
Cyrus menolak mentah-mentah 50% harta kekayaan kerajaan Xavier, karena saat ini ia dan kerajaannya tidak butuh harta melainkan butuh bahan makanan.
Keadaan menjadi sangat kacau, semua ras iblis didalam ruangan rapat berusaha sekuat tenaga menahan amarahnya, mereka semua menunggu perintah Cyrus untuk memulai serangan tetapi Cyrus tidak ingin menyerang manusia karena ia memiliki niat lain.
“A-aku tidak bermaksud… Ampunnn… Jangan bunuh aku…” Ucap Lycan memasang raut wajah pucat karena saat ini nyawanya sedang terancam.
“Mudah sekali kau bicara seperti itu setelah menghinaku?” Cyrus menjawabnya dengan raut wajah tenang sambil memberikan senyuman kecil yang tampak mengerikan ketika dilihat.
Seketika Lycan sang raja kerajaan Xavier itu langsung bersujud dihadapan Cyrus, “Mohon ampun Yang mulia… aku sebagai raja kerajaan Xavier, bersumpah setia melayani anda, Yang mulia…”
Melihat raja Lycan bersujud dan bersumpah setia dihadapan iblis, membuat para prajuritnya juga ikut mengikutinya.
“Kami bersumpah melayani Yang mulia raja iblis…” Serentak prajurit manusia berkata dengan lantang dan bersujud dihadapan Cyrus.
Keadaan kembali hening, Eliza dan makhluk summon Cyrus saat ini sedang memperhatikan dan menunggu apa yang akan diucapkan rajanya.
Selang beberapa detik para manusia itu bersumpah setia, kini Cyrus datang menghampiri Lycan dan menjawab sumpah mereka.
“Baiklah, aku menerima sumpah kalian…”
Cyrus sebenarnya tidak sudi menerima mereka, berhubung saat ini kerajaan Quiet Night sedang membutuhkan pasokan makanan, jadi ia menerima mereka dengan tujuan hanya memanfaatkan Lycan dikemudian hari.
Kemudian Cyrus menanamkan skill Troops Leadershipnya ke Lycan saja, hanya untuk mengikat Lycan agar tidak menghianatinya dikemudian hari.
“Skill Troops Leadership aktif.” Ucap Cyrus dalam hati sambil mengarahkan telapak tangannya kearah Lycan.
[Skill Troops Leadership sedang dalam proses…]
Seperti biasanya, kabut hitampun kini keluar dari telapak tangan Cyrus dan mengelilingi Lycan sampai wujudnya tidak terlihat dimata para prajuritnya.
[5%.]
__ADS_1
[50%.]
[100%... Skill Troops Leadership, berhasil.]
Kabut hitam itu perlahan-lahan masuk ketubuh Lycan dan masuk kedalam tubuhnya.
Tato hitam bulan sabit telah muncul dikening Lycan, membuat para prajurit manusia kebingungan melihat lambang berbentuk bulan sabit yang menempel secara permanen dikening rajanya.
“Mulai detik ini kau sekarang adalah budakku…”
Lycan terkejut mendengar ucapan Cyrus, ia juga bisa merasakan didalam tubuhnya ada sesuatu yang aneh, tepat setelah kabut hitam itu masuk kedalam tubuhnya.
Disisi lain Lycan hanya bisa pasrah mendengar bahwa mulai saat ini ia menjadi seorang budak, dan juga semua prajurit Xavier terkejut bahwa saat ini rajanya adalah seorang budak.
“Kembalilah ke kerajaanmu… aku akan memberimu perintah melalui Shadow!” Ucap Cyrus sambil membuka pintu ruangan rapat tersebut dan segera beranjak pergi.
Ketika Cyrus sedang membuka pintu, tiba-tiba ia melihat prajurit Xavier lainnya sedang memperhatikan Cyrus yang sedang melangkahkan kakinya keluar ruangan, mereka semua melihat dari kejauhan bahwa kini rajanya sedang dalam posisi bersujud.
Tetapi kerajaan Xavier tidak sepenuhnya mengalami kerugian, karena mulai hari ini dan dimasa depan kerajaan Xavier akan selalu berada dibawah perlindungan kerajaan yang sangat kuat, Quiet Night.
Ditengah-tengah Cyrus melangkahkan kaki meninggalkan ruangan itu, kini Cyrus memberikan perintah kepada salah satu makhluk summonnya melalui telepati, “Shadow, pergilah bersama Lycan… Tugasmu adalah menyampaikan perintahku kepadanya dan melaporkan apapun situasinya disana kepadaku!”
