Demon Emperor

Demon Emperor
Ch.50 - Kembali Ke Planet Pixma


__ADS_3

Hari keberangkatan ke planet Pixma pun tiba, terlihat Cyrus sedang berpamitan dan mengucapkan rasa terima kasihnya ke seluruh penghuni istana yang bersedia merawat dirinya ketika berada di kerajaan Red Blood, teruma kepada Cleo.


“Kakek, percayalah aku akan membalas kematian ibuku… nyawa bayar nyawa.” Ucap Cyrus dengan gagah berani.


Cleo tersenyum mendengar Cyrus mengatakan kalimat tersebut, “Aku menunggumu pulang, nak.” Jawab Cleo dengan lembut.


“Tentu saja...” Ketika Cyrus sedang berbicara dengan Cleo, tiba-tiba ia di peluk dari belakang oleh Eliza. “Aku ikut denganmu…” Ucapnya dengan raut wajah imutnya.


“Disana sangat berbahaya, lagipula aku pergi berperang bukan untuk bersenang-senang…” Jawab Cyrus dengan sedikit nada kesalnya.


Dengan sikapnya yang manja, Eliza berkata. “Aku ingin membantumu berperang, aku juga tidak akan merepotkanmu…” Ucapnya sambil memegang pergelangan tangan Cyrus, berharap ia mendapatkan izin dari Cyrus untuk mengikutinya pergi ke planet Pixma.


“Tidak.” Jawab Cyrus dengan cepat.


Eliza melepas pergelangan tangan Cyrus, ia berteriak sangat kencang. “Aku, calon Ratu… aku juga ingin mendapatkan pengalaman di sana…”


Cyrus menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil memasang raut wajah sedikit kesal, “Baiklah, kau boleh ikut… tetapi jangan sampai merepotkanku!”


Eliza tersenyum manis dan berkata, “Terima kasih, Suamiku…” Ucapnya dengan manja.


Kemudian Cyrus berkata dalam telepati menghubungi Shadow, “Shadow, sekarang tugasmu adalah menjaga Eliza… lindungi dia dimanapun ia berada.”


“Sesuai perintah anda, Yang mulia raja!” Jawab Shadow dalam telepati. Bayangan hitam yang berada dibawah kaki Cyrus kini telah berpindah tempat dengan cepat ke dalam bayangan Eliza.


Setelah semuanya selesai mempersiapkan diri untuk memulai perjalanan, kini Cyrus serta para prajuritnya pergi meninggalkan istana kerajaan.


Disaat bersamaan dengan kepergian Cyrus dan lainnya, raja iblis Cleo memberikan salam perpisahan dengan menggunakan beberapa budaya yang biasa mereka lakukan ketika pergi berperang, seperti sihir api yang di tembakkan ke langit secara bersamaan.


Keberangkatan kali ini diawali oleh Cyrus dan Eliza yang berada di barisan paling depan, mereka berdua berada di dalam kereta kuda. Dengan 200.000 prajurit iblis serta bawahan Cyrus yang terikat dengan kontrak, yang berada di belakangnya.


Satu hari sebelum hari keberangkatan, Cyrus talah menanamkan kontrak budak kepada kelima Jendral, yaitu Jack, Zenith, Pedro, Julius dan Keira.


Dengan ini mereka telah memiliki tato di badannya sebagai tanda mereka telah terikat sepenuhnya dengan Cyrus.


Jack memiliki tato yang bertuliskan ‘2’, Zenith dengan tato ‘3’, Pedro dengan tato ‘4’, Julius dengan tato ‘5’ dan Keira dengan tato ‘6’.


Saat ini hanya Brush saja, satu-satunya budak Cyrus yang tidak memiliki prajurit atau bawahan.

__ADS_1


*


*


Kali ini rombongan Cyrus telah melewati ibukota kerajaan, yang membuat kehebohan para penduduk sekitar.


Mereka melemparkan banyak harapan kepada putra mahkota kerajaan Red Blood, untuk kembali dengan selamat dan membawa kabar tentang kemenangan.


“Balaskan dendam kami, pangeran mahkota…”


“Bunuh mereka yang berani membunuh putri mahkota kami…”


“Kembalilah dengan kemenangan…”


….


….


Teriakan-teriakan tentang amarah dan harapan dari penduduk sekitar membuat hati Cyrus semakin membenci penghuni planet Pixma.


Beberapa waktu telah berlalu, kini Cyrus telah sampai ke tempat portal antar dimensi yang telah kerajaan Red Blood siapkan.


