
Setelah membunuh Wart Banne dan juga menaklukkan kerajaan Devil’s Winged, kini Cyrus pergi ke dalam istana kerajaan bertujuan untuk duduk diatas singgasana kerajaan, dengan diikuti Eliza yang berdiri disampingnya.
Dengan gaya duduk layaknya bangsawan angkuh, ia berkata dengan lantang. “Detik ini juga, kerajaan ini milikku!”
Kerajaan satu-satunya di benua tengah, hanya memiliki satu wilayah, kini telah sepenuhnya menjadi milik Cyrus.
Tanpa harus mengakui kerajaan itu, sebenarnya kini ia telah menjadi satu-satunya raja di benua tengah. Hal tersebut merupakan hal wajar, karena cara kerja dunia ini adalah siapa yang menang dia yang berkuasa.
Disaat bersamaan dengan pengakuan Cyrus, kini Eliza bertanya, “Lalu, bagaimana dengan kerajaan Red Blood?”
Cyrus terdiam sejenak sambil memikirkan jawaban yang tepat, “Tidak masalah… aku akan menjadi satu-satunya raja dalam dua kerajaan.” Ucapnya dengan senyuman angkuh yang terletak diwajahnya.
Tiba-tiba Cyrus dikejutkan oleh notifikasi Qwerty yang membuat suasana hatinya menjadi lebih bahagia.
[ Selamat!! anda berhasil menaklukkan kerajaan. ]
[ Mendapatkan Skill ‘Troops Leadership.’ ]
Perasaan senang dan bahagia karena telah berhasil menghancurkan kerajaan iblis penghianat itu kini telah berubah menjadi perasaan yang lebih bahagia, hingga tidak dapat diungkapkan oleh kata-kata.
Bukan hanya berhasil mendapatkan kerajaan baru, tetapi kini Cyrus juga mendapatkan skill baru di waktu yang sama.
“Apa itu Troops Leadership? Bagaimana aku bisa mendapatkan skill ini?” Tanya Cyrus kebingungan dalam hati yang terlihat sedang duduk diatas singgasana raja.
[ Skill Troops Leadership adalah skill untuk memimpin dan menciptakan sebuah pasukan. Skill ini di dapatkan dari reward misi tersembunyi. ]
“Menciptakan sebuah pasukan? Bukankah skill ini memiliki fungsi yang sama persis dengan skill Warlock?”
[ Kedua skill ini berbeda. Warlock menciptakan sebuah pasukan dari jiwa yang di dapatkan setelah membunuh, Sedangkan Troops Leadership menciptakan sebuah pasukan dari makhluk hidup dan memiliki hubungan kontrak dengan pemiliknya. ]
Cyrus tersenyum sangat lebar, “Mantap… dengan skill ini aku bisa membuat kontrak Troops Leadership dengan 200.000 pasukanku..” Ucapnya dengan perasaan senang kegirangan di dalam hati.
Keberuntungan sungguh berpihak ke Cyrus, ia mendapatkan banyak sekali keuntungan dengan skill ini.
Skill yang sangat berguna bagi Cyrus yang telah menjadi seorang raja di suatu kerajaan. Tentu saja skill ini sama persis dengan kontrak budak milik Cyrus dengan bantuan Qwerty, tetapi yang membedakannya adalah keuntungan yang didapatkan dari setelah membunuh.
Kontrak budak dengan sistem Qwerty memiliki keuntungan Exp 70/30%, sedangkan Troops Leadership hanya memiliki keuntungan Exp 90/10%.
__ADS_1
Cyrus mendapatkan keuntungan besar dari skill Troops Leadership ini, tetapi perkembangan makhluk terkontrak menjadi lebih lambat daripada kontrak budak.
*
*
Sore hari, setelah Brush selesai dengan tugas-tugasnya kini ia membawa para rakyat asli kerajaan Horns of Hell dan para tahanan yang telah berhasil ditangkap.
“Master… warga asli yang selamat hanya 3.000 iblis saja, banyak warga asli kerajaan ini yang mati akibat penyiksaan dari prajurit kerajaan penghianat, Devil’s Wing.” Ucap Brush dengan raut wajah sedih akibat banyaknya kerabat yang telah tiada.
Dengan perasaan sedikit kesal Cyrus menjawab, “Hm… Dimana sekarang mereka semua?”
“Mereka semua berada di luaran istana, Master.”
Cyrus berdiri dari singgasananya, lalu datang menghampiri Brush dan berkata. “Antar aku kesana, aku ingin berbicara dengan mereka…”
“Baik, Master.”
Akhirnya kini Cyrus dan Brush pergi keluar istana kerajaan, untuk menghampiri para warga yang selamat sekaligus menepati janjinya untuk membuat para ras iblis menjadi lebih kuat.
Sesampainya disana, Cyrus dikejutkan dengan 2 hal yang membuatnya merasakan bahagia dan perasaan sedih yang mampu melukai hatinya.
Hal kedua yaitu Cyrus melihat sendiri pemandangan yang dapat membuat Cyrus meresa tersakiti dan sedih, pemandangan itu adalah kondisi para rakyat asli kerajaan Horns of Hell.
