
Turnamen kerajaan Quiet Night di dalam hutan terlarang akhirnya digerlar, dengan tepuk tangan yang meriah sekaligus sihir-sihir yang dilemparkan kearah langit, membuat kenangan yang tak terlupakan dibenak para prajurit.
Setelah pembukaan turnamen selesai, akhirnya Eliza membacakan urutan kelompok yang akan bertanding terlebih dahulu, sesuai yang telah Cyrus rencanakan beberapa hari sebelumnya.
“Kelompok 1 melawan kelompok 1232.”
“Kelompok 2 melawan kelompok 1231.”
“Kelompok 3 melawan kelompok 1230.”
“Ketua kelompok yang aku sebutkan tadi, silahkan maju kesini…” Ucap Eliza sambil menunjuk tempat kosong yang tidak jauh dari hadapannya.
Tanpa menunggu waktu lama, 6 ketua kelompok tersebut maju kehadapan Eliza, kemudian mereka berkata dengan lantang sambil memberi hormat secara bergantian dan berurutan.
“Argas, ketua kelompok 1, menghadap Yang mulia Ratu…”
“Victor, ketua kelompok 2, menghadap Yang mulia Ratu…”
….
….
“Nemesis, ketua kelompok 1230, menghadap Yang mulia Ratu…”
Akhirnya keenam ketua kelompok tersebut memperkenalkan dirinya masing-masing dihadapan ratu Eliza, sedangkan Cyrus saat ini hanya memperhatikan mereka dari kejauhan sambil meminum minuman segar dibawah panasnya terik sinar matahari.
Pada umumnya para prajurit memiliki sifat mata telanjang dengan nafsu yang tinggi, tetapi dihadapan ratu Eliza yang terkenal dengan parasnya yang cantik sekaligus memiliki tubuh yang indah itu, mereka semua justru menggigil ketakutan sambil menundukkan pandangannya kearah tanah.
Hal ini terjadi karena sosok binatang berwarna perak yang berada disampingnya, Unique.
Que dengan mengerikannya menatap tajam beberapa sosok prajurit yang berdiri dihadapan Ratunya, ia tidak akan segan-segan menelan prajurit iblis tersebut, jika mereka berani lancang terhadap Ratunya.
Ditengah-tengah perasaan tegang dan canggung tersebut, tiba-tiba mereka dikejutkan oleh suara Eliza yang terdengar keras dikedua telinga.
“Bermainlah dengan sungguh-sungguh… tunjukkan kepada Raja, bahwa prajurit yang berasal dari planet Allstar tidak lemah seperti penghuni planet Pixma!”
Mereka terkejut mendengar planet Allstar, seketika mereka rindu dengan kampung halaman, meskipun mereka berwujud iblis tetapi mereka masih memiliki keluarga.
“Baik, Yang mulia Ratu.” Jawab mereka dengan nada tegas serta semangat juang yang tinggi.
“Satu hal lagi… Jangan pernah takut mati! Selama kalian memiliki tanda bulan sabit, kalian akan tetap hidup!”
__ADS_1
Disaat bersamaan ketika Cyrus sedang memperhatikan kejadian itu dari kejauhan, ia tertarik dengan salah satu prajurit yang sedang berada dihadapan permaisurinya.
“Hm… menarik.” Gumam Cyrus dengan pelan, pandangan matanya terkunci menatap salah satu ketua kelompok tersebut.
Prajurit yang saat ini sedang menjadi ketua kelompok itu, ia memiliki aura yang sangat berbeda dari lainnya, aura ganda antara merah dan ungu yang terpancar keluar dari tubuhnya.
“Qwerty, periksa statusnya.”
...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...
STATUS
Nama : Nemesis Gracia.
Ras : Iblis.
Level : 121 (Exp. 11.000 / 121.000)
Hp : 21.000
Mp : 50.000 / 50.000
Job : Mage.
Keterangan : Prajurit kerajaan Quiet Night.
...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...
“Lumayan… Sihir petir ya… semoga kau tidak mengecewakanku…” Ucap Cyrus dalam hati dengan senyuman kecil dimulutnya.
Cyrus dapat melihat aura seluruh prajuritnya dengan mudah karena perbedaan level yang sangat jauh berbeda.
Cyrus tertarik dengan prajurit itu, karena dari banyaknya prajurit yang berbaris rapi disana, tidak ada satupun diantara mereka yang memiliki atribut ganda, kecuali Nemesis.
“Kau… kemarilah!” Tunjuk Cyrus kearah prajurit yang memiliki atribut ganda tersebut.
Serentak seluruh prajurit tercengang melihat Cyrus memanggil Nemesis, mereka kebingungan sekaligus penasaran dengan apa yang dilakukan Nemesis, sehingga sang Raja memanggil dirinya dihadapan ratusan ribu prajurit.
