
**STATUS
NAMA : Cyrus Alexander
RAS : Iblis
LEVEL : 3.194 ( Exp : 983.487 / 2.760.000 ) *Double Exp.
HP : ( 4.512.000 / 4.512.000 )
MP : ( Infinite )
+ Soul Eater : Tahap 1 [ 341 / 1.000 Jiwa ]
+ Jiwa/Roh : 0 jiwa monster
1 jiwa iblis
23.764 jiwa manusia
0 jiwa naga
0 jiwa peri
0 jiwa beastman
Poin Kehormatan : 2.546.483 Poin
Skill : Memperkuat diri, Sihir darah, Troops Leadership.
Job : Warlock 3x.
Keterangan : Makhluk pertama, Tubuh abadi, Berbicara dengan makhluk kontrak, Raja Iblis.
Summon : 1. Shadow ( Lv. 300 )
2. Mino ( Lv.500 )
Cyrus pun terkejut setelah melihat layar status milik dirinya, ia tidak menyangka bahwa ia memiliki poin kehormatan yang mencapai angka jutaan dan juga memiliki jiwa manusia yang mencapai puluhan ribu dalam waktu singkat.
Hingga sampai beberapa detik kemudian, Cyrus pun mulai tersenyum manis sambil berkata dalam hati, “Ini semua pasti karena Brush dan bawahannya… Aku sudah tidak sabar untuk melihat hasil dari mereka semua.”
Sedangkan Eliza saat ini merasa kebingungan dengan perubahan raut wajah yang terjadi kepada Cyrus.
“Hei, kenapa kamu senyum-senyum tanpa alasan?” Tanya Eliza sambil memandangi wajah Cyrus.
__ADS_1
Pertanyaan Eliza tersebut membuat Cyrus tersadar dari lamunannya dan kemudian menjawab pertanyaan Eliza.
“Ah, tidak ada.”
“Jika tidak ada apa-apa... Kenapa masih disini? Ayo cepatlah, aku sudah tidak sabar untuk bermain-main dengan para manusia itu.” Ucap Eliza sambil menggapai pergelangan tangan Cyrus seperti meminta Cyrus agar lebih cepat untuk melakukan teleport ke benua selatan.
“Ah benar, aku juga tidak sabar… Baiklah kita akan pergi kesana sekarang juga.” Ucap Cyrus dengan tenang.
Tetapi Eliza tampak kebingungan sambil melihat sekeliling dan ia pun berkata, “Siapa saja yang pergi kesana? Kenapa cuma ada kita berempat?”
“Memangnya kenapa?” Tanya balik Cyrus tetap dengan ketenangannya, ia sangat tenang seolah-olah seperti tidak akan terjadi apapun di benua selatan.
“Bukankah kita akan pergi berperang? Kenapa tidak ada satupun prajurit disini?” Eliza tampak masih kebingungan dengan maksud Cyrus.
“Aku memang sengaja tidak mempersiapkan banyak prajurit, karena ingin melihat perkembangan Brush dan juga bawahannya, sekaligus agar kamu bisa lebih puas untuk bermain-main dengan mereka hehehe.”
“Benarkah itu tujuanmu!? Hehehe terima kasih sayang…” Jawab Eliza dengan raut wajah bahagia sambil memeluk Cyrus.
Setelah beberapa detik kemudian, Cyrus pun akhirnya mengaktifkan kartu teleport yang baru saja ia beli di dalam system Qwerty.
Seperti sebelumnya, cara agar teleport bisa berjalan dengan lancar, Cyrus harus memikirkan kemana arah tujuannya dan juga ke tempat yang pernah ia kunjungi sebelumnya.
Meskipun Cyrus belum pernah pergi ke kerajaan Xavier, hal tersebut bukan menjadi suatu hambatan bagi Cyrus untuk langsung berteleport ke tempat tersebut, karena kontrak tuan budak antara Cyrus dengan Brush dan ditambah lagi makhluk summon yang bernama Shadow, yang saat ini sedang berada disana itu sudah cukup untuk membawanya pergi langsung ke kerajaan Xavier.
Saat ini Cyrus sedang melacak keberadan mereka dan kemudian mulai mengaktifkan kartu teleport untuk langsung menuju ke kerajaan Xavier.
*
*
Sedangkan para warga telah di evakusi ke tempat yang lebih aman agar tidak terkena dari dampak perang yang saat ini sedang terjadi.
Keadaan wilayah kerajaan Xavier saat ini sangat kacau dan terlihat seperti sebuah kerajaan yang hampir saja hancur.
Mereka telah melakukan perang ini selama berhari-hari tanpa henti, bahkan banyak pasukan kerajaan yang telah gugur dan banyak juga yang kelelahan.
