Demon Emperor

Demon Emperor
Ch.66 - Kekacauan & Tertawa


__ADS_3

Setelah Brush dan bawahannya selesai beristirahat, kini mereka memulai perjalanannya menuju benua selatan.


Didalam perjalanan mereka tidak menjumpai kejadian yang mengganggu sekalipun, karena pada dasarnya hutan terlarang saat ini sudah dikuasai oleh ras ular.


Nasib malang bagi monster-monster yang bersarang dihutan terlarang sebelumnya, karena mereka harus terusir dari wilayahnya sendiri.


Mereka terusir dari sarangnya sendiri karena didalam hutan terlarang saat ini telah dihuni oleh ras ular, mulai dari hewan sampai monster yang berjenis ular.


Sebenarnya para monster asli penghuni hutan terlarang lebih kuat daripada sebagian besar ras ular, tetapi mereka kalah jumlah karena semua ras ular saat ini telah saling membantu dan bersatu dibawah pimpinan ratu Eliza.


Hal ini menyebabkan monster-monster asli penghuni hutan terlarang kabur ke benua lain yaitu benua timur, benua utara dan benua selatan. Mereka tidak pergi ke benua selatan karena saat ini perbatasan benua selatan telah dijaga oleh ras ular.


Monster-monster itu tidak hanya kabur saja, melainkan mereka juga membuat kekacauan disetiap benua, dengan maksud mengusir penghuni asli benua dan membuat sarang atau tempat tinggal mereka sendiri disana.


Kejadian ini telah diketahui oleh Eliza melalui Que, sedangkan Que mendapatkan kabar ini melalui ras ular lainnya.


*


*


Ditempat yang istimewa sekaligus bersejarah, didalam taman istana kerajaan Quiet Night tempat sang raja Cyrus dan ratu Eliza bercanda mesra.


Ketika mereka berdua sedang bertukar kata, tiba-tiba Eliza teringat dengan kejadian yang dilaporkan Que dan segera memberitahukan keadaan itu ke Cyrus.


“Rajaku, aku punya kabar baik untukmu…” Ucap Eliza tetap dengan ciri khasnya.


“Apa itu?”


“Que memberitahuku tentang kekacauan planet ini, yang disebabkan oleh pengikutku…”


Cyrus mulai tertarik dengan informasi tersebut, apapun tentang kehancuran planet Pixma Cyrus sangat menyukainya. “Hm… ceritakan dengan jelas…”


Akhirnya kini Eliza menceritakan kekacauan yang terjadi di ketiga benua tersebut, yang disebabkan oleh monster-monster yang terusir dari sarangnya akibat ulah ras ular.


Setelah mendengar cerita panjang tentang kekacauan planet pixma, kini perasaan Cyrus menjadi lebih lega dan ia merasa sangat bahagia. 


“Benarkah!? Apa kamu tidak sedang bercanda!?” Tanya Cyrus hanya untuk memastikan kebenarannya.

__ADS_1


“Tentu saja... aku tidak mungkin berbohong kepadamu… dan pengikutku juga tidak mungkin berbohong kepadaku…” Jawab Eliza dengan senyum manis dibibirnya, bermaksud agar Cyrus percaya kepadanya.


“Baiklah, aku percaya… Aku tidak menyangka keberuntungan masih berpihak padaku hahaha….”


Dengan kejadian ini merupakan dampak positif bagi kerajaan Quiet Night, karena dengan kaburnya mereka ke benua lain dan membuat kekacauan disana, Cyrus tidak perlu khawatir dan mencemaskan tentang berdirinya kerajaan Quiet Night akan diketahui oleh benua lainnya.


“Hahaha… ini diluar rencanaku… padahal saat ini aku hanya ingin menyerang benua selatan, tapi benua lainnya terkena imbasnya hahaha…” Teriak tawa Cyrus kegirangan sambil membayangkan kekacauan yang terjadi.


“Hei… hei… ini semua karena aku… aku yang memerintahkan pengikutku untuk berjaga di dalam hutan terlarang…”


“Ah benar… terima kasih sudah membantuku…”


Akhirnya mereka berdua menghabiskan waktu dengan bertukar kata, menikmati keindahan taman istana dengan suasana hati gembira.


Kegembiraan itu bukan hanya karena kekacauan di tiga benua lain, tetapi kerajaan Quiet Night kini telah kembali normal setelah mendapatkan bahan makanan serta hadiah-hadiah lainnya dari kerajaan Xavier.


Tidak hanya soal keadaan perut saja yang kini telah membaik, tetapi pembangunan serta pertahanan kerajaan Quiet Night perlahan-lahan semakin kokoh.


