
Hanya membutuhkan beberapa detik saja setelah Cyrus berteriak memanggil Mino untuk datang, seketika membuat semua iblis terkejut dan merinding melihat sosok berbadan besar dan penuh bulu dengan berwajah monster itu.
“Si-siapa itu?”
“Mengerikan sekali..”
“Tidak mungkin kita semua bisa menang melawannya… tidak, bahkan seimbang dengannya saja itu sudah mustahil.”
Semua pengawal kerajaan bergumam sambil menggigil ketakutan karena melihat sosok Mino yang tampak sangat kuat.
Pengawal kerajaan yang sedang menghalangi jalan kini menyingkir dan memberinya jalan karena ketakutan melihat Mino yang sedang menuju ke Cyrus.
Setelah beberapa langkah Mino berlutut di belakang Cyrus dan berkata, “Saya datang, yang mulia raja.” Mino menundukkan kepalanya dengan kapak besar yang masih berdiri tegak di tangannya.
Beberapa pengawal kebingungan dengan sikap yang di tunjukkan oleh Mino, “Dia mengucapkan kata ‘Raja’ dan menunduk?” ucap salah satu pengawal dalam hati.
“Hahaha… yang mulia, kenapa anda tidak memberitahuku jika anda memiliki pasukan baru yang terlihat kuat? Apa aku masih kurang kuat?” ucap Arthur sambil tertawa lepas.
Arthur tidak faham dengan ucapan Mino, sebenarnya raja yang Mino maksud bukanlah Cleo tetapi Cyrus. Kini Cyrus tidak bisa berfikir jernih karena sihir darah milik Cleo sudah mulai masuk kedalam otaknya, sehingga tidak ia tidak bisa memberikan perintah apapun ke Mino yang membuatnya hanya tetap berdiam diri dalam posisi berlutut di belakang Cyrus.
Cleo tidak merespon ucapan Arthur, tetapi ia malah menekan sihir darahnya menggunakan mana yang lebih besar. Sihir darah yang Cleo gunakan kini membuat semua iblis di sekitar ruangan singgasana merasa tercekik karena dampak dari besarnya mana yang Cleo gunakan.
“Tunggu… tunggu sedikit lebih lama lagi. Bertahanlah lebih lama Cyrus!” ucap Cleo dalam hati.
Rasa sakit yang di rasakan Cyrus bukannya semakin bertambah, melainkan kini Cyrus menjadi lebih terbiasa dengan rasa sakit yang ia rasakan karena semakin lama berjalan waktu regenerasi tubuh Cyrus lebih besar dari pada sihir darah milik Cleo.
__ADS_1
Sekitar 30 menit telah berlalu, kini Cyrus perlahan mulai menunjukkan dampak positif ke bagian-bagian tubuhnya. Mulai dari jari tangannya tampak bergerak dan tubuh yang semula hanya terdiam di tempat kini mulai bergetar menunjukkan tanda perlawanan.
Melihat kejadian tersebut membuat Cleo dan Arthur terkejut dan saling menatap satu sama lain. Akhirnya kini Cleo melepaskan sihir darahnya dan berkata, “Sungguh mustahil, aku hanya menguji seberapa kuatnya cucuku tetapi kali ini aku memiliki keturunan yang bahkan tidak bisa diukur kekuatannya.” ucapnya sambil menunjukkan raut wajah bangga ke Cyrus.
Bahkan seluruh keluarga Charlotte yang menyaksikan juga ikut terkejut setelah melihat keajaiban yang di lakukan Cyrus, karena keluarga Charlotte telah memahami dampak dari sihir darah.
Setelah beberapa detik tubuh Cyrus kembali normal karena Cleo melepaskan sihir darahnya dan juga bantuan dari regenerasi tubuh Cyrus.
“Apa maksudmu, kakek?” Cyrus masih belum memahami perkataan Cleo.
“Mungkin kini kau telah mengukir sejarah, Cyrus. Tidak ada yang bisa berhasil bertahan selama ini jika terkena sihir darah meskipun makhluk itu sangat kuat sekalipun.” Cleo menjelaskan kepada Cyrus sambil mengisyaratkan salah satu tangannya ke pengawal kerajaan yang sedang memegang tubuh Eliza untuk segera melepaskannya.
“Benarkah? Berapa lama makhluk kuat bisa bertahan dari sihir darah?” ucap Cyrus sambil menggaruk kepalanya perlahan.
