Demon Emperor

Demon Emperor
Ch.28 - Kerajaan Red Blood


__ADS_3

Mereka semua kini telah memasuki portal antar dimensi, portal yang menghubungkan antara planet Pixma dengan planet Allstar.


Melintasi ruang dan waktu hanya dalam hitungan detik, di dalam portal tidak dapat bergerak ataupun berbicara, mereka hanya dapat melihat seperti berada di ruang hampa.


Setelah beberapa saat mereka sampai tujuan, Karena Cyrus memakai portal dimensi liar, mereka mendarat di sebuah pinggiran sungai yang sangat indah.


Sungai tersebut sangat jernih bahkan ikan-ikan yang berenang di dalamnya terlihat jelas di mata. Dengan pepohonnya yang menyejukkan dan pemandangan yang indah membuat Cyrus lupa akan amarah yang sebelumnya.


“Ahh.. ini sungai keabadian..” ucap Eliza sambil memegang air jernih yang mengalir dengan tenang.


Sungai keabadian di percaya oleh penduduk bahwa air sungai yang mengalir itu tidak pernah berhenti, sehingga dinamakan Sungai keabadian.


“Jika kita terus mengikuti aliran sungai ini, kita akan sampai ke kerajaan Red Boold.” ucap Liza dengan senang.


“Red Boold?” tanya Cyrus dengan keheranan.


“Ahh aku lupa belum memberitahumu tentang kerajaan Red Blood, Kerajaan itu adalah kerajaan keluarga kita.” Anna menjelaskan dengan raut wajah riang karena dia akan segera kembali ke rumah besarnya.


“Apa maksudmu? Keluarga? Kita? Sejak kapan aku menjadi keluargamu…” ucap Cyrus dengan sombongnya.


“Hei nak… jangan begitu… kita adalah keluarga.” ucap Jessica dengan lembut.


Cyrus hanya diam dan memalingkan wajahnya, kemudian Jessica melanjutkan ucapannya. “Maafkan aku… aku telah mendengar semua tentangmu dan tentang ibumu. Aku dan ibumu adalah adik kakak kandung.” Jessica memeluk Cyrus sambil mengusap rambutnya.


“Lepaskan… jika tidak aku akan membunuhmu, aku tidak peduli meskipun kau adalah bibiku.” ucap Cyrus dengan sedikit keras.


Jessica pun melepaskan pelukkannya, dan Cyrus melanjutkan perkataannya. “Kalian semua selama ini kemana saja? Setelah ibuku terbunuh kalian baru muncul untuk mencari ibu…” ucap Cyrus sambil menatap tajam Jessica.


“Wah.. tatapanmu memang layak menjadi penerus keluarga kerajaan.” Jessica terkagum dengan tatapan Cyrus yang menakutkan. Kemudian Jessica menjawab pertanyaan Cyrus, “Kalau kau ingin tau lebih detail, sebaiknya kita pergi ke kerajaan dan temui kakekmu. Kita semua akan menceritakannya secara detail.”


“Baikllah, aku ingatkan kau jangan pernah mempermainkanku jika kau masih sayang dengan nyawamu.” ucap Cyrus masih dengan tatapan tajamnya.


Jessica tidak memperdulikan ucapan dan tatapan Cyrus yang penuh dengan kebencian, bagaimanapun juga dia mengerti perasaan Cyrus saat ini karena baru saja kehilangan ibunya.


Mereka kini berjalan menunggai Buldog dan anak istrinya mengikuti arus sungai menuju kerajaan Red Blood, tanpa berbicara atau berinteraksi satu sama lain karena keadaan yang dibuat Cyrus.


Disaat keadaan canggung tersebut, Eliza berbisik “Ibu… nanti aku akan meminta ke kakek untuk menikahkan aku dengan Cyrus…” Eliza berbisik dengan pelan.


“Bagaimana bisa? Dia adalah saudaramu.” Jessica terkejut mendengar perkataan anaknya.


“Ssstt… tapi aku telah berjanji, jika dia bersedia menolong ibu maka aku akan menjadi istrinya… lagi pula aku tidak keberatan.” Ucap Eliza sambil tersenyum manis menunjukkan giginya sedikit.


“Ahh terserahlah… biarkan kakekmu yang memutuskan.”

__ADS_1


Cyrus hanya memandangi mereka dari jauh ketika mereka berdua sedang berbisik-bisik heboh yang tidak tahu sedang membicarakan apa.


*


*


Mereka telah sampai di depan gerbang kerajaan Red Blood, dengan tembok luar dikelilingi penuh warna merah dan symbol yang bergambar darah merah segar tempampang dengan jelas di pintu masuk kerajaan Red Blood.


“Buka gerbang… laporkan kedatanganku kepada raja, aku juga membawa tamu spesial untuknya.” ucap Jessica dengan gaya keluarga kerajaan.


“Baik tuan putri…” ucap salah satu penjaga gerbang.


Dengan perlahan gerbang terbuka dan kini mereka memasuki wilayah kerajaan yang terlihat tampak sangat besar dan mewah.


