Demon Emperor

Demon Emperor
Ch.15 - Cerita Anna


__ADS_3

Berlin adalah teman masa kecil Anna, bahkan dia menganggap Anna sebagai adik kandungnya sendiri.


Mendengar perkataan Cyrus bahwa sekarang Anna adalah budaknya, membuat Berlin begitu sangat terpukul. Ekspresi raut wajah dan perasaan hati yang semula bahagia karena bertemu Anna kini seketika berubah menjadi kacau.


Berlin tidak bisa membayangkan bagaimana tersiksanya Anna selama ini menjadi budak ras iblis, karena ras iblis merupakan ras paling kejam diantara ras lainnya.


Suasana yang sebelumnya terasa bahagia dan mengharukan kini seketika berubah menjadi begitu canggung.


Anna yang merasakan perubahan tersebut menjelaskan ke Berlin untuk tidak terlalu mencemaskannya, “Jangan berfikiran buruk Berlin, lagipula aku memiliki tuan Cyrus yang sangat baik hati bahkan memperlakukanku sebagai manusia.” Anna tersenyum kearah Berlin.


“Tapi Anna, kehidupanmu tidak akan pernah bebas seperti dulu lagi.” ucap Anna dengan raut wajah sedih. Bagaimanapun penjelasan Anna, Berlin sangat mengerti bagaimana tersiksanya menjadi seorang budak apalagi menjadi budak iblis, karena iblis merupakan ras paling kejam diantara ras lainnya.


Suasana canggung tersebut terus berlanjut, sementara kini mereka telah berada di depan bangunan kumuh tempat para tahanan.


“Tempat apa ini tuan?” tanya Anna.


“Ini tempat para goblin menyimpan tahanan manusia.” Jawab Cyrus dengan singkat.


Berlin yang mengetahui bangunan tersebut hanya bisa terdiam trauma, karena bangunan kumuh ini adalah tempat dia tinggal selama ini, banyak sekali manusia yang mati tanpa disiksa oleh para goblin karena manusia di dalam sana semua mati kelaparan.


Tanpa berfikir panjang, kini Cyrus memasuki bangunan kumuh tersebut. Cyrus sedikit terkejut setelah melihat semua keadaan yang dilalui manusia di tempat ini.


Banyak tubuh manusia tergeletak tak bernyawa dengan tubuh terlihat sangat kurus, “Ternyata aku datang terlambat, mereka semua sudah mati kelaparan.” gumam cyrus sambil memeriksa mayat manusia.


Karena mereka bertiga tidak menemukan apapun yang berharga di dalam sana, Cyrus segera pergi dari sana dan membakar tempat kumuh tersebut. Bagaimanapun juga Cyrus tidak bisa membuang banyak waktunya untuk melanjutkan perjalanan ke benua selatan.


Setelah membakar bangunan kumuh beserta mayat didalamnya, kini Cyrus bergegas pergi ke tempat ruang harta para goblin tentu saja dengan bantuan map system.


Anna mengerutkan dahinya, “Aku sangat bersyukur karena kamu satu-satunya manusia yang selamat dari sini.” ucap Anna sambil memeluk Berlin.


“Mungkin ini memang cara takdir mempertemukan kita, Anna...” Berlin membalas perkataan Anna yang sedang memeluknya.


Perbincangan hangat pun berlanjut sembari mereka berjalan mengikuti Cyrus dari belakang. Suasana canggung setelah mengetahui Anna adalah seorang budak kini perlahan menghilang setelah mengetahui sifat Cyrus terlihat berbeda dari rumor tentang iblis yang Berlin dengar.


Cyrus hanya melihat tingkah laku mereka berdua, tanpa berusaha mengganggu suasana bahagia yang di rasakan Anna.


Setelah begitu lamanya mereka berjalan bersama, Berlin baru menyadari keberadaan Buldog yang selalu mengikuti Cyrus tepat disampingnya. Berlin terkejut karena salama ini yang bersamanya adalah monster penghuni hutan terlarang.

__ADS_1


“Tunggu.. jadi selama ini kita bersama monster?” Berlin terkejut ketakutan.


“Hahaha… Berlin, kau sangat lucu… selama ini kau baru menyadarinya?" ucap Anna sambil tertawa.


Cyrus yang mendengar percakapan mereka, membuatnya tersenyum sambil menggelengkan kepala. Dia fikir Berlin adalah gadis pemberani ternyata dugaannya salah, Berlin hanya belum menyadari keberadaan monster berlevel tinggi.


