Demon Emperor

Demon Emperor
Ch.16 - Perpisahan Sementara


__ADS_3

Beberapa hari telah berganti, kini Cyrus dan lainnya sedang berada di dekat perbatasan benua selatan. Selama perjalanan mereka tidak berjumpa dengan makhluk apapun yang mengganggu, tetapi Cyrus sedikit merasa gelisah karena akan segera berpisah dengan Anna yang selama ini selalu berada disisinya.


“Anna.. apa kau senang dengan perjalanan kali ini?” tanya Cyrus dengan raut wajah serius.


“Saya sangat senang tuan... berkat perjalanan ini saya mendapat banyak pengalaman berharga.” Jawab Anna dengan tersenyum manis.


Mendengar jawaban Anna, membuat Cyrus semakin enggan berpisah dengan Anna tetapi dia harus melakukannya. Bagaimanapun juga Anna juga memiliki hak untuk kehidupan yang damai dan bebas untuk kebaikan masa depannya.


Setelah melakukan perjalanan panjang sambil menunggangi monster yang dapat berlari dengan cepat, kini mereka hanya berjarak beberapa kilometer saja untuk sampai ke perbatasan benua selatan.


Berlin yang sejak kecil hingga dewasa tumbuh di benua selatan, dia menyadari bahwa mereka sedang menuju kearah benua selatan tempat manusia berada. Sedangkan Anna tidak mengetahui kemana arah selama ini, karena Anna telah lama tinggal di dalam penjara istana kerajaan iblis.


Karena Berlin tidak mengetahui niat dan maksud Cyrus memimpin perjalanan kearah benua selatan, kini dia bertanya ke Cyrus karena penasaran. “Tuan, kenapa anda ingin pergi ke wilayah manusia?”


Anna mendengar pertanyaan Berlin ke Cyrus membuatnya terkejut, “Apa maksudmu, Berlin?” ucap Anna dengan cepat.


“Arah yang kita tujuh sebenarnya mengarah ke desa kita, Anna.”


Anna hanya terdiam kebingungan setelah mendengar jawaban Berlin, sedangkan disisi lain dia juga langsung teringat wajah ayahnya.


Anna yang masih kebingungan itu pun bertanya ke Cyrus, “Apa yang dikatakan berlin itu benar tuan?” tanya Anna.


Cyrus hanya diam tanpa kata dan bahkan tidak berusaha memalingkan wajahnya, seakan-akan tidak mendengar apapun ditelinganya.


Berlin yang melihat Cyrus tidak merespon pertanyaan Anna, kini membuatnya semakin penasaran dengan apa yang akan di lakukan iblis itu di wilayah manusia.


Karena ras manusia sangat membenci iblis, kerajaan manusia tidak pernah menyambut sesosok iblis apapun dengan baik meskipun itu raja iblis.


“Sebaiknya kita tidak pergi ke wilayah manusia tuan, bukan maksud saya melarang tuan tetapi sejak saya kecil ras manusia sangat membenci ras iblis.” Anna sedang berusaha membujuk Cyrus.


Setelah mendengar perkataan Anna, kini Cyrus berusaha menjelaskan maksud dari perjalanan kali ini. “Aku akan segera membebaskanmu!” ucap Cyrus dengan tenang.


Anna terdiam sejenak, dia tidak mengerti apa yang dimaksud tuannya. Sedangkan Berlin berkata, “Apa yang anda maksud dengan membebaskan Anna?”


“Aku akan membebaskanmu dari belenggu perbudakan sekarang juga, Anna.”


“Maksud tuan… membebaskan ku? Bagaimana mungkin… di dunia ini tidak pernah ada yang bisa membebaskan belenggu budak.” Ucap Anna dengan terkejut.

__ADS_1


“Kau tidak percaya padaku? Bahkan setelah melihat kekuatan kegelepanku yang diluar nalar. Sekarang kau tidak mempercayaiku?” ucap Cyrus mencoba meyakinkan Anna.


Tentu saja Cyrus berbohong ke Anna, sebenarnya yang bisa membebaskan belenggu budak bukanlah kekuatan kegelapan tetapi hanya Qwerty saja yang bisa membebaskan belenggu budak di dunia ini.


Anna masih belum faham dengan apa niat Cyrus, “Lalu kenapa tuan Cyrus tidak membebaskan ku dari dulu?” tanya Anna.


“Jika aku membebaskanmu di saat kau berada di benua tengah, apa kau bisa melewati hutan terlarang sendiri untuk melarikan diri?” ucap Cyrus dengan nada layaknya iblis terhormat.


Anna terdiam setelah mendengarkan penjelasan tuannya yang selama ini tidak pernah dia bayangkan, bahwa sesungguhnya Cyrus sangat peduli dengan keberadaannya yang mampu membuat hatinya tersentuh.


Disisi lain Berlin yang hanya terdiam terkejut setelah mendengarkan percakapan mereka berdua, dan mulai saat ini Berlin mempercayai Cyrus sebagai iblis yang kuat dan bijaksana.


Tanpa berfikir panjang Anna segera bergegas turun dari monster yang ia tunggangi dan datang menghampiri Cyrus. “Tuan maafkan saya karena telah lancang… tolong izinkan saya untuk tetap bersama tuan Cyrus.” ucap Anna sambil berlutut dihadapan Cyrus.


“Apa kau tidak ingin hidup bebas?” Ucap Cyrus.