Hanya pasukan Brush yang saat ini masih tetap semangat dan mampu mengimbangi kekuatan musuh dari ketiga kerajaan manusia di benua selatan.
Bahkan membuat manusia-manusia dari kedua belah pihak itu memuji kehebatan sekaligus kegigihan pasukan ras iblis yang dipimpin oleh Brush.
“Mereka sungguh hebat…”
“Meskipun jumlah mereka sedikit, tetapi mereka mampu bertahan dari banyaknya pasukan musuh…”
….
….
__ADS_1
“Apa mereka tidak lelah?”
“Benar, apa mereka tidak lelah? Mereka terus bertarung sepanjang hari tanpa tidur ataupun makan…”
“Ini pasti tidak benar… Aku tau ras iblis, mereka juga makan dan tidur sama seperti kita… Tetapi kenapa mereka tidak sama seperti ras iblis pada umumnya?”
…..
…..
Ratusan bahkan ribuan pertanyaan rasa keheranan serta pujian rasa kagum itu pun keluar dari ras manusia.
Bahkan sang raja Lycan pun turut kagum melihat ketangguhan ras iblis yang saat ini berada di pihaknya.
“Apa benar ini prajurit kerajaan Yang mulia raja Cyrus… Sungguh keberuntungan yang sangat besar bagi kerajaan Xavier jika kami semua tunduk kepada Yang mulia raja Cyrus selamanya…” Gumam Lycan sambil terpana melihat jalannya perang dari atas benteng pertahanan.
Gumaman tersebut terdengar oleh Shadow yang saat ini sedang berada dibawah bayangan Lycan.
“Kamu senang!? Aku hanya memperingatkanmu sekali saja… Jangan pernah mencoba melawan kami, khususnya Yang mulia raja Cyrus… Apa lagi ada niat untuk berkhianat… Jangan pernah lakukan itu jika kau masih sayang dengan nyawamu!!” Ucap Shadow dengan nada ciri khasnya.
Seketika seluruh tubuh Lycan langsung bergetar ketakutan setelah mendengar nama Cyrus, ia ketakutan karena masih trauma akan terbayang-bayang tentang peristiwa yang terjadi di benua tengah beberapa bulan yang lalu.
Disaat bersamaan dengan gemetarnya tubuh Lycan tersebut, tiba-tiba terdengar suara keras seorang gadis cantik dengan suara yang indah. “Ayah… Cepat pergi dari sana… Ayo kita berlindung di dalam istana…”
Teriakkan itu terus berlanjut, “Ayah… Ayolah, aku mohon… Disana sangat berbahaya…” Gadis cantik itu berteriak karena tidak lain untuk memanggil Lycan.
Lycan pun masih tertegun gemetar ketakutan, ia tidak sadar bahwa ada seorang gadis cantik dengan pakaian layaknya seorang putri sedang memanggil dirinya.
“Ayah… Ayah… Ayaahhhh…” Kali ini gadis cantik itu berteriak sekuat tenaga, tetapi Lycan tetap tidak memalingkan wajahnya kearah gadis itu.
Hal tersebut terjadi karena saat ini suara berisik dari peperangan dan juga Lycan yang sedang gemetar ketakutan akibat trauma yang mendalam itu, membuat Lycan tidak tersadar bahwa ia sedang dipanggil oleh seorang gadis.
“Tuan putri… Cepat kembali ke dalam istana…”
“Benar tuan putri… Disini sangat berbahaya…”
Bujuk rayu seorang wanita tua yang berpakaian pelayan dan seorang lelaki yang memakai baju zirah. Mereka berdua berusaha menahan gadis cantik yang berpakaian rapi tersebut agar segera menjauh dari benteng pertahanan tersebut.
Tetapi usaha mereka berdua tidak berhasil, karena mereka berdua tidak berani terlalu kasar kepada gadis tersebut dan gadis cantik tersebut sempat memberontak sekuat tenaga untuk menghampiri Lycan.
Setelah berhasil lolos dari halauan pelayan dan pengawal itu, akhirnya gadis cantik tersebut mendekat ke Lycan dan memegang pergelangan tangan Lycan yang saat ini sedang menatap dengan tatapan kosong sekaligus dengan tubuh yang gemetar.
“Ayah… Ayahh… Ada apa denganmu?” Ucap gadis itu sambil menggoyangkan tubuh Lycan.
Seketika Lycan pun terkejut dan ia tersadar dari lamunannya, kemudian ia menjawab pertanyaan gadis itu.
“Isabel… Kenapa kamu kesini!? Cepat kembali bersama ibumu di dalam istana!!”
__ADS_1