Demon Emperor

Demon Emperor
Ch.57 - Merekrut Prajurit


__ADS_3

Kekacauan diluar tembok kerajaan kini telah selesai, Cyrus dan Eliza serta ular perak telah kembali ke dalam istana kerajaan. Didalam perjalanan para warga dan juga prajurit kerajaan terkejut melihat Ratu mereka yang sedang berjalan bersama seekor binatang ular.


Prajurit kerajaan terkejut bukan karena mereka lebih lemah dari seekor binatang ular, tetapi mereka terkejut melihat ular dengan jenis seperti itu. Kulit berwarna perak, tanduk dikepalanya dan juga mata merah menyala.


Jenis ular seperti itu tidak pernah mereka temui selama mereka hidup di dunia ini, hal itu membuat mereka terkejut dan kemudian menjadi penasaran dengan jenis ular tersebut.


*


*


Tujuh hari telah berlalu, dipagi hari terlihat ratusan rakyat kerajaan Quiet Night sedang berbaris rapi di depan pintu istana kerajaan.


Mereka semua sedang menunggu kedatangan Cyrus, yang telah mengumumkan perekrutan prajurit kepada rakyat sekitar.


“Apa kita semua akan diterima oleh Yang mula raja Cyrus, sebagai prajurit kerajaan?”


“Aku tidak tahu, kita juga tidak memiliki keahlian dalam bertarung.”


“Benar, kita semua sangat lemah. Tidak mungkin Yang mulia raja menerima kita.”


“Lihatlah Brush… semula dia hanya pemuda lemah, tapi sekarang dia telah menjadi prajurit kuat..”


“Benar… aku juga ingin menjadi kuat dan membalaskan dendam kematian keluargaku…”


Percakapan rakyat terdengar heboh diluaran kediaman istana raja, menghiasi keramaian penduduk yang sedang berbaris menunggu kedatangan raja mereka.


Sekitar 30 menit lamanya mereka menunggu, kini Cyrus dan Eliza menampakkan wujudnya. Raja dan Ratu kerajaan Quiet Night menyapa dengan hangat kedatangan rakyatnya yang bersedia melayaninya sebagai prajurit kerajaan secara sukarela.


“Salam hangat dariku… Terima kasih atas kedatangan kalian..” Ucap Cyrus dengan sikap hormat berusaha menghargai perasaan rakyatnya.


“Salam, Yang mulia raja.” Jawab mereka semua sambil bertekuk lutut dihadapan Cyrus.


“Tujuanku mengumpulkan kalian semua adalah untuk membalaskan dendam ras iblis di benua tengah yang telah gugur! Bergabunglah denganku untuk membalaskan dendam mereka… jadilah prajurit kerajaan Quiet Night dan jadilah kuat agar ras iblis tidak mudah diinjak-injak oleh ras lainnya…” Ucap Cyrus dengan lantang dan gagah berani dihadapan rakyatnya yang sedang berlutut sambil melihatkan raut wajah kagum.


Setelah beberapa detik, Cyrus melanjutkan ucapannya. “Siapapun diantara kalian jika ada yang berubah fikiran, silahkan pergi. Aku hanya ingin memiliki prajurit yang berani mati di medan perang dan setia melayaniku, melayani kerajaan Quiet Night.”


Ucapan lantang Cyrus terdengar jelas oleh rakyat yang berada diluaran istana kerajaan. Tidak ada satupun makhluk yang beranjak pergi dari sana setelah mendengar ucapan Cyrus.

__ADS_1


Sebelum datang ke istana kerajaan, mereka semua telah membulatkan tekat untuk menjadi prajurit kerajaan dan membalaskan dendam keluarga, serta ras iblis yang telah dihancurkan oleh ras lainnya.


Cyrus tersenyum lebar melihat rakyatnya, tidak ada satupun dari mereka yang beranjak pergi dari istana. “Terima kasih sekali lagi, kalian telah bersedia menjadi prajuritku… Skill Troops Leadership aktif.” Cyrus menggunakan skillnya untuk mengikat kontrak rakyatnya yang bersedia melayani kerajaan Quiet Night.


Seketika semuanya rakyat iblis itu memiliki lambang tato bulan sabit di keningnya, sama persis seperti 200.000 pasukan kerajaan lainnya.


[ 350 prajurit berhasil bergabung di dalam daftar Troops Leadership. ]


Cyrus tersenyum kecil, “Hm.. 350 ya, lumayan…” Ucapnya dalam hati.


Disaat bersamaan, para warga semua kebingungan dengan symbol bulan sabit yang menempel permanen di keningnya, sebagian dari mereka mengusap-usap keningnya dengan perasaan kebingungan tetapi tetap saja tato tersebut tidak hilang sedikitpun.


Melihat kejadian itu, membuat Cyrus membuka mulutnya dan berbicara menjelaskan. “Tenanglah kalian, tanda itu bisa membantu kalian untuk bertambah kuat dan juga merupakan identitas serta bukti bahwa kalian setia melayaniku… kerajaan Quiet Night!” 