“Jika makhluk itu lemah tapi memiliki tekad yang kuat, dia pasti bertahan paling lama 5 menit dan hidupnya berada di ambang antara hidup dan mati.” Cleo menjelaskan dan mengambil posisi duduk diatas singgasananya.
Kali ini raut wajah Cleo benar-benar bahagia dan bangga karena memiliki Cyrus di keluarga Charlotte sebagai penerus kerajaan Red Blood.
Setelah mendengar penjelasan Cleo, kini Cyrus hanya terdiam dan masih menunjukkan raut wajah yang sedikit kesal karena perlakuan yang tidak menyenangkan kepadanya. Tetapi Cyrus berusaha menekan amarahnya bagaimanapun juga semua yang ada di sini termasuk keluarga yang harus Cyrus lindungi di masa depan.
Disamping Cyrus terlihat Eliza sedang terduduk ketakutan dan panik dengan tubuh gemetar karena raja iblis Cleo masih belum memberikan keputusan kebebasan Eliza yang telah melanggar peraturan leluhur.
“Hiks.. Hikss…” suara pelan yang menahan tangis Eliza terdengar oleh Cyrus, kini ia menghampiri Eliza dan membuka jubah hitam elegan yang Cyrus kenakan untuk menyelimuti tubuh Eliza.
Cleo melihat perbuatan Cyrus yang begitu memperdulikan Eliza dan berusaha melindunginya. Kejadian selama ini membuat Cleo yang terkenal kejam, untuk pertama kalinya membebaskan makhluk yang terkena hukuman.
__ADS_1
“Karena Cyrus benar-benar kuat dan memang layak untuk melanggar peraturan, maka aku akan membebaskan Eliza dari hukuman mati.” ucap Cleo dengan lantang hingga seluruh makhluk di sudut ruangan singgasana mendengarnya dengan jelas.
“Aku menolak… aku menolak pengampunan yang kau berikan untuk Eliza.” balas Cyrus dengan ucapan lantang juga. Jessica berteriak kearah Cyrus, “Apa maksudmu? Dasar bodoh… dia anakku!”
Disaat bersamaan Eliza hanya melihat kearah Cyrus, ia semakin bingung dengan apa yang di fikirkannya hingga menolak belas kasih raja iblis. “Ap-apa Cyrus tidak menyukaiku?” ucap Eliza dalam hati.
Cyrus menghiraukan teriakan Jessica dan melanjutkan ucapannya, “Aku hanya tidak ingin calon istriku mendapatkan gelar sebagai penghianat atau membocorkan rahasia kerajaan.” ucap Cyrus sambil menarik Soul Eater yang menancap di lantai.
“Lalu, Apa yang akan kau lakukan, nak?” tanya Cleo dengan lembut.
“Tenang saja, kalian akan mengetahuinya beberapa hari ke depan, dan jangan ada yang mengganggu Eliza, siapapun yang berani menyentuhnya ia akan berhadapan denganku.” Cyrus dengan tenang sambil menggandeng pergi Eliza meninggalkan ruangan singgasana raja.
Semua iblis memperhatikan perginya Cyrus dan Eliza yang sedang diikuti oleh makhluk iblis bertubuh besar dari belakang.
Disaat mereka melangkakan kaki keluar ruangan, kini Arthur bertanya ke Cleo. “Yang mulia, kenapa dia juga ikut pergi bersama Cyrus?” tanya Arthur yang dimaksudnya adalah Mino.
Cleo tersenyum kecil dan menggelengkan kepala, “Dasar bodoh.. kau tidak menyadarinya? sejak awal iblis itu adalah bawahan Cyrus.”
*
*
Malam hari di kamar Cyrus, terlihat jelas raut wajah Eliza masih sedikit syok karena keributan yang terjadi di ruangan singgasana raja tadi sore.
Cyrus membawa Eliza ke kamarnya karena permintaan Eliza yang takut dengan mawar hitam. Saat ini Eliza tidak dapat berfikir dengan jernih karena ia telah mengusik Mawar Hitam dengan membocorkan informasi tentang pemimpin dan keberadaan Mawar Hitam ke orang lain.
__ADS_1
“Beranikan dirimu, Eliza… bagaimana bisa calon ratu kerajaan Red Blood takut dengan organisasi kecil seperti Mawar Hitam.” Cyrus memberi semangat ke Eliza dari keterpurukan rasa takutnya.
Mendengar ucapan Cyrus, membuat raut wajah Eliza menjadi lebih lebih cerah dari sebelumnya. “Terima kasih, Cyrus… aku akan berusaha menjadi iblis yang pantas untukmu dan juga kerajaan ini.”