Demon Emperor

Demon Emperor
Ch.70 - Pertandingan Turnamen


__ADS_3

Nemesis Gracia, ketua kelompok 1230. Saat ini Nemesis sedang berusaha sekuat tenaga agar tetap berdiri kokoh ditengah-tengah jalannya pertarungan.


Dengan helaan nafas yang tidak beraturan serta bercampur keringat disekujur tubuhnya itu, ia berkata. “Kenapa kalian semua mengincarku!?”


“Kau tak layak mendapatkan sebuah harapan dari Yang mulia Raja…” Jawab salah satu anggota kelompok 3 yang saat ini sedang mengepung Nemesis.


“Hahaha… Ternyata kalian semua iri melihatku.” Nemesis tersenyum sinis sambil menatap raut wajah salah satu anggota musuh yang menjawab pertanyaannya tadi.


“Kau masih sempat tersenyum!? Lihatlah bentengmu… Hanya dengan sedikit sentuhan, benteng itu akan runtuh!”


Nemesis tidak memalingkan pandangannya kearah manapun, ia hanya fokus kearah musuh-musuhnya agar bisa menghindari serangan yang dapat melukai tubuhnya, seraya menunggu celah agar dapat keluar dari kepungan kelompok 3.


Meskipun tubuh mereka dapat meregenarasi dengan cepat, tetapi mereka tetap saja mendapatkan rasa sakit, ketika tubuh mereka terluka akibat serangan-serangan fatal.


Sedangkan dengan anggota kelompok 1230 lainnya, mereka hanya dapat bertahan dan terus bertahan dengan tujuan melindungi benteng agar tetap utuh.


Sejak awal pertandingan dimulai, mereka hanya bertahan tanpa melakukan serangan, karena pada dasarnya sebagian besar anggota kelompok 1230 levelnya rendah-rendah.


“Jika keadaan seperti ini terus menerus, kita akan kalah…”


“Ketuaa… apa yang harus kita lakukan?”


“Percuma, dia tidak akan bisa mendengar ucapan kita… kelompok 3 menyerangnya terus menerus tanpa henti…”


“Lalu, apa yang harus kita lakukan!?”


 *Deeemmbbb... Duarr…* Suara ledakan akibat kobaran api yang berputar kencang ditengah-tengah arena pertempuran.


Pusat kobaran api tersebut berada ditempat Nemesis sebelumnya, tetapi saat ini penonton sekaligus anggota kelompok 1230 tidak melihat keberadaan Nemesis disana.


“Ketuaa…. Dimana kau!?” Ucap salah satu anggotanya yang sedang berada disisi garis pertahanan benteng, ia berteriak sangat kencang sambil berlari menuju kearah kobaran api yang sedang menyala, menghanguskan habis pohon-pohon berdaun hijau disekitarnya.


“Tunggu, jangan kesana…” Salah satu anggota 1230 lainnya menahan laju berlarinya anggota yang tampak khawatir dengan keadaan Nemesis tadi.

__ADS_1


Setelah beberapa detik, kobaran api itupun perlahan-lahan menghilang dari pandangan, kini terlihat dengan samar dimata para penonton, sosok satu prajurit yang sedang berdiri tegak diantara puluhan prajurit yang terbaring lemas diatas tanah dengan tubuh serta armor yang hangus terbakar.


Seluruh penonton tercengang melihat kejadian itu, mereka semua terkagum dengan sihir api yang baru saja dipamerkan oleh Nemesis, ketua kelompok 1230.


Bahkan seluruh anggota 1230 juga terkejut melihat sihir dahsyat yang baru saja dikeluarkan oleh Nemesis, selama ini mereka berteman dengan Nemesis didalam pasukan yang sama, tetapi mereka baru saja mengetahui bahwa Nemesis adalah prajurit tanpa gelar yang sangat kuat.


Akhirnya seluruh anggota kelompok 1230 tersenyum melihat keadaan Nemesis yang tetap berdiri kokoh diantara puluhan prajurit musuh yang tumbang berjatuhan, kini mereka semua merasakan titik balik epic comeback yang membuat semangat anggota 1230 kembali membara.


Tetapi perasaan bahagia karena berhasil menjatuhkan musuh itu tidak berlangsung lama, selang beberapa detik kemudian, Nemesis yang berdiri kokoh membelakangi anggotanya itu tiba-tiba jatuh tersungkur tak berdaya.


“Ketua…” Teriak puluhan prajurit anggota kelompok 1230 sambil bergegas berlari menghampiri Nemesis.


Seketika pertarungan berhenti sejenak, tidak ada satupun anggota dari kedua kelompok yang saling bertarung atau bertukar serangan, mereka semua saling berlari menghampiri rekan-rekannya yang tumbang akibat pusaran api tornado yang disebabkan oleh sihir Nemesis.


Tak lama kemudian, salah satu prajurit mengangkat kepala Nemesis dengan perlahan lalu ditaruh diatas pahanya, ia bertanya ke Nemesis dengan perasaan penuh khawatir tentang kesela!? Bertahanlah…”


“Te..nang… Cepat… hancurkan ben…tengnya…” Jawab Nemesis dengan suara berat menahan rasa sakit disekujur tubuhnya, sambil menunjuk kearah benteng kelompok 3 yang tidak dijaga oleh satupun prajurit.


