Demon Emperor

Demon Emperor
Ch.56 - Ratu Ular


__ADS_3

Terlihat Brush dan kelima jendral sedang memasang raut wajah panik di depan pintu.


Melihat kedatangan Cyrus dan Eliza, kini mereka semua bertekuk lutut di hadapan rajanya, “Ada kabar buruk, Yang mulia…” Zenith dengan cepat berbicara untuk mewakili mereka semua.


“Kabar buruk apa?” Tanya Cyrus tetap dengan ekspresi tenang.


“Banyak sekali hewan dan monster berjenis ular sedang menuju kesini, Yang mulia…” Zenith menjawab dengan nada cepat untuk mempercepat waktu.


Kemudian Keira juga ikut berbicara, “Benar.. para prajurit sedang berusaha melawan dan menahan mereka di depan gerbang kerajaan…”


Cyrus terkejut beberapa detik sebelum ia mengingat bahwa kejadian ini ada hubungannya dengan Eliza, yang menyandang gelar ratu ular.


Bawahan Cyrus saat ini belum menyadari perubahan yang terjadi pada Eliza, karena mereka saat ini sedang dalam keadaan tergesa-gesa dan panik.


“Baiklah, kita pergi ke gerbang sekarang juga..” Cyrus penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi sehingga membuat para bawahannya yang terbilang kuat itu merasa panik.


Akhirnya kini mereka semua telah keluar dari istana kerajaan, melewati bangunan-bangunan yang sebagian sedang dalam proses renovasi, warga kerajaan Quiet Night berhamburan ketakutan.


Dalam perjalanan menuju gerbang kerajaan, kini keenam bawahan Cyrus mulai menyadari sosok Eliza yang telah berubah wujud.


“Siapa itu, rambut perak dan tubuh sexy?”


“Sekilas seperti Yang mulia Ratu, tetapi bukankah Yang mulia Ratu bukankah berambut hitam?”


“Sungguh cantik… dia adalah wanita paling cantik yang pernah aku lihat…”


….


….


Puluhan ucapan dalam hati para bawahan Cyrus tampak kebingungan, mereka semua terlihat ling-lung ketika melihat sosok iblis cantik dengan rambut putih.


Mereka hanya berani bertanya dalam hati, karena mereka takut menyinggung perasaan Rajanya yang sedang berjalan santai bersama wanita paling cantik yang pernah mereka lihat selama ini.


Pertanyaan penasaran dengan sosok wanita berambut perak it uterus berlanjut, sampai ketika mereka semua telah sampai diluaran gerbang kerajaan.


Terlihat jelas ratusan ribu bahkan jutaan makhluk hidup yang berbau ular sedang mengelilingi kerajaan tembok kokoh kerajaan Quiet Night.

__ADS_1


Ada satu hal yang berbeda sebelum Cyrus dan Eliza datang. Sebelumnya makhluk berbagai jenis yang berhubungan dengan ular itu membuat keributan dengan tujuan ingin memasuki kerajaan, bahkan sebagian dari mereka yang bisa berbicara menyebut kata ‘Ratu’ berulang-ulang kali, tetapi usaha mereka berhasil di tahan oleh ratusan ribu prajurit kerajaan Quiet Night dengan sekuat tenaga.


Sedangkan sekarang ketika Cyrus dan Eliza datang ke luar gerbang kerajaan dan menampakkan diri, kini mereka berdua di sambut oleh banyaknya makhluk yang mendadak datang dari seluruh penjuru wilayah benua planet Pixma.


“Ratu… kami datang melayani anda…”


Serentak semua makhluk itu memberi hormat dan tertunduk di hadapan sosok iblis cantik berambut perak, Eliza Charlotte.


Semua pihak kerajaan Quiet Night terkejut, kecuali Cyrus dan Eliza. Ditengah-tengah terkejutnya semua prajurit, Cyrus tertawa terbahak-bahak sambil berkata dengan lantang. “Hahaha… kerajaanku… bertambah kuat!!” Cyrus tertawa bahagia, ia memahami situasi saat ini setelah melihat semua apa yang terjadi dan juga mengingat tentang status milik Eliza, yaitu Ratu Ular.


“Kenapa mereka menunduk?”


“Kenapa raja Cyrus tertawa?”


“Siapa ratu yang mereka maksud?”


Ribuan pertanyaan keluar dari mulut pasukan kerajaan Quiet Night, mereka semua kebingungan karena yang semula kacau menjadi hening akibat para monster dan hewan berjenis ular semuanya menunduk kearah wanita iblis cantik berambut perak itu.


Bukan hanya karena para monster itu saja yang membuat semua pasukan terkejut, tetapi sekarang mereka juga terkejut dengan iblis cantik berambut perak yang sedang memakai pakaian ratu kerajaan Quiet Night.


“Siapa dia? Wajahnya sangat mirip dengan ratu Eliza, tapi kenapa berambut perak?” gumam salah satu prajurit dengan raut wajah kebingungan.


“Mungkin kalian semua kebingungan melihat wanita cantik disebelahku… aku perkenalkan kembali, dia adalah Eliza Charlotte, Ratu kerajaan Quiet Night.” Ucap Cyrus dengan lantang di hadapan jutaan makhluk dihadapannya.


