Demon Emperor

Demon Emperor
Ch.43 - Harapan Eterna D. Valonia


__ADS_3

Eterna terkejut tidak percaya dengan level Cyrus, makhluk berlevel 204 dapat mematahkan ilusi salah satu generasi kepala keluarga Valonia ke-10.


Seharusnya hanya makhluk berlevel 500 keatas saja yang dapat bertahan di dalam sihir ilusi keluarga Valonia. Meskipun makhluk yang terperangkap sihir ilusi memiliki level 500 keatas, makhluk tersebut tidak akan berhasil keluar dengan mudah, bahkan sampai ada yang terbunuh di dalam sihir ilusi milik keluarga Valonia.


“Kenapa kau terkejut setelah mendengar levelku?” tanya Cyrus kebingungan.


“Tidak, anak muda. Silahkan lanjutkan proses penyerapanmu…”


Eterna tidak ingin menunjukkan sisi kelemahan sihir ilusi milik keluarganya, bagaimanapun juga ia tidak ingin merasa malu di hadapan anak muda yang masih berlevel 204 itu.


Tidak lama kemudian, Cyrus melanjutkan ke peti mati ke-9 untuk mendapatkan Exp yang melimpah untuk terus bertambah kuat.


Di peti mati yang selanjutnya Cyrus melihat sebuah peti mati yang bermotif dua pedang panjang saling bersilang seperti symbol ‘X’.


Kali ini sebelum Cyrus membuka segel peti, Eterna menjelaskan identitas peti mati ke-9. “Generasi ke-9 ini adalah pelayan pribadi raja iblis generasi Charlotte ke-9, dia adalah seorang pendekar iblis dengan dua pedang.” Ucapnya sambil menunjuk peti mati bercorak pedang itu.


Tanpa ekspresi Cyrus menjawab, “Hm… apakah kali ini ujiannya adalah ilusi juga?” ia tidak tertarik sedikitpun dengan keahliannya. Cyrus hanya tertarik dengan Exp yang berlimpah itu.


“Benar, tapi sepertinya itu mustahil bagi anda…”


“Kenapa?” jawab Cyrus dengan cepat.


Dengan bangga Eterna berkata, “Karena di dalam ilusi anda harus bertarung dan memenangkannya, agar anda dapat keluar dari ilusi dan menyerap keuntungan dari jiwa tersebut.”


Tanpa berfikir panjang, Cyrus langsung mencoba membaca tulisan kuno yang tertulis jelas dengan bahasa kuno. “Surya D. Valonia, pelay….” Ucapan Cyrus dipotong oleh Eterna, “Tunggu, bukannya saya lancang… tetapi level anda dan generasi ke-9 ku sungguh berbeda jauh.” Eterna berkata dengan posisi sikap hormat ke Cyrus.


“Hm… berapa levelnya?” tanya Cyrus tanpa ekspresi apapun.


“Sewaktu dia masih hidup, dia level 475. Tolong pertimbangkan kembali…”


Perbedaan level dua kali lipat tersebut membuat Cyrus sedikit ragu, karena sifat asli iblis adalah rakus dan ia sangat mengingkan kekuatan untuk membalas dendam, ia bertanya ke Qwerty.


“Qwerty, apa kau bisa menyelematkanku ketika aku terancam bahaya di dalam ilusi seperti sebelumnya?” tanya Cyrus dalam benaknya.


[ Qwerty akan selalu menyelamatkan nyawa pengguna System bagaimanapun keadaannya agar tetap hidup di dunia ini. ]


“Mantapp… kau memang yang terbaik, Qwerty!”


Karena Cyrus telah mendapatkan jaminan keselamatan dari Qwerty sepenuhnya, ia melanjutkan pembicaraannya bersama Eterna, “Tenang saja… aku adalah keturunan asli Lucifer, aku tidak akan mati semudah itu…” Ucap Cyrus dengan sikap tenangnya.


Eterna hanya terdiam dan kini Cyrus kembali membaca mantra yang tertulis di atas peti mati bersymbol dua pedang itu.

__ADS_1


“Surya D. Valonia, pelayan raja iblis generasi ke-9. Atas izin Lucifer segel terbuka.”


Kejadian yang sama seperti sebelumnya terulang kembali, dengan pemandangan yang berbeda saat ini Cyrus lihat.


Sebelumnya Cyrus melihat pemandangan di dalam hutan yang indah, sedangkan kali ini ia melihat pemandangan di dalam medan perang.


Hanya terlihat satu iblis yang tetap berdiri kokoh di antara ribuan mayat yang tergeletak di sekitarnya, tidak lain dia adalah Surya D. Valonia. Dengan menggunakan dua pedang panjang yang terlihat sama persis seperti gambar di peti mati tersebut.


Hanya berjarak beberapa meter, mereka berdua saling berhadapan di tengah-tengah ribuan mayat yang bersimpah darah.


“Bertarung denganku sampai mati…” teriak Surya sambil mengangkat posisi kedua pedangnya.


“Kemarilah…” jawab Cyrus dengan raut wajah datar dan tenang.


