Demon Emperor

Demon Emperor
Ch.76 - Pergi Ke Lautan Darah


__ADS_3

Beberapa saat kemudian, percakapan mereka berakhir dengan cepat setelah Cyrus berkata bahwa ia telah mengirim bala bantuan dan meminta Brush untuk bersabar.


Sebenarnya Cyrus telah berbohong karena ia belum juga mengirimkan bala bantuan untuk kerajaan Xavier ataupun Brush yang saat ini sedang bertahan menahan gempuran dari ketiga kerajaan di benua selatan.


“Kalian semua bertahanlah sebentar lagi!! Bala bantuan akan segera datang…” Teriak Brush kepada para bawahannya dan prajurit-prajurit kerajaan Xavier.


Mendengar teriakan keras Brush, membuat semua pasukan kembali bergairah dan bersemangat untuk terus berperang.


“Kemenangan milik kita…”


“Kemenangan milik kita…”


“Kemenangan milik kita…”


Sorak para prajurit yang semula kehilangan semangat akibat kelelahan kini kembali bersemangat.


Sebenarnya meskipun mereka tidak mendapatkan bala bantuan dari kerajaan Quiet Night, para pasukan Brush akan tetap bisa memenangkan pertempuran ini, karena mereka akan tetap terus bertambah kuat ketika mereka membunuh pasukan musuh, tetapi mereka melupakan fungsi dari kontrak budak dan juga skill Leadership milik Cyrus yang telah tertanam di dalam tubuh dan jiwa mereka.


Sedangkan di pihak lain, tepatnya pihak ketiga kerajaan yang berusaha menghancurkan kerajaan Xavier, kini mereka mulai kuwalahan sekaligus kesal dengan keabadian yang dimiliki oleh pasukan Brush yang saat ini sedang membantu kerajaan Xavier untuk bertahan.


“Sial mereka semua memiliki tubuh abadi…”


“Benar… Meskipun kepala mereka terpotong, itu tidak cukup untuk membunuh mereka!!”


“Dasar iblis!! Mereka benar-benar iblis yang mengerikan…”


Ucap beberapa prajurit kerajaan prajurit musuh, mereka semua terlihat putus asa setelah melihat keunggulan yang dimiliki oleh prajurit pasukan Brush.


Didalam sejarah benua selatan, baru pertama kali ini terjadi perang antar kerajaan yang tidak seimbang tetapi berhasil bertahan selama berhari-hari dan bahkan sampai berhari-hari tersebut, belum terlihat siapa pemenangnya.


*


*


Disisi lain di dalam istana kerajaan Quiet Night, sang raja iblis Cyrus kini mengirim sebuah pesan melalui telepati untuk Eliza.


“Cepat kemarilah, ada sesuatu hal penting…” Cyrus mengirim pesan melalui telepati kepada Eliza, tetapi karena Eliza sangat keasikan dan menikmati jalannya pertarungan yang terjadi di dalam ruangan bawah tanah, ia justru tidak menyadari bahwa Cyrus telah mengirim sebuah telepati kepadanya.

__ADS_1


Eliza terus menerus memandangi sebuah monitor yang terbuat dari sihir itu dengan raut wajah serius dan penuh konsentrasi, bahkan sampai-sampai sang ratu Eliza tanpa sadar kini telah mengeluarkan hawa membunuhnya.


Cyrus pun sedikit kesal dengan Eliza, karena ia saat ini menunggu jawaban dari Eliza tetapi ia tidak menerima jawaban apapun darinya.


Hingga sampai beberapa saat, Cyrus yang merasa kesal dengan Eliza karena tidak menerima jawaban apapun, ia melakukan sedikit gangguan kepada sistem kontrak antara Cyrus dengan Eliza, yang membuat Eliza merasa sedikit kesakitan.


*Dretttt…*


Sekujur tubuh bagian dalam Eliza seperti tersengat aliran listrik akibat ulah si Cyrus.


“Aw…” Teriak Eliza terkejut sambil memandang kearah tubuhnya, dan Eliza kini telah kehilangan fokusnya untuk menonton pertandingan para prajurit yang saling bunuh membunuh sesuai perintah Cyrus.


Disaat yang bersamaan, di dalam kepala Eliza kini terdengar suara Cyrus yang sedang tertawa terbahak-bahak.


“Hahahaha… Apa kamu baik-baik saja?” Tanya Cyrus dalam telepatinya.


“Ha? Apa kamu yang melakukan itu? Kenapa?” Tanya balik Eliza yang tampak kebingungan.


“Aku memanggilmu, tetapi kamu tidak menjawab… Apa yang sedang kamu lakukan?”


“Ah, maaf… Aku sedang melihat pertandingan calon prajurit kita… Mereka benar-benar membunuh satu sama lain tanpa ampun.” Jawab Eliza dengan raut wajah bahagia.


