Demon Emperor

Demon Emperor
Ch.79 - Kekacauan


__ADS_3

Eliza pun akhirnya mengurungkan niatnya untuk membunuh Isabella dan ia pun berjalan menghampiri Cyrus.


Disaat Eliza berjalan untuk menghampiri Cyrus, tentu saja ia melewati Isabella yang saat ini sedang berdiri dihadapannya.


Eliza melewati Isabella sambil melirik Isabella dengan lirikkan yang menakutkan, sekaligus Eliza berbisik ke telinga Isabella.


“Urusan kita belum selesai… Jangan pernah berharap bisa hidup tenang!!” Ucap Eliza tepat ke telinga Isabella, kemudian ia berjalan menghampiri Cyrus dan dengan diikuti oleh Que.


Melihat kejadian itu membuat semua manusia ketakutan, terutama Lycan, mereka berfikir akan terjadi hal buruk kepada Isabella, tetapi ternyata semua baik-baik saja dan akhirnya kini semua dapat bernafas lega.


Setelah beberapa detik Lycan dapat bernafas lega karena putrinya selamat dari maut, kini giliran dirinya yang terancam bahaya setelah mendengar ucapan dari Cyrus.


“Lycan, tunggu hukumanmu setelah semuanya berakhir… Aku kecewa denganmu…” Ucap Cyrus tetap dengan ekspresi dinginnya.


Sontak seketika seluruh tubuh Lycan gemetar berkeringat dingin, ia tetap berlutut sambil berkata. “Mo-mohon ampun, Yang mulia…”


Ucapan Lycan tersebut tentu saja dibantah oleh petinggi kerajaan, mereka semua tidak terima dan juga tidak percaya dengan apa yang baru saja mereka dengar.


“Apa yang anda lakukan, Yang mulia…”


“Benar… Kenapa anda menjatuhkan harga diri Yang mulia…”


“Kita tidak bisa di pandang rendah oleh iblis… Meskipun kita mendapatkan bantuan dari ras iblis, tetapi kita tidak terima dengan ini semua…”


….


….


Ungkapan hati para petinggi itu terdengar jelas ditelinga Cyrus, hingga sampai ditengah-tengah keributan itu terjadi, tiba-tiba terdengar keras suara seperti letusan yang berada disekitaran sana.


*Duuarrr*


Suara letusan tersebut bukan karena dampak dari perang yang terjadi, melainkan letusan tersebut terjadi karena ulah Cyrus.


Cyrus dengan sengaja membunuh beberapa petinggi kerajaan Xavier yang baru saja mencaci maki dirinya dan ras iblis lainnya, ia membunuh mereka semua dengan sangat sadis bahkan tanpa ada rasa sakit terlebih dahulu.


Beberapa petinggi kerajaan Xavier tersebut mati ditempat dengan sihir darah milik Cyrus, mereka semua mati dalam sekejap seperti balon yang berisikan penuh dengan air dan kemudian meletus.


Lantai serta tembok-tembok yang semula bersih, kini seketika penuh dengan darah berwarna merah.

__ADS_1


Semua orang panik ketakutan, banyak diantara mereka yang lari menjauh dari tempat itu dan ada juga yang terduduk lemas tak berdaya melihat kejadian tersebut, salah satu nya yaitu Isabella.


“Huuuaaaa… Apa yang terjadi!? Kenapa mereka!?” Teriak histeris Isabella sambil terduduk lemas tak berdaya, ia tidak sanggup melakukan apapun, kecuali melotot panik sambil berteriak sekuat tenaga.


Lycan yang melihat putrinya yang saat ini sedang ketakutan, ia pun merasa tidak tega dan kemudian ia memohon ampun kepada Cyrus agar mengampuni mereka-mereka yang telah berani menghina ras ibllis.


“Mohon ampun, Yang mulia… Tolong hentikan ini semua, saya berjanji akan menerima hukuman apapun dari anda…” Ucap Lycan dengan tubuh gemetar.


“Baiklah… Tapi ingat, kau masih belum bebas dan aku masih memikirkan apa hukuman yang pantas untukmu!!” Ucap Cyrus dengan dingin dan tetap dalam posisinya yang membelakangi semua orang.


“Baik, Yang mulia…” Jawab Lycan dengan pasrah, sebagai seorang raja dan seorang ayah, ia hanya bisa melindungi semuanya dengan cara mengkorban dirinya sendiri demi keselamatan orang lain.


“Apa kau tahu apa kesalahanmu!?”


“Saya tidak berani menebak, Yang mulia… Jika boleh tahu, apa kesalahan saya?”


Cyrus terdiam beberapa detik sambil mengatur nafasnya, hingga sampai beberapa saat kemudian, ia berkata. “Kenapa kau tidak mengumumkan ke semua pengikutmu… Bahwa beberapa hari yang lalu, kerajaan Xavier telah melakukan perjanjian denganku dan berdiri dibawah kekuasaanku!?”


Lycan terdiam, ia tidak bisa menjawab dan meresa bersalah karena menyembunyikan fakta bahwa kerajaannya kini telah berada dibawah kekuasaan Cyrus Alexander.


Mendengar percakapan antara Cyrus dan Lycan tersebut, beberapa orang yang berada dekat diantara mereka dan mendengarnya, kini mereka terkejut tidak percaya.


