Demon Emperor

Demon Emperor
Ch.8 - Soul Eater


__ADS_3

Senjata pertama Cyrus adalah Soul eater, sebuah belati tajam berwarna hitam dengan memancarkan aura kegelapan sebagai tanda elemen kegelapan. Elemen kegelapan adalah elemen tabu di dunia Pixma dan kegelapan menyimbolkan arti sebuah kejahatan.


Soul eater adalah senjata terkutuk, yang memiliki jiwa dan kesadaran untuk memilih tuannya sendiri. Apabila ada suatu makhluk yang memiliki jiwa berusaha untuk menaklukannya dengan paksa, maka makhluk tersebut dapat kehilangan jiwanya.  


Sisi positifnya mampu melahap jiwa yang telah dibunuhnya untuk berbagi Experience dengan tuannya, sedangkan dengan sisi negatifnya membuat si pengguna tersebut dapat memancarkan aura membunuh sesuai jumlah yang dibunuhnya dan merebut kesadaran pengguna untuk terus menerus membunuh apa yang ada disekitarnya.


Kecuali cyrus karena dia pengguna system, dengan bantuan system cyrus dapat menaklukan dan membuat kontrak dengan belati terkutuk itu secara paksa.


*


*


Disisi lain kelompok Edward yang telah berangkat dan memasuki hutan terlarang terlebih dahulu, mereka mulai berburu monster dari pinggiran hutan menuju jantung hutan. Dikarenakan sedikit yang melakukan perburuan monster akhir-akhir ini, membuat populasi monster menjadi terus meningkat.


“Tuan, sepertinya kita akan mendapatkan uang banyak dan akan memakan daging segar dari perburuan hari ini.”ucap salah satu bawahan Edward.


“berburu monster kali ini, masalah uang aku tidak akan mengambil sepeserpun. Anggap saja ini bonus untuk kalian karena aku telah mendapatkan uang banyak dari perang beberapa bulan yang lalu.” Ucap Edward.


“Benarkah tuan?


“Terima kasih tuan.” Ucap para bawahan Edward.


*


*


Cyrus memasuki hutan terlarang dari sisi lain, karena sejak awal cyrus memilih jalur memutar.


Akan tetapi Cyrus memasuki sisi hutan yang bukanlah jalur untuk berburu monster dan tingkat berbahayanya lebih tinggi dari pada kelompok Edward.


Cyrus pun memasuki wilayah hutan terlarang. “Qwerty, tandai semua jalur yang aku lalui.” Kata cyrus.


[ Proses penandaan selesai ]


Tak jauh dari dia berjalan memasuki tepi hutan terlarang, Qwerty mendeteksi sesosok monster.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


[ TTERDETEKSI MONSTER ]


STATUS


Nama : Gajasimha


Level : 68


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Keterangan : Gabungan dari singa dan gajah. Memiliki kekuatan delapan kali lebih kuat dari gajah dan lebih buas dari singa.


Cyrus penasaran dengan makhluk tersebut dan mencoba mendekatinya perlahan, disisi lain dia juga merasakan ketakutan. Tetapi sangat disayangkan jika dia pergi dari disini dengan tangan kosong setelah memikirkan perjuangannya untuk datang ke hutan terlarang.

__ADS_1


“Sangat mengerikan..” Cyrus bersembunyi dibalik pohon dan memperhatikan sesosok monster itu dengan menggelengkan kepalanya, Tidak bisa membayangkan bagaimana jika dia bertarung dengannya bisa menang melawan monster yang sangat mengerikan itu.


Akan tetapi rasa takut Cyrus itu menjadi semakin nyata setelah sesosok monster tersebut menyadari dia sedang diperhatikan dari kejauhan.


“Tamatlah sudah kehidupan keduaku…” Dengan detak jantung berdebar kencang. Dia hanya memiliki satu pilihan yaitu bertarung.


Bagaimana pun juga Cyrus tidak memiliki pengalaman bertarung dengan monster. Tetapi karena sekarang dia memiliki tubuh ras iblis yang terbilang kuat dan juga memiliki tubuh abadi, secara tidak langsung dia lebih unggul dari monster itu.


Gajasimha berjalan kearah Cyrus yang hanya berdiam diri ketakutan dibalik pohon.


Dengan belati hitam yang dia genggam itu Cyrus memberanikan diri untuk bertarung untuk pertama kalinya di dunia ini. Tanpa cyrus sadari belati hitam itu mengeluarkan energi kegelapan yang membuat Gajasimha memasang ekspresi ketakutan dengan tubuh gemetar.


Cyrus hanya berdiam diri ketakutan sembari memikirkan apa yang sedang terjadi dengan monster yang ada dihadapannya dan energi kegelapan yang dipancarkan belati itu.


“Perintahkan aku.. Berikan jiwa monster segar itu untuk hasrat kelaparanku..”


“Siapa itu?” Cyrus dengan spontan menjawab suara mengerikan itu.


Hanya berdiri tegak dan tercengang menyadari bahwa dunia ini sungguh begitu aneh dan sangat berbeda dengan bumi.


Sebelum monster yang berjalan kearah cyrus menyerang dirinya, Soul eater memiliki kesadaran dan rasa haus akan melahap jiwa, tanpa sadar Soul eater melesat terbang dengan sendirinya dan menebas monster yang berada tepat di depannya tanpa di perintah sedikitpun oleh Cyrus.


Melihat Soul eater dapat membunuh monster mengerikan di hadapannya dengan sekali tebasan, membuat Cyrus kagum dan terkejut, “Sunggu senjata yang ajaib.” ucap Cyrus dengan membuka mata lebar-lebar.


