
Cyrus membutuhkan Inti monster sebagai bahan tambahan membuat makhluk ciptaannya di dalam skill Warlock, inti monster tersebut dapat menambah berbagai macam jenis seperti kekuatan, bentuk fisik dan masih banyak lagi.
Selama 15 menit berlalu, Cyrus memantau Brush dan Buldog dengan bantuan Qwerty, jika makhluk terkontrak dengan Cyrus merasakan bahaya maka Cyrus akan mendengar sebuah peringatan dan sebuah petunjuk dimana bahaya tersebut berasal.
Selama ini Cyrus terus memandangi status mereka dari atas pohon, jika status mereka berdua bertambah exp maka mereka telah membunuh monster.
60 menit telah berlalu, Cyrus merasa bosan karena hanya menunggu tanpa melakukan kegiatan apapun. Yang dilakukannya hanya menatap langit biru cerah dan berfikir apa yang harus dia lakukannya untuk masa depan.
Tiba-tiba Cyrus mengingat sesuatu, “Ahh, kenapa aku tidak mencoba skill baruku.” ucap Cyrus sambil melihat status.
“Tapi bagaimana caranya untuk men-summon iblis?” fikir Cyrus dalam hati.
[ Cara mem-summon creatures :
- Jumlah jiwa
- Jumlah bahan tambahan
- Memilih bentuk fisik sesuai jiwa & bahan tambahan yang terpilih.
Anda hanya perlu mengucapkan jumlah jiwa & bahan tambahan saja, sisanya serahkan kepada Qwerty. ]
“Baiklah, aku akan menggunakan semua jiwa monster dan 150 inti monster.”
[ Silahkan pilih makhluk :
1. Iblis dengan kekuatan bergerak cepat, memiliki bentuk kaki seperti hewan buas dan spesialis garis depan.
2. Iblis dengan kekuatan fisik kuat, memiliki bentuk tubuh seperti banteng ganas dan spesialis garis depan.
3. Iblis dengan kekuatan bayangan, memiliki bentuk tubuh seperti iblis dan spesialis menyelinap. ]
Cyrus berfikir sambil memegang dagunya, “Aku memiliki Brush dan Buldog jadi aku tidak membutuhkan nomer 1 dan 2. Qwerty aku pilih nomer 3.”
[ Men-summon nomer 3 sedang dalam proses…. ]
__ADS_1
Muncul kabut hitam dari bawah tanah dan perlahan membentuk sebuah wujud seperti layaknya iblis.
[ 25%.... 50%.... 100% ]
[ Men-summon Berhasil. ]
Kabut hitam perlahan mulai menghilang dan muncul sebuah wujud iblis yang sedang berlutut menunduk di hadapan Cyrus.
“Terima kasih yang mulia raja telah memanggilku.”
“Hm… siapa namamu?” ucap Cyrus dengan terkejut karena dia memanggilnya dengan sebutan yang mulia raja.
“Saya terlahir atas panggilan yang mulia raja… Sekarang saya belum memiliki nama.”
“Berarti secara tidak langsung dia seperti anakku.” ucap Cyrus dalam hati.
Setelah itu Cyrus melanjutkan perkataannya, “Baiklah, namamu sekarang adalah Shadow.” ucap Cyrus sambil mengelus dagunya.
“Terima kasih yang mulia raja, saya akan melayani anda sampai mati.” ucap Shadow tetap dengan posisi berlutut dan menunduk.
“Aku menganggapmu dan makhluk yang aku panggil di masa depan sebagai anak-anakku.” ucap Cyrus dengan tersenyum kecil. “Saya tidak pantas mendapatkan sebuah anggapan seperti itu, yang mulia.” ucap Shadow.
“Sesuai perintah yang mulia.” Shadow berubah menjadi sebuah bayangan Cyrus, kemudian dia berkata. “Saya bisa melakukan pengintaian dan serangan asalkan ada sebuah bayangan.” ucap Shadow.
“Hahaha… aku tidak salah memberimu nama Shadow.” ucap Cyrus sambil tertawa bahagia, karena skill Shadow sangat berguna di masa depan untuk menggali informasi musuh.
*
*
Disaat Cyrus sedang tertawa, disisi lain terlihat Brush dan Buldog sedang melawan monster, mereka berdua sudah terbiasa dengan monster terutama si Brush, karena tekad menjadi kuat untuk membalas dendam kakaknya.
