Demon Emperor

Demon Emperor
Ch.58 - Krisis Kerajaan


__ADS_3

Satu bulan telah berlalu. Cyrus dan Eliza sedang dalam keadaan kebingungan dengan menipisnya persediaan bahan makanan kerajaan Quiet Night.


Kerajaan Quiet Night memang kuat, tetapi mereka saat ini sangat kekurangan popularitas penduduk untuk membangun dan membuat bahan makanan sendiri untuk mencukupi kebutuhan ratusan ribu prajurit.


Disisi lain, Cyrus juga enggan jika saat ini ia harus menyerang kerajaan lain untuk merampas sumber makanan, karena hal itu dapat mengundang perhatian kerajaan-kerajaan di benua lain dan akan berakibat buruk bagi kerajaan Quiet Night.


Ditengah-tengah kebingungan itu berlanjut, Cyrus mendapatkan pesan melalui telepati yang terhubung dengan Shadow.


“Yang mulia Raja. Mohon izin untuk melapor situasi disini…”


Cyrus penasaran dengan hal penting apa yang terjadi disana, sehingga membuat Shadow mengirim telepati padanya terlebih dahulu. “Hm… apa itu, Shadow?”


“Hamba mendengar bahwa kerajaan-kerajaan dibenua selatan sedang terjadi masalah internal, hal ini terjadi karena perebutan wilayah antar kerajaan.”


Cyrus tersenyum setelah mendengar laporan dari shadow, “Jelaskan lebih detail, aku penasaran dengan apa yang terjadi disana…”


Akhirnya Shadow menjelaskan informasi-informasi penting yang ia ketahui dengan sangat detail.


Didalam benua selatan ada 4 kerajaan yang berdiri disana, salah saatunya kerajaan Xavier, kerajaan terlemah diantara kerajaan lainnya.


Kerajaan Xavier dibilang lemah karena mereka satu-satunya kerajaan yang tidak memiliki pahlawan untuk menopang kekuatan militer mereka.


Hal tersebut membuat kerajaan-kerajaan kuat di benua selatan saling bersekongkol untuk memanfaatkan dan berusaha merebut paksa kekayaan Xavier, karena kerajaan ini berada diatas gunung tentu saja mereka memiliki kekayaan seperti tambang emas, tambang minyak, luasnya ladang rempah-rempah dan sumber air bersih yang melimpah.


Sebenarnya dengan kekayaan yang melimpah ini bukan hal mustahil bagi mereka untuk memanggil atau menciptakan pahlawan, tetapi mereka terhalang oleh kutukan.


Kutukan ini diberikan langsung oleh dewa kepercayaan ras manusia di benua selatan, karena raja kerajaan Xavier terdahulu pernah memiliki dan mereka malah membunuh pahlawan yang dikirimkan langsung oleh dewa, hanya untuk mendapatkan gelar dan kekayaan. hal ini membuat marah para dewa sampai sekarang.


Kabar buruk bagi kerajaan Xavier dan kekacauan yang disebabkan oleh kerajaan manusia lainnya ini tentu saja sebuah kabar baik bagi Cyrus, karena dengan kekacauan ini kerajaan Quiet Night akan mendapatkan banyak keuntungan.


“Shadow, temui raja kerajaan Xavier secara diam-diam dan ajak dia bernegoisasi untuk menjadi sekutu kita…”  Semula raut wajah Cyrus penuh dengan ke khawatiran kini berubah menjadi lebih tenang karena mendapatkan sebuah titik kecil harapan untuk kerajaan dan rakyatnya.


“Hamba akan berusaha sebaik mungkin, Yang mulia… tapi bagaimana jika raja lemah itu tidak setuju?”


“Aku tidak peduli… lakukan sesukamu untuk membuatnya setuju!” Jawab Cyrus dengan tenangnya.

__ADS_1


“Baik, sesuai perintah anda Yang mulia Raja.”


Setelah menerima perintah Cyrus, kini Shadow sedang mencari kesempatan untuk berbicara dengan raja kerajaan Xavier, yang bernama Lycan.


Karena saat ini kerajaan Xavier tidak sedang dalam keadaan baik-baik saja, tentu saja raja Lycan seharian penuh sangat sibuk sehingga membuat Shadow tidak bisa berbicara 4 mata dengannya.


Hingga malam hari pun tiba, di dalam kamar pribadi raja Lycan. Shadow keluar dari dalam bayangan dan menampakkan wujudnya di hadapan Lycan disaat ia sedang sendirian.


Lycan terkejut dengan kemunculan sosok hitam dihadapannya secara mendadak, “Siapa kamu? Apa maumu?” Ucapnya dengan ekpresi terkejut ketakutan.


“Aku diutus oleh rajaku untuk bernegoisasi denganmu…” Jawab Shadow dengan tenang.


