
Tiga hari telah berlalu, kini istana kerajaan Red Blood kembali mengadakan sebuah pertemuan dengan kelima kerajaan lainnya.
Kelima kerajaan itu berdiri di bawah naungan kerajaan Red Blood, tidak lain adalah kerajaan Skull, kerajaan Black Fire, kerajaan Winged Tiger, kerajaan Demon Beast dan kerajaan Poisonous Flower.
Setiap raja dari kelima kerajaan tersebut datang dengan permaisuri dan putra mahkotanya masing-masing, Sedangkan di sisi kerajaan Red Blood ada Raja iblis Cleo, Arthur, Cyrus dan Eliza.
Sebelum acara pertemuan ini di mulai, Cleo bertanya ke Cyrus tentang kepergiannya dalam beberapa hari kedepan.
“Apa tujuanmu kembali ke planet Pixma? Bukankah di sini kehidupanmu telah terjamin?” Tanya Cleo dengan raut wajah penasaran.
“Aku ingin membalas dendam atas kematian ayah dan ibuku.” Jawab Cyrus dengan raut wajah tegas.
“Apa kau yakin?” Cleo meragukan kekuatan Cyrus, di sisi lain ia juga khawatir dengan cucunya.
Cyrus tersenyum dan menjawab, “Tenang saja, kakek. Aku pasti akan kembali dalam keadaan hidup… aku berjanji.” Ucapnya berusaha meyakinkan Cleo.
“Tepatilah janjimu, nak… ketika kau kembali aku akan menyerahkan posisi raja kepadamu!”
*
*
Sekarang mereka semua berada di dalam ruangan pertemuan kerajaan Red Blood. Ruangan tersebut di gunakan untuk mendiskusikan sesuatu hal yang penting, seperti Perang, mendiskusikan masalah internal kerajaan, atau rapat sebelum diadakannya sebuah perayaan besar.
Kelima kerajaan tersebut di undang oleh raja iblis Cleo melalui surat yang dititipkan ke perwakilan tiap kerajaan pada saat penobatan putra mahkota kerajaan Red Blood, Cyrus Alexander.
Setelah semuanya telah duduk di tempat yang telah di sediakan, kini raja iblis Cleo memulai inti pembicaraan dari acara pertemuan tersebut.
“Aku meminta setiap kerajaan untuk ikut berpartisipasi dalam perang melawan musuhku…” Ucap Cleo dengan lantang.
Pernyataan Cleo membuat semua iblis yang berada di dalam ruangan kebingungan, terutama Cyrus karena ia bertujuan dalam beberapa hari kedepan akan kembali ke planet Pixma untuk balas dendam, kepergiannya tersebut membuatnya tidak dapat ikut serta dalam perang kali ini.
“Apa yang harus aku lakukan… membantu kerajaan Red Blood atau kembali ke planet Pixma untuk memenuhi janji rakyat-rakyat yang sedang menungguku disana…” Ucap Cyrus dalam hati.
__ADS_1
Setelah beberapa detik, kini Cleo kembali berkata di hadapan mereka, “Setiap kerajaan harus memberikan sejumlah prajurit yang layak untuk berada di medan perang. Mereka semua akan menjadi pasukan pribadi Cyrus Alexander, putra mahkota atau raja kerajaan Red Blood masa depan.” Ucap Cleo sambil menghela beberapa nafas.
Setelah beberapa tarikan nafas, Cleo melanjutkan ucapannya. “Partisipasi dari setiap kerajaan, akan mendapatkan ganti rugi dan penghargaan sesuai dengan jumlah yang kalian sumbangkan.” Ucapnya tetap dengan lantang.
Cyrus terkejut, “Tunggu… apa yang kakek lakukan? Untuk saat ini aku tidak butuh mereka…”
“Hanya ini yang bisa aku lakukan untuk membantumu membalas kematian anakku, Amelia…” Jawab Cleo dengan tersenyum, kemudian ia melanjutkan ucapannya. “Gunakan prajurit ini untuk membantumu di sana… Percayalah sekuat apapun dirimu, kau tidak akan sanggup melakukannya seorang diri..”
Cyrus terharu dengan perkataan dan bantuan yang Cleo berikan kepadanya, kemudian Cyrus berkata. “Terima kasih, kakek…” Ucapnya dengan tulus.
Cleo membalasnya dengan senyuman, “Tepatilah janjimu untuk kembali ke kerajaan ini dalam keadaan hidup…”
Setelah mengucapkan rasa terima kasihnya ke Cleo, kini Cyrus berdiri di hadapan semua iblis yang hadir dari kerajaan lain, ia berkata. “Aku memohon dengan tulus, sumbangkan aku kekuatan kalian untuk membalas dendam kematian ibuku..” Ucapnya dengan sikap hormat di hadapan para raja dan permaisuri serta pangeran dari kerajaan lainnya.
