Demon Emperor

Demon Emperor
Ch.45 - Delapan Jiwa Raja Iblis


__ADS_3

Setelah beberapa menit lamanya, rasa sakit karena penggabungan jiwa kini mulai mereda. Kejadian itu membuat Cyrus hampir kehilangan kesadarannya meskipun ia pernah mengalami rasa sakit seperti itu sebelumnya.


[ Mendapatkan 20.000.000 Exp. ]


[ Mendapatkan 1 jiwa iblis. ]


[ Upgrade skill Warlord 1.2 ]


[ Level up. ]


[ Level up. ]


……


……


Cyrus terkejut melihat kalimat notifikasi baru yang Qwerty tampilkan, “Apa maksudnya dengan ‘Upgrade skill Warlord 1.2’ itu?” ia bertanya dalam hati sambil menenangkan dirinya setelah merasakan rasa sakit.


[ Jiwa Charlotte yang cocok dengan tubuh anda akan meningkatkan skill Warlord milik anda. ]


“Tunggu… Jiwa Charlotte? Lalu jiwa siapa yang bergabung denganku ketika di planet Pixma?”


[ Amelia Charlotte. ]


Keheningan karena lelah setelah merasakan rasa sakit yang tidak dapat diungkapkan itu, kini sontak berubah menjadi heboh karena teriak dan tangisan Cyrus.


Tanpa Cyrus sadari kekuatan yang melimpah ia tukarkan dengan jiwa milik ibu kandungnya sendiri, rasa penyesalan dan kesedihan sangat dalam yang saat ini ia rasakan.


“Sialan…. Qwerty sialan… kenapa kau tidak memberitahuku… itu jiwa ibuku…” Teriak Cyrus sekencang-kencangnya tanpa memikirkan leluhur-leluhur yang sedang memperhatikannya.


[ Anda tidak bertanya. ]


Jawaban Qwerty membuat Cyrus tidak dapat berkata, ia tidak habis fikir siapa yang bodoh diantara dirinya atau system bernama Qwerty.


“Kenapa dia?”


“Qwerty? Siapa dia?”


“Dia menyebut ibunya… kenapa dia menjadi gila?”


Ucapan-ucapan jiwa leluhur yang sedang kebingungan melihat tingkah Cyrus, hingga salah satu dari mereka menghampiri Cyrus dan mencoba bertanya.


“Ada apa, nak?”

__ADS_1


Mendengar suara dari leluhurnya membuat Cyrus menjadi sedikit lebih tenang, ia mengingat harus menjaga sikapnya untuk mendapatkan Exp dan kekuatan dari para leluhurnya.


“Baiklah, semuanya sudah berlalu… tidak ada kata mundur… aku harus mendapatkan semua jiwa-jiwa disini untuk membalas dendam kematian ayah dan ibuku…” Ucap Cyrus dalam hati dengan tekad yang menggebu-gebu.


Setelah Cyrus kembali tenang, ia kembali berbicara dengan leluhurnya untuk melanjutkan proses penyerapan jiwa. “Mohon maaf untuk perilaku tidak baik sebelumnya… Anak muda ini mengingat ibu yang telah tiada dibunuh oleh ras lain.” Ucap Cyrus dengan hormat di hadapan leluhurnya.


“Ah… ternyata kau memiliki kebencian dan rasa balas dendam.”


“Bagus… itu sungguh bagus…”


“Siapa mereka yang berani membunuh anak keturunanku?”


Ungkapan rasa kagum dan pertanyaan leluhur Charlotte terdengar di telinga Cyrus. Rasa kagum dengan kebencian dan balas dendam itu merupakan sifat iblis, sehingga membuat leluhur Charlotte bersemangat dan menyukai Cyrus.


“Mereka yang membunuh ayah dan ibuku adalah ras Manusia, ras Peri, ras Naga, ras Beastman dan juga ras Iblis yang berkhianat…” Jawab Cyrus dengan tatapan penuh kebencian.


“Hohoho… iblis berkhianat? Mereka tidak pantas hidup, nak!” Ucap salah satu dari mereka sambil memegang dagunya.


Cyrus dengan cepat menjawab, “Benar, leluhur… izinkan aku mendapatkan kekuatan dari kalian untuk membalas dendam dan mengembalikan kejayaan darah Charlotte.” Ucapnya penuh dengan amarah.


Mereka semua tertegun melihat raut wajah Cyrus, hingga sampai salah satu dari mereka yang terlihat paling tua datang menghampiri Cyrus dan tersenyum kepadanya. “Nak, itu memang sudah tugas kami menyerahkan jiwa kami kepada anak keturunan darah Charlotte yang berhasil sampai di lantai tiga ini…” Ucapnya dengan lembut.


Kemudian jiwa yang lain juga ikut berkata, “Benar, leluhur pertama memberikan perintah ini kepada kami untuk membantu anak keturanan darah Charlotte untuk mewujudkan mimpinya menguasai dunia…”


Pertanyaan Cyrus membuat delapan jiwa yang tersisa di lantai tiga saling berpandangan dan berdiskusi satu sama lain.


