
Seketika darah dari jutaan mayat yang tergeletak didalam medan perang tersebut berterbangan dan berkumpul memadat menjadi satu.
Disaat yang bersamaan itu juga, Cyrus berkata. “Qwerty, aku akan menukarkan poin kehormatanku dengan 2 kartu teleport… Percepat prosesnya!” Ucapnya sambil mengontrol sihir darah.
[Berhasil membeli kartu teleport sebanyak 2 kartu.]
Setelah berhasil membeli kartu teleport dari Qwerty, dengan sigap Cyrus langsung menggunakan kartu teleport tersebut.
[Poin kehormatan berkurang 2.000]
Cyrus menggunakan kartu tersebut untuk berpindah tempat dimana Eliza berdiri saat ini.
Seketika cahaya hitam langsung membawa Cyrus ke tempat Eliza dan sekumpulan darah manusia itupun juga mengikuti Cyrus kemana ia berpindah.
[Sisa poin kehormatan anda 4.721.323 Poin.]
Cyrus dengan sengaja menahan sihir milik pahlawan tersebut dengan sihir darahnya, tetapi sihir darah milik Cyrus saat ini tidak dapat memblokir serangan tersebut.
“Sial… Padahal aku sudah mengumpulkan segitu banyaknya darah dan memadatkannya sampai sepadat ini, tetapi kenapa masih tidak mampu menahannya dan hanya memperlambatnya saja…” Gumam Cyrus sambil tercengang dan penasaran dengan sihir yang bersinar terang itu.
Saat ini sihir cahaya yang bersinar terang itu terus melambat dan secara perlahan-lahan mulai mendekati mereka berdua, sihir milik Vladmir tersebut melambat karena dampak dari sihir darah Cyrus yang memblokirnya, tetapi tidak cukup untuk menghentikan sihir Vladmir tersebut.
Semua bawahan Cyrus itu pun terkejut dan panik dengan kedatangan Cyrus secara tiba-tiba, kecuali Eliza.
Disaat bersamaan dengan hal itu, kini Cyrus menggunakan kartu teleportnya yang tersisa dan membawa pergi Eliza dari tempat itu.
Ketika mereka berdua berhasil selamat dari serangan Vladmir dan kini mereka juga sudah berpindah tempat, kini terlihat jelas Eliza tampak sedikit marah dengan kedatangan Cyrus yang berusaha ikut campur dalam pertarungannya melawan manusia.
“Kenapa kamu membawaku pergi dari sana!? Bukankah kau sudah berjanji untuk membiarkanku balas dendam!?” Ucap Eliza dengan nada dan raut wajah sedikit kesal.
“Aku memang memberimu kesempatan untuk membalas dendam, tetapi tidak begini caranya… Kenapa kau tidak menghindar dan justru malah ingin melawan sihir yang berbahaya itu!?”
Eliza semakin emosi kepada Cyrus dan kali ini ia menjawab ucapan Cyrus dengan nada sedikit tinggi, “Ini adalah pertarunganku… Kamu tidak berhak ikut campur dalam pertarunganku!!”
“Kau berani berkata begitu kepada Raja sekaligus suamimu!?” Ucap Cyrus sambil melotot dan menggunakan nada tinggi.
Eliza pun terdiam membisu, saat ini ia sungguh sangat emosi dengan Cyrus yang ikut campur dalam pertarungannya melawan ras manusia, tetapi ia tidak berani membantah Cyrus karena dikehidupan ini ia telah menjalin kontrak budak dengan Cyrus.
Disaat pertikaian adu mulut antara Raja dan Ratu kerajaan Quiet Night itu berlangsung dan mereka kehilangan fokus di medan perang, tiba-tiba Cyrus merasakan energi sihir yang kuat sedang mendekat kearah mereka dengan sangat cepat.
__ADS_1
*Wussss…*
Sihir kuat itu adalah milik Vladmir, ia meluncurkan sihir untuk kedua kalinya dengan kekuatan dan kecepatan yang lebih kuat dari sebelumnya.
Cyrus menyadari kedatangan sihir kuat milik Vladmir tersebut, tetapi juga sadar bahwa ia akan sangat terlambat jika harus melakukan teleport, menghindar ataupun memblokir sihir tersebut dengan sihir darah miliknya.
Karena keterlambatan itu, Tanpa berfikir panjang Cyrus dengan sengaja mendorong Eliza agar menjauh darinya dan berakhir dengan Cyrus yang terkena sihir kuat milik Vladmir tersebut.
“Arrgghhhh….” Teriak kesakitan Cyrus terdengar oleh semua bawahannya, termasuk Eliza.
Eliza yang terkejut dengan tindakan Cyrus dan rela mengorbankan dirinya hanya untuk keselamatannya, ia hanya bisa syok dan berteriak kencang.
“Tidakkkkk…” Teriak Eliza sambil menyodorkan salah satu tangannya kearah Cyrus.
