Demon Emperor

Demon Emperor
Ch.72 - Pertandingan Babak Ke-2 (2)


__ADS_3

Troy adalah pengguna sihir elemen tanah, selama ia memiliki Mana yang cukup untuk menggunakan sihir, maka ia mampu mengontrol apapun yang berhubungan dengan tanah.


Saat ini beberapa anggota kelompok 1230, sedang terkurung oleh sihir tanah milik Troy, yaitu sebuah bukit kecil yang terbentuk karena terjangan ombak pasir.


Terlihat oleh ribuan sepasang bola mata yang sedang memperhatikan jalannya pertandingan, bahwa kini beberapa anggota kelompok 1230 sedang sibuk membersihkan pasir-pasir yang menenggelamkan rekan-rekannya sekaligus susunan bebatuan yang dianggap sebagai sebuah benteng.


Tetapi perjuangan mereka tak kunjung selesai, perjuangan mereka diibaratkan seperti menyelam kedasar hati manusia, padahal hati manusia tidak memiliki dasar dan tidak ada yang mengetahui batas dasarnya.


Perjuangan anggota kelompok 1230 untuk membersihkan pasir-pasir itu dapat dikatakan bahwa perjuangan mereka sangatlah sia-sia, karena pasir yang mereka bersihkan dengan cara menggali itu tidak kunjung bersih, melainkan pasir-pasir tersebut kembali ke tempat semula dan membentuk sebuah bukit kecil secara terus menerus.


Hal ini terjadi karena kontrol sihir tanah Troy yang masih terus berlanjut, tanpa disadari oleh anggota kelompok 1230.


“Hahaha… bahkan sampai besok kalian tidak akan bisa membersihkan pasirku…” Gumam Troy sambil tetap memainkan jari-jarinya, ia tetap mengontrol pasir-pasir itu dengan sihir elemen tanahnya.


“Apa-apaan pasir sialan ini!? mereka bergerak sendiri dan kembali ke tempat semula!!” Teriak frustasi salah satu anggota kelompok 1230.


Setelah beberapa saat anggota kelompok 1230 sibuk dengan pasir-pasir itu, tiba-tiba teriakkan suara keras terdengar ditelinga anggota kelompok 1230 serta para penonton.


“Semuanya… serang…” Ucap Troy sambil menunjuk kearah beberapa anggota kelompok 1230.


“Serbu… Whooaa…”


“Kemenangan di depan mata….”


Seruan semangat menggebu-gebu anggota kelompok 393 menggema ditelinga para penonton, mereka semua berteriak sambil berlari ke sisi kelompok 1230 sekaligus memposisikan senjatanya, terlihat seperti ingin menebas musuh.


“Mereka datang… Bertahan sekuat tenaga…” Teriak lantang salah satu anggota kelompok 1230.


*Sringg… Dummmbbb… Tingg… Tingg…* Suara pertarungan fisik, ledakan sihir, senjata-senjata saling bertabrakkan, pertarungan sengit tidak seimbang itu kini telah berlangsung.


Seluruh penonton tercengang melihat keseruan kedua kelompok saling bertahan dan menyerang, mereka semua menonton jalannya pertandingan dengan perasaan sangat puas.


Jumlah yang tidak seimbang itu membuat kelompok 1230 kerepotan untuk bertahan dari serangan kelompok 393.


“Arrrgghhhh…”


“Bertahanlah… ketua Nemesis pasti punya cara untuk situasi seperti ini…”

__ADS_1


“Benar… tugas kita saat ini adalah mengulur waktu sekuat tenaga!”


….


….


Berbagai macam suara teriakkan anggota kelompok 1230 saling menyemangati rekan-rekannya.


Hingga selang waktu beberapa menit, seketika bukit pasir itu meledak seperti sebuah gunung meletus yang mengeluarkan Lava panas.


*Duuarrrrr*


“Sialan… berani-beraninya kalian menyakiti rekan-rekanku!!” Teriak Nemesis yang baru saja terlepas dari bukit pasir yang membelenggu beberapa saat yang lalu.


Serentak kemunculan Troy dan beberapa anggota lainnya, berhasil mengubah situasi jalannya pertandingan.


“Ketua… ketua berhasil selamat…”


“Bentengnya juga masih utuh…”


“Saatnya kita menyerang balik!!”


Disisi lain Troy terkejut kebingungan melihat kekuatan Nemesis, ia tak menduga bahwa Nemesis mampu menghancurkan pertahanan sihir tanahnya tersebut.


“Sialan… padahal aku sudah merencanakan strategi ini dengan sangat matang, tapi dia berhasil menghancurkannya dengan cepat!!” Gumam Troy memasang raut wajah kesal.


Sebenarnya sihir tanah milik Troy bukanlah sihir yang mudah dipatahkan, tetapi kecerdikan yang dimiliki Nemesis, tentu saja menghancurkan bukit pasir adalah hal yang mudah bagi.


Ketika di dalam bukit pasir, Nemesis menggunakan sebuah cara yang dapat dikatakan sangatlah jenuis.


