Demon Emperor

Demon Emperor
Ch.65 - Ketenangan Yang Terganggu


__ADS_3

Didalam taman istana kerajaan Quiet Night, terlihat Cyrus sedang duduk santai sembari meminum minuman segar bersama sang permaisurinya, dengan suasana tenang dan damai terasa dunia milik mereka berdua.


Kedamaian itu tidak berlangsung lama, setelah Cyrus mendapatkan sebuah kabar dari Shadow.


“Yang mulia… kami mendengar rumar bahwa ras manusia telah membentuk sebuah aliansi untuk menyerang kerajaan Xavier…” Ucap Shadow dalam telepati, melaporkan keadaan yang terjadi dibenua selatan.


“Berani-beraninya manusia lemah itu memiliki niat menyerang Xavier, pion kecilku….” Jawab Cyrus sambil bermesraan dengan Eliza, disebuah taman kecil dihalaman istana.


“Rumornya pemimpin mereka menyandang gelar Pahlawan, Yang mulia…”


Cyrus menjawab memasang senyuman kecil sambil memegang dagunya, “Hm… baiklah, aku akan segera mengirim bala bantuan kesana secepat mungkin…”


Akhirnya Cyrus dan Shadow berhenti berkomunikasi dalam telepati, tiba-tiba Cyrus teringat dengan ucapan para leluhurnya yang menyebutkan kata ‘Pahlawan’.


“Hmm… pahlawan ya…” Gumam Cyrus dengan suara pelan.


Didunia ini pahlawan adalah pilar kokoh sebuah kekuatan suatu kerajaan, mereka diberkahi oleh dewa dengan kejeniusan yang melebihi para jenius.


Disaat yang sama, Eliza mendengar Cyrus bergumam dan menyebutkan kata pahlawan, lalu ia bertanya ke Cyrus.


“Pahlawan? Apakah disini juga ada pahlawan?” tanya Eliza dengan nada cepat sambil memasang raut wajah serius.


“Benar… bukan hanya pahlawan, setiap ras memiliki kartu truf dan mereka setara kuatnya dengan pahlawan.”


“Aku tidak peduli dengan ras lainnya… aku hanya sedikit tertarik dengan pahlawan!” Terlihat jelas saat ini Eliza sedang mengeluarkan aura kebencian yang terpancar dari sorot matanya.


“Kenapa kamu merasa terganggu?” Tanya Cyrus memasang raut wajah penasaran.


Dengan cepat Eliza menjawab pertanyaan Cyrus, “Pahlawan… dikehidupanku dulu, aku dibunuh oleh pahlawan…”


Suasana hati yang semula damai setelah memenangkan negoisasi, kini berubah menjadi perasaan yang gelisah karena saat ini Cyrus dan Eliza belum mengetahui seberapa kuatnya sosok pahlawan di dunia ini.


Tetapi dengan keyakinan dan tekad untuk memusnahkan planet Pixma tidak goyah sedikitpun, ia tetap melangkah kejalan kehancuran planet Pixma.


“Tenanglah! Selama aku masih hidup… tidak akan pernah ada yang bisa membunuhmu, Ratuku…” Ucap Cyrus sambil membelai rambut indah Eliza dengan lembut.


“Benarkah itu, Rajaku?” Tanya Eliza dengan gaya menggodanya.


Cyrus mencoba agar tetap tenang, ia menghela nafas panjang. “Huhh… benar semua makhluk yang terikat kontrak padaku, mereka akan tetap hidup abadi didunia ini…”

__ADS_1


Mendengar ucapan Cyrus, membuat suasana kembali tenang dan damai, kemudian Eliza merayu memohon dengan senyuman manis. “Rajaku, izinkan aku yang membunuh pahlawan itu… aku membenci mereka…”


“Tapi… apa kamu sanggup membunuhnya? Saat ini kita tahu kekuatan musuh yang sebenarnya…”


“Tidak masalah… aku ingin melihat dan merasakan sendiri, apakah kekuatan dikehidupanku sebelumnya masih berlaku didunia ini hehehe…” Jawab Eliza dengan rasa percaya diri yang tinggi.


Cyrus tersenyum setelah mengetahui bahwa Eliza memiliki kartu truf yang terlihat menjanjikan, kemudian ia berkata. “Baiklah jika itu maumu, kita akan berangkat ke benua selatan sebelum perang terjadi… Tapi sebelum itu…”


Kemesraan mereka berdua terus berlanjut hingga beberapa menit, tetapi tidak berlangsung lama setelah Cyrus teringat dengan janjinya kepada Shadow untuk mengirimkan bala bantuan kesana.