[ LEVEL UP ]


Terdengar suara system berbunyi berkali kali di dalam kepalanya cyrus, kini dia langsung segera membuka status miliknya.


**STATUS


NAMA**        : Cyrus Alexander


RAS            : Iblis


LEVEL         : 30     ( Exp : 150 / 2.000 )


HP              : [ 45.000 / 45.000 ]          


MP : 60.000


+ Soul Eater : Tahap 1 [ 1 / 1.000 Jiwa ]


 


Poin Kehormatan        :  146 Poin


SKILL                      : Memperkuat tubuh, Sihir darah.


Job : Tamer


KETERANGAN       : Makhluk pertama, tubuh abadi

__ADS_1


# SETIAP KALI MEMBUNUH, CYRUS MENDAPATKAN POIN KEHORMATAN SESUAI LEVEL YANG DI BUNUHNYA. #


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


“Tanpa bertarung atau merasakan sakit kini aku naik level dan juga mendapatkan poin kehormatan…” Cyrus merasa senang karena naik level dan mendapatkan poin kehormatan secara instan.


Beberapa menit kemudian setelah memeriksa apa yang telah berubah dengan layar statusnya kini dia telah mengerti kenapa muncul slot baru yaitu dengan melahap jiwa, Soul eater dapat berevolusi ke tahap selanjutnya.


Setelah memeriksa semua status kini cyrus pergi bergegas mencari sesuatu yang berharga di dalam bangkai monster tentu saja dengan bantuan system.


“Bagaimana anak muda? Apa kau telah mengerti cara bertarungku?” Kata Soul eater dengan nada sombong.


“T-terima kasih, berkatmu aku mendapatkan Exp dan poin kehormatan.” Kata cyrus dengan sedikit canggung.


Kini Cyrus mengerti dengan membunuh monster adalah salah satu cara menaikan level dan poin kehormatan. Dan setidaknya mengerti kalau belati Soul eater dapat terbang dengan sendirinya.


Tak terasa hari pun mulai gelap, Cyrus pun kini berbegas untuk pulang. Sesampainya di sisi tembok ketika dia melompat keluar rumah, cyrus kebingungan bagaimana caranya masuk. Karena tembok tersebut sangat tinggi dan tidak ada pijakan apapun. Bahkan sewaktu Cyrus melompat keluar dari ketinggian dia merasakan sakit ketika terjatuh dari tembok tinggi tersebut.


Mau tidak mau Cyrus harus memasuki rumah dengan melewati pintu gerbang yang di jaga para penjaga gerbang.


Dari kejauhan terlihat beberapa penjaga dan pelayan bolak balik kebingungan, bahkan terlihat Edward dan Amelia berdiri di depan pintu dengan ekspresi yang menakutkan.


“Mereka pasti sedang mencariku.” Cyrus bergumam merasa iba kepada beberapa penjaga dan pelayan itu.


Setelah beberapa dekat cyrus berjalan menuju gerbang. “Lihat, itu dia tuan muda.” Ucap beberapa penjaga.


“Dari mana saja tuan muda seharian ini?”


“Untung saja tuan muda kembali dengan selamat, kalau sampai terjadi sesuatu sesuatu dengan tuan muda kami semua yang bertugas akan mendapatkan kematian yang sangat mengerikan.” Para penjaga itu pun menghela nafas.


“Baiklah… baiklah, aku akan menceritakan semua nanti kepada ayah dan ibu.” Kata Cyrus berusaha membujuk penjaga gerbang agar lebih tenang.


Edward dan Amelia mendengar laporan dari beberapa penjaga bahwa Cyrus telah pulang dengan keadaan sehat, akhirnya emosi mereka berdua sedikit lebih tenang akan tetapi kekhawatiran mereka berdua tidak hilang sepenuhnya.


Bagaimanapun juga Cyrus masihlah anak iblis yang berusia tiga bulan dan sekarang pergi keluar rumah tanpa penjagaan dan sepengetahuan siapapun.


Cyrus pun datang mendekat kearah Edward dan Amelia, dengan tatapan wajah memelas dia berkata, “Maafkan aku ayah… ibu… Aku hanya bosan di dalam rumah dan ingin pergi berburu seperti ayah…” sambil menggenggam satu batu inti monster level rendah yang telah dia bunuh.


“Benda apa yang ada ditangan mu nak?” Tanya Amelia dengan lembut.


“Ini.. batu inti monster bu.”


“Darimana kau mendapatkan batu itu? Apa kau telah membelinya?” Edward pun juga ikut menanyakannya karena penasaran dengan apa yang dilakukan Cyrus seharian ini.


“Aku membunuh satu monster, ayah..” Dengan bangga dia mengucapkan perkataan tersebut.


“Hahaha.. Anakku sungguh heb… tunggu, dimana kau membunuh monster? Jenis apa yang kau bunuh?” Semua yang mendengar penjelasan Cyrus itu terkejut.


“Bolehkah aku menjelaskan dengan detail setelah makan malam? Aku sangat kelaparan.”


Rasa khawatir mereka pun perlahan menghilang dan sekarang menimbulkan rasa penasaran.

__ADS_1


Setelah makan malam dan selesai menceritakan semua yang terjadi hari ini, kecuali dengan bantuan Anna dan tentang system. Edward dan Amelia telah mengerti kalau anaknya memiliki masa depan yang cerah karena diusia 3 bulan dapat membunuh monster level menengah.


__ADS_2