
Percakapan serius pun berhenti sejenak, karena cerita lucu yang Cyrus ceritakan dan Mino yang menjadi korbannya. Mereka tidak bisa membayangkan dengan tampang sangarnya Mino yang memiliki tubuh besar dan berotot itu, dengan mudahnya dibodohi.
Setelah tawaan itu mulai mereda, kini Cyrus mulai berkata kepada kelima Jendralnya.
“Baiklah… aku akan menyampaikan tujuanku mengumpulkan kalian disini…” Ucap Cyrus dengan tenang, selang waktu beberapa detik kemudian ia melanjutkan ucapannya, “Aku ingin mengadakan Turnamen untuk para prajurit…”
“Turnamen? Turnamen untuk apa itu, Yang mulia?”
Cyrus menjawabnya dengan nada santai, “Turnamen yang akanku gelar 7 hari kedepan… Untuk syarat dan peraturannya akanku kirim nanti melalui surat dan selebaran-selebaran disetiap sudut wilayah kerajaan.”
“Baik, Yang mulia…”
“Tapi sebelum itu aku peringatkan… Prajurit bergelar Jendral dan kapten dilarang ikut turnamen ini…” Ucap Cyrus dengan raut wajah tenang tapi dengan nada tegas.
“Baik, Yang mulia.”
“Kalian boleh pergi…”
Disaat setelah kelima jendral memberi salam ke Cyrus untuk meninggalkan dirinya, tiba-tiba Cyrus teringat dengan keadaan Mino.
“Oh ya, tunggu… temukan Mino dan beritahu dia, kalau kalian sudah menghadapku dan suruh dia kembali kesini…”
“Baik, Yang mulia.”
Akhirnya mereka pergi meninggal Cyrus dan Eliza, bersama-sama mencari keberadaan Mino yang entah pergi kemana.
Sedangkan dengan Cyrus, ia memanggil Gadis Jelek dan Wanita Tua untuk memberi mereka tugas menuliskan sebuah surat, yang berisikan syarat dan ketentuan sekaligus hadiah untuk sebuah turnamen 7 hari kedepan.
*
*
Tiga hari kemudian, Raja iblis Cyrus telah menyebarkan sekaligus mengumumkan sebuah pengumuman, yang berisikan tentang digelarnya sebuah turnamen.
Selebaran-selebaran pengumuman telah tersebar luas hingga setiap sudut kerajaan, membuat rasa penasaran setiap prajurit iblis ingin melihat isi selebaran tersebut. Pengumuman itu berisikan tentang Syarat turnamen, Acara turnamen, dan Hadiah turnamen.
Syarat untuk mengikuti sebuah turnamen tersebut hanya, yaitu:
...******************************...
1. Prajurit kerajaan Quiet Night yang tidak memiliki gelar (Jendral dan Kapten).
2. Setiap prajurit membentuk sebuah kelompok yang beranggotakan 100 prajurit iblis (Bebas memilih).
3. Setiap kelompok memiliki 1 pemimpin/ketua.
4. Tidak takut MATI.
Sedangkan dengan Acara turnamen, yaitu :
1. menjaga dan menyerang sebuah benteng, agar tidak dihancurkan oleh lawan (Dapat dilakukan dengan cara apapun).
__ADS_1
2. Benteng yang tetap utuh sampai batas waktu ditentukan otomatis kelompok tersebut pemenangnya, dan begitu juga dengan sebaliknya.
Terakhir, yaitu hadiah turnamen :
1. Juara 1 : Kelompok tersebut mendapatkan sebuah gelar Omnivora (Gelar tertinggi), Setiap anggota mendapatkan 1000 Platinum.
2. Juara 2 : Kelompok tersebut mendapatkan sebuah gelar Carnivora (Gelar tingkat dua), Setiap anggota mendapatkan 500 Platinum.
3. Juara 3 : Kelompok tersebut mendapatkan sebuah gelar Herbivora (Gelar tingkat tiga), Setiap anggota mendapatkan 100 Platinum.
*Note :
Setiap kelompok yang menjadi juara akan berada dibawah pimpinan dan bimbingan raja iblis Cyrus secara langsung.
ketiga kelompok tersebut akan sejajar kedudukannya dengan para Jendral.
...*********************************...
Tentu saja hal ini mengundang banyak perhatian dari prajurit-prajurit kerajaan Quiet Night.
Iblis mana yang tidak tergiur melihat hadiah yang melimpah sekaligus menjadi tangan kanan raja iblis, bahkan jika beruntung dan mendapatkan juara 1, mereka akan menjadi budak Cyrus yang dimana dapat meningkatkan level dengan kecepatan secepat kilat.
“Aku ingin sekali ikut turnamen ini…”
“Aku juga ingin ikut, apa kamu sudah mendapatkan kelompok?”
“Ayo daftar... kita akan membuat kelompok…”
“Tapi dimana kita harus daftar?”