“Ini… lebih indah dari kerajaan Horns of Hell.” gumam Cyrus dengan raut wajah takjub.


Hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit, sebuah kereta kuda berwarna merah gagah sedang menghampiri mereka bertujuan untuk menjemput kedatangan Jessica dan lainnya.


“Selamat datang, tuan putri.” kusir kerajaan sambil menunduk.


“hm..”


Mereka semua menaiki kereta kuda itu kecuali Brush dan Buldog, mereka berdua mengikuti rombongan kereta kuda itu dari belakang.


Beberapa menit berlalu, mereka kini telah sampai di depan istana kerajaan dan segera memasuki istana.


Ada dua pengawal yang sedang berjaga di depan pintu dengan menggunakan perlengkapan lengkap sedang menghentikan Cyrus dan bawahannya. “Berhenti… siapa kau?”


“Turunkan senjatamu!” ucap Cyrus dengan lantang.


Penjaga itu melihat ke arah Jessica, dan Jessica menganggukan kepalanya.


Kini Cyrus telah melewati dua penjaga itu dan ketika giliran Brush dan Buldog, mereka berdua dihadang.


“Monster dilarang masuk, siapapun itu dilarang membawa hewan peliharaan di dalam istana kerajaan.” ucap penjaga itu tadi.


“Srenggg…. Krak..”


“Ahhh… sakit…”


Belati hitam Soul eater memotong tangan kedua penjaga yang menghalangi jalan Brush dan Buldog.


“Aku bilang… turunkan senjatamu!” ucap Cyrus dengan raut wajah tenang sambil menggenggam belati hitam.

__ADS_1


Melihat kejadian itu membuat Jessica dan Eliza terkejut. “Cyrus… apa yang kau lakukan?” ucap Jessica sedang berlari melihat keadaan kedua penjaga itu.


“wahh… dia sangat bermartabat.” gumam Eliza terkagum melihat ketenangan Cyrus setelah memotong tangan penjaga.


Cyrus menjawab ke Jessica, “Aku sudah bilang untuk menurunkan senjatanya.” ucapnya dengan santai seolah-olah tidak melakukan apapun.


Setelah kejadian tersebut, membuat mereka dikelilingi oleh beberapa pelayan dan pengawal.


“Siapa dia?”


“Apa yang terjadi?


“kenapa kalian berkumpul disini?”


Ucapan para pelayan dan penjaga yang sedang mengelilingi mereka.


Ketika mereka Cyrus dan lainnya dikelilingi oleh para pelayan dan penjaga, datanglah sosok iblis pria tua dengan rambut dan jenggot putih yang memakai mahkota dan beberapa iblis dewasa yang sedang mengikutinya.


“Ahem… Ada apa? Aku dengar anakku sudah pulang dengan cepat dan membawa tamu spesial.” ucap iblis tua itu.


Mendengar suara yang mereka kenal, membuat semua pelayan dan penjaga itu bertekuk lutut dan menunduk sambil berkata. “Salam yang mulia raja.”


Semua para pelayan dan penjaga yang ada disana bertekuk lutut kecuali Cyrus, Brush, Buldog sekeluarga, Eliza dan Jessica. Ketika Brush melihat sekitar sedang berlutut, dia kebingungan harus berbuat apa dan setelah beberapa saat Brush juga ikut berlutut juga.


Melihat Cyrus tidak berlutut di depan raja iblis, membuat seorang iblis pria dewasa itu melontarkan ucapan dengan berteriak, “Dasar iblis rendahan… beraninya kau tidak berlutut dihadapan raja iblis.” ucapnya dengan teriak sambil menunjuk kearah Cyrus.


Mendengar ucapan yang keluar dari mulut pria itu, membuat Cyrus mengangkat belati hitamnya dan berkata, “ Soul…” tiba-tiba tampak sebuah tangan sedang menutup mulut Cyrus dari belakang dan sisi tangan lainnya sedang merangkul tubuh Cyrus.


“Kumohon tenanglah… Dia ayahku.” ucapan itu terdengar sangat lembut, ternyata yang merangkul dan menutup mulut Cyrus adalah Eliza.


Melihat kejadian itu, membuat ayah Eliza dan raja memakai mahkota yang tidak jauh dari Cyrus itu terkejut.


“Eliza, apa yang kau lakukan? Sungguh memalukan…” ucap ayah Eliza.


“Cucuku… ada apa denganmu?” ucap iblis tua itu.


Dari Belakang Cyrus dan Eliza terdengar suara tertawa kecil, “hehehe… anakku benar-benar telah dewasa.” ucap Jessica sambil menutup mulut sambil tertawa kecil.


Situasi rumit tersebut, mengundang banyak mata yang tertujuh ke Cyrus dan Eliza. Kemudian Cyrus berkata, “Lepaskan… aku mengerti.”


Eliza melepaskan kedua tangannya dan Jessica menyuruh semua pelayan yang berada disana untuk pergi meninggalkan tempat itu.


Setelah kejadian itu, Jessica dan Eliza menceritakan semua yang terjadi dan menjelaskan asal-usul Cyrus juga.

__ADS_1


__ADS_2