
Selama hidupnya hanya tinggal di kerajaan dan pergi kemana pun selalu dikawal oleh pengawal, tentu saja kejadian ini merupakan pertama kalinya bagi Eliza berhadapan langsung dengan monster tanpa pengawal.
Eliza terkejut saat melihat monster dan iblis itu menunduk kepadanya, lalu dia berkata. “Kalian saling mengenal?” ucapnya dengan raut wajah terkejut.
Brush mendengar suara wanita, kemudian dia melirik kearah wanita tersebut. Brush terkejut saat melihat sosok iblis cantik yang sedang memeluk tubuh Cyrus.
“Maafkan kelancangan saya master, saya tidak bermaksud mengganggu malam indah master…” ucap Brush sambil melangkah mundur.
Melihat tingkah Brush membuat Cyrus tersenyum kecil, sambil berkata. “Sudah-sudah, lakukan tugasmu seperti biasa aku sangat lapar…” Cyrus sambil tersenyum.
“Baik master.” ucap Brush sambil berjalan meninggalkan Cyrus.
“Tunggu Brush… tambahkan porsinya, kita harus memberinya makan.” ucap Cyrus sambil melirik Eliza.
“Baik master.” jawab Brush sambil melirik eliza.
Brush dan Buldog pergi meninggalkan mereka berdua untuk mencari kayu bakar, sedangkan Eliza sangat penasaran dengan Brush dan Buldog.
“Cyrus… siapa dia? Kenapa dia memanggilmu master?” ucap Eliza.
“Dia adalah Brush, budakku.” ucap Cyrus dengan nada datar.
Mendengar kata “ budak “ membuat Eliza terdiam, yang semula raut wajah ketakutan karena kedatangan monster kini berubah menjadi raut wajah kesedihan.
Eliza berhenti berbicara atau bertanya ke Cyrus. Karena dia sering bertanya dan mendengar dari beberapa pelayan, bahwa kehidupan seorang budak sama saja seperti mayat hidup.
Keadaanpun menjadi canggung. Sampai beberapa saat terlihat Brush dan Buldog kembali membawa beberapa kayu bakar dan akhirnya mereka makan daging bakar bersama-sama.
Di malam yang sama saat tengah malam, mereka semua tertidur pulas. Tiba-tiba terdengar dari kepala Cyrus suara Qwerty sedang berbunyi berulang-ulang kali.
[ Mana poin berkurang. ]
[ Mana poin berkurang. ]
[ Mana poin berkurang. ]
…..
…..
[ Shadow sedang dalam bahaya dan terluka. ]
Mendengar suara berisik berulang-ulang kali membuat Cyrus terbangun dari tidurnya dan bertanya ke Shadow melalui telepati, “Shadow, ada apa denganmu?” ucapnya dengan nada lemas karena ngantuk.
“Saya sedang melarikan diri dari kejaran prajurit iblis, yang mulia.” jawab Shadow.
Cyrus menggerutkan dahinya, “Bagaimana bisa kau ketahuan?” ucap Cyrus sambil beranjak dari posisi tidurnya.
__ADS_1
[ Mana poin berkurang. ]
“Saya sedang membawa dan melindungi wanita iblis bernama Jessica Charlotte.” Setelah beberapa detik dia melanjutkan perkataannya, “Di dalam penjara bawah tanah dia berteriak ketika pertama kali melihatku keluar dari bayangan… Ma-maaf atas kelalaian saya, yang mulia.”
Mana poin atau Mp Cyrus terus berkurang ketika makhluk summon Cyrus terluka, mereka menggunakan mana poin Cyrus secara otomatis untuk meregenerasi bagian yang terluka secara terus-menerus.
Selama Cyrus memiliki mana poin, makhluk summon Cyrus akan terus menyembuhkan luka dengan sendirinya. meskipun kepala Shadow terpenggal, dia akan membentuk ulang kepalanya dan tetap hidup selama Cyrus tidak kehabisan mana poin.
Cyrus melanjutkan perkataanya, “Kerja bagus Shadow… Jangan biarkan mereka kehilangan dirimu dan giring mereka ke tempatku. Akanku berikan malam yang indah untuk iblis penghianat itu.” ucap Cyrus sambil tersenyum manis.
“Baik, yang mulia.”
Setelah memutus percakapan dengan Shadow, kini Cyrus beralih ke Qwerty.
“Qwerty, Tunjukkan keberadaan Shadow.” Ucap Cyrus dalam hati.
[ Keberadaan Shadow terdeteksi. ]
Di dalam radar Qwerty, terlihat dengan jelas keberadaan Shadow yang sedang berusaha melarikan menuju ke dalam hutan terlarang dan diikuti oleh beberapa prajurit iblis di belakang Shadow.
