
Setelah beberapa saat, kini Eliza mulai mempertanyakan iblis mengerikan yang berada di belakang Cyrus. ‘Siapa dia? Aku belum pernah melihatnya sebelumnya?” ucap Eliza dengan pelan di dekat telinga Cyrus.
“Namanya Mino dan untuk siapa dia, kelak kau akan mengetahuinya.”
Setelah mendengar jawaban Cyrus, kini Eliza mengamati dari kejauhan seluruh tubuh Mino dari ujung kaki hingga ujung rambut karena penasaran dengan identitas Mino yang sebenarnya.
Terasa suasana canggung antara Eliza dan Mino, hingga Eliza memberanikan dirinya untuk memperkenalkan dirinya. “Namaku Eliza Charlotte, Panggil saja aku Eliza.” ucapnya dengan lembut.
Mino menjawab, “Yang mulia raja memberi saya nama Mino.”
Setelah mereka berdua saling bertukar nama dan melakukan beberapa percakapan tidak penting dengan Cyrus, kini Eliza pergi istirahat karena kelelahan.
“Cyrus, aku tidur denganmu…” Eliza menggunakan suara bernada manja seperti biasanya.
Cyrus tidak menolak ucapan Eliza, “Baiklah, kau tidur lebih dulu. Aku ada sedekit urusan.“ jawab Cyrus dengan nada datar.
*
*
Tengah malam ketika Eliza tertidur sedang tertidur pulas, kini Cyrus terlihat sedang mempersiapkan pakaiannya. Jubah panjang dengan warna serba hitam gelap serta sehelai kain untuk menutupi wajahnya.
“Mino, kau tetap berjaga disini dan lindungi Eliza.” Cyrus mengirim perintah lewat telepati karena ia tidak ingin membuat Eliza terbangun dari tidurnya.
“Baik, yang mulia.” jawab Mino dengan hormat lewat telepati.
Setelah menyiapkan beberapa perlengkapannya, kini Cyrus pergi keluar istana melalui jendela kamarnya. Dengan mengendap-endap untuk menghindari pengawal istana di tengah gelapnya malam ia berhasil keluar istana kerajaan.
Kini Cyrus berada di luar gerbang, “Baguss… sekarang aku butuh bantuan Qwerty untuk menemukan kediaman Hanz.”
[ Mendeteksi kediaman duke Hanz… 25%... 50%... 100% ]
[ Berhasil. Silahkan mengikuti arahan yang telah Qwerty tunjukkan di map System. ]
Terlihat di mata Cyrus sebuah anak panah menunjukkan arah menuju kediaman Hanz, tentu saja anak panah ini hanya Cyrus saja yang bisa melihatnya.
Hanya membutuhkan beberapa saat saja bagi Cyrus untuk menemukan kediaman Hanz, karena kediaman duke hanya berjarak beberapa puluh kilometer saja dari istana.
Dengan keahlian serta pengalaman di masa lalu, Cyrus dengan mudahnya melewati penjaga kediaman duke dan berhasil lolos memasuki kamar pribadi Hanz.
__ADS_1
Terlihat oleh Cyrus bahwa Hanz sedang tertidur pulas bersama istrinya. Tanpa menunggu waktu lama, Cyrus menarik Soul Eater dan memerintah untuk membunuhnya.
“Bunuh lelaki itu.. hanya lelaki itu dan jangan membuat suara.” ucap Cyrus menggunakan telepati.
Soul Eater terbang dengan cepat dan berhasil membunuh Hanz tanpa membuat istri Hanz terbangun, karena Cyrus juga menggunakan sihir darahnya untuk membungkam tubuhnya. Hanz mati dalam sekejap tanpa melakukan gerakan atau menjerit kesakitan.
[ Mendapatkan 1 jiwa iblis. ]
[ Mendapatkan 209 poin kehormatan. ]
Setelah sepenuhnya tidak bernyawa, kali ini Cyrus menggunakan sihir darahnya untuk merusak otak Hanz agar tidak bisa di deteksi oleh penyihir kerajaan tentang jejak yang dapat merugikan Cyrus. Sekecil apapun petunjuk dapat membongkar siapa pelaku pembunuhan ini.
*
*
Jam dinding terus berputar, matahari telah terbit dan memancarkan panasnya terik matahari. “Cyrus… bangun… ada berita duka!” Suara keras yang terdengar di telinga membuat Cyrus terbangun dari tidurnya.
Cyrus membuka matanya perlahan, melihat sosok wajah Eliza kini telah kembali normal. “Ahh… aku lelah, Eliza.” jawab Cyrus dengan setengah sadar.
“Duke Hanz telah mati… sekarang seluruh kerajaan sedang ribut dengan berita ini.”
Tanpa menunggu waktu lama, berita kematian Hanz telah menyebar luas ke seluruh kerajaan Red Blood karena Hanz merupakan iblis penting di kerajaan ini.
“Benar… saat ini semua orang sedang membicarakan siapa pelaku pembunuhan Hanz. Aku sungguh tidak menyangka, padahal kemarin kita sedang bercanda tawa dengannya di taman.” ucap Eliza dengan nada sedih.
