
Hingga sampai beberapa saat kemudian, kini seluruh manusia kerajaan Xavier telah memasuki gerbang dan melewati tembok besar kerajaan Quiet Night.
Mereka semua dikejutkan oleh sambutan meriah yang terlihat jelas dimata prajurit serta raja Lycan, sambutan tersebut adalah kerumunan barisan 200.000 prajurit kerajaan Quiet Night sambil memberinya sikap hormat yang tertuju pada prajurit serta raja kerajaan Xavier.
Barisan tersebut terbelah menjadi dua bagian, sisi kanan dan sisi kiri seperti membentuk sebuah jalan yang mengarah langsung ke istana.
“Selamat datang di kerajaan Quiet Night, Raja Lycan…” Ucap Gadis Jelek sambil menyerahkan salah satu tangannya untuk menuntun Lycan turun dari kereta kuda dan mengantarnya menuju Cyrus yang sedang menunggu didepan pintu utama istana.
“Terima kasih…” Jawab Lycan yang tergoda melihat paras sosok iblis cantik yang sedang mengajukan pergelangan tangan kepadanya.
Sebelumnya Gadis Jelek diperintahkan Cyrus untuk melayani Lycan secara langsung dengan baik, agar tergoda dengan rayuan-rayuan manis dan juga paras cantik yang dimiliki Gadis Jelek.
Tidak hanya Lycan saja yang satu-satunya manusia tergoda oleh keelokan Gadis Jelek, melainkan seluruh prajurit kerajaan memasang tampang mesum melihat sosok iblis cantik yang berada dihadapan rajanya.
Ditengah-tengah kejadian tergodanya manusia itu, para prajurit kerajaan Quiet Night tetap mengeluarkan aura yang mengerikan seperti sebelumnya, tetapi perhatian mata telanjang mereka tidak pernah lepas dari paras Gadis Jelek.
Hal ini memberikan contoh bahwa hawa nafsu manusia lebih tinggi harganya daripada Aura mengerikan yang jelas-jelas sedang mengancamnya.
Ini semua sudah Cyrus rencanakan secara matang-matang, bukan karena ia memiliki maksud berdamai dengan manusia sepenuhnya, tetapi Cyrus ingin menghasut Lycan dan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki oleh kerajaan Xavier dalam jangka panjang.
Dari kejauhan terlihat Cyrus sedang tersenyum menatap pemandangan yang ia lihat sambil berkata dalam hati, “Dasar, Manusia bodoh!”
Dibalik senyuman manis Cyrus sebenarnya ia sedang menahan tawa, ia berusaha sekuat tenaga menahan tawa melihat tingkah bodoh para manusia dihadapannya itu, ia menahannya karena tidak ingin rencanya gagal hanya karena masalah sekecil ini.
Kini Lycan dan seluruh prajuritnya hanya berjarak beberapa meter dari Cyrus, kemudian Cyrus menyambutnya tetap dengan senyuman manis yang palsu.
“Selamat datang di kerajaan Quiet Night… raja Lycan.”
“Terima kasih atas sambutanmu, anak muda.” Jawab Lycan sambil sesekali melihat kedalam istana kerajaan dan juga sesekali melirik kearah Eliza yang berdiri dibelakang Cyrus dengan tatapan tajamnya.
Maksud hati Lycan melirik-lirik keadalam ruangan istana kerajaan adalah untuk mencari raja iblis kerajaan Quiet Night, saat ini ia belum mengetahui bahwa iblis muda yang ada dihadapannya adalah raja iblis kerajaan Quiet Night.
__ADS_1
Ketidak sopanan Lycan membuat kesal hati Cyrus, tapi ia mencoba menahannya sambil berkata dalam hati, “Tunggu... tunggu sampai waktunya tiba, manusia lemah!”
Cyrus tersenyum dihadapan Lycan hingga beberapa hembusan nafas, kemudian ia berkata, “Masuklah, kita akan mendengarkan ceritamu dan mencari solusinya didalam istanaku…”
Lycan terkejut mendengar ucapan iblis muda dihadapannya, “Baiklah…” Ucapnnya memasang raut wajah kebingungan dan juga penasaran, karena iblis muda dihadapannya mempersilahkan dirinya masuk dan mengucapkan ‘Istanaku’ dengan tenang tanpa merasa takut salah kata sedikitpun.
Kini Lycan serta prajuritnya masuk kedalam istana dan Cyrus membawa mereka menuju sebuah ruangan besar dan mewah yang berisikan meja panjang melingkar, sekilas seperti ruangan rapat sekaligus pertemuan orang-orang penting.
Kini mereka telah berada di dalam ruangan, hanya orang-orang penting dan kepercayaan kedua belah pihak saja yang memasuki ruangan tersebut.
Dari kerajaan Quiet Night hanya Cyrus, Eliza, Gadis jelek, Wanita Tua saja. Sedangkan untuk kerajaan Xavier adalah Lycan, Albert dan ketiga prajurit berpangkat yang menemaninya didalam ruang rapat tersebut.