“Saya ingin melayani tuan Cyrus sampai mati.”


Mendengar jawaban Anna membuat Cyrus dan Berlin itu terkejut, “Apa yang kau lakukan Anna? Bagaimana dengan ayahmu?” Tanya Berlin ke Anna sambil memegang tangan Anna.


“Kalau bukan karena tuan Cyrus, aku pasti sudah mati di sana. Sekali lagi izinkan saya tuan.” ucap Anna yang berusaha menjelaskan keadaannya Berlin.


“Pertama aku akan melepaskan belenggu budak terlebih dahulu, setelah itu kau bebas memilih pilihanmu sendiri.”


Cyrus meminta bantuan Qwerty untuk melepaskan belenggu budak Anna, “Qwerty, lepaskan belenggu budak yang ada di dalam diri Anna.” ucap Cyrus dalam hati sambil mengarahkan tangan kanannya kearah Anna.


[ Membutuhkan 5.000 poin kehormatan untuk melepas belenggu budak. Apa anda yakin menukarkan poin? ]


“Tukarkan poin kehormatanku.”


[ Poin kehormatan berhasil di tukar. Sisa poin kehormatan anda adalah 9.894 ]


[ Sedang dalam Proses…. 25%....


Seketika keluar kabut hitam yang keluar dari tangan Cyrus sedang merayap perlahan menyelimuti seluruh tubuh Anna.


50%.....100%.. Menghapus belunggu budak berhasil. ]

__ADS_1


Anna tidak percaya bahwa dirinya akan bebas dari belenggu budak, karena selama berabad-abad tidak pernah ada yang dapat melepaskan belunggu budak itu dan kini Cyrus telah mengukir sejarah di planet Pixma.


“A-apa… bagaimana bisa? Aku telah bebas dari belenggu budak, di dunia ini tidak ada yang bisa melepaskan belenggu budak kecuali tuan.” ucap Anna yang kagum dengan kehebatan Cyrus.


Disisi lain, Berlin yang mendengarkan perkataan Anna hanya dapat terdiam sambil melotot, tidak percaya akan betapa kuatnya kekuatan Cyrus yang diluar akal sehat.


“Mulai sekarang kau bebas dari perbudakkan dan sekarang kau bebas memilih pilihanmu untuk tetap melayaniku atau hidup bebas dibenua selatan.” ucap Cyrus dengan raut wajah tersenyum kecil.


Anna tetap dengan posisi berlutut di hadapan Cyrus, “Saya ingin melayani tuan Cyrus sampai mati, tapi tolong izinkan saya untuk bertemu ayah saya yang sedang merindukanku dan saya juga merindukannya.” ucap Anna.


Cyrus merasa iba dengan ucapan Anna yang bagaimana pernah merasakan tidak pernah bertemu dengan orang tua di kehidupan sebelumnya, “Berapa lama aku harus menunggumu?” ucap Cyrus.


“Setidaknya izinkan saya bertemu 1 atau 2 hari saja tuan.”


“Baiklah aku akan menunggumu disekitaran sini selama 2 hari, jika kau tidak kembali maka aku akan kembali ke benua tengah bersama ketiga monster itu.” ucap Cyrus sambil menunjuk kearah Buldog, istri dan anaknya.


“Terima kasih tuan… sesuai perjanjian saya akan datang menemui tuan Cyrus besok atau lusa.” ucap Anna.


“Bawa harta ini bersamamu, gunakan harta ini semaumu dan jangan kembalikan padaku.” Cyrus memberikan semua harta yang di dapatkan dari desa goblin.


“Tuan… ini terlalu banyak.. saya tidak bisa menerima harta sebanyak ini.”


“Aku dengar percakapan kalian berdua, kalau desa kalian sedang berada dalam kesusahan, jadi gunakan itu untuk membangun desamu kembali.” Ucap Cyrus.


“Terima kasih tuan… akan saya ingat kebaikan tuan Cyrus.” ucap Anna dan Berlin sambil menundukkan kepala sebagai tanda hormat mereka berdua.


“Pergilah kalian berdua, aku mulai lelah dan ingin segera istirahat.” Cyrus melambaikan tangannya kearah Berlin dan Anna.


Akhirnya mereka berdua pergi meninggalkan Cyrus bersama ketiga monster itu, dan membawa sebuah kain tebal seperti tas yang berisikan harta dipundak mereka berdua.


Ketika dalam perjalanan menuju desa, Berlin bertanya ke Anna. "Apa yang kamu lakukan Anna... Apa kamu tidak ingin hidup bebas? Kenapa kamu memilih melayani iblis jahat itu?" ucap Berlin dengan raut wajah kebingungan memikirkan apa yang difikirkan Anna.


"Aku telah bersumpah pada diriku sendiri untuk melayani tuan Cyrus. Kalau bukan karena dia, aku pasti sudah lama mati kelaparan dan juga dia telah menyelamatkansatu-satunya temanku di desa goblin." jawab Anna dengan senyuman.


"Ahhh aku lupa, dia telah menyelamatkan nyawaku di desa goblin. Aku menyesal menyebutnya Cyrus itu iblis jahat hehehe.." Ucap Berlin sambil tertawa dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Mereka berdua pun terus berjalan menuju kampung halaman dengan suasana hati bahagia yang terlihat dari raut wajah mereka berdua.

__ADS_1


__ADS_2