
Sekitar 2 jam telah berlalu. Dengan kecepatan Shadow berjalan dalam bayangan, kini ia mengirim pesan untuk Cyrus melalui telepati. “Yang mulia, saya telah tiba di ibukota kerajaan.”
“Bagus, lanjutkan apa yang kau ketahui saat ini tentang kerajaan itu..” Jawab Cyrus yang sedang menatap pemandangan diatas pohon besar.
Shadow memberitahukan apa yang ia lihat dan juga mendengar dari beberapa prajurit penjaga gerbang kerajaan, “Kerajaan ini telah berganti nama menjadi Devil’s Wing, dan raja saat ini bernama Wart Banne.”
Suatu hal yang menguntungkan bagi Cyrus, karena Shadow kini telah berada di dalam kerajaan musuh yang berjarak tidak terlalu jauh dari tempat Cyrus beristirahat, dan juga ia sangat beruntung karena Shadow berhasil menyelinap masuk tanpa diketahui oleh pihak musuh.
“Lanjutkan pekerjaanmu, Shadow.” Ucap Cyrus lewat telepati sambil tersenyum.
“Baik, Yang mulia.”
Cyrus mencoba mengingat-ingat kembali nama raja kerajaan Devil’s Wing yang terdengar tidak asing di telinga Cyrus.
Setelah beberapa saat Cyrus merenungkan nama itu, kini ia berteriak dengan sekencang-kencangnya. “Sialan… kenapa kau tega membunuh teman masa kecilmu sendiri, Wart.” Teriak Cyrus dengan raut wajah kesalnya.
Cyrus kini telah mengingat nama raja kerajaan Devil’s Wing itu, dia adalah teman masa kecil ayahnya, Wart Banne. Salah satu tangan jendral kerajaan Horns of Hell saat itu.
“Aku akan membunuhmu dengan tanganku sendiri… aku bersumpah Wart…”
*
*
Malam hari telah tiba, terlihat prajurit iblis di bawah naungan Cyrus kini telah bersiap untuk berperang.
Seharian penuh Cyrus terus menerus mendapatkan informasi penting dari Shadow tentang pertahanan dan keadaan di dalam kerajaan Devil’s Wing.
Karena kerajaan Devil’s Wing baru saja dibangun kembali setelah runtuhnya kerajaan Horns of Hell, tentu saja banyak sekali kekurangan eksternal maupun internal, sehingga membuat Shadow dengan mudah mendapatkan informasi.
Shadow menjelaskan tentang lemahnya pertahanan, kurangnya populasi, minimnya penjaga dan prajurit istana, dan yang terpenting mereka semua masih dalam keadaan kelelahan.
Tetapi kerajaan Devil’s Wing meminjamkan bala bantuan berupa prajurit, tenaga kerja dan bahan makanan dari ke-4 ras lainnya. Hal semacam ini merupakan hal yang wajar karena sebelumnya mereka telah bekerja sama untuk menghancurkan kerajaan Horns of Hell.
Dengan adanya bantuan yang mereka kirimkan, membuat pihak Cyrus mengalami kesulitan untuk menghancurkan kerajaan penghianat ini, karena Cyrus di planet Pixma tidak memiliki sekutu sama sekali.
__ADS_1
Meskipun Cyrus memahami dengan baik tentang kesulitan yang akan ia hadapi di masa depan, hal tersebut tidak membuat goyah hati Cyrus untuk menghancurkan semua kerajaan-kerajaan yang ada di planet Pixma.
*
*
Didalam pinggiran hutan terlarang dekat wilayah kerajaan, terlihat Cyrus dengan ratusan ribu prajurit dibelakangnya sedang berjalan menghampiri kerajaan Devil’s Wing, dengan semangat dan niat membunuh yang membara.
Dalam perjalanan mendekati kerajaan, kini Cyrus mengirim telepati ke Shadow. “Tugasmu hanya mengawasi pergerakan Wart, Shadow. Jangan biarkan dia kabur dari sana…” Dengan perasaan penuh kebencian ia memberi perintah ke Shadow.
“Dimengerti, Yang mulia..”
Setelah memberikan perintah ke Shadow, kini Cyrus memberikan sinyalnya untuk segera pergi berpencar dan membentuk formasi yang telah direncanakan sebelumnya.
“Pergilah… ketika kalian melihat sinyal dariku, bergeraklah... lalukan sesuai rencana, tanpa ada belas kasih.” Perintah Cyrus dengan tatapan tajam.
Tanpa menunggu waktu lama, pasukan 5 dan 6 pergi meninggalkan Cyrus dan pasukan 1, 2, 3, 4 tetap berada di barisannya.