Nemesis menggabungkan sihir apinya dengan sihir udara milik rekannya, dua elemen yang bergabung secara berlebihan tersebut membuat kobaran api yang sangat dahsyat.


Hal tersebut yang membuat sihir tanah milik Troy tidak mampu menahan panasnya api dan akhirnya meledak seperti sebuah pemandangan gunung meletus.


Sedangkan pemandangan yang terlihat seperti gunung meletus dan mengeluarkan Lava itu, hal ini terjadi karena pasir yang tidak mampu menahan suhu panas yang sangat tinggi sehingga membuat pasir-pasir itu meleleh dan sepintas terlihat seperti sebuah lahar panas yang disebut Lava.


Pertandingan tentu saja masih terus berlanjut, meskipun arena pertandingan dalam keadaan kacau. Hal ini karena kedua benteng milik masing-masing kelompok masih tegak berdiri dan tetap utuh, meskipun benteng milik kelompok 1230 dalam keadaan melepuh dan hampir runtuh.

__ADS_1


Selama benteng masih tegak berdiri, maka pertandingan akan tetap berlanjut tanpa terkecuali.


“Baiklah kawan-kawan… sekarang giliran kita menyerang!!” Teriak lantang Nemesis yang terdengar disetiap telinga anggotanya.


Teriak lantang tersebut merupakan sebuah sihir yang tidak membutuhkan Mana, tidak membutuhkan rapalan dan sejenisnya.


Teriak lantang Nemesis itu seperti sebuah sihir yang mampu membangkitkan semangat rekan-rekannya, meskipun mereka telah babak belur penuh luka karena serangan yang tidak seimbang tadi.


“Maju…” Teriak Nemesis sekali lagi, ia berlari kearah kelompok 393 sambil menggunakan sihir api yang menyala di kedua telapak tangannya.


“Majuuuu…” Sambung teriak salah satu anggota kelompok 1230 sambil mengikuti Nemesis berlari dari belakang.


Keadaanpun berubah 180 derajat, semula kelompok 393 yang berada diatas angin, saat ini sedang dalam keadaan kacau terpecah belah.


Bahkan Troy juga tidak memiliki kartu truf atau strategi cadangan lainnya, hal ini yang membuat panik seluruh anggota kelompok 393.


“Dasar kau bau tanah!! Berani-beraninya kau menelanku hidup-hidup…” Ucap Nemesis sambil berlari kearah Troy, ia berkata demikian karena Troy adalah Mage atau Penyihir yang beratribut elemen tanah.


Troy yang dalam keadaan panik itu tidak mampu berfikir jernih, ia kebingungan dengan apa yang harus ia lakukan selanjutnya.


Selang beberapa detik saja, sihir api di kedua tangan Nemesis berhasil mendarat ke tubuh Troy, lebih tepatnya dibagian perut.


Sihir api Nemesis itu tidak hanya mendarat dan melukai Troy saja, tetapi sihir api tersebut juga menghempaskan tubuh Troy dengan sangat jauh mundur kebelakang.


Hingga akhirnya sesuatu hal buruk yang tidak diinginkan kelompok 393 itupun terjadi, hal buruk tersebut tidak lain adalah runtuhnya benteng milik kelompok 393.


Benteng kelompok 393 itu runtuh karena berbenturan dengan tubuh Troy, ia terlempar jauh kebelakang dan mengarah tepat kearah benteng dengan kecepatan kencang serta kekuatan besar.


“Pertandingan selesai… Pemenangnya adalah kelompok 1230!” Ucap Gadis Jelek dengan nada keras, ia mengumumkan hasil pertandingan ini bersamaan setelah runtuhnya benteng kelompok 393.


Serentak tepuk tangan sekaligus teriak-teriakan para penonton terdengar keras di setiap sudut arena, menandakan bahwa mereka sangat puas menonton pertandingan ini.


Suasana meriah seluruh penonton itu, menghiasi kebahagiaan kelompok 1230 atas kemenangannya hari ini. Sedangkan dengan anggota kelompok 393 hanya bisa menunduk memasang ekspresi sedih, mereka semua tidak percaya bahwa mereka kini benar-benar kalah dengan serangan balik yang diluncurkan oleh kelompok 1230.


Ditengah-tengah kegembiraan anggota kelompok 1230 itu, tiba-tiba salah satu prajurit iblis menghampiri Troy yang saat ini sedang terduduk kesakitan akibat serangan yang menghempaskan tubuhnya hingga menghancurkan bentengnya sendiri.


“Troy…” Ucap prajurit iblis itu sambil melemparkan senyuman bahagia, serta mengulurkan tangan kanannya.

__ADS_1


Troy tercengang menatap senyuman yang diberikan prajurit itu, hingga sampai beberapa detik kemudian, Troy juga mengulurkan tangan kanannya dan akhirnya mereka saling berjabat tangan.


“Aku memang tidak bisa mengalahkanmu. Sejak kecil, aku selalu berada dibawahmu… Nemesis.”


__ADS_2