
Dengan perasaan penuh keyakinan Cyrus mengatakan bahwa ia ingin segera naik ke lantai dua, karena ia ingin segera menaikkan levelnya tanpa membuang banyak waktu.
Eterna menjawab, “Apa anda yakin ingin masuk ke lantai dua tanpa beristirahat dulu?”
“Ya, aku yakin. Tapi dimana pintu atau anak tangga menuju lantai dua?”
“Baiklah, ikuti saya…” Ucap Eterna dengan hormat, kemudian melangkahkan kakinya mengarah ke sebuah tembok.
Ketika Eterna berjalan melangkahkan kakinya, ia berkata dalam hati. “Baru pertama kalinya aku melihat keturunan Charlotte sekuat ini, bahkan dia tidak kelelahan sedikitpun…”
Eterna memahami dengan baik keadaan keturunan Charlotte yang semakin lama semakin lemah, karena selama ini ia yang selalu membimbing keturunan Charlotte yang datang ke makam peninggalan raja iblis Lucifer.
Cyrus terkejut melihat arah yang Eterna tujuh bukan ke sebuah anak tangga atau pintu menuju lantai berikutnya melainkan mengarah ke tembok.
“Hei… kemana kau pergi?” Teriakan Cyrus membuat Eterna tersadar dari lamunannya, “Ah, maafkan saya karena lupa menjelaskan… tembok itu adalah sebuah ilusi.” Jawab Eterna sambil menunjuk ke sebuah tembok yang ia tujuh.
Cyrus mendekat ke tembok di dekat Eterna, “Bagaimana mungkin ini adalah ilusi?” Cyrus berkata sambil mengayunkan salah satu tangannya untuk menggapai tembok.
“Hah… ini…” Tembok yang terlihat sangat mewah di mata Cyrus itu hanya sebuah ilusi. Bahkan setelah Cyrus memegang sebuah ilusi tersebut, seluruh tempat yang sebelumnya terlihat mewah dan indah di sana, seketika seluruh sudut ruangan berubah menjadi tembok batu yang terlihat persis seperti di dalam gua.
Peti mati yang sebelumnya terlihat mewah, kini berubah menjadi ratusan batu nisan. Pemandangan menjadi gelap dan hanya nyala api obor yang menempel di dinding sebagai lampu penerangan.
“ilusi ya… Tapi untuk apa? Memangnya di sini ada jebakan?” tanya Cyrus dengan kebingungan.
“Tidak ada. Ilusi tersebut hanya sebagai tanda, bahwa lantai satu berhasil di taklukkan...” Jawab Eterna dengan nada tenang.
Kemudian mereka berdua melanjutkan langkahnya untuk menaiki sebuah anak tangga menuju lantai ke-2. Semakin tinggi naik kelantai berikutnya, maka semakin tinggi pula keuntungan dan resiko yang akan di terima Cyrus.
Dalam perjalanan Eterna menjelaskan tentang lantai dua, Disana adalah makam anak keturunan Eterna D. Valonia.
Lantai pertama dan lantai kedua memiliki persamaan dan perbedaan, persamaannya yaitu menyerap jiwa untuk mendapatkan Exp. dan perbedaannya adalah lantai satu menyerap jiwa secara gratis, sedangkan lantai dua harus melewati ujian untuk mendapatkan setiap jiwanya.
“Jadi, aku harus melewati 10 ujian untuk mendapat semua jiwa di lantai dua?” tanya Cyrus sambil memandangi punggung Eterna dari belakang.
“Benar, tuan.”
Mendengar jawaban Eterna, membuat Cyrus semakin penasaran dengan ujian yang akan ia terima, “Ujian seperti apa itu?” Cyrus bertanya dengan raut wajah penasarannya.
Eterna hanya diam sambil terus berjalan menaiki anak tangga. Terdiamnya Eterna membuat suasana menjadi hening, akhirnya Cyrus berkata. “Baiklah, aku tidak akan bertanya lebih dalam lagi…” ucapnya dengan nada datar.
Selang beberapa detik setelah Cyrus mengucapkan perkataannya, kini terdengar suara notifikasi dari Qwerty tentang Brush dan Buldog.
[ Brush Level up. ]
[ Buldog Level up. ]
[ Mendapatkan 2 jiwa monster. ]
[ Mendapatkan 632 poin kehormatan. ]
“Kerja bagus...” Gumam Cyrus yang senang melihat mereka berdua terus menerus bertambah kuat.
__ADS_1
Tidak terasa kini Cyrus telah sampai di pintu masuk lantai dua, pemandangan lantai dua sama seperti pemandangan lantai satu. Hanya saja yang membedakan kali ini adalah jumlah peti mati.
Di lantai satu peti mati berjejer rapi dengan jumlah 300 buah, sedangkan di lantai dua berjumlah 10 buah.
“Hm.. pemandangan yang indah… sayang sekali mereka hanya ilusi.” Ucap Cyrus dengan nada rendah.
Eterna menghadapkan pandangan dan tubuhnya ke arah Cyrus dan berkata, “Silahkan tuan, anda harus memulainya dari sini secara berurutan sampai sana…” ucap Eterna dengan sikap hormat sambil menunjuk peti mati yang paling dekat sampai paling jauh.