Kepergian Eliza membuat Jessica merasakan khawatir dan juga bahagia didalam hatinya, Jessica merasa khawatir karena Eliza ikut pergi ke tempat yang berbahaya, dan juga merasa bahagia karena anaknya kini perlahan tumbuh lebih dewasa.


Setelah berbagai macam mantra dirapalkan dan gerbang telah terbuka sepenuhnya, kini Cyrus dan lainnya pergi meninggalkan planet Allstar menuju planet Pixma.


*


*


Cyrus serta para prajuritnya telah mendarat di tempat hutan terlarang dengan selamat, tidak ada satupun hal buruk yang terjadi.


Beruntungnya Cyrus mendarat dengan mulus di tempat yang strategis dan aman untuk mendirikan tenda sekala besar.


Cyrus memberikan perintahnya, “Beristirahat dan dirikan tenda di sekitar sini. Jangan membuat kekacauan dan tetap waspada!” Ucapnya dengan lantang.


“Dimengerti, tuan.”

__ADS_1


Tanpa memutuhkan waktu lama, ratusan tenda telah berdiri dengan sempurna. Mereka berjaga secara bergantian dan banyak prajurit yang masih belum terbiasa dengan suasana hutan terlarang.


Terik panas matahari masih menerangi planet Pixma. Didalam salah satu tenda paling besar, terlihat Cyrus dan keenam budaknya sedang memandangi sebuah gambar berbentuk peta benua tengah.


Cyrus mendapatkan peta dunia tengah dari Qwerty, ia menukarkan 1.000 poin kehormatan hanya untuk mendapatkan peta benua tengah. Beruntungnya Cyrus menukarkan peta tersebut, karena peta itu sangat detail dan jelas.


Terdengar suara Cyrus sedang menjelaskan tentang strategi penyerangan istana kerajaan iblis, “Kita menyerang ketika matahari telah terbenam. Pasukan 2, 3 dan 4 menyerang dari gerbang depan dan pasukan 5 dan 6 menahan siapapun yang mencoba melarikan diri dari belakang kerajaan yang terletak di bagian utara.”


“Sesuai perintah anda, tuan..” Serentak kelima Jendral itu berkata secara bersamaan.


Cyrus menyebut angka pasukan sesuai tato yang dimiliki Jendralnya masing-masing.


Kemudian Cyrus kembali memberi perintah, “Sedangkan untuk pasukan 1, tugas kalian adalah menyelamatkan warga asli kerajaan Horns of Hell…” Ucapnya dengan tegas.


Brush menjawab perintah Cyrus, “Baik, master.”


Cyrus memberikan tugas menyelamatkan warga asli kerajaan Horns of Hell kepada pasukan 1, karena hanya Brush saja yang menghafal wajah mereka dan ia merupakan salah satu warga asli kerajaan Horns of Hell sebelum kerajaan ini hancur.


“Baiklah, kalian boleh pergi istirahat dan ambil persediaan makanan yang telah kita siapkan, bagikan makanan itu ke prajurit secara merata.” Ucap Cyrus dengan nada datar.


Akhirnya mereka semua pergi meninggalkan tenda dan melakukan tugas apa yang telah Cyrus perintahkan.


Saat ini Cyrus pergi keatas batang pohon besar, ia melakukan apa yang sering ia lakukan setelah hancurnya kerajaan Horns of Hell.


Ketika sedang memandangi luasnya hutan terlarang, Cyrus penasaran dengan persediaan jiwa yang ia peroleh dari kerja keras Brush selama ini.


“Qwerty, berapa banyak jiwa dan inti monster yang aku miliki saat ini?”


[ Anda memiliki 322 jiwa iblis dan 1.574 jiwa monster. ]


[ Anda memiliki 1.574 inti monster. ]


“Masih kurang… aku ingin membuat prajurit yang sangat kuat.” Ucap Cyrus dalam hati yang tidak puas dengan hasilnya saat ini.


Setelah bertanya ke Qwerty, tiba-tiba Cyrus mengingat satu hal penting yang harus ia lakukan sebelum melakukan perang, yaitu pengintaian secara langusng.


Dengan cepat Cyrus memerintah Shadow melalui telepati, “Shadow, pergilah ke kerajaan Horns of Hell dan laporkan keadaan disana kepadaku sedetail mungkin… dan biarkan Mino yang menjaga Eliza.” Ucap Cyrus dalam telepatinya.

__ADS_1


“Baik, Yang mulia.” Jawab shadow pergi meninggalkan bayangan Eliza.


Shadow pun kini pergi ke kerajaan Horns of Hell untuk mengintai keadaan disana, sedangkan Mino selalu berada diluaran tenda milik Eliza.


__ADS_2