Sebagian besar dari mereka mendapatkan luka-luka fisik akibat siksaan yang dilakukan oleh prajurit Devil’s Wing sebelumnya, mereka mendapat siksaan karena dipekerjakan dengan paksa untuk memperbaiki dan merenovasi bangunan-bangunan yang rusak akibat perang.
Dengan kondisi tubuh kurus dan luka-luka bekas cambuk yang membekas di kulit mereka, membuat Cyrus enggan melihatnya.
“Rakyatku… maafkan aku telat untuk datang..” Ucap Cyrus dalam hati dengan perasaan hati sedih.
Cyrus menguatkan hatinya untuk berbicara dihadapan mereka, “Maafkan aku… seandainya saja aku sedikit lebih cepat untuk menyelamatkan kalian, pasti kalian semua tidak akan mendapatkan kesulitan seperti ini…” Ucapnya bersikap hormat di hadapan 3.000 rakyatnya.
Salah satu dari kakek tua dari mereka memberanikan diri untuk menjawab ucapan Cyrus, “Anda tidak perlu meminta maaf, Yang mulia… ini semua juga salah kami sendiri karena banyak dari kami yang tidak percaya dengan anda satu bulan yang lalu.” Ucapnya dengan hormat dihadapan Cyrus.
“Aku berjanji akan memakmurkan rakyat-rakyatku dan juga mengembalikan kejayaan kerajaan ini…” Jawab Cyrus sambil tersenyum manis untuk meyakinkan hati rakyat yang tersiksa.
Kakek tua itu menjawab, “Terima kasih, Yang mulia raja. Kami semua berharap, anda bisa menjadi raja yang bijaksana.” Ucapnya dengan sikap hormat.
__ADS_1
Percakapan pun terus berlanjut dan disertai keluh kesah rakyat-rakyatnya. Cyrus mendengarkan banyak sekali keluh kesah tentang rakyatnya dengan senyuman dan saling bertukar kata.
Hingga sampai Cyrus berkata dengan lantang dengan gaya ciri khasnya di depan rakyat iblis, “Aku… Cyrus Alexander, akan membangun sebuah kerajaan baru di benua tengah ini…”
Disaat bersama ucapan Cyrus, serentak seluruh rakyat serta para prajurit yang mendengar ucapannya, bertekuk lutut dan menghormati dihadapan Cyrus.
Cyrus tetap melanjutkan ucapan lantangannya, “Untuk membalaskan dendam kalian, dendam keluargaku, serta dendam iblis-iblis yang telah gugur melayani kerajaan Horns of Hell.”
“Hidup Yang mulia raja iblis, Cyrus.”
“Panjang umur Yang mulia raja iblis, Cyrus.”
Puja-puji rakyat yang berlutut itu secara bersamaan. Terlihat di wajah mereka tersenyum bahagia mendengarkan Cyrus berkata bahwa ia akan membalaskan dendam mereka.
Pernyataan kesetiaan mereka melayaninya, membuat Cyrus semakin berhadap untuk menjadi lebih kuat dan menambah jumlah pasukan kuat dengan skill Troops Leadership yang baru saja ia dapatkan.
Dengan perasaan penuh semangat Cyrus berkata, “Aku juga datang kesini untuk memenuhi janjiku… Brush, kemarilah..” Ucapnya sambil melambaikan tangannya memanggil Brush agar mendekat.
Brush berjalan menghampirinya, “Ada apa, Master?” Ucapnya dengan sikap hormat.
Cyrus menunjuk Brush dan berkata, “Dia adalah bukti nyata… Aku bisa membuat makhluk lemah menjadi kuat bahkan sangat kuat, sesuai janjiku satu bulan yang lalu…”
Semua rakyat tercengang dan mengingat dengan baik perjanjian satu bulan yang lalu, bahwa Cyrus menawarkan kekuatan tetapi mereka menolaknya dan hanya Brush saja yang bersedia menerima tawaran Cyrus.
Kemudian Cyrus melanjutkan ucapannya, “Tidak ada kata terlambat. Siapapun yang menginginkan kekuatan untuk membantuku membalas dendam, datanglah kepadaku… aku akan menyambutnya dengan senang hati.” Ucap Cyrus tersenyum merayu keraguan hati rakyatnya.
“Aku bersedia..”
“Aku juga…”
“Aku ingin membalas dendam… aku juga bersedia, Yang mulia.”
Suara keras mengajukan diri tentang bersedianya mereka menjadi bawahan Cyrus. Tujuan dan tekad hati mereka untuk bertahan hidup kini telah kembali seperti semula, bahkan saat ini tujuan bertahan hidup mereka telah dibumbui oleh rasa kebencian dan tekad untuk menjadi lebih kuat.
Disisi lain disaat para tahanan melihat kejadian itu, mereka semua merasakan ketakutan akan keselematan hidupnya.
Sebagian besar diantara para tahanan itu terdiri dari beberapa ras lainnya, yang juga ikut serta membantu atas kehancuran kerajaan Horns of Hell secara internal maupun eksternal.
__ADS_1
Ketika suara rakyat yang bersedia menjadi bawahan Cyrus terus berlanjut, tiba-tiba Cyrus di kejutkan salah satu pergelangan tangan yang menyentuh pundaknya dan suara yang berbicara kepadanya.
“Sayang… Kau belum memberi nama kerajaan barumu…”