
Monster-monster dan binatang pengikut setia Eliza itu pun terus berdatangan, mereka semua secara berbondong-bondong datang ke medan perang.
Kedatangan mereka, membuat manusia-manusia itu lari ketakutan setelah melihat jumlah yang sangat banyak.
Tidak hanya prajurit kerajaan musuh saja yang merasa takut akan serangan monster dan binatang pengikut setia Eliza, tetapi prajurit kerajaan Xavier pun juga merasa takut dan mereka berusaha bersembunyi kembali ke dalam benteng.
Hanya menyisakan prajurit Brush, Eliza, Que, Shadow dan Soul Eater saja yang saat ini sedang membantai prajurit musuh yang tersisa di dalam medan perang.
*Krakkk… Jleb…*
*Krakkkkk…*
“Hahaha… Mau lari kemana kalian... Dasar manusia lemah!!” Teriak bahagia Soul Eater sambil terbang kesana kemari menembus jantung prajurit musuh.
Tidak hanya Soul Eater saja yang menikmati pembantaian tersebut, tetapi Eliza dan lainnya juga sangat menikmatinya.
Dimana yang semula ketiga kerajaan itu menyerang kerajaan Xavier dengan prajurit yang begitu banyaknya, kini mereka tampak berkurang jumlahnya dengan sangat cepat.
Tidak lama disaat pembantaian sepihak itu berlangsung, tiba-tiba muncullah sekelompok prajurit berjubah putih, mereka muncul dari pihak musuh.
Kehadiran mereka yang membuat Cyrus dapat merasakan bahwa salah satu diantara mereka ada sosok makhluk yang kuat, kekuatan sosok tersebut jauh lebih kuat daripada kekuatan bawahannya.
Kehadiran tersebut membuat rasa tertarik dan rasa penasarannya Cyrus untuk mengetahui siapa sosok tersebut.
“Lycan, kemarilah!” Ucap Cyrus sambil terus memandangi sosok salah satu manusia berjubah putih tersebut.
Lycan pun dengan sigap menghampiri Cyrus, dan kemudian Cyrus berkata kepada Lycan sambil menunjuk sosok salah satu jubah putih tersebut.
“Siapa dia?”
“Oh tidak… Dia ada disini…” Ucap Lycan yang sudah jelas-jelas mengetahui siapa sosok tersebut, karena selama ini Lycan juga tinggal di benua selatan.
Sekali lagi Cyrus bertanya kepada Lycan, “Siapa dia!? Kenapa kau terkejut setelah melihat dia?” Rasa penasaran Cyrus semakin menjadi-jadi setelah melihat ekspresi yang diberikan oleh Lycan.
__ADS_1
Beberapa detik kemudian, Lycan pun menjelaskan siapa sosok tersebut. “Dia adalah putra mahkota kerajaan Supreme, namanya Vladmire… Dia juga dipercaya oleh semua orang, kalau ia adalah Pahlawan…” Ucap Lycan dengan penuh hati-hati, supaya ia tidak salah dalam hal menjelaskan siapa sosok tersebut.
Cyrus tersenyum kecil setelah mendengar kata ‘Pahlawan’ yang baru saja Lycan sebutkan.
“Hm… Pahlawan ya…” Gumam Cyrus sambil mengusap dagunya.
Setelah beberapa saat percakapan itu berhenti, kini Cyrus kembali berkata. “Baiklah, segera perintahkan prajuritmu untuk berlindung dan tutup pintu benteng pertahanan rapat-rapat… Mungkin sebentar lagi akan ada pertarungan yang dahsyat.”
Lycan pun terdiam sambil memandangi raut wajah Cyrus beberapa detik, hingga sampai kemudian Lycan menjawabnya. “Baik, Yang mulia…”
Lycan pun segera memerintahkan bawahannya agar segera melakukan perintah Cyrus tersebut dan perintah tersebut langsung dilaksanakan oleh prajurit kerajaan Xavier untuk segera berlindung dan menutup pintu gerbang benteng secepat mungkin.
Disaat bersamaan dengan tertutupnya pintu gerbang tersebut dan sesuai prediksi Cyrus, tiba-tiba terdengar suara ledakan yang sangat kencang dan akibat ledakan tersebut menimbulkan dampak hembusan angin yang sangat kencang.
Suara ledakan dan hembusan angin tersebut dapat dirasakan hingga sampai puluhan kilometer jauhnya.
Suatu hal yang beruntung bagi pihak kerajaan Xavier, karena tidak ada satupun diantara mereka yang terkena dampak buruk akibat peristiwa tersebut.
Berbeda dengan pihak musuh, Banyak diantara mereka yang terpental akibat hembusan angin dan banyak juga diantara mereka yang terluka bahkan ada juga yang mati. Kematian tersebut karena tidak ada tempat untuk berlindung.
Tentu saja bawahan Cyrus mampu mengimbangi kekuatan mereka, kecuali kekuatan Vladmir yang terkenal paling kuat diantara lainnya.
Kemunculan Vladmir tersebut, membuat Cyrus bersemangat dan memiliki niatan untuk turun langsung ke medan perang, sambil berharap kekuatan Vladmir mampu menghibur rasa bosannya.