“Ahh hampir saja aku lupa…”  Ucap Cyrus dalam hati. Kemudian ia segera menghubungi Brush melalui telepati kontrak budaknya. “Pergilah bersama pasukanmu ke benua selatan dan cari kerajaan Xavier…”


Brush terkejut mendengar suara Cyrus melalui telepati karena dalam beberapa bulan terakhir, ia tak pernah sekalipun dihubungi oleh Cyrus.


“Baik, Yang mulia… Apa yang harus kami lakukan setelah menemukan kerajaan Xavier?”


“Temui Shadow dan lindungi kerajaan itu, mereka adalah sekutu kita…”


“Sesuai perintah anda, Yang mulia Raja…” Brush menjawab dengan nada penuh hormat, ia tidak berani membantah perintah Cyrus.


Saat ini Cyrus benar-benar ingin membantu dan melindungi kerajaan Xavier, meskipun mereka adalah manusia tetapi mereka adalah sumber makanan untuk kerajaan Quiet Night.


*


*


Setelah Brush mendapatkan perintah dari Cyrus untuk pergi ke benua selatan, kini Brush segera menghentikan latihan sepanjang hari bersama bawahannya.


Tanpa mereka sadari selama kurang lebih tiga bulan didalam hutan terlarang, pasukan Brush kini telah bertambah kuat dengan sangat cepat.


Pasukan Brush saat ini paling lemah memiliki level 150, sedangkan paling kuat berlevel 250 dan tentu saja Brush yang paling kuat yaitu berlevel 400.


Tentu saja dengan bantuan kontrak Troops Leadership milik Cyrus, hal ini bukanlah mustahil. Hanya membutuhkan sedikit tenaga untuk membunuh, sudah bisa mendapatkan Exp dan bertambah level dengan cepat.


Bahkan jika mereka terluka akibat serang monster, luka mereka pulih dengan cepat, hal ini dikarenakan Mana point milik Cyrus yang sudah infinite.


Setelah Brush memberhentikan perburuan monster untuk meningkatkan level, tentu saja hal ini membuat para bawahannya merasa kebingungan karena Brush memberhentikan perburuan monster tanpa sebab yang jelas.


“Ketua… kenapa kita tidak melanjutkan farming level up?”

__ADS_1


“Kita hanya berlatih kurang lebih 3 bulan, ini belum cukup untuk menjadi seorang prajurit kerajaan…”


Berontak para bawahan Brush karena mereka tergila-gila dengan kekuatan yang melimpah. Sehingga membuat mereka enggan untuk berhenti membunuh dan membunuh.


Kemudian Brush menjawabnya, “Tidak… kita sekarang mendapatkan misi dari Yang mulia raja Cyrus!!”


“Misi apa itu?”


“M-melindungi kerajaan ras manusia…” Jawab Brush sedikit ragu, ia tidak mengerti apa yang difikirkan oleh rajanya saat ini, sehingga rela melindungi ras manusia yang telah bersekongkol menghancurkan ras iblis.


“Apa!!? Apa raja kita bodoh?”


“Benar… kenapa kita harus melindungi mereka? Tujuan kita menjadi kuat adalah menghancurkan mereka!!”


“Dimana sumpah raja Cyrus? Siaalll…”


……


…...


Serentak mereka semua kecewa, tapi perasaan kecewa tersebut tidak berlaku untuk Brush dan Buldog. Mereka berdua percaya bahwa Cyrus tidak akan pernah mengingkari perkataan serta janji-janjinya.


“Grrr… Diamlah!!” Bentak Buldog yang merasa risih mendengar bawahannya tidak kunjung berhenti membantah.


Kegarangan Buldog membuat semunya terdiam tanpa kata, tetapi masih terlihat dengan jelas raut wajah kecewa yang tampak di wajah mereka.


Keadaan canggung tersebut berlangsung sedikit lama, hingga sampai ketika terdengar suara ketua pasukan berkata.


“Tenanglah, kalian semua… tidak mungkin Yang mulia raja mengkhianati kita… aku sangat percaya beliau memiliki rencana yang menarik…” Ucap Brush mencoba menenangkan hati bawahannya.


Rayuan-rayuan manis Brush untuk mengembalikan semangat sekaligus kepercayaan bawahannya terus berlanjut, mencoba sebisa mungkin untuk mengembalikan suasana hati bawahannya.


Hingga akhirnya merekapun bersedia untuk melakukan misi tersebut, meskipun ada sedikit perasaan yang mengganjal dihati mereka.


“Baiklah, kita akan beristirahat sebentar sebelum menuju kebenua selatan…”


“Baik, ketua.”


Akhirnya kini mereka beristirahat sambil mempersiapkan diri untuk pergi ke benua selatan, menjalankan perintah Rajanya. 

__ADS_1


__ADS_2