Malam damai, angin berhembus lembut menyelimuti tubuh, bintang-bintang berkelap kelip menghiasi indahnya langit malam. Gelapnya langit seketika berubah menjadi terang, karena tanda sinyal berupa sihir api yang Cyrus keluarkan.
“Kita diserang… kita diserang…”
“Ada musuh… cepat bangunn….”
“Tutup gerbangnya… cepat lapor ke raja…”
Teriak panik para penjaga gerbang depan yang terkejut melihat banyaknya prajurit musuh yang datang dengan cepat menembus pertahanan gerbang.
“Majuu…”
Sringgg… Duarrrr… Krakkk…
“Tidak… Arghhh..”
Satu-persatu prajurit kerajaan Devil’s Wing terbantai, mereka terbunuh dengan cepat tanpa melakukan perlawan karena serangan mendadak dalam skala besar yang Cyrus lakukan.
__ADS_1
“S-siapa kalian… kenapa kalian menyerang sesama ras iblis…” Ucap salah satu prajurit Devil’s Wing yang sekarat berlumuran darah.
Tanpa menjawab pertanyaannya, salah satu prajurit pengikut Cyrus menarik pedangnya dan mengambil ancang-ancang.
Sringgg….. duk.. dukk.. duk…
Darah merah seperti air mancur itu membanjiri daun pintu gerbang yang kokoh.
Pasukan 1, 2, 3 dan 4 kini telah sepenuhnya memasuki dalam tembok kerajaan Devil’s Wing yang menjulang tinggi mengelilingi istana. Dengan pemandangan prajurit-prajurit yang tergeletak tak bernyawa di dalamnya.
Selama perang berlangsung, Cyrus dan Eliza dengan santai menunggu diluaran gerbang, hanya ditemani Mino yang setia menunggu perintah dari rajanya.
Cyrus menunggu di luar gerbang karena sebelumnya ia memerintahkan kepada prajuritnya agar hanya menyisakan raja kerajaan Devil’s Wing saja untuknya, tentu saja ia ingin membunuh Wart dengan tangannya sendiri.
Selama proses menunggu santai dengan pemandangan perang dihadapannya, Cyrus menerima ratusan notifikasi tentang Exp dan jiwa yang ia dapatkan. Sedangkan dengan kenaikan level, Cyrus hanya menerima beberapa saja.
Tentu saja hal ini membuat Cyrus menjadi gerah, karena ia merasa salah dalam hal mengambil keputusan.
“Arghh… seharusnya aku menjadikan semua prajurit menjadi budakku…” Ucap Cyrus dalam hati dengan rasa penyesalan yang ia rasakan.
Cyrus sangat menyayangkan kesempatan ini, karena ia hanya mendapatkan Exp dan jiwa dari 6 jendralnya saja. Jika Cyrus menjadikan semua prajuritnya budak, ia akan mendapatkan semua keuntungan dari perang pembantaian ini.
Diwaktu yang sama dibagian utara, terlihat pasukan 5 dan 6 sedang menahan dan membunuh siapapun yang mencoba melarikan diri dari kerajaan Devil’s Wing.
“Ampuni aku… aku akan melakukan apapun untukmu…” Ucap salah satu iblis kerajaan Devil’s Wing dengan pakaian layaknya penduduk biasa.
Salah satu jendral bernama Keira menghampiri bawahannya yang sedang menodongkan senjata, “Jangan bunuh dia… tahan dan ikat dia ditengah-tengah barisan pasukan.” Ucap Keira sambil menepuk pundah salah satu bawahannya.
Setelah iblis dengan pakaian biasa itu di tahan, kini Keira berteriak sambil memberikan instruksi ke para prajuritnya. “Jangan membunuh siapapun yang tidak melawan dan bunuh siapapun yang melawan… Tugas kita hanya menahan mereka…” Ucapnya dengan lantang.
Mendengar Keira berteriak ke bawahannya, membuat Julius jendral pasukan 5 juga ikut memberi arahan yang sama ke para prajuritnya.
Banyak sekali penghuni kerajaan Devil’s Wing yang mencoba kabur dari gerbang utara untuk menyelamatkan diri. Bukan hanya ras iblis saja yang kabur melalui gerbang itu, tetapi ada juga dari ras Naga, Peri, Manusia dan Beastman.
Keempat ras tersebut pasrah dan menyerahkan diri ketika melihat banyaknya prajurit yang mengepung ketat setiap sudut kerajaan Devil’s Wing.
__ADS_1
Akhirnya pasukan 5 dan 6 hanya menahan siapapun yang mencoba melarikan diri dari gerbang utara dan membunuh mereka yang mencoba melawan tanpa belas kasihan.