“Jangan bersikap seperti itu putra mahkota, tanpa anda minta kami bersedia membantu anda dengan tulus…”
“Benar, kami bersedia membantu dengan tulus…”
Kalimat tentang bersedia membantu dan memberikan Cyrus sejumlah prajurit terus terdengar di telinga Cleo dan lainnya. Mereka semua berlomba-lomba mencari muka di hadapan raja iblis Cleo dan juga Cyrus sebagai putra mahkota.
Setelah semuanya kembali tenang, kini Cleo berkata. “Kirimkan prajurit kalian kesini 7 hari kedepan…”
Cyrus memotongnya dengan cepat, “Tidak… kirimkan prajurit kalian secepat mungkin, aku ingin melihat dan mengatur ulang mereka dengan caraku sendiri…”
“Sesuai ucapan anda, putra mahkota..”
Setelah beberapa saat, kelima kerajaan tersebut kini telah pergi meninggalkan istana Red Blood. Mereka hanya menikmati hidangan penting dan hanya berbicara dengan kerajaan lainnya tentang jumlah dan tingkatan prajurit yang akan mereka kirimkan untuk Cyrus.
*
*
Tiga hari kemudian, di dalam hamparan luas wilayah kerajaan Red Blood kini telah di penuhi oleh ratusan ribu prajurit iblis. Mereka semua adalah campuran prajurit dari kelima kerajaan beberapa hari kemarin.
__ADS_1
Kerajaan Skull memberikan 80.000 prajurit iblis, kerajaan Black Fire memberikan 70.000 prajurit iblis, kerajaan Winged Tiger memberikan 40.000 prajurit iblis, kerajaan Demon Beast memberikan 40.000 prajurit iblis dan kerajaan Poisonous Flower memberikan 20.000 prajurit iblis.
Sebagian besar dari mereka adalah prajurit kerajaan yang suka rela menerima tawaran dari setiap raja mereka untuk berpindah tuan, untuk melayani Cyrus Alexander. Sedangkan sisanya dengan terpaksa menerima perintah dari raja mereka.
Di hadapan ratusan ribu prajurit iblis, terlihat empat sosok iblis yang sedang berdiri di hadapan mereka. Sosok itu adalah Cyrus, Eliza, Cleo dan Arthur.
Ratusan ribu prajurit itu sedang menunduk memberi hormat, kemudian Cleo berkata. “Mulai sekarang tuan kalian bukanlah raja di kerajaan kalian tinggal sebelumnya tetapi dia, Cyrus Alexander.” Ucap Cleo dengan lantang. Cleo berkata dengan lantang hingga seluruh prajurit mendengarnya karena bantuan dari sihir pengeras suara yang biasa ia gunakan ketika sedang berbicara secara langsung dengan jutaan rakyat.
“Siap, dimengerti..” Serentak prajurit menjawab secara bersamaan.
Setelah beberapa saat, kini Cleo dan Arthur pergi meninggalkan Cyrus, sebelum mereka berdua pergi, Cleo berkata. “Lakukan sebaik mungkin, nak.” Ucapnya sambil menepuk pundak Cyrus.
“Terima kasih kakek…” Jawab Cyrus.
Cyrus menarik nafasnya dalam-dalam, kemudian ia berkata dengan lantang ke seluruh ratusan ribu prajurit yang ada di depannya.
“Terima kasih untuk kalian semua yang telah bersedia datang jauh-jauh dari kerajaan kalian menuju kerajaan Red Blood… Perkenalkan, namaku Cyrus Alexander.” Cyrus berhenti berkata sejenak dan memberi hormat layaknya keluarga kerajaan sebagai tanda perkenalan dan ucapan salam.
Kemudian Cyrus melanjutkan ucapannya, tetap dengan nada keras dan lantang. “Siapapun diantara kalian yang ingin kembali ke tempat asal kalian dan dengan berat hati melayaniku silahkan pergi dari sini… aku tidak akan menghukumnya sedikitpun dan aku juga akan memberikan larangan kepada raja kalian untuk menghukum siapapun yang pergi dari sini…” Ucapnya dengan gagah berani dan memasang raut wajah meyakinkan layaknya iblis terhormat.
Ucapan Cyrus tersebut, membuat kehebohan para prajurit di hadapannya.
“Apa yang anda maksud, tuan?”
“Apakah anda serius dengan perkataan anda, tuan?”
….
….
Ribuan pertanyaan terlontar keluar dari mulut-mulut para prajurit. Hingga salah satu prajurit barisan paling depan dengan bendera berlambang tengkorak berteriak sangat kencang.
“Diammm….”
__ADS_1
Kemudian di ikuti oleh barisan prajurit paling depan sisi lainnya juga.
“Diammmm….”