Lycan memasang raut wajah terkejut setelah mendengar ucapan sosok hitam misterius dihadapannya, “Apa yang diinginkan iblis ini dariku…”  Ucapnya dalam hati.


Lycan sangat berhati-hati dalam mengucapkan kata-katanya di hadapan ras iblis, bagaimanapun juga ia sadar bahwa dihadapan ras iblis kerajaan Xavier bagaikan semut yang mudah bunuh.


Dengan keringat dingin Lycan bertanya, “Raja iblis Wart? Bukankah beliau sudah mendapatkan apa yang beliau inginkan selama ini?”


“Wart sudah terbunuh dan kerajaan Devil Wing’s sudah hancur!” Shadow menjawabnya dengan nada sedikit tinggi.


“Rajaku yang menghancurkan kerajaan busuk itu…” Setelah beberapa detik, Shadow melanjutkan ucapannya. “Jika kerajaanmu ingin bertahan dari perebutan wilayah kerajaan lain, datanglah ke benua tengah dan tunduklah kepada rajaku…”


“Apa yang kerajaanku dapatkan dari tunduk kepada ras iblis?” Jawab Lycan dengan cepat sembari memasang raut wajah penasaran.


“Kekuatan… kekuatan untuk menguasai benua selatan.”


Mendengar ucapan Shadow, membuat hati Lycan goyah dan haus akan kekuatan. Shadow memanfaat kerakusan hati manusia dengan waktu yang tepat, karena tidak ada raja yang rela jika kerajaannya hancur dan diperbudak oleh kerajaan lain.


“Benarkah? Apa yang rajamu inginkan dariku? Harta!? Tahta!? Wanita!?”


Dengan tenang Shadow menjawab sambil menggelengkan kepala, “Kami tidak butuh itu semua, cukup bahan makanan saja… tapi dengan jumlah yang sepadan.”


“Hanya itu? Sungguh?” Lycan terkejut keheranan, bagi kerajaan Xavier bahan makanan adalah hal yang sangat mudah dan murah karena mayoritas penduduk disana adalah petani dan memiliki perkebunan yang sangat luas serta tanah yang subur.


Shadow menganggukkan kepalanya dengan pelan sambil perlahan kembali ke dalam bayangan sembari berkata, “Aku akan menunggumu diperbatasan 3 hari kedepan dan jangan membuat kecewa kemurahan hati rajaku…”

__ADS_1


Lycan kembali tercengang melihat Shadow kembali masuk kedalam wujud bayangan, ia terkagum melihat kehebatan Shadow.


“Hahahaha…. Mimpi apa aku semalam, bisa mendapatkan dukungan kuat dari ras iblis…”


“Tunggu saja kalian… kerajaanku bukanlah kerajaan lemah yang bisa kalian injak lagi…”


Teriakan girang dari Lycan terdengar hingga ke telinga para prajurit yang berjaga di depan pintu kamar, membuat mereka mencoba memeriksa keadaan rajanya.


*Tok.. tok.. tokk..* Suara ketukan pintu.


“Tuan, apa anda baik-baik saja?”


Seketika ekspresi girang Lycan berubah karena ketukan pintu dan pertanyaan dari penjaga, “Aku baik-baik saja…” Jawabnya dengan nada datar.


“Baiklah tuan.. Hamba ada di depan pintu jika Yang mulia membutuhkan sesuatu…”


“Ah, benar… Cepat panggil Albert kesini.” Ucap Lycan memerintah prajurit untuk memanggil salah satu tangan kanannya.


Hanya selang waktu beberapa menit, Albert datang dengan hati penuh tanya karena rajanya memanggilnya malam-malam.


“Yang mulia, hamba datang.” Ucap Albert sambil memberikan hormat.


Raja Lycan tersenyum bahagia dihadapan Albert sambil berkata, “Cepat kumpulkan semua jenis bahan makanan sebanyak mungkin… lakukan sesuai perintahku!”


“Tapi, Yang mulia... memangnya apa yang terjadi?”


“Kau akan mengetahuinya beberapa hari kedepan hehehe…” Jawab Lycan dengan senyuman manis.


Akhirnya Albert pergi meninggalkan rajanya dengan hati penasaran dan penuh dengan pertanyaan di dalam hatinya.


“Kenapa Yang mulia raja membutuhkan bahan makanan, apa yang ia rencanakan?”  Ucapnya dalam hati sambil bergegas pergi untuk memerintah bawahannya agar segera mengumpulkan berbagai jenis bahan makanan sesuai perintah raja Lycan.


Dimalam itu Lycan terus berharap ia benar-benar bisa mendapatkan sekutu ras iblis, ia terus berharap dengan berhalusinasi mendapatkan kekuatan yang besar untuk menguasai benua selatan.


Disisi lain, Shadow yang berada di dalam bayangan tertawa manis melihat Lycan dengan bodohnya berharap dan percaya kepadanya.

__ADS_1


“Hehehehe…”


__ADS_2