“Kenapa aku harus memulainya dari sini?”
“Peti mati ini adalah milik keturunan hamba, dia adalah pelayan setia milik raja kerajaan Red Blood ke-10 dan yang paling ujung sana adalah peti mati milik hamba.” Jawab Eterna tetap dengan sikap hormatnya.
Cyrus harus melewati setiap ujian dari keluarga Valonia mulai dari pelayan raja iblis ke-10 sampai raja iblis pertama, yaitu Lucifer Charlotte.
Setiap peti mati memiliki corak motif yang berbeda, perbedaan tersebut memiliki arti dan ujian yang berbeda-beda juga.
“Baiklah kalau itu peraturannya, aku akan mencobanya sekarang juga.” ucap Cyrus sambil melangkahkan kakinya menuju peti mati yang paling dekat.
Peti mati dengan motif bergambar siluman binatang rubah berwarna putih. Binatang rubah terkenal dengan kecerdasan dan sering dikatakan licik, kemampuannya yang dapat membuat semua musuh terkecoh dengan akal bulusnya.
“Qwerty, terjemahkan tulisan kuno itu…”
[ Vivi Valonia, pelayan raja iblis generasi ke-10. Atas izin Lucifer segel terbuka. ]
Dalam sekejap Cyrus terbawa dalam alam bawah sadarnya, ia melihat perubahan suasana yang terjadi pada dirinya. Pemandang yang semula hanya di dalam ruangan mewah dan hanya berisikan peti mati, kini berubah menjadi sebuah hutan indah yang penuh dengan pohon berdaun merah muda.
Ditengah-tengah pemandangan yang indah itu, terlihat sesosok rubah putih yang sedang terbaring lemah dengan tubuh penuh luka.
“Tolong aku, pria tampan...”
Suara lembut dan indah itu membuat semua makhluk berjenis kelamin laki-laki menjadi luluh dan tergila-gila di dalam pelukannya, tanpa berfikir apapun Cyrus menghampiri sosok rubah putih itu.
Disaat Cyrus sedang dalam perjalanan menghampiri wanita itu, ia tersadarkan oleh suara notifikasi Qwerty.
[ Qwerty mendeteksi sihir berbahaya dalam jiwa pengguna system. Pembersihan jiwa secara otomatis. ]
[ 0%.. 5%.. 10%..25%.. 50%.. 75%.. 90%.. 100% ]
Seketika Cyrus terbangun dari alam bawah sadarnya dan mendapatkan sejumlah Exp. dalam jumlah besar.
[ Mendapatkan 2.000.000 Exp. ]
[ Mendapatkan 1 jiwa iblis. ]
[ Level up. ]
[ Level up. ]
…..
Suara level up berdering 6 kali di dalam kepala Cyrus, dalam waktu hitungan menit ia dengan mudah naik level sebanyak 6 kali, kecurangan yang di miliki Cyrus sangat tidak masuk akal bagi siapapun di dunia ini.
__ADS_1
Hanya membutuhkan beberapa menit bagi Cyrus untuk melewati ujian serta mendapatkan jiwa iblis dan Exp dalam jumlah besar dengan mudah, tentu saja dengan bantuan Qwerty yang sangat membantu.
Kecepatan ini membuat Eterna sebagai leluhur keluarga Valonia merasa kecewa dan malu karena kekuatan sihir rubah putih dapat di patahkan dengan mudahnya bahkan dalam hitungan menit.
Eterna menggelengkan kepala dengan memasang raut wajah panik, “T-tidak mungkin… sihir keluargaku… dia kuat atau sihir rubah putih yang lemah?” ucap Eterna dalam hati. Ia tidak menyangka Cyrus Berhasil mematahkan ilusi dengan cepat.
Dengan setengah ragu dan setengah penasaran Eterna bertanya ke Cyrus, “T-tuan… bagaima.. tidak. Berapa level anda saat ini?”
“Sebentar..” Cyrus melihat kembali status miliknya. “Qwerty, buka statusku.” Ucapnya dalam hati.
...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...
**STATUS
NAMA : Cyrus Alexander
RAS : Iblis
LEVEL : 204 ( Exp : 10.843 / 900.000 ) *Double Exp.
HP : ( 640.000 / 640.000 )
MP : ( Infinite )
+ Soul Eater : Tahap 1 [ 341 / 1.000 Jiwa ]
+ Jiwa/Roh : 0 jiwa manusia
302 jiwa iblis
266 jiwa monster
Poin Kehormatan : 39.186 Poin
Skill : Memperkuat tubuh, Sihir darah.
Job : Warlock.
Keterangan : Makhluk pertama, Tubuh abadi, Berbicara dengan makhluk kontrak, Raja Iblis.
Summon : 1. Shadow ( Lv. 300 )
2. Mino ( Lv.500 )
...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...
Kemudian Cyrus menjawab pertanyaan Eterna, “Sekarang aku masih level 204.” Ucap Cyrus dengan tenang.
__ADS_1
“Apa? Tidak mungkin…”