Eliza melihat dengan mata kepalanya sendiri, bahwa Cyrus berteriak kesakitan akibat tubuhnya bersentuhan dengan sihir yang bersinar terang itu.
Teriakk keras Eliza itu terdengar oleh semua makhluk, seketika pandangan dan fokus mereka hanya tertuju kepada Cyrus.
“Yang mulia…”
“Yang muliaaaa…”
….
….
[Tubuh anda telah hancur.]
Saat ini pandangan Cyrus hanya terlihat gelap gulita, kegelapan itu terlihat sama seperti awal mula Cyrus bereinkarnasi ke dunia ini.
Pandangan gelap itu tak berujung dan hanya terlihat layar monitor Qwerty yang saat ini terlihat dimata Cyrus.
Disaat bersamaan dengan pandangan Cyrus yang seketika menjadi gelap gulita itu, Eliza dan lainnya tidak mempercayai apa yang saat ini mereka lihat.
Eliza dan lainnya khususnya bawahan Cyrus itu saat ini sedang melihat tubuh Cyrus yang hancur berkeping-keping akibat serangan yang diluncurkan oleh Vladmir.
“Tidakkkk… Ini tidak mungkin!! Bukankah kita itu abadi!? Kenapa kamu rela mengorbankan dirimu untuk menyelamatkanku…”
“Yang muliaaaa…”
“Yang mulia raja...”
__ADS_1
…..
…..
Teriak panik dan sedih dari Eliza dan bawahan Cyrus itu terus berlanjut, bahkan mereka berhenti untuk melanjutkan pembantaian hanya demi memastikan Rajanya baik-baik saja, tetapi saat ini yang mereka lihat adalah tubuh Cyrus yang hancur berkeping-keping.
Melihat kondisi Cyrus seperti itu, membuat Eliza tampak frustasi dan putus asa, emosi Eliza tak terkontrol dan ia saat ini benar-benar ingin membunuh semua manusia yang ada dipandangannya, khususnya Vladmir.
“Aku… Akuu… Akuuu benar-benar benci kalian!!” Teriak lantang Eliza sekencang-kencangnya sambil menghadap langit cerah.
Aura membunuh yang sangat mengerikan lebih dari sebelumnya dan bahkan jauh lebih besar dari sebelumnya itu muncul dari tubuh Eliza.
Disaat bersamaan dengan peristiwa yang dialami oleh Eliza, membuat langit yang cerah itu menjadi mendung gelap, angin berhembus kencang, suasana tiba-tiba menjadi sangat mengerikan.
Perubahan cuaca secara tiba-tiba yang terjadi karena kemarahan Eliza tersebut, membuat seluruh makhluk pengikut setia Eliza yang ada dimedan perang itu menjadi jauh lebih kuat dan ganas.
Bola mata mereka berubah menjadi hitam kemerah-merahan, pergerakan mereka menjadi sangat cepat, bahkan ada beberapa monster yang bergabung menjadi satu dan berevolusi.
Prajurit musuh yang berlari sambil melihat peristiwa yang terjadi disekitarnya itu, membuat mereka lebih baik mati bunuh diri daripada mati ditangan monster dan hewan-hewan yang lebih menakutkan dari sebelumnya.
Beberapa detik kemudian, Eliza beranjak dari tempat dimana tubuh Cyrus hancur berkeping-keping dan kemudian berjalan kearah Vladmir dengan tatapan yang benar-benar menakutkan.
Eliza melangkahkan kakinya sambil berkata dengan suara yang berbeda dari biasanya, suara Eliza terdengar sangat berat dan mengerikan. “Anak-anakku… Bunuh semua musuh tanpa tersisa… Jangan sampai aku melihat ada satupun yang berhasil lolos dari sini!! Tidak ada kata ampun untuk mereka!!”
Seketika pengikut setia Eliza itu mendengar dan menjawab ucapan Eliza dengan bahasa mereka masing-masing.
*Sssssss….*
*Hrgggghhhh…*
*Ssssss*
…..
…..
Suara-suara jutaan makhluk berjenis ular tersebut terus menerus terdengar ditelinga prajurit musuh, menghantui pemandangan yang terjadi saat ini.
Hanya mendengar suara mereka saja, membuat seluruh prajurit musuh kehilangan semangat untuk bertahan hidup, mereka semua putus asa dan hanya ada fikiran bahwa mereka akan segera mati ditangan makhluk-makhluk yang ada disekitar mereka.
Jutaan pengikut setia Eliza seketika muncul dari segala arah, dengan mata hitam kemerah-merahan itu mereka mengepung dan memblokir setiap sudut medan perang dan tempat ketiga raja kerajaan musuh.
__ADS_1
Tidak ada jalan untuk kabur bagi ras manusia, hanya tersisa dua pilihan bagi mereka, yaitu mati bunuh diri atau mati ditangan pengikut setia Eliza.