Demon Emperor

Demon Emperor
Ch.80 - Bala Bantuan


__ADS_3

Bala bantuan untuk kerajaan Xavier pun akhirnya telah datang, bala bantuan tersebut datang bukan untuk bertahan, melainkan untuk pembantaian sepihak.


Dengan kedatangan Eliza, Que, Shadow dan Soul Eater tersebut, membuat musuh dipukul mundur oleh mereka.


Kedatangan mereka juga membuat semangat pasukan Brush menjadi lebih ganas dalam hal bertarung, karena mereka melihat kehadiran Yang mulia Ratu mereka juga ikut serta dan terjun langsung ke medan perang.


“Bala bantuan telah datang… Yang mulia Ratu juga ada disini…”


“Semuanya maju!!”


“Serangggg…”


Teriak pasukan Brush dan kedatangan bala bantuan itu seketika seperti sebuah keajaiban. Hal tersebut dapat dikatakan keajaiban karena peristiwa tersebut mampu memutar balikkan keadaan di medan perang.


Musuh-musuh kerajaan Xavier juga bukan hanya dipukul mundur, tetapi mental mereka juga down setelah melihat sosok ular perak yang berukuran besar dan juga teman-temannya yang mati dalam sekejap akibat ulah Eliza, Que, Shadow dan Soul Eater.


Eliza menggunakan skillnya dengan sesuka hati dan tanpa ampun, untuk merubah musuhnya menjadi batu dan secara otomatis organ dalam tubuh mereka akan mengeras kemudian mati ditempat. Skill tersebut memiliki nama ‘Damned Eyes’.


Que menggunakan postur tubuhnya yang besar dan kecepatannya untuk membunuh sekaligus memakan tubuh prajurit musuh seperti sedang memakan camilan. Que juga bergantung kepada sisik kulitnya yang tebal dan keras untuk bertahan dari serangan-serangan musuh.


Shadow bertarung dengan skill andalannya, yaitu bayangan. Sebuah skill yang tidak dapat diserang oleh makhluk yang memiliki level sejajar atau lebih lemah dari dirinya. Shadow membunuh musuh dengan cara menculik prajurit musuh dan dibawanya kedalam ruang siksaan yang berada di dalam skillnya, siapapun yang berada didalamnya hanya dapat melihat sebuah kegelepan dan disanalah mereka akan mendapatkan serangan secara tiba-tiba hingga mati mengenaskan.


Soul Eater membunuh dan melahap jiwa musuh sama seperti biasanya, ia dengan bebasnya terbang dan menembus jantung musuh dengan kecepatan secepat kilat.


Sedangkan disisi lain, dipihak musuh kerajaan Xavier, terlihat sosok 3 orang pria yang sedang duduk sambil menyaksikan jalannya perang terjadi, mereka bertiga adalah seorang Raja dari ketiga kerajaan.


Ketiga raja tersebut mulai panik dengan keadaan saat ini, mereka kebingungan karena saat ini pihak mereka mulai terancam dan mendekati kearah kekalahan.


“Siapa mereka? Kenapa iblis-iblis begitu kuat…”


“Tidak mungkin… ini tidak bisa dipercaya… Dengan jumlah mereka tidak mungkin bisa mengalahkan kita… Mereka sungguh tidak normal.”


“Jika terus dibiarkan begini, kita pasti kalah.”

__ADS_1


“Prajurit… Cepat panggil Vladmir dan anggota aliansi lainnya sekarang juga!!”


….


….


Ungkapan isi hati ketiga raja itu terus berlanjut, mereka bertiga sudah mulai putus asa dan akhirnya memanggil Vladmir, putra mahkota kerajaan Supreme yang dikenal dengan sebutan pahlawan.


*


*


Disisi lain tepatnya dibenteng pertahanan kerajaan Xavier, terlihat Cyrus sedang memperhatikan jalannya perang sambil asik menikmati datangnya Exp, poin kehormatan dan kenaikan level yang terus menerus ia dapatkan.


Disaat kesenangan yang dimiliki oleh Cyrus itu terus berlanjut, tiba-tiba ia diganggu oleh sebuah pesan melalui telepati.


“Yang mulia…”


“Ya?” Jawab Cyrus dengan santainya.


“Anda ada dimana? Dan Yang mulia ratu juga tidak ada disini… Apakah anda pergi kesuatu tempat?”


“Ya… Aku bersama Eliza… Mino, aku perintahkan dirimu untuk menjaga kerajaan Quiet Night untuk sementara waktu… Jika urusanku disini sudah selesai, aku akan kembali secepat mungkin.”