Mereka semua merasa seakan-akan telah dibodohi oleh Lycan karena ia mengambil keputusan secara diam-diam tanpa sepengetahuan pejabat kerajaan.


“Kenapa anda rela menurunkan harga diri kerajaan Xavier dan bersedia tunduk kepada iblis?”


“Apa yang dia katakan itu benar, Ayah?”


….


….


Puluhan pertanyaan terlontar dari semua orang, mereka semua tidak habis fikir tentang apa yang ada difikiran Lycan sehingga rela berdiri dibawah kekuasaan ras iblis.


Sebelum krisis ini terjadi, kerajaan Xavier itu terkenal dengan kekayaan yang melimpah, oleh sebab itu mereka semua memiliki gengsi dan harga diri yang sangat tinggi.


Tidak lama setelah puluhan pertanyaan itu keluar yang tertuju kepada Lycan, akhirnya ia menjawab pertanyaan mereka.


“Benar, mulai sekarang kalian harus tunduk kepada Yang mulia raja Cyrus… Disaat kita berada dibawah dan memiliki masalah internal maupun eksternal, beliau lah yang membantu kita… Bahkan tanpa bantuan beliau dan ras iblis lainnya, mungkin saat ini kita sudah mati karena serangan dari ketiga kerajaan itu!!” Ucap Lycan dengan lantang kepada semua pengikutnya sambil menunjuk kearah Cyrus dengan isyarat yang sopan.

__ADS_1


Seketika semuanya terdiam dan mulai merenungkan keadaan mereka saat ini, mereka semua juga mulai berfikir apa yang akan terjadi jika mereka tidak mendapatkan bantuan dari ras iblis.


Keadaan pun menjadi sunyi hening, mereka satu persatu mulai sadar dan merasa bersalah kepada Cyrus karena telah bertindak tidak sopan sekaligus mencela keberadaannya.


Disaat keheningan itu tetap berlanjut, tiba-tiba Cyrus membalikkan badannya dan melangkahkan kaki kearah Lycan.


Tentu saja pergerakan Cyrus itu membuat semua orang penasaran sekaligus ketakutan, mereka semua memandangi hal apa lagi yang akan dilakukan oleh Cyrus selanjutnya.


Beberapa saat kemudian akhirnya semua orang dapat bernafas lega, ternyata Cyrus memang menghampiri Lycan tetapi ia tidak bermaksud melakukan sesuatu hal buruk kepada Lycan, melainkan Cyrus ingin duduk di kursi Raja yang kebetulan berada tepat di samping Lycan.


Setelah Cyrus menduduki kursi tersebut, ia berkata. “Eliza, lakukan sesuka hatimu kepada musuh… Dan jangan melukai orang-orangku!”


“Hehehe… Baiklah.” Eliza menjawab ucapan Cyrus dengan senyuman manisnya dan tanpa membutuhkan waktu yang lama, kini Eliza langsung terjun dari atas benteng pertahanan dan diikuti oleh Que yang turun dari atas dengan cara merayap.


Eliza dan Que pun pergi dengan nafsu membunuh yang mengerikan dan dalam sekejap hawa keberadaan Eliza dapat dirasakan oleh monster-monster pengikutnya.


Setelah kepergian Eliza ke medan perang, kini Cyrus bertanya ke Shadow.


“Shadow, apa kau tidak ingin bertambah kuat?”


“Tentu saja saya ingin bertambah kuat, Yang mulia.” Jawab Shadow tetap dengan posisi berlututnya.


“Lalu kenapa kau masih disini!? Pergilah cari Exp mu sendiri… Kejarlah level Min…” Tiba-tiba ucapan Cyrus terhenti, ia baru sadar bahwa Mino tidak ada disini.


Cyrus benar-benar lupa untuk membawa Mino ke medan perang, sebenarnya ia sangat penasaran dengan skill dan kekuatan yang dimiliki Mino, tetapi ia baru saja sadar bahwa Mino tidak ikut pergi ke benua selatan.


Cyrus pun melanjutkan ucapannya, “Ah, sudahlah… Cepat bunuh semua musuh yang ada di hadapanmu!” Cyrus berkata sambil mengisyaratkan tangannya agar Shadow segera pergi.


“Baik, Yang mulia…”


Sama seperti sebelumnya, Shadow pergi ke dalam medan perang menggunakan skillnya, yaitu bayangan.


Beberapa detik setelah kepergian Shadow, tiba-tiba Cyrus dikejutkan lagi oleh suara yang familiar.


“Apa kau melupakan aku?”


Cyrus tentu saja mengenal suara itu, suara tersebut adalah milik Soul Eater, belati hitam dengan aura membunuh yang mematikan.


“Ah iya… Pergilah juga dan jangan membunuh orang-orangku! Tiba-tiba aku teringat, apa yang berubah setelah kau mencapai tahap ke 2?”

__ADS_1


Dengan nafsunya yang sangat besar, tentu saja itu membuat semangat Soul Eater untuk segera melahap jiwa manusia dan tanpa menunggu waktu lama, kini Soul Eater langsung terbang melesat ke dalam medan perang sambil menjawab pertanyaan Cyrus.


“Hehehe… Rahasia…"


__ADS_2