Demon Emperor

Demon Emperor
Ch.17 - Kabar Buruk


__ADS_3

Beberapa saat telah berlalu dan kini Anna dan berlin telah sampai di kampung halaman mereka. Desa yang dulu terlihat bagus dan indah kini berubah menjadi hancur berantakan, banyak sebagian rumah roboh dan hangus terbakar.


Anna tampak sedih melihat pemandangan yang tak begitu mengenakan di depan matanya sambil bernolstagia tentang masa-masa kecilnya yang sering bermain di depan gerbang desa.


Sedangkan dengan Berlin terus berjalan menuju ke dalam desa untuk menemui warga sekitar, tetapi anehnya Berlin tidak melihat satu pun manusia yang berada di sana.


“Anna… Anna… kemarilah… cepat!” Berlin berteriak untuk memanggil Anna yang sedang berada di depan pintu masuk desa.


Mendengar teriakan Berlin, Anna pun pergi menghampirinya dengan berlari, “Ada apa?” tanya Anna yang sedang berlari menuju tempat Berlin.


“Aku tidak melihat satu orang pun disini. Kemana semua orang pergi? Bahkan jika terjadi serangan monster, aku tidak melihat mayat yang tergeletak disekitar sini.” ucap Berlin dengan raut wajah panik kebingungan.


“Ayo... kita cari keliling desa.” ucap Anna.


Mereka berdua terus mencari bersama di setiap sudut desa sepanjang hari dan tidak menemukan apapun disana.


Beberapa waktu begitu cepat dan matahari mulai tenggelam perlahan. “Hari mulai gelap, aku tadi melihat sebuah rumah masih bisa di tempati meskipun hanya sebagian yang roboh.” ucap Anna dengan raut wajah sedih.


“Baiklah, ayo kita pergi kerumah itu. Setidaknya kita tidak kedinginan malam ini.”


Mereka berdua kini memasuki rumah yang setengah roboh itu. Anna kembali bernolstagia tentang kehidupan masa kecilnya yang tinggal bersama ayahnya. “Ahh… aku jadi teringat ayah…” ucap Anna.


“Tenanglah Anna… ayahmu pasti masih hidup dan dia sedang berada di suatu tempat karena ayahmu saat itu tidak berada di desa saat goblin menyerang desa.” ucap Berlin yang sedang mengelus rambut Anna.


“Terima kasih Berlin, kamu memang temanku yang baik.” ucap Anna sambil memeluk Berlin.


Disaat mereka berdua berpelukan, Berlin teringat sesuatu. “Bagaimana kalau besok kita bertanya ke Guild petualang? Mungkin mereka memiliki beberapa informasi tentang ayahmu berada.” ucap Berlin.


Anna terkejut mendengar saran Berlin yang menyebutkan Guild petualang. Karena Anna tidak sabar untuk segera berjumpa dengan ayahnya, dia memutuskan untuk pergi ke Guild petualang malam ini juga.


“Aku tidak sabar dengan keadaan ayahku… mau kah kau menemaniku ke Guild petualang sekarang?” ucap Anna sambil memegang tangan Berlin.


“hm.. aku lelah… tapi karena ini semua demi temanku yang cantik, jadi aku tidak keberatan.” jawab Berlin sambil memegang dagu Anna.

__ADS_1


Mereka berdua bergegas pergi menuju Guild petualang yang berada di dalam kota. Sebelum memasuki kota, biasanya harus melewati para penjaga dan diperiksa barang bawaan demi keamanan dan kedamaian penduduk kota.


Tidak seperti biasanya para penjaga malam ini sangat sedikit bahkan terlihat orang-orang yang ingin memasuki kota juga tidak seperti biasanya, selalu ramai dan harus mengantri panjang untuk masuk ke kota.


“Aneh sekali… kenapa disini sangat sepi? Bahkan penjaga gerbang utama juga sangat sedikit.” gumam Berlin dengan kebingungan karena melihat gerbang pintu masuk tidak seramai biasanya meskipun di malam hari.


Mereka berdua pun mengantri sebentar di barisan antrian yang terlihat pendek itu sebelum melalui para penjaga untuk diperiksa.


Setelah beberapa saat kini giliran Anna dan Berlin diperiksa oleh penjaga,“Kemana tujuan kalian malam-malam begini nona?” ucap penjaga gerbang sambil memeriksa barang bawaan mereka berdua.


“Kami ingin ke Guild petualang.” ucap Anna dengan cepat.


“Kalian petualang pemula ya? Aku tidak melihat satu pun senjata kalian.”