Semuanya terkejut dan merasa sangat senang setelah mendengar penjelasan Cyrus, kemudian prajurit baru tersebut mengucapkan rasa terima kasihnya.


“Panjang umur, Yang mulia raja.”


“Berjayalah kerajaan Quiet Night.”


Setelah semuanya selesai dan kembali tenang, kini Cyrus memiliki satu tanggung jawab yang harus ia selesaikan kepada mereka, yaitu memperkuat prajurit yang baru saja bergabung.


“Hamba menghadap, Yang mulia…”


“Mulai sekarang mereka adalah bawahanmu dan saat ini juga mereka adalah tanggung jawabmu!”


“S-sesuai perintah anda, Yang mulia.” Jawab Brush dengan ragu. Bagi Brush perintah Cyrus bersufat mutlak, ia tidak mungkin membantah pemberian raja sekaligus tuannya.


Brush merasa belum siap untuk memimpin pasukan sebanyak ini dengan level dan kekuatan yang ia miliki saat ini, bagaimanapun juga ia merasa masih sangat lemah jika harus mengemban tanggung jawab memimpin pasukan ini.


“Brush, pergilah ke hutan terlarang bersama pasukanmu untuk melatih mereka… Jangan kembali kesini sebelum aku memanggil kalian kesini dan aku juga akan mengawasi kalian dari kejauhan…”


“Susuai perintah anda, Yang mulia.” Brush menjawab dengan raut wajah pucat dan berkeringat dingin, memikirkan nasib prajuritnya yang masih sangat amatir.


“Sebelum kau pergi, ajaklah mereka ke gudang penyimpanan senjata, ambil apapun yang mereka butuhkan.”


“Baik, Yang mulia Raja.”

__ADS_1


Akhirnya Brush dan Buldog serta pasukannya pergi meninggalkan Cyrus, menuju gudang penyimpanan untuk mempersenjatai perlengkapan bertarung mereka.


Beberapa jam telah berlalu, mereka kini telah bersiap pergi meninggalkan kerajaan dan pergi ke hutan terlarang untuk memperkuat diri.


Mereka semua bersiap dengan cepat, karena mereka mendapatkan perlengkapan itu dari rampasan kerajaan Devil Wing’s yang telah gugur dan disimpan dengan baik oleh Cyrus di dalam gudang penyimpanan.


Dalam perjalanan menuju hutan terlarang, sebanyak 350 prajurit amatir tersebut tampak ragu dan ketakutan, hal tersebut merupakan hal wajar bagi makhluk lemah seperti mereka yang baru saja bergabung menjadi prajurit.


“Bagaimana ini!? aku tidak pernah latihan apapun, tapi kenapa Yang mulia raja langsung mengirim kita ke hutan terlarang…”


“Aku juga, apa yang harus kita lakukan ketika bertemu dengan monster…”


Rasa khawatir dan ketakutan itu terus berlanjut sampai mereka sampai di perbatasan hutan terlarang.


Hingga salah satu dari mereka bertanya dengan nada tinggi. “Brush… apa kau bercanda? Bagaimana mungkin kita masuk kedalam hutan terlarang secepat ini tanpa melakukan latihan lebih dulu…”


“Jaga ucapanmu, aku bukanlah Brush yang sama seperti dulu… aku adalah pemimpin kalian! Mulai sekarang panggil aku, ketua!” Brush menjawabnya dengan nada tinggi dan juga terlihat seperti membentak.


Brush tidak langsung menjawab ucapan salah satu prajuritnya, karena ia masih belum menemukan alasan yang tepat dan menjaga kepercayaan mereka agar tetap mempercayai tuannya, Cyrus Alexander.


Setelah beberapa hembusan nafas, Brush akhirnya mendapatkan jawaban asal-asalan tetapi masuk akal dari otak kecilnya dan ia menjawabnya. “Apa kalian mengerti Lambang hitam bulan sabit dikening kalian?”


“Tidak, Ketua.” Jawab beberapa dari mereka dengan raut wajah ketakutan setelah mendapatkan bentakan dari Brush.


“Lambang itu adalah symbol perlindungan dan kekuatan yang diberikan kepada kalian oleh Yang mulia raja…”


Beberapa bawahan Brush menjawab dan bertanya secara bergantian.


“Benarkah?”


“Sungguh?”


“Apa benar ini adalah symbom perlindungan dan kekuatan dari Yang mulia?”


Dengan raut wajah yakin Brush menjawabnya, “Apa kalian lupa? Dulu aku juga lemah seperti kalian, tetapi sekarang aku bisa menjadi lebih kuat dari prajurit biasa pada umumnya, itu semua berkat tekat kuat dan berkah yang diberikan Yang mulia kepadaku…” Ucapnya dengan bangga.


Perlahan-lahan para prajurit amatir itu mencoba meyakinkan diri mereka sendiri, dengan tekat dan tujuan untuk menjadi lebih kuat dan terus bertambah kuat untuk membalaskan dendam kematian keluarganya serta kehancuran rasnya.

__ADS_1


Dan mereka semua akhirnya memasuki hutan terlarang dengan kepercayaan diri yang tinggi.


__ADS_2