 


“Tunggu… Hentikann…” Teriak salah satu anggota kelompok 3 yang menyadari pergerakan salah satu anggota kelompok 1230.


“Hiyaaaa….”


*Krakkk… Krakk… Byarrr…* Tumpukkan bongkahan batu yang dianggap sebagai benteng itu, kini telah hancur akibat serangan yang dilancarkan oleh kelompok 1230.


“Benteng kelompok 3 runtuh… Kelompok 1230 menang…” Ucap Gadis Jelek dengan lantang hingga terdengar disetiap telinga penonton.


Serentak tepuk tangan para penonton bergemuruh menghiasi berakhirnya pertarungan.


“Tunggu… tunggu… ini tidak adil, lihatlah rekan-rekanku… mereka tak sadarkan diri…” Berontak salah satu anggota kelompok 3, ia memprotes keputusan Gadis Jelek secara terang-terangan dihadapan ratusan ribu penonton. 


Seketika Eliza berdiri dari tempat duduknya yang bersebelahan dengan Cyrus, kemudian ia berkata dengan nada keras serta raut wajah kesal. “Dasar pecundang!! Apa kau tidak membaca peraturannya!? Dimedan perang, tidak peduli separah apapun kondisimu ataupun rekan-rekanmu… Jika kau lemah, kau akan terbunuh dan kerajaanmu hancur!!”

__ADS_1


“Tapi, Yang mu… Arrghhh….”


Entah kenapa tiba-tiba darah segar dari tubuh prajurit kelompok 3 yang memprotes keputusan Gadis Jelek tadi, keluar dengan sangat deras dari pori-pori kulitnya, hanya dalam jangka waktu sekitar 3 detik prajurit itu tersungkur tak bernyawa, bahkan didalam tubuhnya tidak ada lagi darah yang tersisa.


[Mendapatkan 139 poin kehormatan.]


[Mendapatkan 1 Jiwa iblis.]


Seluruh prajurit yang menonton kejadian tersebut, mereka masih belum sadar dan faham dengan apa yang terjadi dengan prajurit yang terbunuh secara misterius itu, Kecuali Eliza Charlotte.


“Raja… apa yang kamu lakukan!?” Ucap Eliza dengan terkejut setelah melihat kejadian yang menimpa prajurit itu.


Keadaanpun hening, raut wajah para prajurit mendadak pucat, setelah mendengar ucapan sekaligus pertanyaan Eliza ke Cyrus, akhirnya mereka semua mengerti apa penyebab kematian prajurit tersebut.


“Aku tidak butuh prajurit seperti itu…” Dengan santainya Cyrus menjawab pertanyaan Eliza, ia menjawab dengan gaya ciri khasnya. Kepala yang bersandar ditelapak tangan kanannya, sikut pergelangan tangan diatas sandaran kursi yang indah, dan kaki kanan menyilang diatas paha kaki kirinya, tentu saja dengan ekspresi tenang layaknya iblis berdarah dingin.


Mendengar jawaban Cyrus, membuat keadaan menjadi lebih hening dari sebelumnya, bahkan burung-burung yang hinggap dibatang pohon pun mendadak terbang tinggi karena ketakutan.


Ratu Eliza berusaha tetap tenang, yang semula ia berdiri karena protes tadi, tiba-tiba ia kembali duduk dengan perlahan setelah mendengar jawaban sekaligus melihat ekspresi Rajanya.


“Keren…” Ucap Eliza dalam hati sambil memasang senyuman indah diwajahnya, kemudian ia berkata dengan lantang ke seluruh prajurit yang menonton jalannya pertandingan. “Apa kalian semua mendengar perkataan Yang mulia Raja!?”


“Kami mendengar Yang mulia…” Ucap para prajurit yang berada ditempat penonton, mereka semua berkata secara bersamaan sambil memberi sikap hormat. Sedangan dengan kelompok 3 yang masih sadarkan diri, mereka hanya bisa memberi sikap hormat kepada Raja dan Ratunya, tanpa mengeluarkan satu katapun.


Kelompok 3 tidak menjawab ucapan Eliza bukannya memiliki dendam ke Raja atau Ratunya, melainkan mereka semua saat ini sedang menggigil ketakutan.


Jangankan untuk mengeluarkan suara, bahkan mereka saat ini tidak mampu mengontrol ekspresi yang saat ini terlihat pucat menahan rasa mual sambil melototkan bola matanya.


“Baiklah… Gadis Jelek, kuserahkan sisanya padamu…” Ucap Eliza sambil melirik kearah prajurit yang saat ini masih berada ditengah-tengah arena pertempuran.


“Baik, Yang mulia…” Jawab Gadis Jelek sambil memberikan sikap hormat, kemudian ia berkata ke para pelayan-pelayan istana kerajaan yang bertugas membantu segala jenis kepentingan dan jalannya turnamen. “Pelayan, cepat bantu mereka… turnamen akan terus berlanjut dan pertandingan selanjutnya akan segera dimulai.”


“Baik, Gadis Jelek.”

__ADS_1


__ADS_2