Akhirnya semua pasukan kerajaan Quiet Night memahami siapa wanita cantik berambut perak tersebut. Kecantikan Eliza membuat semua makhluk tergoda dan terpana memandang raut wajahnya, sehingga ia merasa terganggu dan berkata.


“Lanjutkan, aku akan mencongkel siapapun yang berani memasang tampang mesum di hadapanku…” Ucapnya dengan lantang dan tatapan kejam.


“Hahahaha… kamu memang layak menjadi ratu iblis, Eliza…” Cyrus menyela perkataan lantang Eliza sambil tertawa.


Semua makhluk kembali menundukkan pandangannya dan sebagian dari mereka memasang raut wajah ketakutan karena mereka telah berani lancang dan sempat membayangkan kecantikan Eliza dengan fikiran yang tidak-tidak.


“Baiklah… pasukan kerajaan Quiet Night, kembalilah kedalam kerajaan dan lakukan tugas kalian…” Cyrus memberi perintah.


Salah satu jendral pasukan meragukan perintah Cyrus, “Tapi…” kemudian Cyrus memotongnya, “Tenang.. mereka semua ada di pihak kita…” Ucapnya dengan tersenyum.


“Sesuai perintah anda, Yang mulia.”

__ADS_1


Akhirnya semua pasukan kerajaan kembali ke dalam kerajaan dengan perasaan tenang, sedangkan dengan para monster dan hewan itu tetap dalam posisi bertekuk lutut dihadapan Cyrus dan Eliza.


Eliza sudah terbiasa dengan pandangan seperti ini, bagaimanapun juga ia adalah Ratu dari segala jenis ular dikehidupan sebelumnya.


Karena Eliza menyandang gelar Ratu Ular di dunia ini setelah melepas segelnya, tentu saja ia sangat dihormati dan dianggap sebagai Ratu oleh segala makhluk berjenis ular, bahkan tanpa seleksi atau usaha dan sejenisnya.


Hal ini merupakan sebuah takdir Eliza, ia harus bertanggung jawab tentang masa depan dan kehidupan mereka semua, karena mulai saat ini Eliza adalah ratu mereka.


Dengan kehadiran makhluk-makhluk ini membuat Cyrus dan Eliza kebingungan, karena kerajaan Quiet Night tidak mungkin muat menampung jutaan makhluk yang berasal dari setiap penjuru benua.


Cyrus menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil berfikir, “Bagaimana ini? Kita berdua tidak mungkin menampung jumlah sebanyak ini…”


“Hm… beri aku waktu beberapa saat, aku akan berbicara dengan mereka.”


“Baiklah, aku percayakan masa depan kerajaan Quiet Night kepadamu…”


Kini Eliza pergi meninggalkan Cyrus dan bergegas menghampiri pengikutnya, dengan tujuan menyapa dan berterima kasih ke mereka.


“Wahai anak-anakku… terima kasih kalian telah menyambutku, aku sangat senang dengan kesetiaan kalian…”


Setelah Eliza berkata dengan lantang, makhluk-makhluk itu menjawab dengan kalimat yang sama, “Kami selalu setia melayani Yang mulia Ratu…”


Eliza tersenyum mendengar ucapan mereka, meskipun sebagian dari mereka adalah binatang berjenis ular, tetapi Eliza dapat memahami dan mengerti apa yang mereka ucapkan.


Setelah beberapa hembusan nafas, kini Eliza melanjutkan ucapannya. “Kembalilah ke tempat tinggal kalian masing-masing, suatu saat aku akan memanggil kalian jika aku membutuhkan kalian.”


Tanpa membuang waktu lama, mereka semua berbalik badan dan bergegas meninggalkan Eliza.


Disaat bersamaan ketika mereka berbalik badan untuk meninggalkan tempat itu sesuai perintah Ratu mereka, kini Eliza melihat sosok binatang ular yang dapat dikatakan unik dan langkah.


Kulit berwarna perak terang, mata berwarna merah, tanduk kecil diatas kepalanya, panjang tubuh sekitar 10 meter dan besar badannya sekitar seukuran manusia dewasa, hal tersebut membuat Eliza tertarik dengannya.


“Tunggu kau ular kecil… ikutlah bersamaku.” Ucap Eliza sambil menunjuk ular berwarna perak.


“Terima kasih, Yang mulia. Suatu kehormatan bagi hamba bisa melayani anda secara langsung..” Jawab ular perak itu dengan bahasa binatang ular.


Hal tersebuat membuat makhluk lainnya iri dan berharap mereka juga dipanggil oleh ratunya untuk ikut bersamanya, tetapi mereka hanya terdiam dan tidak berani membantah perintah Eliza sebagai ratu mereka.

__ADS_1


Setelah semua makhluk pergi meninggalkan kerajaan Quiet Night tepatnya di luaran tembok kerajaan, kini Eliza memberi nama ular perak tersebut.


“Unique… mulai saat ini namamu adalah Unique dan aku akan memanggilmu Que.”


__ADS_2