“Mohon izin, Yang mulia Ratu.” Ucap Nemesis sambil memberi hormat kepada Eliza. Kemudian ia menghampiri Cyrus, “Salam, Yang mulia Raja.” Ucap Nemesis dengan hormat sambil bertekuk lutut dihadapan Cyrus.
“Apa tujuanmu mengikuti turnamen ini, Nemesis?” Tanya Cyrus dengan nada dan raut wajah tenang.
__ADS_1
Nemesis terdiam sejenak, ia terdiam karena sedang merangkai tutur bahasanya agar terdengar sopan dan tidak menyinggung perasaan Cyrus.
Hal ini merupakan hal yang normal dan wajar, karena prajurit tanpa gelar seperti Nemesis, tidak pernah berhadapan langsung atau bertatapan muka dengan Raja.
Setelah beberapa detik, Nemesis menjawab pertanyaan Cyrus. “Hamba ingin menambah pengalaman sekaligus menjadi lebih kuat, Yang mulia…”
“Hahaha… Hahaha… Bagus… Aku berharap kau bisa memenangkan turnamen ini, dan jangan kecewakan harapanku!” Ucap Cyrus sambil tertawa lepas.
Seluruh prajurit terkejut melihat Cyrus tertawa lepas, mereka tidak pernah melihat Cyrus tertawa segirang ini.
“Hamba akan berjuang sekuat tenaga, Yang mulia.” Jawab Nemesis sambil tertunduk bertekuk lutut.
“Kembalilah…”
“Salam, Yang mulia Raja.”
Serentak ratusan bola mata yang ada dikepala prajurit, tertuju kearah Nemesis. Beragam jenis bentuk pandangan mata yang tertuju padanya, mulai dari senang karena salah satu temannya mendapat kepercayaan dari Raja, hingga sampai tatapan iri dan dengki karena dalam benak mereka, Nemesis saat ini sedang mencari muka dihadapan sang Raja.
Kejadian ini merupakan suatu tantangan bagi Nemises, karena dipertandingan nanti pasti banyak prajurit yang akan mengincar dan berusaha menjatuhkannya.
Tetapi disisi lain, harapan Cyrus tadi juga merupakan suatu dorongan bagi Nemesis serta kelompoknya, harapan tersebut membuat kepercayaan diri menjadi tinggi dan semangat bertarung yang menggebu-gebu.
Setelah percakapan antara Cyrus dengan Nemesis selesai, dan Nemesis kembali kedalam barisan yang berhadapan dengan Eliza, kini Cyrus berkata dengan lantang dihadapan prajuritnya, sambil membeberkan tujuan mengapa ia menggelar turnamen ini.
“Kalian semua bermain dan bertarunglah dengan sungguh-sungguh, meskipun ini hanya sebuah turnamen, tetapi anggaplah benteng kalian sebagai kerajaan Quiet Night yang harus kalian jaga, SEUMUR HIDUP!! Dan anggaplah benteng lawan, sebagai kerajaan musuh yang harus dihancurkan!! Siapapun yang bermain dengan lembek, tidak pantas menjadi prajurit Quiet Night!!”
Suara lantang Cyrus itu, menimbulkan benih-benih semangat juang didalam lubuk hati para prajurit. Mewarnai kemeriahan acara yang akan segera dimulai.
“Hidup, Yang mulia Raja Cyrus… Berjayalah kerajaan Quiet Night…”
“Apa kalian semua prajurit yang lemah!? Aku tidak mendengar suara kalian!!” Teriak Eliza dengan suara keras melebihi suara ratusan ribu prajurit, suara tersebut terdengar sangat keras karena Eliza mengeluarkan suara tersebut dengan menghabiskan setengah Mananya.
“HIDUP, YANG MULIA RAJA CYRUS… BERJAYALAH KERAJAAN QUIET NIGHT…” Teriakan keras para prajurit yang penuh semangat itu terus bergemuruh ditelinga Cyrus secara berulang-ulang, bahkan membuat pohon-pohon disekitaran sana menari-nari melambaikan daunnya seolah-olah mereka juga ikut memuji sang Raja serta kerajaan Quiet Night.
Bagi Cyrus kejadian seperti ini merupakan suatu kebanggaan yang tidak bisa diungkapkan oleh kata-kata, ia sangat yakin bahwa setelah turnamen ini, ia akan memiliki suatu kelompok yang setia melayani dirinya sekaligus garis keturunannya dimasa depan.
Cyrus juga berharap kelompok tersebut memiliki kekuatan yang mampu mengantarnya membalaskan dendam sekaligus menjadi kaisar iblis dan menaklukkan dunia, seperti mimpi leluhur Lucifer Charlotte.
Pujian-pujian itu terus berlanjut beberapa menit, hingga sampai Cyrus mengangkat tangannya sambil berkata. “Sssttt… Sudah cukup! Mari kita mulai pertandingan pertama…”
Pertandingan gelombang pertama akhirnya dimulai.
__ADS_1