Sebenarnya kecepatan Shadow tidak dapat dilihat oleh iblis tingkat rendah ketika di malam hari, tetapi dia sengaja memperlambat kecepatan agar mereka tidak kehilangan jejaknya sesuai perintah Cyrus.
Cyrus melihat Eliza, Brush dan keluarga Buldog yang sedang tertidur pulas. “Lebih baik tidak membangunkan penggangu seperti dia.” gumam Cyrus yang bermaksud ke Eliza dan berjalan meninggalkan mereka yang sedang tertidur menuju arah Shadow berada.
*
*
Setelah sekian lama menunggu, Cyrus melihat sebuah bayangan shadow yang datang menghampirinya dan tidak jauh dari Shadow terlihat juga beberapa iblis yang sedang mengejarnya.
Prajurit Iblis yang sedang mengejar shadow berjumlah 30 prajurit, tanpa berfikir panjang Cyrus memerintahkan Soul eater untuk melahap jiwa mereka.
“Soul eater, sarapan pagimu telah tiba.” ucap Cyrus sambil melihat beberapa prajurit.
Muncullah sebuah kabut hitam di hadapan Cyrus, kabut tersebut mengeluarkan sebuah belati hitam dan berbicara. “Hohoho… terima kasih tuan.”
“Bunuh semua iblis itu, jangan biarkan satupun kabur.” ucap Cyrus sambil tersenyum kecil.
“Dengan senang hati tuan.” Soul eater melesat kencang kearah prajurit iblis.
“Krakk…”
“Krakkkk…”
“Sakit…”
“Ahhhh… Belati apa itu..”
__ADS_1
“Sial… mengganggu saja..”
Suara Soul eater menembus baju zirah milik salah satu prajurit dan suara para prajurit yang sedang kesakitan akibat tusukan-tusukan Soul eater.
[ Level up ]
[ Mendapatkan 3 jiwa iblis. ]
[ Level up ]
[ Mendapatkan 7 jiwa iblis. ]
….
Suara Qwerty terus menerus berbunyi di kepala Cyrus sampai semua prajurit iblis itu terbunuh oleh Cyrus.
Setelah membunuh semua prajurit Soul eater kembali ke Cyrus dan Shadow kini telah berhasil menyelamatkan Jessica Charlotte.
Shadow menghampiri Cyrus lalu menunduk dan berkata, “Yang mulia.” ucapnya dengan hormat.
“hm… dimana Jessica?” ucap Cyrus karena dia tidak melihat Jessica bersamanya.
“Sejak awal saya telah memindahkan Jessica kedalam ruang penyiksaan yang berada dalam bayangan saya.” ucap Shadow.
Ruang penyiksaan merupakan Skill utama Shadow yang dapat menyiksa dan membunuh siapapun yang terjebak di dalam bayangannya.
“Ruang penyiksaan? Apa kau gila… Aku menyuruhmu untuk menyelamatkannya.” ucap Cyrus dengan nada tinggi.
“Saya hanya menyimpannya di dalam bayangan, yang mulia… saya tidak menyiksa atau membunuhnya.” ucap Shadow sambil ketakutan.
“Ahh baiklah, keluarkan dia.”
Tampak bayangan Shadow mengeluarkan seorang wanita iblis dewasa yang mirip dengan Amelia Charlotte. Wanita tersebut dalam keadaan tidak sadarkan diri akibat efek dari ruang penyiksaan Shadow.
Melihat wanita tersebut, membuat Cyrus terkejut dan matanya menunjukkan kesedihan yang amat dalam. Jessica Charlotte mengingatkan Cyrus kepada Ibunya, yaitu Amelia Charlotte.
“Wajahnya… sangat cantik seperti ibuku..” ucap Cyrus dalam hati sambil memandangi Jessica dengan penuh kerinduan.
Ketika Cyrus terdiam memandangi Jessica, Tiba-tiba dia dikejutkan oleh suara Shadow.
“Yang mulia, ampuni hamba karena tidak menjalankan tugas pertama dengan baik.” Sekujur tubuh Shadow menggigil ketakutan.
“Lupakan… Kerja bagus Shadow, kau telah melakukan tugasmu dengan baik.” jawab Cyrus sambil menepuk pundak Shadow.
Setelah semuanya Selesai, Cyrus memerintahkan Shadow untuk bersembunyi di dalam bayangannya. Cyrus ingin menyembunyikan Keberadaan Shadow sebagai prajurit bayangan, yang tidak terlihat oleh banyak orang.
Cyrus pun kembali ke tempat Eliza sambil menggendong Jessica yang tidak sadarkan diri.
__ADS_1