“Bocahh…. Iblis lemah sepertimu… berani sekali menantangku…” Surya menjawab dengan teriak sambil berlari menuju arah Cyrus, kemudian ia melanjutkan ucapannya. “Iblis lemah sepertimu, tidak layak sombong di hadapanku… matilah…”


Cyrus terkejut ketika sebuah aura membunuh yang penuh haus darah tersebut keluar dari tubuh Surya. Aura yang sangat mencekik pernafasan membuat Cyrus merasa sedikit khawatir dengan apa yang harus ia lakukan untuk menghindar serangan itu.


Cyrus berusaha berlari menghindar menjauh dari sosok iblis yang memegang dua pedang di tangannya, tetapi Cyrus tersadarkan bahwa tubuhnya tidak dapat bergerak karena efek negatif dari sihir ilusi tersebut.


“Tidak mungkin, kenapa tubuhku tidak bisa bergerak... Qwerty tolong aku…” ucap Cyrus dengan sedikit panik.


Cyrus menyadari kekuatan Surya sangat mengerikan, bahkan hanya merasakan aura membunuhnya saja ia dapat mengerti betapa kuatnya pelayan pribadi leluhurnya.


[ Qwerty mendeteksi bahaya. Apakah anda ingin keluar dari ilusi? ]


“Ya, Cepat…”


[ 5%... 50%... 75%... 100% ]


Sekali lagi Cyrus bangun tersadar dari alam bawah sadarnya karena serangan sihir ilusi milik keluarga Valonia dengan mudah.


[ Mendapatkan 3.000.000 Exp. ]


[ Mendapatkan 1 jiwa iblis. ]


[ Level up. ]


[ Level up. ]


….

__ADS_1


….


Hanya membutuhkan beberapa menit bagi Cyrus untuk dari ilusi tersebut. Keajaiban tersebut membuat Eterna semakin gila memikirkan bagaimana cara Cyrus mengalahkan Surya D. Valonia yang memiliki level lebih tinggi darinya.


“Ba-bagaimana mungkin… mustahil…” Dengan raut wajah terheran-heran Eterna berkata.


Sesuatu hal yang disebut mustahil bagi semua makhluk, tidak berlaku untuk Cyrus.


Cyrus mendapatkan Exp dari jiwa tersebut bukan karena harus melawan dan membunuh, melainkan harus keluar dari sihir ilusi milik keluarga Valonia.


Ujian di lantai dua ini dapat terbilang mudah bagi Cyrus karena ia mendapatkan bantuan dari Qwerty yang selalu melindungi jiwa dan raga Cyrus agar tetap hidup.


Karena Cyrus tidak ingin membuang-buang waktu, ia kini melanjutkan ke peti mati selanjutnya.


Peti mati generasi ke-8 bermotif asap. Pemiliknya memiliki kekuatan sihir yang dapat mengeluarkan asap beracun yang sangat mematikan.


Kejadian selanjutnya sama persis seperti sebelum-sebelumnya dan Cyrus berhasil mendapatkan Exp dan Level hanya beberapa menit dengan mudah, tanpa harus mendapatkan luka fisik maupun gangguan jiwa sedikitpun.


*


*


Satu jam telah berlalu, kini Cyrus berhasil melewati ujian dari sembilan jiwa yang tersegel di dalam peti mati tersebut dengan mudah. Selama satu jam, Cyrus hanya mendengar suara dari Qwerty tentang mendapatkan jutaan Exp dan Levep up berulang-ulang kali.


Hingga kini tiba saatnya bagi Cyrus untuk melewati ujian untuk menyerap jiwa milik Eterna D. Valonia.


“Apa ini peti mati milikmu?” tanya Cyrus ke Eterna sambil menunjuk peti mati terakhir di lantai dua.


“Benar, peti itu adalah milikku…”


Cyrus menggaruk kepalanya sambil berfikir, “Hmm… jika aku berhasil menyerap jiwamu, siapa yang memanduku untuk melanjutkan ke lantai tiga dan empat?” ucapnya dengan raut wajah santai.


“Kalau anda berhasil menyerap seluruh jiwa di lantai ini, semua ilusi di sini akan menghilang dan nanti anda akan menemukan sebuah anak tangga untuk menuju ke lantai selanjutnya.”


Cyrus tersenyum lebar ke arah sosok jiwa bernama Eterna, “Terima kasih telah menemaniku di makam ini, apa kau memiliki permintaan terakhir?”


Eterna terkejut mendengar ucapan Cyrus, ia tidak menyangka sosok iblis muda dan kuat di luar nalar itu menanyakan tentang keinginan terakhirnya.


Tiba-tiba Eterna berlutut dengan hormat di hadapan Cyrus dan berkata, “Terima kasih tuan muda. saya hanya memiliki dua permintaan, pertama yaitu tolong wujudkan mimpi tuan Lucifer, kedua yaitu tolong lindungi dan rawatlah anak keturunanku yang masih hidup di luar sana.” Ucap Eterna dengan penuh harapan agar Cyrus mau menerima dua permintaan terkhirnya.


“Baiklah, tapi aku tidak akan segan-segan membunuh anak keturunanmu yang berkhianat kepadaku…” ucap Cyrus dengan tatapan jawab.

__ADS_1


Eterna menatap wajah Cyrus dengan perasaan senang, “Sekali lagi terima kasih tuan muda, saya akan turut senang jika anda menghukum mereka yang berani menghianati keluarga Charlotte.”


__ADS_2