“Diamlah... apa kami sudah boleh masuk?” ucap Berlin dengan raut wajah cemberut.


“Baiklah silahkan masuk.”


Biasanya terlihat banyak petualang yang sedang berkunjung di kedai dan tempat hiburan malam atau juga terlihat penjaga yang sedang mengatur kedamaian di dalam kota, dan sekarang hanya terlihat beberapa petualang pemula yang sedang minum di kedai.


“Kenapa disini sangat sepi juga?” gumam Berlin sambil mengelus dagunya.


“Ayo cepat… aku tidak sabar mendengar kabar ayahku.” ucap Anna sambil menarik tangan Berlin.


Mereka berdua pun sampai di tempat Guild petualang dan masuk ke dalam Guild. “Selamat datang... ada yang bisa saya bantu?” ucap resepsionis yang sedang bekerja.


“Kami sedang mencari seseorang, bisakah kamu membantu?”


“Siapa dia? Apa ada ikatan dengan Guild?” ucap resepsionis dengan ramah.


“Dia adalah ayahku, seorang petualang di Guild ini dan namanya George, dulu tinggal di desa kecil pinggiran kota.” Ucap Anna yang sedang berusaha menjelaskan ke resepsionis itu dengan detail.


“Ohhh… tuan George… apa kau bukan penduduk wilayah sekitar sini?” tanya resepsionis.

__ADS_1


“kami dulu tinggal di desa itu sebelum desa kecil itu hancur, kami berdua sedang bepergian. Apa kau tahu dimana George?” ucap Anna dengan berbohong karena tidak ingin memperpanjang percakapan yang tidak penting baginya.


“Ohh… pantas saja kalian tidak mengerti dengan hal besar yang sedang terjadi di sini…”


“Hal besar? Apa itu?” Anna memotong perkataan resepsionis dengan raut wajah khawatir sesuatu hal buruk yang terjadi. Sedangkan Berlin hanya penasaran dengan hal tersebut yang membuat kota besar ini berubah.


Resepsionis itu melanjutkan perkataannya, “Seluruh prajurit dan para petualang yang berada di rank menengah keatas sedang menuju ke benua tengah yang diperintahkan langsung oleh raja.” ucap resepsionis.


“Benua tengah? Apa yang mereka lakukan di benua tengah? Cepat katakan…” ucap Anna yang semakin khawatir dengan ayahnya.


“Tenanglah nona… bagaimana bisa aku menjelaskan dengan benar jika kamu begini.”


“hufffttt… maafkan aku. Cepat jelaskan keadaan disini!” ucap Anna sambil menghela nafas.


“Baiklah, aku jelaskan dengan detail…..”


Resepsionis itu menjelaskan bahwa raja manusia memerintah prajurit terlatih untuk pergi berperang dengan ras iblis dan untuk para petualang rank menengah keatas diwajibkan untuk membantu perang besar yang sedang di rencakan oleh keempat ras lainnya. Tentu saja petualang akan mendapatkan hak istimewa dan imbalan besar lainnya


Tujuan mereka adalah menghancurkan benua tengah dan menghapusnya dari peta planet pixma dengan cara membunuh semua ras iblis.


Anna dan Berlin pun sangat terkejut dengan penjelasan resepsionis itu. Mereka berdua sangat khawatir dengan keadaan George, karena bagaimanapun juga ras iblis adalah makhluk yang sangat kuat.


Disisi lain Anna juga mencemaskan keadaan keluarga Alexander dan bagaimana jadinya jika Cyrus mendengar tentang kabar buruk yang menimpa ras iblis dan juga keluarganya.


Karena Anna sangat mencemaskan semua hal tentang ayah dan ras iblis, dia segera bergegas pergi dari Guild petualang dan ingin segera menemui Cyrus. “Terima kasih atas informasinya.” Ucap Anna dan Berlin ke resepsionis.


“Sama-sama, berkunjunglah suatu saat nona…”


Anna dan Berlin pun keluar dari Guild petualang dan segera pergi meninggalkan kota yang terlihat sangat sepi itu. Mereka berdua tidak beristirahat dan langsung pergi ke hutan terlarang tempat Cyrus dan ketiga monster itu menunggu mereka.


Mereka berdua kini berlarian menuju hutan terlarang, “Cepatlah Berlin… sebelum kita terlambat memberitahukan ini ke tuan Cyrus.”


“Aku sangat lelah, Anna…” Ucap Berlin yang terlihat penuh keringat.

__ADS_1


__ADS_2