“Kalau tidak salah dengar… pendaftaran ada di depan istana kerajaan… menemui Gadis Jelek dan Wanita Tua jika ingin mendaftar turnamen ini.”
….
….
__ADS_1
Seluruh sudut kerajaan Quiet Night mendadak ramai dengan seruan ingin mengikuti lomba, bahkan Gadis Jelek dan Wanita sangat kerepotan mengatasi keramaian yang terjadi.
Dan akhirnya kedua perempuan itu dibantu oleh kelima Jendral, Mino dan Pria Tua, mereka semua hanya bertugas mengatur penertip antrian ratusan ribu prajurit, meskipun tugas mereka terlihat mudah tetapi mereka juga sangat kerepotan mengatur ratusan ribu prajurit.
Tetapi tidak heran juga jika melihat situasi seramai ini, karena pada dasarnya hadiah yang begitu melimpah dan sangat menguntungkan yang Cyrus berikan.
“Apa yang kamu fikirkan sehingga menggelar turnamen seperti ini, Rajaku?” Tanya Eliza yang sedang duduk santai bersama Cyrus diatas balkon lantai 2 istana kerajaan.
“Aku ingin membuat sekumpulan prajurit sekaligus pelayan, yang hanya setia melayani garis keturunanku…” Jawab Cyrus sambil memandangi arah bawah, melihat lautan prajurit yang sedang berbaris rapi menunggu giliran.
“Sungguh? Aku akan mendukungmu, jika mereka sekuat Mawar Hitam…” Ucap Eliza sambil memeluk erat tubuh Cyrus dan memasang raut wajah bahagia.
Eliza sangat mengharapkan sebuah pelayan yang benar-benar kuat seperti organisasi Mawar Hitam, ia mengetahui kekuatan sekaligus identitas asli organisasi tersebut dari ingatan-ingatan Eliza sebelum segelnya terbuka.
“Tidak… aku tidak ingin sekuat Mawar Hitam, tapi aku ingin melebihi Mawar Hitam.”
“Bagus… Bagus…” Lagi-lagi Eliza menunjukkan ekspresi bahagianya sambil bertepuk tangan dengan pelan.
Setelah beberapa saat mereka berdua mengamati dari lantai dua, kini tanpa sadar langitpun mulai gelap, senja sore menghiasi keindahan langit, terlihat jelas kedamaian Raja dan Ratu saling berpelukan.
*
*
Empat hari telah berlalu, hari ini adalah hari dimana kerajan Quiet Night pertama kali menggelar turnamen.
Sebuah turnamen besar yang diikuti oleh ratusan ribu prajurit, yang hanya memperebutkan juara 1, 2 dan 3.
Kembang api yang terbuat dari sihir itu menghiasi kemeriahan turnamen, lebatnya hutan terlarang sebagai arena pertandingan, membuat semua perasaan prajurit iblis semakin berdebar-debar kencang.
Jumlah kelompok yang ikut serta turnamen ini, jauh melebihi perkiraan Cyrus, dengan total kelompok yang berjumlah 1.232 itu mereka rela berdiri dibawah panasnya terik sinar matahari, sambil berharap mendapatkan juara pertama dan mendapatkan hadiah yang sudah dipamerkan oleh Cyrus.
Sedangkan dengan prajurit sisanya, sebagian dari mereka tidak ingin berpisah dengan Jendralnya yang selama ini membimbing mereka dengan tulus, dan ada juga yang tidak percaya diri bisa memenangkan turnamen ini karena jumlah peserta yang membludak.
Diatas kursi indah serta mewah, memiliki enam roda bernyawa yang menahan beban, roda bernyawa itu tidak lain adalah makhluk summon dengan keahlian pelayan.
Dengan perasaan dan raut wajah bahagia, mereka rela menggotong raja iblis Cyrus dari istana kerajaan menuju hutan terlarang, tempat turnamen itu berlangsung.
“Yang mulia raja, datang….”
Serentak seluruh prajurit bertekuk lutut dihadapan Cyrus, semuanya tunduk dihadapan makhluk kuat yang sedang menuju kearah mereka, prajurit-prajurit itu sedang menunggu waktu turnamen dimulai.
“Hidup Yang mulia raja Cyrus…. Berjayalah kerajaan Quiet Night…” Serentak seluruh prajurit mengucapkan kalimat tersebut berulang-ulang kali secara bersamaan.
Cyrus tersenyum selebar-lebarnya setelah melihat pemandangan seperti ini, ia merasa bangga dengan kepatuhan prajurit-prajurit iblis yang setia melayaninya.
“Salam, prajuritku…” Ucap Cyrus dengan nada keras sambil melebarkan kedua tangannya kearah ratusan ribu prajurit.
“Salam, Yang mulia Raja…”
“Baiklah, aku tidak suka basa-basi... Turnamen resmi dibuka!”
__ADS_1