“Sudahlah, jangan terlalu difikirkan. Mungkin sudah waktunya dia mati.” Jawab Cyrus dengan tenang.
Ketika mereka berdua sedang membicarakan Hanz, suara ketukan pintu kamar terdengar. “Tok… tok.. tok… tuan muda.” suara pelayan kerajaan memanggil Cyrus.
“Ya.. ada apa?” jawabnya tanpa membuka pintu kamar.
“Yang mulia raja memanggil tuan muda dan juga nona Eliza, beliau menunggu di ruangan singgasananya.”
“Baiklah, kau boleh pergi.” Cyrus menjawab sambil bergegas memakai baju kerajaan dan bergegas pergi meninggalkan kamarnya. Ketika Cyrus hendak membuka pintu kamar, Eliza berkata. “Aku ikut…” ucapnya sambil berjalan mengikuti Cyrus dari belakang.
Setelah beberapa saat, kini Cyrus dan Eliza telah sampai di ruangan singgasana. Di dalam ruangan hanya berisikan keluarga Charlotte dan Arthur pengabdi setianya.
“Ada apa kakek memanggilku?” ucap Cyrus dengan tenang sambil berjalan menghampiri Cleo.
__ADS_1
Cleo meletakkan tangan kanan di keningnya dengan raut wajah stres, “Huft… baru beberapa hari di sini kau sudah membuat kekacauan besar, Cyrus.”
Cyrus hanya membalas dengan senyuman kecil sambil merapikan rambutnya yang sudah rapi sejak tadi. Hanya Eliza saja di sini yang tidak mengetahui maksud dari ucapan Cleo, Sedangkan seluruh keluarga Charlotte yang berkumpul serta Arthur, sebelumnya mereka telah memprediksi dan meyakinkan bahwa kematian Hanz adalah tindakan Cyrus.
Kemudian Cleo memanggil iblis yang merupakan salah satu tangan kanannya untuk mengurus internal kerajaan dan ia menurunkan tihtanya, “Dengan kematian duke Hanz pagi ini, telah di nyatakan bahwa Eliza Charlotte resmi tidak menghianati keluarga Charlotte.”
Eliza terkejut bahagia dengan ucapan kakeknya, ia tidak menyangka akan mendapatkan kabar baik dan kabar buruk secara bersamaan di satu waktu.
Cyrus berkata sambil memandang Eliza yang terlihat sangat bahagia, “Mulai sekarang, tidak ada yang berani memanggilmu penghianat.” ucap Cyrus sambil tersenyum.
Dengan reflek bahagia Eliza memeluk Cyrus dengan cepat. Seluruh keluarga Charlotte pun turut senang terutama Jessica dan Henry yang merupakan orang tua kandung Eliza.
Disaat sedang Eliza sedang memeluk Cyrus, terdengar suara Qwerty di dalam kepala Cyrus berulang-ulang kali.
[ Brush Level up. ]
[ Mendapatkan 1 jiwa monster. ]
[ Mendapatkan 150 poin kehormatan. ]
[ Mendapatkan 1 jiwa monster. ]
[ Mendapatkan 170 poin kehormatan. ]
Cyrus tersenyum, “Ah.. tertanya mereka sedang berlatih.” ucap Cyrus dalam hati.
Setelah beberapa saat suasana bahagia terjadi, Cleo berkata. “Kalian boleh pergi, aku harus mengurus kematian Hanz dan mencari duke baru untuk kerajaan ini.”
Akhirnya semua satu persatu meninggalkan ruangan Cleo kecuali Arthur.
“Yang mulia, Penerus anda memang sama persis seperti raja pertama di kerajaan ini.” ucap Arthur terkagum dengan kekejaman Arthur yang membunuh Hanz yang tidak bersalah demi kepentingan pribadi.
“Aku berharap dia dapat membangkitkan kejayaan keluarga Charlotte seperti dulu lagi.”
Zaman dahulu terlahir anak iblis jenius yang memiliki berkah dari dewa, ia terlahir di dalam keluarga Charlotte yang hanya tinggal di sebuah desa kecil.
Seiring berjalannya waktu. Anak iblis keluarga Charlotte itu telah berhasil menaklukkan planet Allstar dengan kekuatannya, ia berhasil menundukkan semua kerajaan di bawah naungannya.
Dengan sihir darah yang dimilikinya ia mampu melawan jutaan makhluk seorang diri dan membunuh siapapun yang berstatus musuh baginya. Hingga berakhir dengan membangun sebuah kerajaan yang bernama Red Blood.
__ADS_1
Kerajaan Red Blood sangat di hormati dan di takut i oleh kerajaan-kerajaan lain sampai beberapa abad lamanya, Hingga sekarang kerajaan Red Blood mulai menurun bertahap demi tahap karena kurangnya keturunan jenius yang terlahir di dalam keluarga Charlotte.
Semua keturunan Charlotte dalam kondisi terlena karena sibuk berfoya-foya menikmati hasil dari leluhurnya.