“Kemana? Apa kita akan pergi kesuatu tempat untuk berlibur?” Tanya balik Eliza sambil berharap kejutan dari Cyrus.


Cyrus terkejut mendengar pertanyaan Eliza tentang berlibur, membuat ia berfikir sambil mengerutkan dahinya, “Benar juga, jika difikir-fikir aku sudah lama tidak pergi liburan… Apalagi aku juga belum bulan madu bersama istri pertamaku hehehe…” Fikir Cyrus dalam benaknya.


Setelah Cyrus berfikir beberapa detik, kini ia kembali melanjutkan perbincangan santai bersama Eliza di dalam telepatinya, “Benar, kita akan pergi berlibur… Kemarilah, kita akan pergi sekarang juga.” Ucap Cyrus berusaha membohongi Eliza.


“Yeyyy… Oke baiklah, tunggu aku.” Eliza menjawab dengan perasaan penuh bahagia. Eliza terlihat sangat bahagia karena selama ini, ia merasa jenuh terlalu lama berdiam diri di dalam lingkungan istana kerajaan.


Percakapan pun akhirnya berakhir dan Eliza pun bergegas meninggalkan tempat tersebut serta para pelayan-pelayan yang sedang mengawasi jalannya pertarungan para prajurit.


Setelah percakapan mereka berdua selesai, kini Cyrus kembali menggunakan telepatinya untuk menghubungi ketiga pelayan setia istana kerajaan Quiet Night.


“Aku dan Eliza akan pergi ke benua selatan untuk beberapa hari kedepan… Lakukan tugas kalian masing-masing dengan benar!!”


Serentak ketiga pelayan tersebut menjawab, “Baik, Yang mulia.”

__ADS_1


Setelah beberapa saat, tidak lama dari percakapan Cyrus dan beberapa pelayan, kini datanglah Eliza sekaligus pelayan setianya, Que sang ular putih yang kini telah menjadi lebih besar dan panjang dari hari-hari sebelumnya.


Eliza datang menghampiri Cyrus memasang raut wajah gembira sekaligus penasaran dengan kemana arah tujuan mereka berlibur kali ini.


Tanpa basa-basi terlebih dulu, Eliza yang sudah tidak sabar tersebut, langsung bertanya kepada Cyrus, “Kemana kita akan pergi?” Tanya Eliza dengan cepat.


Cyrus pun menjawab dengan senyuman manis, “Ke laut… lebih tepatnya lautan darah hehehe…”


Seketika raut wajah Eliza yang tampak terlihat cerah gembira tersebut, mendadak menjadi datar dan dingin seperti biasanya.


“Hm… Baiklah!! Kemana kita akan pergi?” Tanya Eliza dengan nada datar dan perlahan-lahan mendekat kearah Cyrus.


“Benua selatan… Aku ingin melihat kekuatan Brush dan lainnya saat ini… Lagipula aku sudah berjanji kepadamu, jika berperang melawan manusia, aku harus mengajakmu.”


Kini raut wajah Eliza mendadak kembali tampak ceria dan bersemangat, disaat bersamaan Eliza berkata, “Kenapa tidak bilang daritadi? Aku sudah menantikan hari-hari seperti ini…” Ucap Eliza yang tidak sabar ingin segera membalaskan dendam sekaligus meluapkan rasa bencinya kepada ras manusia.


Cyrus hanya tersenyum sambil memandangi raut wajah Eliza, hingga sampai beberapa saat, kini Eliza kembali berkata. “Kapan kita berangkat!? Butuh berapa lama untuk melakukan perjalanan kesana!? Cepatlah… aku sudah tidak sabar…” Ucap Eliza sambil memegang pergelangan tangan Cyrus.


“Hahaha tenanglah… Tenang… Tidak butuh waktu lama untuk pergi kesana, kita akan pergi menggunakan teleport.” Ucap Cyrus sambil sedikit tertawa melihat tingkah Eliza.


“Oke… Cepatlah lakukan teleport itu, aku sudah tidak sabar untuk bermain-main bersama manusia.”


“Oke.”


Cyrus pun segera meminta Qwerty untuk menukarkan poin kehormatannya dengan kartu teleport.


“Qwerty, aku ingin membeli kartu teleport…”


[Membeli kartu teleport.]


[Membutuhkan 1.000 poin kehormatan.]


[Sisa poin kehormatan anda saat ini adalah 2.546.483]


Cyrus terkejut mendengar notif pemberitahuan dari Qwerty, ia terkejut setelah mendengar sisa poin kehormatan miliknya.


“Tunggu!! Berapa sisa poin kehormatanku!?” Ucap Cyrus sambil memfokuskan dirinya agar tidak salah mendengar.

__ADS_1


[Sisa poin kehormatan anda saat ini adalah 2.546.483]


“Sungguh!? Qwerty, buka status."


__ADS_2