Setelah beberapa saat kemudian, leluhur yang terlihat paling tua itu mewakili pendapat mereka semua dan ia berkata. “Tidak ada ujian untukmu, tetapi kami memiliki syarat yang harus kau penuhi…”


Cyrus terkejut penasaran dengan syarat yang akan mereka berikan kepadanya, “Syarat apa itu, leluhur?” tanyanya tetap dengan sikap hormatnya.


“Kau harus membalaskan dendam kematian ibumu, bagaimanapun juga dendam dan kematian ibumu juga merupakan dendam kami sebagai keluarga Charlotte.”


Syarat yang Cyrus dengar dari mulut jiwa leluhur itu, membuatnya terharu karena mereka semua dengan mudahnya memberikan syarat yang sejalan dengan niat Cyrus membalaskan dendam.


“Terima kasih, leluhurku yang terhormat… aku tidak akan pernah melupakan jasa baik kalian…” Ucap Cyrus sambil tersenyum.


Jiwa paling tua itu menjawab ucapan Cyrus, “Kau jangan terlalu senang dulu, anak muda. Di dunia yang luas dan kejam ini masih banyak makhluk kuat yang senantiasa menunggu kehancuran ras iblis…”


Salah satu dari mereka melanjutkan jawaban leluhur paling tua, “Benar… ras Manusia memiliki Pahlawan, ras Peri memiliki Malaikat, ras Naga memiliki Dewa naga, ras Beastman memiliki Warbeast. Mereka semua adalah makhluk kuat yang dimiliki oleh setiap ras.”


“Kau harus berhati-hati jika bertemu mereka…”


Mereka semua menasehati dan peduli kepada Cyrus, karena mereka telah hidup sebelum Cyrus lahir di dunia ini, tentu saja mereka semua telah memiliki pengalaman hidup yang lebih banyak daripada Cyrus.

__ADS_1


“Sekali lagi terima kasih atas nasehat kalian, leluhur. Anak muda ini akan mengingat nasehat kalian semua.” Ucap Cyrus sambil tersenyum bahagia. Nasehat mereka semua membuatnya teringat tentang indahnya memiliki keluarga yang peduli padanya.


“Hahaha… kau memang pintar mengambil hati iblis tua ini, anak muda.”


“Baiklah, apa kau siap menerima jiwa kami sekarang? Kita akan memulainya dari generasi ke-9 lebih dulu, karena dia adalah yang paling muda disini.” Ucap jiwa paling tua itu.


Cyrus mengerutkan dahinya, “Tidak… aku akan menerima jiwa kalian secara bersamaan.” Ucapnya yang menolak untuk menyerap jiwa satu-persatu.


“Apa kau bercanda? Kau tidak akan kuat menahan rasa sakit ini.”


Cyrus menjawab dengan penuh keyakinan yang terlihat di raut wajah dan di dalam hatinya, “Bagaimana bisa aku membalaskan dendam ini, jika aku tidak kuat menahan rasa sakit sekecil ini…”


Bagaimanapun juga tidak ada kemenangan yang instan tanpa melewati rasa sakit terlebih dulu. Cyrus menganggap proses penyerapan jiwa yang terasa sakit ini, merupakan salah satu latihan untuk menjadi kuat.


Delapan jiwa yang tersisa di hadapan Cyrus itu merasa ragu untuk melakukannya secara bersamaan, karena mereka mengetahui jika Cyrus tidak berhasil menahan rasa sakit, taruhannya adalah nyawa.


“Fikirkan dengan ba…” Ucapan leluhur Charlotte dipotong oleh Cyrus, “Maafkan anak muda ini, leluhur. Bukan maksudku untuk memotong ucapanmu tapi aku ingin melatih diriku, apakah aku layak menjadi calon penguasa…” Ucapnya sambil duduk bersila seperti sedang bersiap melakukan meditasi.


“Aku kagum dengan semangatmu, penerusku… semoga kau layak menjadi penguasa dunia ini…” Ucap salah satu jiwa sambil tersenyum.”


Jiwa paling tua itu berkata, “Baiklah, kami akan melakukan proses secara bersamaan.” Ucapnya sambil menarik nafas. Kemudian ia melanjutkan ucapannya dan merapalkan mantra, “Raja iblis generasi ke-2, memberikan jiwa serta tanggung jawab untuk kejayaan Charlotte.”


“Raja iblis generasi ke-3, memberikan jiwa serta tanggung jawab untuk kejayaan Charlotte."


“Raja iblis generasi ke-4, memberikan jiwa serta tanggung jawab untuk kejayaan Charlotte.”


…..


…..


…..


Semua jiwa leluhur berjumlah delapan jiwa itu sedang merapalkan sebuah mantra untuk melakukan proses penyerapan jiwa secara bergiliran.


[ Terdeteksi delapan jiwa yang cocok, mereka berusaha bergabung dengan anda. Menerimanya? ]


“Ya, Aku menerimanya.”


Mereka semua rela mengorbankan jiwanya untuk anak keturunannya agar menjadi kuat dan tanggung jawab atas kejayaan keluarga Charlotte yang semakin lama semakin memburuk.


Setelah semunya selesai merapalkan mantra dan Cyrus menerimanya, dengan sekejap mata delapan jiwa tersebut masuk ke dalam tubuh Cyrus.


“Arrggghhh…”

__ADS_1


__ADS_2