“Sesuai perintah anda, Yang mulia…” Jawab Shadow dengan nada pelan dan sedikit sedih, sebenarnya ia enggan untuk meninggalkan rajanya, tapi perintah Cyrus adalah mutlak bagi semua makhluk summon.
“Sekarang pergilah bersama Lycan, aku akan memberimu tugas selanjutnya nanti… aku ingin istirahat…”
Cyruspun pergi kekamar pribadinya meninggalkan keramaian yang terjadi di dalam istananya.
Setelah Cyrus tidak sudah pergi jauh meninggalkan ruangan rapat itu, kini Eliza memerintahkan Wanita Tua dan Gadis Jelek untuk mengurus sisanya dan kemudian Eliza bergegas mengikuti arah Cyrus pergi.
*
__ADS_1
*
tiga bulan telah berlalu, kini kerajaan Xavier telah menerima perintah yang sangat berat dari Cyrus melalui Shadow.
Tugas itu seperti memutus semua hubungan dengan kerajaan-kerajaan lain dalam bentuk apapun, hal ini mengundang banyak perhatian dan kemarahan dari raja-raja kerajaan lain yang selama ini memanfaatkan kekayaan kerajaan Xavier.
Kejadian ini sudah direncakan oleh Cyrus karena ia dengan sengaja berharap agar benua selatan menjadi sangat kacau dan berakhir dengan merampas kekayaan satu sama lain alias perang.
Disisi lain Cyrus juga memerintahkan Eliza untuk melindungi dan menjaga keamanan internal maupun eksternal kerajaan Xavier untuk sementara waktu melalui ras ularnya.
Usaha untuk menjaga kerajaan Xavier itupun sukses besar, karena saat ini tidak ada satupun kerajaan lain yang berani mendekati wilayah Xavier, hal ini terjadi disebabkan oleh ras ular yang menjaga setiap sudut wilayah Xavier sangat ketat.
Diperbatasan wilayah kerajaan Xavier, saat ini sering sekali terjadi keributan yang disebabkan oleh manusia, hal ini karena banyaknya utusan kerajaan lain yang ingin bertanya langsung ke raja Lycan tentang pemutusan hubungan secara sepihak dan mendadak ini, tetapi mereka tidak bisa memasuki wilayah tersebut karena penjagaan ketat ras ular yang siap bertarung dengan siapapun ketika ada makhluk yang mencoba mendekati wilayah kerajaan Xavier.
“Dasar penghianat…” Suara manusia itu muncul dari wilayah yang sedang dijaga oleh ras ular, bertujuan mencaci maki kerajaan Xavier.
“Pergilah, jangan pernah kesini lagi…” Jawab salah satu ras ular yang berada disekitaran manusia itu.
“Siapa kalian!? Kenapa kalian selalu menjaga wilayah Xavier?”
“Pergilah atau kumakan daging segarmu!” Jawab ras ular sambil memasang raut wajah kesal dan melebarkan mulutnya seperti ular yang ingin memangsa musuhnya.
Setelah mendengar ucapan salah satu ras ular yang mengancam dan melihat betapa mengerikannya ras ular yang dihadapi, manusia-manusia itu lari ketakutan dengan sekencang-kencangnya tanpa sedikitpun melihat kearah belakang.
Selama kurang lebih tiga bulan kerajaan Xavier berada dibawah perlindungan kerajaan Quiet Night, kerajaan-kerajaan lain tidak ada yang berhasil menggali informasi dan kebenaran yang terjadi, sehingga membuat menyebarnya rumor-rumor negatif yang tersebar di benua selatan tentang raja Lycan yang mengkhianati ras manusia.
Hingga akhirnya kini kerajaan paling besar dan kuat diantara kerajaan lainnya yang berada di benua selatan mengibarkan bendera perang kepada kerajaan Xavier.
Hal ini tentu saja membuat kerajaan-kerajaan dibawahnya juga ikut serta dan membentuk sebuah aliansi untuk menembus tembok pertahanan kerajaan Xavier sekaligus penjagaan ketat ras ular.
Aliansi tersebut bernama ‘Humanity’, sebuah kelompok gabungan antar ketiga kerajaan yang memiliki banyak manusia kuat berlevel tinggi didalam aliansi tersebut.
__ADS_1
Pemimpin aliansi adalah seorang putra mahkota kerajaan Supreme, ia bernama Vladmir, memiliki level 2132 sekaligus menyandang gelar ‘Pahlawan’.