Pertarungan antara bawahan Cyrus dan kelompok jubah putih itu pun terus berlanjut, pertarungan sengit itu membuat semua orang terkagum sekaligus merinding ketika melihat kehebatan yang mereka pamerkan.
“Ayah… apakah ini sungguh kekuatan mereka?” Tanya Isabella ke Lycan.
“Belum… kartu As Vladmir yang sesungguhnya belum ia keluarkan…” Jawab Lycan sambil memperhatikan pertarungan itu dari kejauhan.
“Lalu, bagaimana dengan ras iblis yang ada dipihak kita?”
“Sssttt… Jangan terlalu keras, nanti Yang mulia Cyrus mendengarnya…” Ucap Lycan berbisik ke Isabella, kemudian ia melanjutkan ucapannya. “Lihat dan amatilah tubuh ras iblis itu.”
__ADS_1
Isabella pun kembali memfokuskan pandangannya kearah pertarungan tersebut dan akhirnya Isabella mengetahui apa keunggulan yang dimiliki bawahan Cyrus.
Isabella yang selama ini berada di dalam istana kerajaan, tentu saja ia baru saja mengetahui bahwa pasukan ras iblis tersebut adalah makhluk yang abadi.
“Tidak mungkin… Bagaimana bisa mereka tetap hidup meskipun mereka mendapatkan serangan yang fatal!?” Ucap Isabella sambil terkejut, seolah-olah ia tidak ingin mempercayai apa yang baru saja ia lihat.
“Percayalah putriku… Kita akan memenangkan perang ini, dengan bantuan Yang mulia raja Cyrus… Beliau juga menjanjikan kepadaku, jika aku bersedia berdiri dibawah kekuasaannya, kerajaan kita akan menguasai benua selatan ini…”
“Sungguh!? Tapi kenapa iblis itu begitu baik kepada kita dan rela membantu kita sekaligus memberikan wilayah benua selatan kepada kita!? Bukankah mereka kuat dan mampu menghancurkan kita sekaligus!?” Ucap Isabella yang memang sejak awal tidak menyukai ras iblis karena rumor nenek moyang bahwa ras iblis adalah ras yang paling kejam diantara ras lainnya.
“Sssttt… Aku sudah bilang… Jangan terlalu keras!!” Kali ini Lycan merasa panik akan suara keras yang Isabella keluarkan, ia takut jika bagaimana jadinya kalau Cyrus mendengar pembicaraan mereka.
Tetapi disini tentu saja Cyrus dapat mendengar mereka, meskipun mereka berbisik sangat pelan, karena saat ini Lycan telah menjalin kontrak budak dengan Cyrus dan membuat jiwa Lycan terhubung secara langsung dengan Cyrus.
“Hm… Gadis itu sedikit berbahaya, sebaiknya aku harus mendidik dia sebelum terlambat.” Gumam Cyrus sambil memperhatikan perang dan berlagak seperti seolah-olah ia tidak mendengar apa yang mereka bicarakan.
Beberapa jam telah berlalu, kini ketua kelompok berjubah putih tersebut mulai mengetahui siapa diantara ras iblis yang paling kuat, yaitu Eliza.
Setelah mengetahui Eliza lah yang paling kuat, Vladmir dengan sengaja menyuruh kawan-kawannya untuk menghadapi iblis yang lain dan menyerahkan urusan Eliza kepada dirinya.
Karena Vladmir merasa Eliza adalah lawan yang tangguh, tentu saja hal ini membuat Vladmir untuk tidak bermain-main dengan Eliza dan langsung menyerang dengan kekuatan penuhnya.
Eliza pun dapat merasakan kekuatan yang dahsyat dari sosok berjubah putih yang akan segera diarahkan kepada dirinya, ras iblis lainnya pun juga dapat merasakannya bahwa saat ini sosok berjubah putih itu sedang merapakalkan sebuah mantra dengan kekuatan sihir yang begitu besar.
“Yang mulia ratu… Hati-hati…”
“Menyingkirlah dari sana… itu kekuatan yang sangat besar…”
Ucapan dari ras iblis itu tidak dipedulikan oleh Eliza, karena pada dasarnya Eliza sangat menantikan pertarungan ini dan ia sangat membenci manusia.
Setelah beberapa detik Vladmir merapalkan mantranya, kini sebuah sihir cahaya berwarna putih berukuran besar yang berada di telapak tangan Vladmir itu, ia arahkan kearah Eliza.
Tetapi anehnya Eliza tidak menghindar, justru Eliza ingin merasakan dan mencoba sensasi karena terluka akibat serangan sihir berwarna putih tersebut.
__ADS_1
“Kemarilah… Seberapa kuat dirimu!? Manusia lemahhh!!” Teriak Eliza dengan tatapan tajamnya.
Disaat bersamaan dengan kejadian itu, telihat jelas dari kejauhan sosok Cyrus yang mencemaskan Eliza dan segera bergegas menghampiri Eliza, sambil berkata. “Dasar bodoh!!”