Setelah semuanya duduk dengan tenang di tempat yang telah pelayan siapkan, akhirnya kini Cyrus memulai topik pembicaraan.
“Baiklah, aku tidak suka basa-basi. Aku akan langsung ke intinya…” Ucap Cyrus dengan santai tapi dengan gaya yang elegan dan terhormat.
“Tunggu, apa tidak sebaiknya kita menunggu raja iblis yang terhormat datang lebih dulu?” Ucap Albert dengan sedikit cepat, ia dan para manusia lainnya saat ini belum menyadari bahwa Cyrus adalah raja iblisnya.
Serentak semua manusia memasang raut wajah terkejut, mereka tidak menyangka bawah iblis yang terlihat sangat muda itu adalah Raja iblis dari kerajaan yang tampak sangat kuat.
Dengan reflek cepat Lycan meminta maaf untuk keselamatannya dan juga para bawahannya, “M-maafkan kami, Yang mulia...” Ucapnya dengan nada ketakutan sambil menundukkan kepalanya.
Lycan rela menundukkan kepala dan menjatuhkan harga dirinya sebelum bertarung dalam hal negoisasi, karena ia sadar lebih baik menunduk dibawah makhluk yang lebih kuat darinya daripada harus kehilangan nyawanya.
Kejadian ini merupakan peluang emas bagi Cyrus, karena dengan ini kerajaan Quiet Night akan mendapatkan keuntungan yang lebih besar dari yang Cyrus perkirakan sebelumnya.
“Apa kau itu raja yang bodoh? Seharusnya kau sudah faham peraturan dunia ini, konsekuensi menghina makhluk menyandang gelar raja…” Ucap Cyrus dengan nada datar tanpa ekspresi apapun.
Lycan terdiam tanpa kata, ia faham apa yang dimaksud tentang konsekuensi itu.
Jika makhluk biasa berani menghina raja, hukumannya adalah mati. Sedangkan jika sesosok raja menghina raja maka akan terjadi perang besar antar kedua kerajaan, kecuali tersangka meminta maaf dengan memberikan sebuah kompensasi yang setimpal.
__ADS_1
Manusia-manusia itu menggigil ketakutan, jangankan berfikir tentang perang, berhasil keluar dari kerajaan Quiet Night saja sudah sangat mustahil.
Suasana menjadi canggung dan Lycan berfikir keras tentang sesuatu apa yang pantas ia berikan kepada Cyrus sebagai tanda permintaan maafnya.
Sedangkan Albert hanya bisa menyesali dirinya sendiri karena sudah mengucapkan kalimat pedas dihadapan raja, “Maafkan aku, raja… andai saja aku tidak berkata seperti itu pasti tidak akan terjadi sesuatu seperti ini.” Ucapnya dalam hati sambil sesekali memandangi kearah Lycan.
Suasana canggung itu terus berlanjut, hingga sampai Cyrus berpura-pura menguap sambil berkata. “Hooaaa… kau punya waktu 1 menit untuk berfikir, raja Lycan. kupenggal kepala bawahanmu atau perang!” Ucapnya dengan gaya santai sambil mengeluarkan Soul Eater dari dalam tas penyimpanan Qwerty, kemudian menancapkan belati itu keatas meja.
Selama didalam ruang rapat itu, Cyrus hanya menunjukkan raut wajah yang sangat tenang dan juga tatapan mata yang dingin, seolah-olah keadaan sedang baik-baik saja.
Mendengar nyawanya terancam membuat Albert menggigil ketakutan. Hingga selang beberapa hembusan nafas, Lycan menawarkan sebagian kekayaan kerajaannya untuk Cyrus.
“A-akanku berikan 50% kekayaan kerajaanku, tapi jangan bunuh dia…” Ucap Lycan dengan ragu sambil menunjuk kearah Albert yang sedang menggigil ketakutan.
“Soul Eater, pergilah…”
*Sringgg… Jlepp…*
[Mendapatkan 1 Jiwa iblis.]
[Mendapatkan 194 Poin kehormatan.]
Suara nyaring belati hitam terbang dengan sendirinya dengan sangat cepat dan menusuk tembus jantung Albert ditempat.
Seluruh manusia kerajaan Xavier yang berada disana terkejut melotot, melihat salah satu dari mereka mati dalam keadaan duduk dengan jantung yang terlepas dari tubuhnya.
Lycan terdiam tanpa kata dan memasang raut wajah panik sambil membuka matanya lebar-lebar, ia tidak menyangka bahwa orang kepercayaannya mati tepat dihadapannya.
Disaat bersamaan dengan ekspresi Lycan, tiba-tiba terdengar jelas suara keras yang keluar dari mulut Cyrus.
“Beraninya kau menghinaku dengan jumlah sekecil itu!? Kau fikir kerajaanku ini miskin!?”
__ADS_1