Demon Emperor

Demon Emperor
Ch.73 - Semi Final


__ADS_3

Serentak seluruh penonton bertepuk tangan, mereka semua kagum melihat sportifitas dan rivalitas yang kedua ketua kelompok itu pamerkan.


Sebenarnya Nemesis dan Troy adalah sahabat, itulah salah satu alasan mereka berdua melakukan hal tersebut setelah pertandingan berakhir.


Suara teriak kagum serta tepuk tangan meriah itu berhasil memperindah akhir dari pertarungan sengit, tetapi ada satu ras iblis yang tidak menyukai hal tersebut, yaitu Raja iblis Cyrus.


“Sangat naif… tidak ada belas kasih di dalam dunia perang, apalagi di dunia yang kejam ini!!” Gumam Cyrus memasang raut wajah bosan, sambil memandangi pemandangan di dalam arena.


Para prajurit menganggap turnamen ini sebagai turnamen persahabatan yang memperebutkan hadiah, tetapi di dalam lubuk hati Cyrus, ia menganggap turnamen ini sebagai perang yang sesungguhnya karena ia sangat menginginkan suatu prajurit yang benar-benar kejam dan sadis.


Setelah pertandingan kelompok 1230 dengan kelompok 393 selesai, kini Troy menyingkirkan pasir-pasir yang saat ini menenggelamkan sebagian arena pertanding.


Selang beberapa menit berlalu, kini giliran pertandingan kelompok selanjutnya yang bertanding diatas arena tersebut.


Pertandingan selanjutnya berjalan dengan sangat sengit dan seru, tetapi tidak sebaik pertandingan sebelumnya, hal tersebut membuat Cyrus merasa bosan dan segera bergegas pergi meninggalkan turnamen sekaligus hutan terlarang tersebut.


Kini Cyrus dan Eliza pun telah pergi meninggalkan tempat tersebut, tetapi ada satu hal yang Cyrus lewatkan, yaitu di dalam pertandingan tersebut ada salah satu prajurit iblis yang memiliki skill Telekenesis.


Telekenesis adalah skill yang mampu menggerakkan suatu benda berjenis logam. Seperti Pedang, Perisai, Armor dan apapun benda yang berjenis logam.


Aura yang terpancar keluar dari dalam tubuh prajurit iblis itu berwarna transparan, warna transparan tersebut membuat Cyrus tidak menyadari bahkan melewatkan pertandingan yang sangat menarik ini.


Sedangkan disisi lain di tengah-tengah perjalanan kembali kedalam istana kerajaan, Eliza bertanya ke Cyrus. “Raja, kenapa kau tidak menyaksikan pertandingan selanjutnya?”


“Kita hanya perlu menunggu hasil akhirnya saja… kita tidak perlu membuang banyak waktu disana, kita masih ada beberapa hal yang harus di kerjakan…” Jawab Cyrus dengan nada datar.


Cyrus tidak mengetahui bahwa saat ini di dalam arena pertandingan turnamen, sangatlah banyak prajurit-prajuritnya yang sangat kuat dengan berbagai macam keahlian sekaligus bakat-bakat yang terpendam.


Tetapi Cyrus sudah memerintahkan Pria Tua untuk mencatat semua prajurit-prajurit yang memiliki keahlian serta bakat di atas rata-rata.


“Hm… Baiklah. Lalu apa yang kita lakukan selanjutnya!?” Eliza kebingungan dengan kesibukan apa yang selanjutnya mereka lakukan, padahal selama ini tidak ada hal penting selain turnamen di hutan terlarang.


Cyrus tersenyum manja di hadapan Eliza, “Istana kerajaan... Sepi…” Ucapnya sambil berbisik pelan ke telinga Eliza.

__ADS_1


“Memang sepi… lagipula semua pelayan saat ini sedang membantu jalannya pertandingan turnamen.” Jawab Eliza dengan cepat sambil memasang raut wajah tanpa ekspresi.


Eliza masih belum faham apa yang di maksud Cyrus, ia masih saja memikirkan tentang kesibukan selanjutnya di percakapan sebelumnya.


Cyrus memalingkan pandangannya tanpa berkata apapun, ia memasang raut wajah sedikit kesal dan kecewa setelah mendengar jawaban Eliza.


Keadaanpun menjadi hening beberapa detik, kemudian Eliza kembali bertanya, “Kenapa kamu mendadak diam?”