Brush menjadi iblis jenius setelah menjadi budak Cyrus, karena pertumbuhannya sangat tidak masuk akal bagi iblis pada umumnya.
“Semuanya warga pasti terkejut saat melihatku kembali nanti…” ucap Brush dalam hati.
__ADS_1
“Berhenti melamun Brush, kita masih dalam pertarungan.” ucap Buldog yang sedang menggigit leher monster.
“Ahh maafkan aku kawan… aku akan segera membantumu!” ucap Brush sambil berlari menuju kearah Buldog.
Kali ini mereka berdua sedang berhadapan dengan monster level menengah, bagi Brush adalah sesuatu hal yang sulit tetapi bagi Buldog yang berlevel tinggi tentu saja itu merupakan hal yang mudah.
Buldog menghambat pergerakan monster dengan mengigit leher monster sambil berkata, “Cepat tusuk dia Brush.” Brush pun segera mengangkat pedangnya dan menusuk monster itu tepat di jantungnya.
“Huft.. huft… master pasti akan sangat puas dengan hasil kerja keras kita.” ucap Brush sambil menghela nafas.
“Kau jangan terlalu bangga bocah… tuan kita pernah memusnahkan desa goblin seorang diri.” ucap Buldog dengan nada datar.
Mendengar perkataan Buldog, membuat Brush terkejut dan kehilangan rasa percaya dirinya tadi. “Apaaa? Kau pasti berbohong anjing gila...” ucap Brush yang sedang terkejut.
“Kalau kau tidak percaya padaku itu terserah padamu, tapi aku sarankan satu hal padamu… jangan pernah membuat tuan Cyrus marah.” ucap Buldog sambil merobek kulit monster untuk mencari inti monster.
Brush hanya terdiam tidak percaya karena baginya memusnahkan desa goblin memerlukan satu pasukan tingkat tinggi, sedangkan Cyrus hanya seorang diri untuk memusnahkan desa goblin.
“Jika yang dikatakan Buldog benar, berarti aku tidak salah telah mengikutinya.” gumam Brush dalam hati.
Kemudian Buldog melanjutkan perkataannya, “Sebelum kau menjadi budak, tuan Cyrus pernah memiliki budak manusia tetapi dia mati karena dibunuh oleh tuan.” ucap Buldog.
“Kenapa tuan melakukan itu?” ucap brush dengan setengah heran dan setengah ketakutan. Brush meresa takut karena dirinya juga merupakan budak Cyrus.
“Hahaha… kenapa wajahmu pucat? Tenanglah jangan berfikir buruk… selama kau tidak membuat tuan Cyrus marah maka kau akan tetap hidup.” ucap Buldog.
“Kau belum menjawab pertanyaanku anjing gila…” ucap Brush dengan raut wajah memerah karena malu dan ketahuan jika dirinya merasa ketakutan.
“Aku tidak mengetahui dengan jelas, yang aku tahu tuan Cyrus membunuhnya setelah ras iblis dimusnahkan oleh ras manusia dan ras lainnya.” Buldog berhenti berkata beberapa saat, kemudian melanjutkan perkataannya. “Mungkin karena tuan sangat membenci ras manusia dan lagipula wanita itu sangat lemah, jadi tidak perlu ada yang dikhawatirkan…”
“Hahaha… ternyata hanya manusia lemah, aku akan menjadi kuat dan terus bertambah kuat untuk melayani master sepanjang hidupku.” Brush tertawa lega.
Mereka berdua telah menemukan dan menyimpan banyak inti monster dari mereka bunuh di satu tempat tersebut. Tanpa mereka sadari mereka berdua telah mendapatkan exp banyak sehingga bunyi “ level up “ di kepala Cyrus telah berbunyi beberapa kali.
Bunyi level up tersebut mengundang perhatian Cyrus dan dia mendengarkan percakapan Brush dan Buldog dari awal melewati pendengaran kontrak yang hanya bisa dilakukan oleh Cyrus. Tentu saja percakapan tersebut membuat Cyrus tersenyum kadang juga tertawa karena Buldog berhasil membuat Brush ketakutan.
__ADS_1
Sore hari berjalan begitu cepat, Setelah percakapan dan mengambil semua inti monster, mereka berdua kini mereka berdua berjalan kembali menuju tempat Cyrus menunggu.
Tanpa mereka sadari kini Brush dan Buldog adalah pasangan hebat yang berhasil membunuh ratusan monster.