Mulai dari pelindung anti sihir, ranjau berduri, meriam sihir dan tembok baja. Cyrus mendapatkan itu semua dari Qwerty, ia rela menukarkan semua poin kehormatannya hanya untuk perhananan sekaligus keamanan kerajaannya.


Disisi lain Cyrus juga berfikir jika ada serangan mendadak dari musuh, setidaknya kerajaannya sudah siap untuk bertahan.


Setelah menghabiskan banyak waktu bersama Eliza, kini terlintas dibenak Cyrus sebuah rencana untuk para prajuritnya.


“Mino, kemarilah…” Ucap Cyrus sambil melambaikan tangannya, memanggil Mino yang hanya berdiri terdiam menyaksikan Raja dan Ratunya bercanda mesra.


Mino pun datang memenuhi panggilan Rajanya, “Salam, Yang mulia Raja.”


“Cepat panggil para jendral kesini… ada hal penting yang ingin aku sampaikan…”


“Sesuai perintah anda, Yang mulia.”


Tanpa menunggu waktu lama dan basa-basi, Mino pun kini pergi meninggalkan mereka berdua, melakukan tugas yang ia terima dari Rajanya.


Sekitar 10 menit kemudian, tiba-tiba Cyrus teringat bahwa ia sebenarnya tidak perlu repot-repot meminta Mino untuk memanggil para jendral lainnya, karena para jendral telah terikat oleh kontrak budak dan ia bisa mengirim pesan melalui telepati.


“Ahh, maafkan aku Mino… lagipula sejak kau tercipta didunia ini, kau tidak pernah melakukan apapun dengan tubuh besarmu itu…” Gumam Cyrus sambil senyum-senyum sendiri menahan tawa, membayangkan betapa kesalnya Mino, jika ia bukan makhluk summon yang tidak memiliki perasaan.

__ADS_1


Beberapa detik setelah bergumam, kini Cyrus mengirim pesan telepati untuk kelima Jendral pasukan yang sedang melakukan tugasnya masing-masing.


“Kalian, kemarilah… aku berada di taman istana kerajaan…”


Kelima jendral itu terkejut, karena selama ini mereka tidak pernah mendapatkan pesan telepati dari Cyrus.


“Baik, Yang mulia…”


Serentak kelima Jendral iblis penghuni planet Allstar itu menjawab panggilan Cyrus. kemudian mereka pun bergegas pergi meninggalkan tugas-tugasnya untuk memenuhi panggilan Cyrus.


Tanpa menunggu waktu lama kelima jendral tersebut datang ke taman istana kerajaan untuk menemui Cyrus.


Selama perjalanan menuju taman, nasib buruk apa yang sedang menimpa Mino karena saat kelima Jendral tersebut melakukan perjalanan ke taman istana, mereka tidak menjumpai atau berpapasan dengannya, sehingga sampai sekarang Mino sedang mencari keberadaan kelima Jendral disetiap sudut wilayah kerajaan dan tak kunjung bertemu dengan mereka.


“Salam, Yang mulia.” Ucap Zenith memberi salam dan kemudian diikuti oleh keempat jendral lainnya.


“Dimana Mino? Kenapa dia tidak kembali bersama kalian?” Tanya Eliza sambil melihat-lihat sekitar, dengan maksud mencari keberadaan Mino.


Kelima Jendral tersebut kebingungan dengan pertanyaan Eliza, karena sedari awal mereka tidak bertemu ataupun bersama Mino.


“Hamba tidak tahu dia ada dimana, Yang mulia Ratu.”


“Hamba juga tidak bersamanya sejak tadi, Yang mulia Ratu.”


….


….


Beberapa jawaban tentang tidak mengetahui keberadaan Mino itu keluar dari mulut kelima Jendral, membuat Eliza kebingungan setelah mengetahui jawaban mereka.


“Lalu, bagaimana kalian bisa sampai kesini? Bukankah tadi Raja sedang memerintahkan Mino untuk memanggil kalian?” Tanya Eliza dengan ekspresi kebingungan sambil menggaruk rambut peraknya yang tidak gatal secara perlahan.


Cyrus tertawa lepas tak sanggup menahan tawa lagi setelah melihat Eliza yang saat ini sedang kebingungan, “Hahaha…”


“Kenapa kamu tertawa!? Apanya yang lucu!?”


“Hahaha… hahaha… hahaha…”

__ADS_1


Selang beberapa detik Cyrus tertawa, akhirnya kini ia menceritakan kepada Eliza apa yang membuatnya tertawa, dihadapan kelima jendral iblis.


Serentak Cyrus dan Eliza tertawa lepas setelah mendengar ceritanya, sedangkan dengan kelima Jendral lainnya saat ini sedang menahan tawa sekuat tenaga, mereka tidak berani tertawa lepas dihadapan Raja dan Ratunya.


__ADS_2