“Baik, Yang mulia…”


Percakapan mereka berdua pun berakhir dengan cepat, tiba-tiba Cyrus dan lainnya mendengar kabar dari bawahan Lycan.


“Yang mulia… Yang mulia… Ada bencana… Ada bencana yang sedang menuju kesini…” Ucap seorang prajurit dengan jubah besinya, ia berkata sambil memasang raut wajah panik ketakutan.


“Ada apa?” Jawab Lycan dengan cepat, sedangkan Cyrus hanya memperhatikan mereka berdua sambil berusaha mendengarkan laporan yang akan prajurit itu sampaikan.


Prajurit itu mencoba mengatur nafasnya dan kemudian melapor ke Lycan, “Huhh… Huhh… Huhh… Banyak monster dan hewan berjenis ular yang sedang menuju kesini… Mereka semua membuat semua warga ketakutan…” Ucapnya sambil menunjuk kearah datangnya monster dan hewan itu berasal.

__ADS_1


Seketika Lycan, Isabella dan petinggi kerajaan lainnya terkejut mendengar penjelasan dari salah satu prajurit itu.


“Sungguh!? Lalu bagaimana keadaan warga lainnya!?” Tanya Lycan sambil memasang raut wajah terkejut.


Prajurit berjubah besi itu pun menjawabnya, “Sungguh Yang mulia… Tetapi monster dan hewan ular itu tidak melukai warga, mereka hanya sekedar lewat dan menuju kesini… Tetapi jumlah mereka yang sangat banyak, membuat semua orang ketakutan dan juga banyak bangunan yang roboh akibat monster-monster itu berdesakan…”


“Jangan berbohong!! Tidak mungkin jika mereka hanya sekedar lewat tanpa melukai siapapun…” Saut Isabella sambil mencoba melihat dari kajauhan.


Disaat bersamaan dengan kegaduhan itu terjadi, membuat semua orang semakin panik dan ketakutan, hanya satu makhluk yang tidak merasakan hal itu, yaitu Cyrus.


Cyrus sudah mengetahui kenapa monster dan hewan berjenis ular itu berbondong-bondong menuju kesini, semua itu hanya karena Eliza.


Semua pengikut setia Eliza dapat merasakan hawa kehadiran Ratunya yang saat ini sedang bertarung dengan nafsu membunuhnya, hal tersebut yang membuat monster dan hewan berjenis ular itu dapat merasakan dimana Eliza berada.


Ditengah-tengah kepanikkan it uterus berlanjut, kini Cyrus berkata dengan maksud menenangkan kepanikkan mereka semua.


“Tenanglah… Monster dan hewan itu juga merupakan bala bantuan untuk kerajaan Xavier… Jadi jangan sampai kalian melukainya.” Ucap Cyrus dengan tenang dan gayanya yang dingin.


Lycan dan semua orang pun mendengar ucapan Cyrus, percaya tidak percaya mereka semua mencoba mempercayai ucapan Cyrus, karena bagaimana pun sekarang Cyrus adalah Raja dari seorang Raja, atau dapat dikatakan sebagai kaisar.


Setelah ucapan Cyrus itu tersampaikan kepada semua orang, kini giliran Lycan yang berkata ke prajurit berjubah besi tadi. “Cepat beritahu semua orang, untuk tidak menghalangi mereka dan beri mereka jalan untuk menuju kesini…”


“Sesuai perintah anda, Yang mulia…” Ucap prajurit berjubah besi dengan sikap hormatnya dan kemudian ia beranjak pergi melakukan tugas yang telah diperintahkan oleh Lycan.


Beberapa saat kemudian setelah kepergian prajurit itu, kini semua perintah dari Lycan telah ia sebarkan ke seluruh prajurit dan warga kerajaan Xavier yang sedang berada di dalam wilayah tersebut.


Monster dan hewan berjenis ular itu berbondong-bondong menuju ke tempat Eliza berada dengan mudah tanpa mendapatkan halangan apapun dari manusia kerajaan Xavier.


“Ternyata benar, mereka kesini hanya ingin menuju ke medan perang… Bahkan mereka juga tidak melukai siapapun…”


“Apakah ini nyata? Jika mereka ini berada dipihak kita… pasti kemenangan sudah ada di depan mata.”


Ucap beberapa petinggi kerajaan Xavier, mereka semua tidak menyangka jika monster dan hewan dengan jumlah sangat banyak itu adalah sekutu mereka.

__ADS_1


__ADS_2