari sini...” Jawab Nemesis ke salah satu rekannya yang saat ini sedang menggunakan sihir udara.
Disisi lain diluaran gunung pasir, terlihat beberapa prajurit kelompok 1230 sedang berusaha menyingkirkan pasir-pasir yang menimbun benteng sekaligus ketua dan rekan-rekannya.
“Cepat bantu aku!! Bersihkan pasir-pasir sialan ini…” Ucap salah satu prajurit kelompok 1230 lainnya yang selamat dari ombak pasir, ia berkata sambil menggali pasir dari luar.
“Tidak bisa… Tidak bisa disingkirkan… ketika aku membersihkan pasir-pasir ini, mereka seperti berjalan sendiri ketempat semula…”
Cyrus tersenyum melihat pemandangan seperti ini, mereka bertarung dengan sungguh-sungguh dan tidak seperti bertarung di dalam sebuah turnamen, tetapi mereka bertarung tanpa ampun layaknya bertarung melawan musuhnya.
__ADS_1
“Gadis Jelek, siapa dia!?” Tunjuk Cyrus kearah prajurit yang sejak awal hanya berdiam diri di barisan paling belakang, sekaligus dialah yang mengeluarkan sihir ombak pasir tersebut.
“Dia adalah ketua kelompok 393, Yang mulia… Namanya Troy.”