Demon Emperor

Demon Emperor
Ch.34 - Cyrus VS Cleo


__ADS_3

Setelah mendengar teriakan Cleo, kini Cyrus merasa gelisah dalam hatinya. Kemudian ia bertanya ke Arthur, “Kenapa kakek terlihat sangat marah?” ucap Cyrus sambil mengangkat gelas yang telah di sediakan pelayan.


“Sebenarnya… identitas saya atau identitas garis keturunan keluarga Valonia tidak boleh di sebar luaskan, selama berabad-abad hanya keluarga Charlotte saja yang mengetahui identitas kami.” ucap Cleo dengan menundukkan pandangannya ke bawah.


Cyrus terkejut dan menggenggam erat gelas kaca yang terlihat mewah, “Maksudmu? Berarti Eliza sekarang sedang dalam masalah besar?” ucap Cyrus dengan cepat sambil berdiri dari duduknya.


“Benar, tuan muda.”


“Apa hukuman yang akan di terima Eliza jika melanggar peraturan ini?” tanya Cyrus dengan raut wajah panik.


“M-maaf… saya tidak berani mengatakannya, tapi semua keputusan ada di tangan raja iblis Cleo.” Jawab Arthur dengan ragu.


Tanpa membalas ucapan Arthur, kini Cyrus bergegas pergi untuk menemui Cleo di dalam ruangan singgasananya.


*


*


Kedamaian di kerajaan Red Blood mendadak menjadi kekacauan akibat aura membunuh yang di keluarkan oleh Cleo.


“Dasar… kenapa kau harus melanggar peraturan yang telah di buat oleh leluhur...” gumam Cleo sambil duduk di atas kursi singgasananya.


Tidak perlu menunggu waktu lama, semua pelayan dan beberapa pengawal yang tidak bertugas sedang berkumpul di luar pintu singgasana raja iblis yang tertutup.


Beberapa saat kemudian, terlihat dua pengawal sedang membawa Eliza yang sedang tidak berpakaian layaknya keluarga kerajaan, karena dia di seret paksa saat sedang mandi jadi dia hanya memakai baju untuk menutupi bagian yang tidak pantas di lihat.


“Arghhh.. memangnya aku salah apa?” tanya Eliza ke dua pengawal itu.


“Maafkan hamba nona… hamba hanya di perintahkan oleh raja iblis.”


Sedangkan dengan Jessica dan Henry, mereka berdua telah mendengar keributan yang terjadi dan kebetulan saat itu mereka melihat Eliza sedang di paksa oleh dua pengawal kerajaan.


Kini Jessica dan Henry mengejar Eliza dan berteriak, “Anakku… apa yang terjadi?” teriakan histeris Jessica membuat keadaan semakin ricuh.


“Ibu… aku juga tidak mengerti apa kesalahanku… Tolong aku..” Eliza juga membalas dengan teriakan.

__ADS_1


Semua pelayan dan pengawal melihat kejadian itu, bahkan sampai membuat semua pelayan tidak percaya dengan kejadian ini. Eliza memang terkenal sangat jahat dan kejam, tetapi raja iblis Cleo tidak pernah membuat hukuman seperti ini kepada keturunan Charlotte.


Tidak lama kemudian Eliza yang sedang di tarik paksa itu telah menghadap ke raja. “Kenapa kau melanggar peraturan?” tanya Cleo dengan tegas. Sangat terlihat wajah Cleo yang penuh emosi, tetapi di sisi lain ia merasa sedih karena harus menghukum cucunya sendiri sesuai peraturan leluhur.


Eliza menjawab pertanyaan Cleo, “Peraturan? Peraturan apa yang kakek maksud?”


“Benar, peraturan tentang keluarga Valonia… kau membocorkannya ke orang lain!” Cleo mengucapkan jawabannya dengan penuh amarah.


Dengan raut wajah kebingungan Eliza berkata, “Orang lain? Cyrus bukanlah orang la… maaf kakek aku lupa jika di sana ada Hanz.” Raut wajah Eliza yang kebingungan kini mendadak berubah menjadi ketakutan.


Keadaan menjadi hening setelah Eliza mengakui kesalahannya, setelah beberapa saat dan Cleo telah membulatkan tekadnya kini ia memberikan perintah.


“Sesuai dengan hukum yang di ciptakan oleh leluhur Charlotte, siapa saja yang membocorkan informasi tentang garis keturunan keluarga Valonia, hukumannya adalah mati di tempat.”


Pengawal kerajaan tidak bergerak sedikit pun, mereka hanya berdiri di belakang Eliza sambil kebingungan dengan apa yang harus mereka lakukan.


Karena melihat pengawal kerajaan tidak melakukan apapun, kini Cleo memberikan perintahnya dengan benar. “Pengawal… eksekusi Eliza Charlotte dengan memenggal kepalanya!” ucap Cleo dengan nada tegas.