“Kau… permaisuri bodoh…” Gumam Cyrus dengan nada pelan, tetapi gumaman Cyrus tersebut sepintas terdengar di telinga Eliza.


“Apa kamu bilang?” Ucap Eliza dengan cepat.


Kali ini Cyrus menarik nafasnya dalam-dalam, kemudian ia berteriak sekencang-kencangnya sambil menatap kearah langit. “Kauuu…. Permaisuriku yang bodohhh…”


“Aku tidak bodoh!! Kau saja yang berbicara tidak jelas…”


….


….


Hingga akhirnya kini sang Raja dan Ratu pun berada di dalam istana dan suasana disana benar-benar sepi.


“Ternyata, istana kerajaan benar-benar sepi ya…” Ucap Eliza sambil berjalan masuk ke dalam istana dan melihat-lihat keindahan dinding istana kerajaan.


Disaat Eliza sedang asik memperhatikan keindahan istana, tiba-tiba ia di kejutkan oleh sesuatu, yaitu kedua tangan Cyrus yang tiba-tiba menggendong tubuhnya dengan perlahan.


“Raja… Yang mulia… aku bukan anak kecil lagi… Cepat turunkan aku…” Ucap Eliza dengan raut wajah panik tersipu malu dan kedua pipinya tampak merah merona.


“Tugasmu sebagai istri, belum kau lakukan…” Bisik Cyrus dengan nada pelan, sambil membawa Eliza kearah kamar pribadinya.


“Tugas!? Tugas apa!? Bukankah aku sudah membantumu untuk menghancurkan planet Pixma!?”


“Arrrgghhhh… Baiklah, nanti akanku beritahu tugasmu…”

__ADS_1


Akhirnya malam pertama sepasang suami istri pun terjadi.


*


*


7 hari telah berlalu, turnamen pun telah sampai di perempat final dan hanya menyisakan kelompok-kelompok yang hebat dan kuat.


Hari ini adalah hari dimana penentu masa depan setiap anggota kelompok, semua prajurit dengan penuh semangat berbondong-bondong datang ke dalam arena pertandingan.


“Wahai prajuritku… hari ini aku ingin menyaksikan kekuatan kalian… tunjukkan kepadaku bahwa prajurit kerajaan Quiet Night memang pantas menguasai dunia!!” Teriak lantang Cyrus di tengah arena pertandingan.


Ucapan singkat Cyrus tersebut membuat semua prajurit semakin bersemangat.


“Hidup Yang mulia raja Cyrus… Panjang umur Yang mulia raja Cyrus…”


Teriak-teriak keras para prajurit bergemuruh di telinga Cyrus.


Setelah Cyrus selesai berkata dan meninggalkan arena, akhirnya kini Gadis Jelek berkata dengan lantang. “Pertandingan perempat final di mulai…”


Tepuk tangan meriah para penonton menghiasi kemeriahan turnamen yang hampir menuju puncaknya, hingga sampai beberapa detik kemudian Gadis Jelek melanjutkan ucapannya. “Kelompok 1230 Vs. Kelompok 555… Kelompok 10 Vs. Kelompok 45…”


Dipertandingan-pertandingan sebelumnya, seluruh prajurit telah menyaksikan kelebihan dan kekurangan setiap masing-masing kelompok.


Dari ke-4 kelompok tersebut, ada beberapa prajurit iblis yang sangat menonjol dihadapan para prajurit lainnya, dengan kehebatan kekuatan skill mereka, mereka mampu membawa rekan-rekan teamnya hingga sampai memasuki babak perempat final.


Tentu saja ini merupakan sesuatu yang menarik bagi Cyrus, karena dengan kemampun-kemampuan yang mereka miliki, Cyrus akan mendapatkan sekumpulan prajurit yang kuat di masa depan.


Setelah beberapa saat, akhirnya kini ke-4 kelompok tersebut memasuki area pertandingan masing-masing, sama seperti sebelumnya mereka melakukan pertandingan secara bersamaan, dengan tujuan mempersingkat waktu karena Cyrus ingin segera menguji kemampuan prajurit barunya untuk dikirimkan ke medan perang di benua selatan.


Kini semua anggota kelompok telah bersiap di dalam posisinya masing-masing dan Cyrus memberikan isyarat kepada Gadis Jelek agar segera memulai pertandingan.


“Pertandingan di mulai...”

__ADS_1


__ADS_2