Setelah menemukan tempat ruang harta goblin dan mengambil semuanya, harta tersebut di simpan Cyrus ke dalam tas penyimpanan system dan mereka membakar habis desa goblin bersama mayat manusia di dalamnya.


Karena tidak ingin membuang banyak waktu akhirnya Cyrus memutuskan untuk melanjutkan perjalanannya menuju benua selatan.


*


*


Ketika Cyrus dan lainnya sedang berada diluar jalur antar benua. Terlihat sejumlah kereta kuda yang terus menerus berdatangan melewati jalur antar benua.


Kereta kuda kali ini sedikit berbeda dengan kereta kuda yang dilihat Cyrus dan Anna sewaktu masih berada di jalur antar benua. Kereta kuda tersebut tidak membawa budak manusia melainkan membawa perlengkapan senjata yang dikawal oleh ratusan bahkan ribuan pasukan dari kerajaan manusia yang sedang munuju benua tengah.


“Rencana kita kali ini pasti berjalan dengan sangat matang hahaha…” ucap seseorang di dalam kereta kuda yang terlihat seperti petinggi di suatu kerajaan.


“Tentu saja tuan, setelah menunggu begitu lama akhirnya sekarang tiba waktunya...” prajurit dengan baju zirah lengkap membalas perkataan petinggi tersebut.


*


*


Kehidupan keduanya kali ini membuatnya bahagia yang penuh dengan kasih sayang kedua orang tua dan juga kemewahan yang dia miliki.


Cyrus bernolstagia dengan raut wajah sedih, senang dan kadang juga tertawa.


Cyrus juga tidak lupa untuk melihat perkembangannya setelah dia membantai desa goblin, “Qwerty, buka status.” ucap Cyrus.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


**STATUS


NAMA : Cyrus Alexander

__ADS_1


RAS : Iblis


LEVEL : 60 ( Exp : 2.000 / 33.000 )


HP : ( 99.000 / 99.000 )


MP : ( 115.000 )


+ Soul Eater : Tahap 1 [ 149 / 1.000 Jiwa ]


Poin Kehormatan : 17. 768 Poin


Skill : Memperkuat tubuh, Sihir darah.


Job : Tamer


Keterangan : Makhluk pertama, Tubuh abadi, Berbicara dengan makhluk kontrak.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


“Arghhh.. perkembanganku begitu lambat. Aku harus bertambah kuat dengan cepat untuk melindungi semuanya.” Gumam Cyrus.


Cyrus sadar dirinya masih terlalu lemah untuk melindungi keluarga dan mewujudkan harapan ayahnya yang mengharapkan anaknya kelak menjadi iblis yang kuat serta membuat bangga keluarganya.


Disisi lain terlihat Anna dan Berlin sedang bertukar banyak pertanyaan dan saling berbagi kisah satu sama lain.


Anna menceritakan semua kejadian awal mulanya dia menjadi budak, dan juga sebaliknya dengan Berlin menceritakan semua kejadian yang terjadi dengan kampung halamannya.


“Desa kita hancur karena serangan goblin beberapa hari yang lalu disaat ayahmu dan beberapa petualang lainnya yang tinggal di desa pergi untuk menjalankan misi di guild.” Ucap Berlin yang tidak bisa menahan kesedihannya.


Sebelum perang antara manusia dan iblis 7 tahun yang lalu, Anna tinggal bersama ayahnya di desa kecil dekat perbatasan antara benua selatan dan hutan terlarang. Sedangkan ibunya telah lama mati sebelum Anna berumur 2 tahun.


Ayah Anna adalah seorang petualang yang merupakan salah satu kebanggan di desa sebagai pelindung dari serangan monster hutan terlarang.


Kemudian Anna melanjutkan pertanyaannya, “Lalu… bagaimana kondisi warga lainnya?” Anna memasang raut wajah sedih.


Berlin tidak dapat menahan kesedihannya, “Saat itu yang tinggal di desa hanya manusia biasa… semua laki-laki terbunuh dan wanita di desa diculik goblin termasuk aku.” Berlin menjelaskan ke Anna sambil memeluknya.

__ADS_1


Mereka berdua terus bercerita panjang lebar tentang manis pahitnya kehidupan, Begitu juga dengan Cyrus yang terus memikirkan dengan cemas karena merasa dirinya terlalu lemah di dunia yang kejam ini.


Larut malam pun tiba dan mereka bertiga tertidur pulas di bawah banyaknya keindahan bintang yang menerangi malam.


__ADS_2