Disaat bersamaan, terdengar suara yang begitu keras. “Ayahh… hentikan…. Dia itu cucumu!” suara Jessica terdengar dari kejauhan yang sedang di tahan oleh beberapa pengawal kerajaan lainnya.


“Minggir kalian… minggir!”


Suara teriakan Jessica terus menerus terdengar di telinga Cleo dan Eliza. Sedangkan dengan Henry tidak bisa melakukan apapun karena ia sadar betapa lemahnya dia di bandingkan dengan kekuatan Cleo.


Disisi lain Cleo yang mendengar teriakan Jessica hanya berusaha sekuat tenaga mencoba untuk tenang dan mengabaikan apa yang dia dengar.


Kali ini pengawal kerajaan terlihat sedang menarik pedang dari sarungnya dan berkata, “Maafkan aku… nona Eliza.” Ucap pengawal kerajaan sambil mengayunkan pedangnya kearah leher Eliza yang sedang menunduk di hadapan Cleo.


Sringg…


Suara ayunan pedang hanya bergerak sebentar dan mata pedang yang tajam itu tidak sampai mengenai leher Eliza.


“Kenapa… kenapa tubuhku tidak bisa bergerak?” gumam pengawal yang sedang membawa pedang.


“Apa yang kau lakukan? Cepat lakukan!” ucap Cleo.

__ADS_1


“Mohon ampun, yang mulia. Saya tidak bisa bergerak..”


Seketika semua iblis di kejutkan oleh suara tidak asing yang terdengar di telinga, “Aku peringatkan! Siapapun yang berani mencoba membunuh calon istriku, dia harus MATI!”


Suara itu berasal dari mulut Cyrus dan yang menghentikan pengawal untuk memenggal kepala Eliza juga tidak lain adalah Cyrus, ia menggunakan sihir darah untuk menghentikan pergerakan pengawal.


Cyrus datang ke hadapan raja iblis Cleo dan berkata, “Kakek, bebaskan Eliza…” Cyrus menahan amarahnya.


“Maafkan aku Cyrus… ini semua adalah peraturan dari leluhur yang tidak bisa di langgar.”


Cyrus mengerutkan alisnya, “Siapapun bisa melanggar peraturan bahkan jika peraturan itu di buat oleh leluhur, asalkan orang itu kuat!” Cyrus berkata sambil mengepalkan jari tangannya.


Cleo terkejut tanpa ekspresi mendengar pernyataan Cyrus, “Baiklah, jika kau berani bicara seperti itu di depanku… Buktikan!” Cleo menguji kekuatan Cyrus dengan sihir darahnya.


Tanpa menunggu waktu lama, Cyrus merasa tidak bisa bergerak dan bernafas karena darah dan oksigen di dalam tubuh Cyrus seketika berhenti karena sihir darah milik Cleo.


“Arghhh…” gumam Cyrus menahan rasa sakit yang tidak dapat di ungkapkan oleh kata-kata.


[ Peringatan! Organ dalam terjadi kerusakan. Meregenerasi telah aktif. ]


Kejadian ini membuat Cyrus menjadi lebih sangat kesakitan seperti proses penggabungan jiwa yang ia alami sebelumnya, karena yang Cyrus rasakan saat ini adalah sembuh dan organ dalam terluka kemudian sembuh lagi sampai berulang-ulang kali.


“Arrrgghhhh…” kali ini Cyrus berteriak dengan suara kencang.


Eliza melihat pengorbanan Cyrus yang sedang berusaha melindunginya, kejadian ini membuat Eliza terharu karena Cyrus berani menentang ucapan Cleo dan menerima penderitaan yang mengerikan.


Semua mata kini tertuju kearah Cyrus, suasana menjadi hening dan hanya teriakan Cyrus yang terdengar di telinga mereka.


Disaat sedang dalam penderitaan itu, Cyrus berusaha tidak tertunduk dan terus melawannya. “Soul Eater, keluar.. tusuk dia…” seketika semua iblis terkejutkan oleh lubang hitam yang mengeluarkan sebuah belati hitam.


“Sesuai perintah anda..” kini Soul eater terbang melesat dengan cepat menuju Cleo.


Klanntanggg….


“Sialan… kenapa kau mencampuri urusanku?” teriakan Cyrus dengan nada tinggi.

__ADS_1


Seseorang yang mencampuri pertarungan Cleo dan Cyrus adalah Arthur, ia menggunakan skill gravitasi untuk menahan Soul Eater yang mencoba terbang, hingga kini Soul Eater tidak bisa bergerak dan jatuh ke tanah.


Perlawanan Cyrus tidak berhenti sampai di sini, ia sekali lagi berteriak dengan sangat keras. “Mino… Kemarilah… bantu aku!” Cyrus berteriak ketika menggunakan telapati sehingga membuat semua orang terkejut dan penasaran siapa yang Cyrus maksud ini.


__ADS_2